PERAN STAKEHOLDER DALAM MENGATASI SAMPAH KIRIMAN DI IRIGASI CIKAMPEK THE ROLE OF STAKEHOLDERS IN ADDRESSING TRASH CARRIED BY WATER IN THE CIKAMPEK IRRIGATION SYSTEM
DOI:
https://doi.org/10.54314/hxhrhr48Keywords:
pemerintah desa, sampah kiriman, irigasi karanggelam, pengelolaan sampah, Dawuan TengahAbstract
Abstract: This study aims to analyze the role of the village government in addressing the accumulation of imported trash that is blocking the Karanggelam irrigation culvert in Dawuan Tengah Village, Cikampek Subdistrict, Karawang Regency. This study employs a descriptive method with a qualitative approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation from the Dawuan Tengah Village Government, the Department of Environment and Forestry (DLHK), the Ministry of Public Works and Public Housing (PUPR), neighborhood association (RT) leaders, and community members. Data analysis utilized the Miles and Huberman interactive model. The theoretical framework employed was the theory of government roles according to Sondang P. Siagian (2016), encompassing regulation, facilitation, dynamization, coordination, and supervision. The results of the study indicate that all five aspects of the village government’s role have been implemented, though not yet optimally. In terms of regulation, public awareness campaigns and appeals have been conducted, but no specific regulations regarding imported waste are yet in place. In terms of facilitation, waste management infrastructure has been provided, but facilities and heavy equipment remain limited. In terms of community engagement, the public has been mobilized through community service and collective efforts, although cross-regional participation has not yet been optimal. Coordination and oversight have also been implemented, but they have not yet been fully integrated from upstream to downstream. This study concludes that waste management still tends to be reactive, occurring only after waste has accumulated. Therefore, strengthening regulations, infrastructure, community participation, cross-regional coordination, and continuous oversight is necessary to achieve more effective waste management.
Keyword: Village Government; Incoming Waste; Karanggelam Irrigation; Waste Management; Dawuan Tengah.
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Pemerintah Desa dalam mengatasi tumpukan sampah kiriman yang menghalangi gorong-gorong Irigasi Karanggelam di Desa Dawuan Tengah, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan Pemerintah Desa Dawuan Tengah, DLHK, PUPR, Ketua RT, dan masyarakat. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Teori yang digunakan adalah teori peran pemerintah menurut Sondang P. Siagian (2016), meliputi regulasi, fasilitasi, dinamisasi, koordinasi, dan pengawasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima aspek peran pemerintah desa telah dilaksanakan, tetapi belum optimal. Pada aspek regulasi, sosialisasi dan imbauan telah dilakukan, namun belum tersedia aturan khusus mengenai sampah kiriman. Pada aspek fasilitasi, sarana pengelolaan sampah telah disediakan, tetapi fasilitas dan alat berat masih terbatas. Pada aspek dinamisasi, masyarakat telah digerakkan melalui kerja bakti dan gotong royong, meskipun partisipasi lintas wilayah belum optimal. Koordinasi dan pengawasan juga telah dilakukan, tetapi belum terintegrasi secara menyeluruh dari hulu hingga hilir. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penanganan sampah masih cenderung bersifat reaktif setelah terjadi penumpukan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan regulasi, sarana dan prasarana, partisipasi masyarakat, koordinasi lintas wilayah, serta pengawasan berkelanjutan untuk mewujudkan pengelolaan sampah yang lebih efektif.
Kata kunci: Pemerintah Desa; Sampah Kiriman; Irigasi Karanggelam; Pengelolaan Sampah; Dawuan Tengah.
Downloads
References
Baidlowi, A., & Ubaidillah, L. (2024). Kebijakan pemerintah desa dalam pengelolaan sampah di Desa Langkap Kabupaten Jember. Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu, 8(7).
Biddle, B. J. (1986). Recent developments in role theory. Annual Review of Sociology, 12, 67–92. https://doi.org/10.1146/annurev.so.12.080186.000435
Irigasi Karanggelam Cikampek dipadati sampah kiriman. (n.d.). RCTI+. https://www.rctiplus.com/news/detail/nasional/4697719/irigasi-karanggelam-cikampek-dipadati-sampah-kiriman
Muchsin, T., & Saliro, S. S. (2020). Peran pemerintah desa dalam pengelolaan sampah perspektif Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Sampah. Jurnal Justisia, 5.
Napsiyah, S., Bangsawan, M. F., Rahmatillah, I., Apriani, F. R., & Rahmania, R. A. (2025). Peran Pemerintah Desa Pulosari dalam pengelolaan sampah di pinggir Situ Cileunca. Arus Jurnal Sosial dan Humaniora.
http://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh
Prasojo, R. A., & Fauziah, L. (n.d.). Peran pemerintah-masyarakat dalam pembangunan Desa Sedatigede Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo. Jurnal Kebijakan dan Manajemen Publik.
Republik Indonesia. (2008). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.
Salsabila, F., Ridwan, T., & H, H. (2024). Analisa volume penyebaran sampah di Karawang menggunakan algoritma K-Means Clustering. Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan, 12(2). https://doi.org/10.23960/jitet.v12i2.4226
Siagian, S. P. (2016). Administrasi pembangunan: Konsep, dimensi dan strateginya. Universitas Terbuka.
Suryani, E., & Mawardi. (n.d.). Peran kepala desa dalam pelaksanaan pengelolaan sampah di Desa Lumbang Kecamatan Muara Uya Kabupaten Tabalong. Jurnal Administrasi Publik & Administrasi Bisnis, 8.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Alida Putri Nurhaliza, Evi Priyanti, Kariena Febriantin (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









