Website ini merupakan portal resmi untuk berbagai jurnal ilmiah yang dikelola dengan platform Open Journal Systems (OJS). Kami berkomitmen menyediakan wadah publikasi akademik yang kredibel, terbuka, dan mudah diakses.
| No | Judul & Abstrak | Penulis & Afiliasi | Jurnal & Edisi | Metadata |
|---|---|---|---|---|
| 1601 |
STRATEGI PEMASARAN CINA: MENGGABUNGKAN BUDAYA DAN TEKNOLOGI UNTUK MEMENANGKAN PASAR GLOBAL
Lihat AbstrakAbstract: This study examines the marketing strategies of Chinese cultural and technological products in the global market, focusing on the challenges and opportunities faced by Chinese companies. The general issue raised is how China can leverage its cultural heritage and technological innovation to enhance the competitiveness of its products in the international market, amidst the negative stigma related to human rights violations and concerns about national security. The purpose of this study is to explore and analyze the marketing strategies implemented by Chinese companies, as well as to understand international consumers’ perceptions of Chinese cultural and technological products. The research method used is a qualitative approach, with data collection techniques through case studies of companies that have successfully marketed their products, as well as document analysis related to industry reports and government policies. The results of the study show that Chinese companies that are successful in marketing their cultural and technological products have adopted strategies that integrate local cultural elements with innovation in marketing. In addition, the role of the government in supporting product marketing has also proven significant in enhancing the competitiveness of Chinese products in the global market. This study provides comprehensive insights into how China can overcome challenges and exploit opportunities in marketing cultural and technological products internationally. Keyword: marketing, cultural products, marketing strategies, innovation, global markets.. Abstrak: Penelitian ini membahas strategi pemasaran produk budaya dan teknologi Cina di pasar global, dengan fokus pada tantangan dan peluang yang dihadapi oleh perusahaan-perusahaan Cina. Permasalahan umum yang diangkat adalah bagaimana Cina dapat memanfaatkan warisan budaya dan inovasi teknologi untuk meningkatkan daya saing produk mereka di pasar internasional, di tengah stigma negatif terkait pelanggaran hak asasi manusia dan kekhawatiran mengenai keamanan nasional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi dan menganalisis strategi pemasaran yang diterapkan oleh perusahaan-perusahaan Cina, serta memahami persepsi konsumen internasional terhadap produk budaya dan teknologi Cina. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui studi kasus terhadap perusahaan-perusahaan yang berhasil memasarkan produk mereka, serta analisis dokumen terkait laporan industri dan kebijakan pemerintah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan Cina yang sukses dalam pemasaran produk budaya dan teknologi mereka telah mengadopsi strategi yang mengintegrasikan elemen budaya lokal dengan inovasi dalam pemasaran. Selain itu, peran pemerintah dalam mendukung pemasaran produk juga terbukti signifikan dalam meningkatkan daya saing produk Cina di pasar global. Penelitian ini memberikan wawasan yang komprehensif tentang bagaimana Cina dapat mengatasi tantangan dan memanfaatkan peluang dalam pemasaran produk budaya dan teknologi di tingkat internasional. Kata kunci: pemasaran, produk budaya, strategi pemasaran, inovasi, pasar global. |
Viant Anggi Saputra (Universitas Negeri Yogyakarta) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8 No 2 (2025) |
Hal: 1954-1970 [PDF] |
| 1602 |
IMPLEMENTASI PROGRAM PERTEMUAN PENINGKATAN KEMAMPUAN KELUARGA (P2K2) DI KECAMATAN SUKARAJA KABUPATEN SELUMA
Lihat AbstrakAbstract: The Family Capacity Building Meeting (P2K2) program aims to change the behavior of beneficiary families (KPM) of the Family Hope Program (PKH) to be more independent in managing finances, parenting, education, social welfare, child protection, and family health. However, although many KPM have graduated, the number of new recipients continues to grow. This study analyzes the implementation of P2K2 in Sukaraja District, Seluma Regency, using a descriptive qualitative method with observation, interviews, and documentation studies. Informants were selected by purposive sampling, consisting of 12 people, including KPM, the Social Service, the sub-district government, and PKH assistants. The results of the study showed that the implementation of P2K2 was in accordance with Permensos Number 1 of 2018 and Number 10 of 2017. However, its effectiveness was still low. Socialization was less than optimal because the material was difficult for KPM to absorb. Implementation was more of a formality, without real application in everyday life. Monitoring and evaluation were also limited, only carried out once a month or when conditions were urgent. In conclusion, although the program is running according to regulations, its effectiveness needs to be improved with a more flexible approach, intensive monitoring, and easier-to-understand materials to truly encourage KPM independence towards graduation from PKH. Keyword: implementation, program, family capacity building meeting. Abstrak: Program Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) bertujuan mengubah perilaku keluarga penerima manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) agar lebih mandiri dalam pengelolaan keuangan, pengasuhan, pendidikan, kesejahteraan sosial, perlindungan anak, dan kesehatan keluarga. Namun, meskipun banyak KPM telah graduasi, jumlah penerima baru terus bertambah. Penelitian ini menganalisis implementasi P2K2 di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluma, menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Informan dipilih secara purposive sampling, terdiri dari 12 orang, termasuk KPM, Dinas Sosial, pemerintah kecamatan, serta pendamping PKH. Hasil penelitian menunjukkan implementasi P2K2 telah sesuai dengan Permensos Nomor 1 Tahun 2018 dan Nomor 10 Tahun 2017. Namun, efektivitasnya masih rendah. Sosialisasi kurang optimal karena materi sulit diserap KPM. Implementasi lebih bersifat formalitas, tanpa penerapan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Monitoring dan evaluasi pun terbatas, hanya dilakukan sebulan sekali atau saat kondisi mendesak. Kesimpulannya, meskipun program berjalan sesuai regulasi, efektivitasnya perlu ditingkatkan dengan pendekatan lebih fleksibel, monitoring intensif, serta materi yang lebih mudah dipahami agar benar-benar mendorong kemandirian KPM menuju graduasi dari PKH. Kata kunci: implementasi, program, pertemuan peningkatan kemampuan keluarga. |
Linda Triana (Universitas Bengkulu); Aries Munandar (Universitas Bengkulu); Lisa Adhrianti (Universitas Bengkulu); Tamrin Bangsu (Universitas Bengkulu); Yunisiliah Yunisiliah (Universitas Bengkulu) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8 No 2 (2025) |
Hal: 1885-1894 [PDF] |
| 1603 |
PERAN NOTARIS SEBAGAI MEDIATOR DALAM PENYELESAIAN SENGKETA DI LUAR PENGADILAN (STUDI DI KOTA MEDAN)
Lihat Abstrak In reality, Notaries in carrying out their duties indirectly have played a role as mediators because the community or parties who need notary services to make authentic deeds often bring legal problems between them before or after the making of the deed. This type of research is an empirical legal research (sociological juridical) where the primary data is the result of interviews with respondents and informants. The nature of this research is descriptive analysis, the location of the research is Medan City. From a population of 222 notaries in Medan City, some notaries were taken 20% or 45 people as samples who were used as respondents based on Probability sampling with a simple random sampling method. In addition to the empirical juridical approach, a normative juridical approach was also used to obtain secondary data. The results of the study are that Notaries in providing legal counseling indirectly Notaries play an active role as mediators in resolving disputes outside the Court. The conclusion is that notaries have a strategic role as mediators in resolving disputes outside the court, so it is recommended to regulate the role of notaries as mediators, improve mediation competency for notaries, and provide socialization and education to the public regarding the benefits of mediation by notaries. Keyword: Notary Mediator, Notary Dispute Resolution Abstrak: Dalam realitanya Notaris dalam menjalankan jabatannya secara tidak langsung telah berperan sebagai mediator karena masyarakat atau para pihak yang membutuhkan jasa notaris untuk membuat akta otentik tidak jarang membawa permasalahan-permasalahan hukum diantara mereka pada saat sebelum atau sesudah pembuatan akta. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian hukum empiris (yuridis Sosiologis) dimana data primernya adalah hasil wawancara dengan responden dan informan. Sifat penelitian ini adalah deskriptif analisis, Lokasi penelitian adalah Kota Medan. Dari populasi 222 notaris Kota Medan, sebagian notaris diambil 20% atau 45 orang sebagai sampel yang dijadikan responden berdasarkan Probability sampling dengan Metode Sampel acak sederhana (simple random sampling). Disamping pendekatan yuridis empiris juga dipergunakan pendekatan yuridis normative untuk mendapatkan data sekunder. Hasil penelitian yaitu Notaris dalam memberikan penyuluhan hukum secara tidak langsung Notaris berperan aktif sebagai mediator dalam penyelesaian sengketa di luar Pengadilan. Kesimpulan bahwa notaris memiliki peran strategis sebagai mediator dalam penyelesaian sengketa di luar pengadilan, maka disarankan Pengaturan peran notaris sebagai mediator, Peningkatan kompetensi mediasi bagi notaris, Sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai manfaat mediasi oleh notaris.  Kata kunci: Notaris Mediator, Penyelesaian Sengketa Notaris |
Emanuel Daeli (Universitas Sumatera Utara); Runtung Runtung (Universitas Sumatera Utara); Rudy Haposan Siahaan (Universitas Sumatera Utara) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8 No 2 (2025) |
Hal: 1380-1390 [PDF] |
| 1604 |
TANTANGAN DAN STRATEGI PELESTARIAN BAHASA INDONESIA DALAM ERA DIGITAL
Lihat AbstrakAbstract: Indonesian as the official language of the Republic of Indonesia faces major challenges in the digital era. The development of the current era of globalization has changed the way people communicate and interact. This article discusses the challenges and strategies for preserving Indonesian in the digital era. This study uses a qualitative method with literature analysis conducted by searching various written sources, either in books, archives, magazines, articles, journals, or documents relevant to problems related to preserving Indonesian. The results of the study show that Indonesians faces challenges such as globalization, technology, and social change. However, several strategies can be carried out to preserve Indonesian, such as with the right strategies such as strengthening policies, developing technology, socialization, and language awareness campaigns, forming online communities that focus on language preservation, language education, and collaboration with industry, increasing local content in Indonesian, and through promoting Indonesian in the international arena will make Indonesian survive and develop in the digital era. Keywords: preservation of Indonesian language; challenges of language preservation; strategies of language preservation; digital era. Abstrak: Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi Republik Indonesia menghadapi tantangan besar di era digital. Perkembangan era globalisasi saat ini telah mengubah cara berkomunikasi dan berinteraksi masyarakat. Artikel ini membahas tentang tantangan dan strategi pelestarian bahasa Indonesia di era digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis literatur yang dilakukan dengan melakukan pencarian terhadap berbagai sumber tertulis, baik berupa buku-buku, arsip, majalah, artikel, dan jurnal, atau dokumen-dokumen yang relevan dengan permasalahan yang terkait dengan pelestarian bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa Indonesia menghadapi tantangan seperti globalisasi, teknologi, dan perubahan sosial. Namun, ada beberapa strategi yang dapat dilakukan untuk melestarikan bahasa Indonesia, seperti dengan strategi yang tepat seperti penguatan kebijakan, pengembangan teknologi, sosialisasi dan kampanye kesadaran berbahasa, pembentukan komunitas online yang berfokus pada pelestarian bahasa, edukasi kebahasaan, serta kolaborasi dengan industri, memperbanyak konten lokal dalam bahasa Indonesia, dan melalui promosi bahasa Indonesia di kancah internasional akan membuat bahasa Indonesia dapat tetap bertahan dan berkembang dalam era digital. Kata kunci: pelestarian bahasa Indonesia; tantangan pelestarian bahasa; strategi pelestarian bahasa; era digital. |
Maryska Debora Silalahi (Institut Agama Kristen Negeri Tarutung) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8 No 1 (2025) |
Hal: 1082-1089 [PDF] |
| 1605 |
PENGARUH PRODUCT VARIETY TERHADAP PURCHASE DECISION YANG DIMEDIASI OLEH STORE ATMOSPHERE DAN IMPULSE BUYING (STUDI PADA UNNIQE STORE JEPARA)
Lihat AbstrakAbstract: The purpose of this study is to find out how product variations affect purchase decisions mediated by store atmosphere and impulse purchases. Unniqe store visitors served as the quantitative population for the study. The SmartPLS version 4.0 tool was used to examine 120 people in the research sample using the SEM-PLS approach. The results of this study show that product variations have a positive and significant impact on store atmosphere, product variations have a positive and significant impact on impulse purchases, product variations have a positive and significant impact on purchase decisions, product variations have a positive and significant impact on purchase decisions mediated by impulse purchases, product variations also have a positive and significant impact on purchase decisions mediated by store atmosphere.  Keyword: product variety, store atmosphere, impulse buying, purchase decision Abstrak: Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh variasi produk terhadap keputusan pembelian yang dimediasi oleh suasana toko dan pembelian impulsif. Pengunjung toko Unniqe berfungsi sebagai populasi kuantitatif untuk penelitian ini. Alat SmartPLS versi 4.0 digunakan untuk memeriksa 120 orang dalam sampel penelitian menggunakan pendekatan SEM-PLS. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa variasi produk berdampak positif dan signifikan pada suasana toko, variasi produk berdampak positif dan signifikan pada pembelian impulsif, variasi produk berdampak positif dan signifikan pada keputusan pembelian, variasi produk berdampak positif dan signifikan pada keputusan pembelian yang dimediasi oleh pembelian impulsif, variasi produk juga berdampak positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian yang dimediasi oleh suasana toko. Kata kunci: variasi produk, suasana toko, pembelian impulsif, keputusan pembelian |
Ratna Rizky Amalia (Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara); Mohamad Rifqy Roosdhani (Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8 No 2 (2025) |
Hal: 1842-1851 [PDF] |
| 1606 |
KLASIFIKASI CITRA DALAM IDENTIFIKASI KOL DAN WORTEL MENGGUNAKAN ALGORITMA LDA DAN KNN
Lihat AbstrakAbstract: Agriculture is an important sector in the Indonesian economy, where vegetables such as cabbage (Brassica oleracea var. capitata) and carrots (Daucus carota subsp. sativus) play a significant role in meeting the nutritional needs of the community. With the increasing demand for fresh vegetable products, it is important to ensure accurate and efficient identification of these types of vegetables. Mistakes in identification can result in economic losses and affect the quality of products reaching consumers. Image processing technology and machine learning algorithms offer promising solutions to this problem. Image classification, which involves visual analysis of vegetable images, can be used to identify species based on features extracted from the image. Based on these problems, researchers are interested in conducting research on image classification of 2 types of vegetables, namely cabbage and carrots using the KNN and LDA algorithms. From this system, the accuracy results of the classification of green cabbage, purple cabbage and carrots using the KNN and LDA methods were 92.8571%. This research is expected to provide new insights into the use of modern technology to support the preservation and utilization of vegetable types and sustainability. Keyword: Hybrid Intelligence System; Vegetable Classification; Image Processing; LDA; KNN Abstrak: Pertanian merupakan sektor penting dalam perekonomian Indonesia, di mana sayuran seperti kubis (Brassica oleracea var. capitata) dan wortel (Daucus carota subsp. sativus) memiliki peran signifikan dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat. Dengan meningkatnya permintaan akan produk sayuran segar, penting untuk memastikan identifikasi yang akurat dan efisien terhadap jenis-jenis sayuran ini. Kesalahan dalam identifikasi dapat mengakibatkan kerugian ekonomi dan mempengaruhi kualitas produk yang sampai ke konsumen. Teknologi pemrosesan citra dan algoritma pembelajaran mesin menawarkan solusi yang menjanjikan untuk masalah ini. Klasifikasi citra, yang melibatkan analisis visual dari gambar sayuran, dapat digunakan untuk mengidentifikasi spesies berdasarkan fitur-fitur yang diekstraksi dari citra tersebut. Berdasarkan permasalahan tersebut maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai klasifikasi citra 2 jenis sayuran yaitu kol dan wortel menggunakan algoritma KNN dan LDA. Dari sistem tersebut didapatkan hasil akurasi dari klasifikasi jenis sayur kol hijau, kol ungu dan wortel menggunakan metode KNN dan LDA sebesar 92.8571 %. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru dalam penggunaan teknologi modern untuk mendukung pelestarian dan pemanfaatan jenis sayur dan berkelanjutan. Kata kunci: Hybrid Intelligence System; Klasifikasi Sayur; Pengolahan Citra; LDA; KNN |
Ali Nurdiansyah (Universitas Putra Indonesia YPTK Padang); Hadrian Erlanda (Universitas Putra Indonesia YPTK Padang); Syafril Syafril (Universitas Putra Indonesia YPTK Padang); Yesi Betriana Roza (Universitas Putra Indonesia YPTK Padang); Rini Sovia (Universitas Putra Indonesia YPTK Padang) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8 No 2 (2025) |
Hal: 1895-1902 [PDF] |
| 1607 |
IDENTIFIKASI TINGKAT KEMATANGAN BUAH MANGGA MENGGUNAKAN METODE K-MEANS CLUESTERING DAN MEDIAN FILTER
Lihat AbstrakAbstract: This study aims to develop an automatic system for identifying the ripeness level of mangoes using the K-Means Clustering and Median Filter methods. The background of this research is based on the agricultural industry's need for an objective ripeness assessment, as manual methods are often subjective and inefficient. The K-Means Clustering method is used to categorize mango ripeness based on skin color characteristics, while the Median Filter is applied to enhance image quality by reducing noise before clustering. This study utilizes a dataset of 120 mango images, consisting of 47 images for training and 73 images for testing. The results indicate that the combination of these two methods achieves a classification accuracy of 98%. These findings contribute to the development of digital image processing technology for applications in the agricultural and food industries. Keyword: Ripeness identification, K-Means Clustering, Median Filter, Image Processing, Mango. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem identifikasi tingkat kematangan buah mangga secara otomatis menggunakan metode K-Means Clustering dan Median Filter. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kebutuhan industri pertanian dalam menentukan tingkat kematangan mangga secara objektif, mengingat metode manual sering kali subjektif dan kurang efisien. Metode K-Means Clustering digunakan untuk mengelompokkan tingkat kematangan mangga berdasarkan karakteristik warna kulit, sedangkan Median Filter diterapkan untuk meningkatkan kualitas citra dengan mengurangi noise sebelum dilakukan proses klasterisasi. Penelitian ini menggunakan dataset sebanyak 120 citra mangga, yang terdiri dari 47 citra untuk pelatihan dan 73 citra untuk pengujian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi kedua metode ini mampu mengklasifikasikan tingkat kematangan mangga dengan akurasi sebesar 98%. Temuan ini memberikan kontribusi dalam pengembangan teknologi pemrosesan citra digital untuk aplikasi dalam industri pertanian dan pangan. Kata kunci: Identifikasi kematangan, K-Means Clustering, Median Filter, Pengolahan Citra, Mangga. |
Rahma Yanti (Universitas Putra Indonesia YPTK Padang); Nabilla Yasmin (Universitas Putra Indonesia YPTK Padang); Kharisma Utama Putra (Universitas Putra Indonesia YPTK Padang); Hendri Irawan (Universitas Putra Indonesia YPTK Padang); Rini Sovia (Universitas Putra Indonesia YPTK Padang) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8 No 2 (2025) |
Hal: 1835-1841 [PDF] |
| 1608 |
PERBANDINGAN ALGORITMA LOGISTIC REGRESSION DAN NAÃVE BAYES CLASSIFIER DALAM IDENTIFIKASI PENYAKIT LIVER
Lihat AbstrakAbstract: Liver disease is a condition caused by various factors that can damage liver function, such as viral infections and alcohol consumption. Additionally, obesity is closely associated with liver damage. Over time, liver damage can lead to serious consequences. The presence of experts in this field is crucial to addressing liver disease by identifying the symptoms experienced by patients, determining the type of liver disease affecting them, and providing appropriate treatment guidance. The severity of this disease in Indonesia is evident from various studies, research, and related observations. In this study, researchers utilized and compared two data mining classification methods, namely Logistic Regression and Naïve Bayes, to diagnose liver disease. The findings revealed that the Logistic Regression method achieved an accuracy rate of 84.62% with an area under the curve (AUC) value of 0.841, while the Naïve Bayes method achieved an accuracy rate of 83.71% with an AUC value of 0.816. Based on the t-test, it was found that there was no significant difference between the two methods, with a p-value of 0.821 > 0.05. This indicates that the performance of Logistic Regression is comparable to Naïve Bayes in diagnosing liver disease.Keyword: Liver Disease, Logistic Regression, Naïve Bayes, Confusion Matrix, ROC CurveAbstrak: Penyakit hati atau liver adalah kondisi yang disebabkan oleh berbagai faktor yang dapat merusak fungsi hati, seperti infeksi virus dan konsumsi alkohol. Selain itu, obesitas juga memiliki kaitan erat dengan kerusakan hati. Dalam jangka panjang, kerusakan hati dapat menimbulkan konsekuensi serius. Kehadiran ahli di bidang ini sangat diperlukan untuk membantu menangani masalah penyakit hati dengan mengidentifikasi gejala yang dialami pasien, menentukan jenis penyakit hati yang diderita, serta memberikan panduan penanganan yang sesuai. Skala permasalahan penyakit ini di Indonesia dapat diamati melalui berbagai studi, penelitian, dan pengamatan yang telah dilakukan. Dalam penelitian ini, peneliti menerapkan serta membandingkan dua metode klasifikasi data mining, yaitu Logistic Regression dan Naïve Bayes, untuk mendeteksi penyakit liver. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Logistic Regression memiliki tingkat akurasi sebesar 84,62% dengan nilai area under the curve (AUC) sebesar 0,841, sementara Naïve Bayes mencapai akurasi 83,71% dengan AUC sebesar 0,816. Berdasarkan hasil uji-t, tidak ditemukan perbedaan signifikan antara kedua metode tersebut, dengan nilai p = 0,821 yang lebih besar dari 0,05. Ini menunjukkan bahwa performa Logistic Regression sebanding dengan Naïve Bayes dalam proses diagnosis penyakit liver.Kata kunci: Penyakit Liver, Logistic Regression, Naïve Bayes, Confusion Matrix, ROC Curve |
Yuni Handayani (Universitas Selamat Sri); Taufik Hidayat (Universitas Selamat Sri); Dian Novitaningrum (Universitas Selamat Sri); Abdul Rahman Ismail (Universitas Negeri Gorontalo) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8 No 2 (2025) |
Hal: 1435-1440 [PDF] |
| 1609 |
Perspektif Mahasiswa PPG Prajabatan Terhadap Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi Sebagai Strategi Pemenuhan Kebutuhan Belajar Siswa
Lihat AbstrakAbstract: This study aims to explore the perspectives of Pre-service Teacher Professional Education Program (PPG) students on the implementation of differentiated instruction as a strategy to meet students’ learning needs. This research employed a descriptive qualitative method with data collected through in-depth interviews and documentation. The respondents consisted of four PPG pre-service students from the 2024 cohort, representing different subject areas, selected using purposive sampling. Data analysis was carried out using a qualitative thematic approach with Miles and Huberman’s interactive model, which includes data reduction to extract essential information, data display in thematic categories, and conclusion drawing with iterative verification. The findings reveal that most students hold positive perceptions of the concept and urgency of differentiated instruction in creating an inclusive learning environment. However, the respondents also highlighted several challenges in its implementation, such as limited time, insufficient resources, and a lack of technical understanding of differentiation strategies. The study concludes that more intensive training and mentoring programs are needed for pre-service teachers to effectively implement differentiated instruction in Indonesian schools.Keywords: differentiated learning; Pre-service Teacher Professional Education Program; student learning needs Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menggali perspektif mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan terhadap implementasi pembelajaran berdiferensiasi sebagai strategi pemenuhan kebutuhan belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Responden penelitian terdiri dari empat orang mahasiswa PPG Prajabatan angkatan 2024 dari bidang studi berbeda, yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan pendekatan analisis tematik kualitatif model interaktif Miles dan Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa memiliki pemahaman yang positif terhadap konsep dan pentingnya pembelajaran berdiferensiasi dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif. Namun para responden juga mengungkapkan berbagai tantangan dalam implementasinya, seperti keterbatasan waktu, sumber daya, serta kurangnya pemahaman mendalam terkait teknik-teknik diferensiasi. Simpulan dari penelitian ini menekankan perlunya pelatihan dan pendampingan yang lebih intensif bagi calon guru agar mereka mampu menerapkan pembelajaran berdiferensiasi secara efektif di lingkungan pendidikan Indonesia.Kata kunci: kebutuhan belajar siswa; pembelajaran berdiferensiasi; PPG Prajabatan |
Mawardi Mawardi; Mawardi Mawardi (Universitas Islam Sultan Agung) |
JURNAL PENA EDUKASI Vol 12 No 2 (2025) |
Hal: 136 - 146 [PDF] |
| 1610 |
KEABSAHAN PEMINDAHTANGANAN ASET BUMN BERUPA HAK ATAS TANAH DALAM PENJATUHAN PIDANA PEMBAYARAN UANG PENGGANTI BERDASARKAN PUTUSAN PENGADILAN TINDAK PIDANA KORUPSI (Studi Putusan Mahkamah Agung Nomor: 435 PK/Pid.Sus/2020)
Lihat AbstrakAbstract: There are BUMN assets in the form of land rights that are used as evidence in the Supreme Court Decision Number: 435 PK / Pid.Sus / 2020 that have been transferred without going through the mechanism regulated in the provisions. This study discusses the problem of regulating the transfer of BUMN assets, the judge's considerations in imposing criminal penalties in the form of payment of compensation resulting in the transfer of BUMN assets, and the validity of the transfer of BUMN assets in the form of land rights in the Supreme Court Decision Number: 435 PK / Pid.Sus / 2020. The research method of this study is a normative legal research type supported by empirical data with a statutory regulatory approach and a case approach carried out with a literature study to obtain primary, secondary and tertiary legal materials that will be analyzed qualitatively by drawing conclusions deductively. The Judge's consideration in the Supreme Court Decision Number: 435 PK/Pid.Sus/2020 can be said to be wrong because the object of evidence number 169 in the form of 74 Ha (seventy four hectares) of land is a BUMN asset that has not been written off and transferred according to the provisions of the law. The recommendation of this study is that the BUMN Company is expected to write off BUMN assets that have been granted HGU that has not been extended. Keyword: BUMN Assets, Corruption Crimes, Replacement Money. Abstrak: Terdapat asset BUMN berupa hak atas tanah yang dijadikan barang bukti dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor: 435 PK/Pid.Sus/2020 telah dipindahtangankan tanpa melalui mekanisme yang diatur dalam ketentuan. Penelitian ini membahas permasalahan pengaturan pemindahtanganan asset BUMN, pertimbangan hakim dalam menjatuhkan pidana berupa pembayaran uang pengganti yang mengakibatkan pemindahtanganan asset BUMN, dan keabsahan pemindahtanganan asset BUMN berupa hak atas tanah dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor: 435 PK/Pid.Sus/2020. Metode penelitian penelitian ini berjenis penelitian hukum normatif yang didukung data empiris dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan kasus yang dilakukan dengan studi kepustakaan untuk memperoleh bahan hukum primer, sekunder dan tersier yang akan dianalisis secara kualitatif dengan menarik kesimpulan secara deduktif. Pertimbangan Hakim dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor: 435 PK/Pid.Sus/2020 dapat dikatakan keliru dikarenakan objek barang bukti nomor 169 berupa Tanah seluas 74 Ha (tujuh puluh empat hektar) merupakan aset BUMN yang belum dilakukan penghapusbukuan dan pemindahtanganan asset sesuai ketentuan undang-undang. Rekomendasi penelitian ini adalah diharapkan agar pihak Perusahaan BUMN melakukan penghapusbukuan terhadap aset BUMN yang diberikan HGU yang sudah tidak diperpanjang.  Kata kunci: Aset BUMN, Tindak Pidana Korupsi, Uang Pengganti. |
Oloan Ikhwan Maruli Tua Sinaga (Universitas Sumatera Utara); Budiman Ginting (Universitas Sumatera Utara); Mahmud Mulyadi (Universitas Sumatera Utara) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8 No 2 (2025) |
Hal: 1696-1706 [PDF] |
| 1611 |
PENERAPAN MODEL MIND MAPP DALAM PEMBELAJARAN BACA TULIS AL-QUR’AN
Lihat AbstrakAbstract: This research was conducted with the type of Classroom Action Research (CAR). This research was conducted at MAN Palopo. The data sources used in this study were primary data and secondary data. Data collection techniques in this study were observation, tests, interviews, and documentation. The data obtained showed that the application of the mind mapp model on student learning outcomes in cycle I obtained an average result of 71.00 in the psychomotor aspect and 71.88 in the cognitive aspect. While in cycle II the average value was 77.48 and learning achievement was on average 80.52. As for cycle III, 25 students participated in the subject and got a passing grade with an average value of 82.08 and learning achievement was on average 82.06. Thus, student learning outcomes through the application of the mind mapp model in BTQ learning at MAN Palopo have increased. The process of implementing the mind mapp model in improving BTQ learning at MAN Palopo which was carried out in cycle III which was participated by 25 students, obtained information that overall students got scores that reached the KKM.  Keywords: PTK, Mind Mapp, BTQ Abstrak: Penelitian ini dilaksanakan dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilakukan di MAN Palopo. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi, tes, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh menunjukkan bahwa penerapan model mind mapp hasil belajar peserta didik pada siklus I diperoleh hasil rata-rata 71,00 pada aspek psikomotorik dan 71,88 pada aspek kognitif. Sedangkan siklus II nilai  rata-rata 77,48 dan prestasi belajar pada rata-rata 80,52. Adapun pada siklus III diikuti oleh subjek sebanyak 25 peserta didik mendapatkan nilai tuntas dengan nilai rata-rata 82,08 dan prestasi belajar pada rata-rata 82,06. Dengan demikian, hasil belajar peserta didik melalui penerapan model mind mapp dalam pembelajaran BTQ di MAN Palopo mengalami peningkatan. Adapun proses penerapan model mind mapp dalam meningkatkan pembelajaran BTQ di MAN Palopo yang dilakukan pada siklus III yang diikuti oleh subjek sebanyak 25 peserta didik, diperoleh informasi secara keseluruhan peserta didik mendapatkan nilai yang mencapai KKM. Kata Kunci: PTK, Mind Mapp, BTQ |
Ma'fiyah Ma'fiyah (Universitas Pamulang); Endah Mawarny (Universitas Pamulang); Yunus Yunus (Universitas Pamulang) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8 No 2 (2025) |
Hal: 1298-1305 [PDF] |
| 1612 |
PELATIHAN PENGGUNAAN GADGET SEBAGAI ALAT BANTU BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN FOKUS ANAK DENGAN ADHD DI SEKOLAH INKLUSIF
Lihat AbstrakAbstract: ADHD (Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder) is a common psychiatric condition characterized by symptoms of inattention and/or hyperactivity that are not developmentally appropriate, causing impairment in social, academic and professional contexts. There is a need for learning media that are tolerant of children with ADHD, especially in inclusive schools. TK/Paud Lilik as one of the inclusive schools in Pekanbaru has issues related to learning for ADHD students. How to utilize interactive applications on social media, such as alphabet and number recognition tutorials. The easiest and most flexible media to utilize is gadgets. So this learning can be used by teachers at school and by parents/guardians at home. This activity was held at the inclusive school TK/Paud Lilik Pekanbaru, attended by 8 teachers and 2 educators as well as several parents and their children. After this activity took place, a questionnaire was distributed as an evaluation of this training activity. The results were very positive, with more than 80% agreeing or disagreeing with each question. And most of the participants wanted a follow-up activity. This training activity has contributed significantly to schools, teachers and parents, reminding teachers to be more creative and utilize technology and online learning media in learning. Keywords: ADHD; Gadget; Inclusive School; Learning Tools; Training Abstrak: ADHD (Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder) adalah kondisi kejiwaan umum yang ditandai dengan gejala kurang perhatian dan atau hiperaktivitas yang tidak sesuai dengan perkembangan sehingga menyebabkan gangguan dalam konteks sosial, akademis dan profesional. Dibutuhkan media pembelajaran yang toleran terhadap anak-anak ADHD. TK/Paud Lilik sebagai salah satu sekolah inklusif yang ada di Pekanbaru memiliki persoalan terkait dengan pembelajaran terhadap peserta didik ADHD. Bagaimana memanfaatkan aplikasi yang interaktif yang ada, seperti tutorial mengenal abjad dan angka. Media yang paling mudah dan fleksibel dimanfaatkan adalah gadget. Jadi pembelajaran ini bisa digunakan oleh guru di sekolah maupun oleh orang tua/wali murid di rumah masing-masing. Kegiatan ini dilaksanakan di sekolah inklusif TK/Paud Lilik Pekanbaru, dihadiri oleh 8 guru dan 2 tenaga pendidik serta beberapa orang tua dan anak-anak mereka. Usai kegiatan ini berlangsung, disebarkan angket sebagai evaluasi dari kegiatan pelatihan ini. Hasilnya sangat positif dan memberikan penilaian sangat setuju atau setuju sebanyak lebih dari 80% untuk setiap pertanyaan. Dan kebanyakan dari peserta menginginkan kegiatan lanjutan. Kegiatan pelatihan ini telah memberikan kontribusi yang sangat berarti bagi sekolah, guru dan orang tua murid dalam memanfaatkan gadget sebagai media bantu belajar bagi anak-anak dengan ADHD. Selain itu mengingatkan agar guru lebih kreatif dalam memanfaatkan teknologi dan media belajar daring dalam pembelajaran. Kata kunci: ADHD; Alat Bantu Belajar; Gadget; Pelatihan; Sekolah Inklusif |
Elvira Asril (Universitas Lancang Kuning); Rizki Novendra (Universitas Lancang Kuning); Zamzami Zamzami (Universitas Lancang Kuning); Yogi Yunefri (Universitas Lancang Kuning); Yogo Turnandes (Universitas Lancang Kuning) |
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 5 No 1 (2025) |
Hal: 23 - 28 [PDF] |
| 1613 |
SISTEM PAKAR DIAGNOSA INFEKSI PENYAKIT TROPIS MENGGUNAKAN METODE CERTAINTY FACTOR BERBASIS WEB
Lihat AbstrakAbstract: Indonesia is a country with a tropical climate, which can cause the development of various tropical diseases. Tropical diseases themselves are closely related to bacteria and viruses. There have been many attempts to identify diseases, one of which is with the help of an expert system, a computer system with the help of an expert or specialist who can provide information based on knowledge related to a particular field and then managed in the system. Certainty Factor (CF) is a technique used in decision making to overcome uncertainty, which is widely implemented in expert systems. This method can be an answer to expert confidence in the uncertainty of translating information or knowledge through analysis that forms a matrix. Keyword: Tropical diseases, Expert systems, Certainty factors. Abstrak: Indonesia merupakan suatu Negara dengan cuaca yang beriklim tropis, dapat menyebabkan berkembangnya bermacam-macam penyakit tropis. Penyakit tropis sendiri berkaitan erat dengan bakteri, dan virus. telah banyak sekali upaya untuk mengidentifikasi penyakit, salah satunya dengan bantuan sebuah sistem pakar, yaitu sistem komputer dengan bantuan seorang pakar atau ahli yang dapat memberikan informasi berdasarkan pengetahuan yang terkait dengan bidang tertentu kemudian dikelola di dalam sistem tersebut. Certainty Factor (CF) adalah sebuah teknik yang digunakan dalam pengambilan keputusan untuk mengatasi ketidakpastian, yang banyak diimplementasikan pada sistem pakar. Metode ini dapat menjadi jawaban keyakinan kepada pakar atas ketidakpastian dalam menerjemahkan informasi atau pengetahuan melalui analisis yang membentuk sebuah matriks. Kata kunci: Penyakit tropis, Sistem pakar, Certainty Faktor. |
Sahena Romdona (Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer DCI) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8 No 2 (2025) |
Hal: 1829-1834 [PDF] |
| 1614 |
Peningkatan Keterampilan Membuat Kolase melalui Pembelajaran Berbasis Proyek
Lihat AbstrakAbstract: Developing Cultural Arts and Crafts (SBDP) skills can improve students' abilities in various aspects of art and culture, and hone creativity through learning activities. This study aims to strengthen collage-making skills through project-based learning for SD Negeri 07 Dobo fourth-grade students. The research method used is classroom action research (PTK) with a descriptive qualitative approach. The results showed that students' activities in making collages significantly increased each cycle. Implementing project-based learning improved students' skills and creativity in creating collages. Based on the study's results, it can be concluded that project-based learning can improve collage making skills in SBDP learning.Keywords: Project-based learning; collage. Abstrak: Pengembangan keterampilan Seni Budaya dan Prakarya (SBDP) dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam berbagai aspek seni dan budaya, serta mengasah kreativitas melalui aktivitas pembelajaran. Pada penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan membuat kolase melalui pembelajaran berbasis proyek pada siswa kelas IV SD Negeri 07 Dobo. Metode penelitian yang digunakan yakni penelitian tindakan kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas siswa dalam membuat kolase menunjukkan peningkatan yang signifikan di setiap siklusnya. Pelaksanaan pembelajaran berbasis proyek terbukti mampu meningkatkan keterampilan serta kreativitas siswa dalam membuat kolase. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berbasis proyek dapat meningkatkan keterampilan membuat kolase dalam pembelajaran SBDP.Kata Kunci: Pembelajaran berbasis proyek; kolase. |
Moh. Erwin Budiana; Moh. Erwin Budiana (Universitas Pattimura) |
JURNAL PENA EDUKASI Vol 12 No 1 (2025) |
Hal: 89 - 97 [PDF] |
| 1615 |
DAMPAK OVEREXPOSURE INFORMASI DIGITAL TERHADAP STRES PADA ANAK: PERAN POLA KOMUNIKASI ORANG TUA DALAM MITIGASI RISIKO DI DESA KEDIRI, LOMBOK BARAT
Lihat AbstrakAbstract: This study aims to examine the impact of overexposure to digital information on children's stress levels in Kediri Village, West Lombok. Excessive exposure to digital information, especially from social media, has been found to contribute to increased stress in children, as indicated by difficulty focusing, social anxiety, sleep disturbances, and decreased mental health. The research method used is a descriptive quantitative method. The results showed that 70% of children experienced difficulty focusing after excessive use of digital devices, while 30% of children experienced anxiety or stress due to consumption of negative information. The main factors that trigger stress include negative content on social media, academic pressure due to comparison with peers, and lack of communication with parents. However, this study also found that parental communication patterns play an important role in reducing the impact of stress due to digital overexposure. Children with parents who apply authoritative communication patterns (40%) showed lower stress levels than children with permissive or authoritarian parents. Keyword: Digital overexposure, child stress, digital literacy, parental communication patterns, mental health. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak overexposure informasi digital terhadap tingkat stres anak-anak di Desa Kediri, Lombok Barat. Paparan berlebihan terhadap informasi digital, terutama dari media sosial, ditemukan berkontribusi pada peningkatan stres anak, yang ditunjukkan melalui kesulitan fokus, kecemasan sosial, gangguan tidur, dan penurunan kesehatan mental. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 70% anak mengalami kesulitan fokus setelah penggunaan perangkat digital yang berlebihan, sementara 30% anak mengalami kecemasan atau stres akibat konsumsi informasi negatif. Faktor utama yang memicu stres meliputi konten negatif di media sosial, tekanan akademik akibat perbandingan dengan teman sebaya, serta kurangnya komunikasi dengan orang tua. Namun, penelitian ini juga menemukan bahwa pola komunikasi orang tua memainkan peran penting dalam mengurangi dampak stres akibat overexposure digital. Anak-anak dengan orang tua yang menerapkan pola komunikasi otoritatif (40%) menunjukkan tingkat stres yang lebih rendah dibandingkan anak-anak dengan orang tua permisif atau otoriter.  Kata kunci: Overexposure digital, stres anak, literasi digital, pola komunikasi orang tua, kesehatan mental. |
Ahmad Ubaidi Ridwan (Universitas Islam Negeri Mataram) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8 No 2 (2025) |
Hal: 1822-1828 [PDF] |
| 1616 |
FENOMENA VIRAL DI MEDIA SOSIAL: ANALISIS POLA KOMUNIKASI DAN PENGARUHNYA TERHADAP OPINI PUBLIK
Lihat AbstrakAbstract: Social media has become a primary tool for disseminating information and shaping public opinion in the digital era. This study analyzes the role of social media in the process of shaping public perceptions of various social, political, and economic issues. Using content analysis methods, this research examines the patterns of information dissemination, factors influencing content virality, and negative impacts such as the spread of hoaxes and disinformation. The findings indicate that emotional factors, audience engagement, and media framing play a significant role in determining the effectiveness of digital communication. Case studies on content virality in social media also reveal that successful social campaigns tend to employ strong communication strategies, including emotional narratives and influencer involvement. However, the prevalence of hoaxes on social media highlights the need to enhance digital literacy and implement better regulations for managing public information. Therefore, this study recommends strengthening communication strategies based on digital education and enforcing stricter regulations to mitigate the negative impact of social media in shaping public opinion.  Keyword: Social Media, Public Opinion, Virality, Hoaxes, Digital Literacy Abstrak: Media sosial telah menjadi alat utama dalam menyebarkan informasi dan membentuk opini publik di era digital. Penelitian ini menganalisis peran media sosial dalam proses pembentukan persepsi masyarakat terhadap berbagai isu sosial, politik, dan ekonomi. Menggunakan metode analisis konten, penelitian ini mengkaji pola penyebaran informasi, faktor-faktor yang mempengaruhi viralitas suatu konten, serta dampak negatif seperti penyebaran hoaks dan disinformasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor emosional, keterlibatan audiens, serta framing media berperan signifikan dalam menentukan efektivitas komunikasi digital. Studi kasus mengenai viralitas konten di media sosial juga mengungkapkan bahwa kampanye sosial yang sukses cenderung menggunakan strategi komunikasi yang kuat, termasuk narasi emosional dan keterlibatan influencer. Namun, di sisi lain, maraknya hoaks di media sosial menunjukkan perlunya peningkatan literasi digital serta regulasi yang lebih baik dalam mengelola informasi di ruang publik. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penguatan strategi komunikasi yang berbasis pada edukasi digital dan regulasi yang lebih ketat untuk mengurangi dampak negatif media sosial dalam pembentukan opini publik.  Kata kunci: Media Sosial, Opini Publik, Viralitas, Hoaks, Literasi Digital |
Khairul Azmi (Universitas Islam Negeri Mataram) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8 No 2 (2025) |
Hal: 1814-1821 [PDF] |
| 1617 | COVER | Cover Cover |
JURNAL TEKNISI Vol 5 No 1 (2025) |
Hal: i [PDF] |
| 1618 | DAFTAR ISI | Daftar Isi |
JURNAL TEKNISI Vol 5 No 1 (2025) |
Hal: ii-iii [PDF] |
| 1619 |
ETIKA KOMUNIKASI ISLAM DALAM TRADISI NYONGKOLAN DI MASYARAKAT SUKU SASAK
Lihat AbstrakAbstract: Nyongkolan is a typical wedding tradition of the Sasak people in Lombok which involves a bridal procession to the bride's house. In this tradition, communication has an important role in maintaining harmony between family, society and the bridal couple. This research aims to examine how Islamic communication ethics are applied in the Nyongkolan tradition. The research method used is literature study and observation with a qualitative approach. The research results show that communication ethics in Nyongkolan reflect Islamic principles, such as qaulan sadidan (correct words), qaulan layyinan (gentle words), and qaulan ma'rufan (good words). However, several challenges were also found, such as the use of less polite language in social interactions during the procession. Therefore, education is needed to maintain Islamic values in communication during Nyongkolan so that it continues to reflect good morals. Keyword: Ethics; Islamic Communication; Nyongkolan Tradition Abstrak: Nyongkolan adalah salah satu tradisi pernikahan khas masyarakat Sasak di Lombok yang melibatkan arak-arakan pengantin menuju rumah mempelai wanita. Dalam tradisi ini, komunikasi memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan antara keluarga, masyarakat, dan pasangan pengantin. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana etika komunikasi Islam diterapkan dalam tradisi Nyongkolan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dan observasi dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika komunikasi dalam Nyongkolan mencerminkan prinsip-prinsip Islam, seperti qaulan sadidan (perkataan yang benar), qaulan layyinan (perkataan yang lembut), dan qaulan ma’rufan (perkataan yang baik). Namun, beberapa tantangan juga ditemukan, seperti penggunaan bahasa yang kurang santun dalam interaksi sosial selama prosesi berlangsung. Oleh karena itu, diperlukan edukasi untuk menjaga nilai-nilai Islam dalam komunikasi selama Nyongkolan agar tetap mencerminkan akhlak yang baik.  Kata kunci: Etika;Komunikasi Islam;Tradisi Nyongkolan |
Muhammad Amin (Universitas Islam Negeri Mataram) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8 No 2 (2025) |
Hal: 1808-1813 [PDF] |
| 1620 |
ANALISIS PROBLEMATIKA KEKERASAN SEKSUAL DI PONDOK PESANTREN
Lihat AbstrakAbstract: Sexual violence in Islamic boarding schools is a complex and worrying issue, considering that Islamic boarding schools are Islamic educational institutions which are supposed to be safe and educational places for students. This phenomenon is influenced by various factors, such as abuse of authority, patriarchal culture, lack of education about sexual violence, and minimal supervision and regulation of Islamic boarding schools. Cases of sexual violence are often difficult to uncover due to social pressure, threats from perpetrators, and the stigma attached to victims. This research aims to identify the root of the problem of sexual violence in Islamic boarding schools, analyze the causal factors, and formulate strategic steps to prevent and handle these cases. The method used involves literature review, case data analysis, and interviews with related parties. The research results show that public openness in discussing this issue, increasing government supervision, and implementing a safe reporting system are important steps in resolving the problem of sexual violence in Islamic boarding schools. With a holistic approach, it is hoped that this research can contribute to creating an Islamic boarding school environment that is safe, inclusive, and free from sexual violence, so that Islamic values and public trust in Islamic boarding schools can be maintained. Keyword: Problems, Sexual Violence, Islamic Boarding Schools Abstrak: Kekerasan seksual di pondok pesantren merupakan isu yang kompleks dan memprihatinkan, mengingat pesantren adalah lembaga pendidikan Islam yang seharusnya menjadi tempat aman dan mendidik bagi para santri. Fenomena ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti penyalahgunaan otoritas, budaya patriarki, kurangnya edukasi tentang kekerasan seksual, serta minimnya pengawasan dan regulasi terhadap pesantren. Kasus-kasus kekerasan seksual sering kali sulit terungkap karena tekanan sosial, ancaman pelaku, dan stigma yang melekat pada korban. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi akar masalah kekerasan seksual di pesantren, menganalisis faktor-faktor penyebabnya, serta merumuskan langkah-langkah strategis untuk mencegah dan menangani kasus tersebut. Metode yang digunakan melibatkan kajian literatur, analisis data kasus, serta wawancara dengan pihak-pihak terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbukaan masyarakat dalam membahas isu ini, peningkatan pengawasan pemerintah, dan implementasi sistem pelaporan yang aman merupakan langkah penting dalam menyelesaikan problematika kekerasan seksual di pesantren. Dengan pendekatan yang holistik, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam menciptakan lingkungan pesantren yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan seksual, sehingga nilai-nilai Islam dan kepercayaan masyarakat terhadap pesantren dapat terjaga. Kata kunci: Problematika, Kekerasan Seksual, Pesantren |
Suparjon Suparjon (Universitas Islam Negeri Mataram) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8 No 2 (2025) |
Hal: 1802-1807 [PDF] |
Berbagai jurnal ilmiah multidisiplin yang terakreditasi dan terindeks secara nasional maupun internasional.
Jurnal ilmiah nasional multidisiplin yang mencakup sains, sosial, pendidikan, ekonomi, dan teknologi. Terbit 6 kali setahun (Feb, Apr, Jun, Agu, Okt, Des). Terakreditasi SINTA 4 berdasarkan SK No. 152/E/KPT/2023.
Jurnal nasional yang memuat hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat sosial serta teknologi, mencakup bidang komputer, pendidikan, sosial humaniora, dan kesehatan. Terbit 2 kali setahun (April dan Desember).
Jurnal ilmiah yang memuat dan menyebarluaskan hasil penelitian, kajian mendalam, dan ide-ide inovatif di bidang ilmu pendidikan. Inovasi guru dan dosen dalam pembangunan sektor pendidikan dapat memberikan kontribusi positif bagi institusi pendidikan.
Jurnal Teknologi Komputer dan Sistem Informasi yang memuat hasil penelitian di bidang Computer Science, Data Mining, Machine Learning, Deep Learning, Computer Engineering, Information Systems, dan Software Engineering. Terbit 2 kali setahun (Feb dan Agu).
Jurnal yang berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dalam bidang pendidikan, menyediakan ruang bagi akademisi untuk mempublikasikan kajian-kajian pendidikan yang relevan dan bermanfaat bagi pengembangan ilmu pendidikan.
Kami berkomitmen memberikan pengalaman publikasi ilmiah terbaik bagi seluruh peneliti dan akademisi.
Semua jurnal kami menerapkan kebijakan akses terbuka, memungkinkan siapa saja untuk membaca, mengunduh, dan membagikan artikel secara gratis.
Setiap naskah melewati proses review sejawat (peer review) yang ketat untuk memastikan kualitas dan orisinalitas publikasi ilmiah.
Beberapa jurnal kami telah terakreditasi SINTA oleh Kemdikbud, membuktikan standar kualitas publikasi yang diakui secara nasional.
Jurnal kami terindeks di berbagai basis data nasional dan internasional seperti GARUDA, OneSearch, Scilit, BASE, dan Dimensions.
Dengan sistem OJS terintegrasi, proses submit, review, hingga publikasi dilakukan secara digital dan efisien.
Seluruh karya dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0, melindungi hak cipta sekaligus mendorong penyebarluasan.
Kirimkan naskah ilmiah Anda ke salah satu jurnal kami dan dapatkan manfaat publikasi open access yang luas.