ANALISIS UNSUR HARA KOMPOS BERBAHAN DASAR KOTORAN SAPI DAN KAMBING DENGAN SAYUR-SAYURAN SEBAGAI STARTER ALAMI
DOI:
https://doi.org/10.54314/jssr.v9i4.6741Keywords:
kompos, kotoran sapi, kotoran kambing, sampah sayuran, unsur hara.Abstract
Abstract: The increasing amount of organic waste and livestock manure has become an environmental problem requiring proper management. This study aimed to analyze the nutrient content of compost made from cow manure and goat manure using vegetable waste as a natural starter and to evaluate its conformity with Indonesian National Standard SNI 19-7030-2004. The study used an experimental method consisting of three treatments: cow manure compost, goat manure compost, and mixed manure compost. Parameters analyzed included temperature, pH, moisture content, nitrogen, phosphorus, potassium, and organic carbon. The results showed that all samples met the standard requirements for N, P, and K contents. The highest nitrogen content was found in goat manure compost at 3.22%. The highest phosphorus content was 21.81%, while potassium reached 14.56%. Organic carbon ranged from 42.64% to 44.16%. Moisture content remained above the SNI standard. Goat manure compost exhibited better nutrient quality than cow manure compost.
Keyword: compost, cow manure, goat manure, vegetable waste, nutrient content.
Abstrak: Peningkatan jumlah sampah organik dan limbah peternakan menjadi salah satu permasalahan lingkungan yang memerlukan pengelolaan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan unsur hara kompos berbahan dasar kotoran sapi dan kotoran kambing dengan sampah sayuran sebagai starter alami serta mengevaluasi kesesuaiannya terhadap SNI 19-7030-2004. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan tiga perlakuan yaitu kompos kotoran sapi, kompos kotoran kambing, dan campuran kotoran sapi dan kambing. Parameter yang dianalisis meliputi suhu, pH, kadar air, nitrogen, fosfor, kalium, dan karbon organik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh sampel memenuhi standar unsur hara N, P, dan K. Kandungan nitrogen tertinggi terdapat pada kompos kotoran kambing sebesar 3,22%. Kandungan fosfor tertinggi sebesar 21,81%, sedangkan kandungan kalium tertinggi sebesar 14,56%. Kandungan C-organik berkisar antara 42,64%–44,16%. Kadar air kompos masih berada di atas standar SNI. Kompos berbahan dasar kotoran kambing menunjukkan kualitas unsur hara yang lebih baik dibandingkan kompos kotoran sapi.
Kata kunci: kompos, kotoran sapi, kotoran kambing, sampah sayuran, unsur hara.
Downloads
References
Gunawan, I. ., Sari, M., Anwar, H. ., & Junialdi, R. . (2025). Recycling of rice straw (Oryza sativa) and cow dung as compost with fungal activator (Rhizopus oryzae) and analysis of nutrient content by atomic absorption spectrophotometry (AAS). TOFEDU: The Future of Education Journal, 4(5), 1300–1307.
Hapsari, A. Y. (2013). Kualitas dan kandungan unsur hara pupuk organik dari kotoran ternak. Yogyakarta: Penerbit Andi.
Hardjowigeno, S. (2015). Ilmu Tanah. Jakarta: Akademika Pressindo.
Hidayati, Y., Marlina, E. T., & Harlia, E. (2008). Pengolahan limbah peternakan untuk mengurangi pencemaran lingkungan. Jurnal Ilmu Ternak, 8(2), 45–50.
Imaduddin, M., dkk. (2014). Karakteristik sampah organik pasar tradisional dan potensi pemanfaatannya sebagai bahan kompos. Jurnal Lingkungan, 6(1), 25–32.
Isroi, & Yuliarti, N. (2009). Kompos: Cara Mudah, Murah, dan Cepat Menghasilkan Kompos. Yogyakarta: Andi Offset.
Lingga, P., & Marsono. (2013). Petunjuk Penggunaan Pupuk. Jakarta: Penebar Swadaya.
Melita, M., Sari, M., Edinov, S. ., & Junialdi, R. . (2025). Application of Coffee Grounds (Coffea sp.) for Macro and Micro Nutrient Production in Mangosteen Peel (Garcinia mangostana L.) Compost. TOFEDU: The Future of Education Journal, 4(7), 3664–3671.
Mistia Sari, & Efri Melda. (2021). Pengolahan Limbah Padat Ampas Nilam Dengan Menggunakan Kotoran Kambing Dan Rhyzopus Oryzae SP. Journal of Scientech Research and Development, 3(2), 123-133.
Mistia Sari, & Hendra Anwar. (2023). Pengolahan Limbah Padat Daun Kakao Dengan Probiotik Pediococcus Pentosaceus Dan Kotoran Kambing (Analisis Kadar Air, pH, Dan Suhu). Journal of Scientech Research and Development, 5(1), 483 - 492.
Novizan. (2005). Petunjuk Pemupukan yang Efektif. Jakarta: Agromedia Pustaka.
Sari, M. (2012). Aplikasi Bakteri Probiotik Pediococcus pentosaceus dan Kotoran Kambing untuk Pembuatan Kompos dari Limbah Daun Kakao (Tesis Magister). Universitas Andalas. Scholar.unand.ac.id.
Standar Nasional Indonesia (SNI). (2004). SNI 19-7030-2004: Spesifikasi Kompos dari Sampah Organik Domestik. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.
Subekti, S. (2015). Pemanfaatan pupuk kompos terhadap peningkatan kesuburan tanah dan produktivitas tanaman. Jurnal Pertanian, 10(1), 12–18.
Suryani, D., Anwar, H., Sari, M., & Muhelni, L. (2025). Limbah Baglog Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus) dan Kotoran Sapi Menggunakan Aktivator EM4. Journal of Science and Social Research, 8(3), 4385–4391.
Tomas, J., Sari , M. ., Junialdi, R. ., & Edinov, S. . (2025). Recycling of Kepok Banana Peel Waste (Musa acuminata Var. balbisiana.) and Compost Quality Analysis by Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). TOFEDU: The Future of Education Journal, 4(7), 3727–3735.
Wahyu, M. (2005). Pengelolaan Sampah Organik Rumah Tangga dan Pasar. Jakarta: Penebar Swadaya.
Wulandari, D., & Candra, A. (2022). Permasalahan sampah perkotaan dan pengelolaannya di Indonesia. Jurnal Lingkungan dan Pembangunan, 4(2), 45–53.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Andra Ramadhan, Leila Muhelni, Mistia Sari, Dertha Mukhtar (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









