Website ini merupakan portal resmi untuk berbagai jurnal ilmiah yang dikelola dengan platform Open Journal Systems (OJS). Kami berkomitmen menyediakan wadah publikasi akademik yang kredibel, terbuka, dan mudah diakses.
| No | Judul & Abstrak | Penulis & Afiliasi | Jurnal & Edisi | Metadata |
|---|---|---|---|---|
| 641 |
DIGITALISASI ORGANISASI DAN DINAMIKA KEPUASAN KERJA: ANALISIS SINTESIS TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI ERA TRANSFORMASI DIGITAL
Lihat AbstrakAbstract: Organizational digitalization has transformed workplace dynamics, influencing employee job satisfaction and performance outcomes. This study synthesizes findings from three Indonesian journal studies focusing on digital transformation, digital work environments, and human resource performance in the context of organizational modernization. Using a qualitative literature synthesis approach, the research integrates methodological and empirical insights to explore how digital adoption affects employee behavior and organizational outcomes. The findings indicate that digital technologies improve efficiency, collaboration, and flexibility, which contribute positively to employee performance. However, challenges such as digital competence gaps, technostress, and organizational adaptation remain critical issues. The study highlights that digital leadership, organizational support, and employee capability development play key roles in enhancing job satisfaction during digital transformation. This synthesis contributes to understanding how Indonesian organizations can optimize digital transformation strategies to achieve sustainable employee performance and organizational effectiveness. Keywords: digital transformation, job satisfaction, employee performance, Indonesian organizations. Abstrak: Digitalisasi organisasi telah mengubah dinamika lingkungan kerja dan memengaruhi kepuasan kerja serta kinerja karyawan. Penelitian ini mensintesis temuan dari tiga jurnal Indonesia yang membahas transformasi digital, lingkungan kerja digital, dan kinerja sumber daya manusia dalam konteks modernisasi organisasi. Dengan menggunakan pendekatan sintesis literatur kualitatif, penelitian ini mengintegrasikan wawasan metodologis dan empiris untuk memahami bagaimana adopsi teknologi digital memengaruhi perilaku karyawan dan hasil organisasi. Temuan menunjukkan bahwa teknologi digital meningkatkan efisiensi, kolaborasi, dan fleksibilitas kerja yang berdampak positif terhadap kinerja karyawan. Namun, tantangan seperti kesenjangan kompetensi digital, technostress, dan adaptasi organisasi masih menjadi isu penting. Studi ini menekankan peran kepemimpinan digital, dukungan organisasi, serta pengembangan kompetensi karyawan dalam meningkatkan kepuasan kerja selama proses transformasi digital. Kata Kunci: Transformasi Digital, Kepuasan Kerja, Kinerja Karyawan, Organisasi Indonesia. |
Dwi Hartutik (Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lancang Kuning); Novelma Lastri (Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lancang Kuning); Variza Aditiya (Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lancang Kuning); Andi Desy Musdiana (Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lancang Kuning); Suprasman Suprasman (Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lancang Kuning) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 9 No 1 (2026) |
Hal: 613-616 [PDF] |
| 642 |
PENGARUH PERCEIVED EASE OF USE TERHADAP MINAT BELI MELALUI FITUR LIVE STREAMING DI APLIKASI TIKTOK PADA MAHASISWA PSIKOLOGI UNIVERSITAS MEDAN AREA
Lihat AbstrakAbstract: This study examines the influence of perceived ease of use (PEOU) on purchase intention through the live streaming feature in the TikTok application among psychology students at Universitas Medan Area. Using a quantitative approach and simple linear regression analysis, 240 respondents were selected through random sampling. The research instruments include the PEOU scale and the purchase intention scale, which were tested for validity (r-calculated > 0.123) and reliability (α PEOU = 0.917; α purchase intention = 0.918). The analysis results show that PEOU has a significant influence on purchase intention, with a significance value of p = 0.000 (p < 0.05), a regression coefficient b = 1.086, and a coefficient of determination R² = 0.127. These results indicate that PEOU contributes 12.7% to the variation in purchase intention, while the rest is influenced by other factors. The descriptive analysis shows that the empirical mean of PEOU (M = 87.89; SD = 9.550) and purchase intention (M = 89.50; SD = 9.780) are both in the high category and exceed their respective hypothetical means. This study confirms the Technology Acceptance Model (TAM), which emphasizes that ease of use is an important driver of technology acceptance and user behavior. The practical implications suggest that e-commerce platforms should prioritize intuitive user experience design to increase sales conversion among Generation Z, while the theoretical implications strengthen the understanding of the psychological mechanisms behind the digital shopping behavior of Indonesian students. Keywords: Purchase Intention, Live Streaming, TikTok, Technology Acceptance Model, Digital Consumer Psychology. Abstrak: Penelitian ini membahas pengaruh kemudahan penggunaan (PEOU) terhadap minat untuk membeli melalui fitur live streaming di aplikasi TikTok, khususnya pada mahasiswa Psikologi di Universitas Medan Area. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis regresi linear sederhana, melibatkan 240 responden yang dipilih dengan cara sampling secara kebetulan. Alat yang digunakan terdiri dari skala PEOU dan skala minat beli yang memiliki validitas (r-hitung > 0,123) dan reliabilitas (α PEOU = 0,917; α minat beli = 0,918). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemudahan penggunaan berpengaruh signifikan terhadap minat beli dengan tingkat signifikansi p = 0,000 (p < 0,05), koefisien regresi b = 1,086, serta R² = 0,127. Dari hasil ini, terlihat bahwa kemudahan penggunaan berkontribusi sebesar 12,7% terhadap minat beli, sedangkan sisa pengaruhnya berasal dari faktor-faktor lain. Dari analisis deskriptif, diperoleh nilai rata-rata PEOU (M = 87,89; SD = 9,550) dan minat beli (M = 89,50; SD = 9,780), yang keduanya berada dalam kategori tinggi dan melebihi nilai rata-rata yang diperkirakan. Penelitian ini juga memperkuat model Technology Acceptance Model (TAM) yang menunjukkan bahwa kemudahan penggunaan merupakan faktor utama dalam penyelesaian penggunaan teknologi dan keinginan perilaku pengguna. Dari segi praktis, penelitian ini menyarankan bahwa platform e-commerce harus merancang pengalaman pengguna yang intuitif guna meningkatkan penjualan pada generasi Gen Z. Sementara itu, secara teoritis, penelitian ini memperdalam pemahaman mengenai mekanisme psikologis di balik perilaku belanja digital mahasiswa Indonesia. Kata kunci: Minat Beli, Live Streaming, TikTok, Model Penerimaan Teknologi, Psikologi Konsumen Digital |
Alya Fidela Gintings (Universitas Medan Area); Arif Fachrian (Universitas Medan Area) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 9 No 1 (2026) |
Hal: 605-612 [PDF] |
| 643 |
KEPASTIAN HUKUM PEMENUHAN SEDIAAN FARMASI DALAM PELAYANAN KESEHATAN TERHADAP PASIEN PADA RUMAH SAKIT
Lihat AbstrakAbstract: The fulfillment of pharmaceutical supplies is a primary pillar in the implementation of hospital health services, directly impacting patient safety. However, irregularities in the availability of medicines and medical devices often hinder the fulfillment of citizens' constitutional rights to health. This study aims to analyze the urgency of legal certainty in providing pharmaceutical supplies in hospitals and the form of legal liability of hospitals in guaranteeing such availability according to pharmaceutical service standards. The research method used is normative legal research with statutory and conceptual approaches. The results indicate that legal certainty in the fulfillment of pharmaceutical supplies stems not only from the administrative aspects of health regulations but also from the protection of patient rights as health service consumers. In conclusion, strengthening regulations and synchronizing pharmaceutical service standards are essential to minimize drug vacancies that potentially violate patients' human rights. Keywords: Legal Certainty, Pharmaceutical Supplies, Health Services, Hospital, Patient Rights. Abstrak: Pemenuhan sediaan farmasi merupakan pilar utama dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan di rumah sakit yang berdampak langsung pada keselamatan pasien (patient safety). Namun, ketidakteraturan ketersediaan obat dan alat kesehatan seringkali menjadi hambatan dalam pemenuhan hak konstitusional warga negara atas kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi kepastian hukum dalam penyediaan sediaan farmasi di rumah sakit dan bentuk pertanggungjawaban hukum pihak rumah sakit dalam menjamin ketersediaan tersebut sesuai standar pelayanan kefarmasian. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepastian hukum dalam pemenuhan sediaan farmasi tidak hanya bersumber pada aspek administratif regulasi kesehatan, tetapi juga pada perlindungan hak pasien sebagai konsumen jasa kesehatan. Kesimpulannya, penguatan regulasi dan sinkronisasi standar pelayanan kefarmasian sangat diperlukan guna meminimalisir kekosongan stok obat yang berpotensi melanggar hak asasi pasien. Kata kunci: Kepastian Hukum, Sediaan Farmasi, Pelayanan Kesehatan, Rumah Sakit, Hak Pasien. |
Firdaus Pratama Sabri (Universitas Lancang Kuning); Indra Afrita (Universitas Lancang Kuning); Robert Libra (Universitas Lancang Kuning) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 9 No 1 (2026) |
Hal: 594-604 [PDF] |
| 644 |
PENGARUH INTEGRASI GREEN HUMAN RESOURCE MANAGEMENT (GREEN HRM) DAN DIGITAL HR TERHADAP KEBERLANJUTAN ORGANISASI MELALUI EMPLOYEE GREEN BEHAVIOR: STUDI KUALITATIF PADA PERUSAHAAN SWASTA DI PROVINSI RIAU
Lihat AbstrakAbstract: Amidst growing global pressure for corporate sustainability, the integration of Green Human Resource Management (Green HRM) and Digital HR has emerged as a strategic imperative. While Green HRM aims to align human resource practices with environmental goals, Digital HR offers a technological pathway to strengthen these initiatives. However, the success of such synergy relies heavily on the establishment of Employee Green Behavior (EGB), and a significant research gap remains in understanding this dynamic, particularly through a qualitative lens in the context of a resource-dependent emerging economy such as Riau Province, Indonesia. Therefore, this study aims to qualitatively explore the process by which the integration of Green HRM and Digital HR shapes EGB, ultimately influencing organizational sustainability within private sector firms in Riau. Adopting a constructivist paradigm, the study employed a qualitative multiple case study design. Data were collected from sustainability-oriented private firms in Riau through purposive sampling of participants from various organizational levels. Triangulation of data collection methods, including in-depth interviews, participant observation, and document analysis, was used to ensure the richness and credibility of the findings. The results indicate that the integration of Green HRM and Digital HR creates a dynamic synergy that serves as an accelerator of operational efficiency and environmental awareness. Digital HR acts as a crucial catalyst, strengthening Green HRM practices by enhancing employees' ability, motivation, and opportunity (AMO) to engage in green behaviors. Furthermore, EGB emerges as an essential bridge that translates policies into concrete actions, evolving from mandated in-role behaviors to voluntary extra-role behaviors, with its implementation heavily influenced by the local socio-cultural context of Riau. The implications of this study are twofold. Theoretically, this study contributes an integrated conceptual model that extends the Resource-Based View (RBV) and AMO theories in an under-researched developing country context. Practically, this study offers a strategic roadmap for leaders to design holistic HR strategies, leveraging digital tools as catalysts for green culture while navigating local socio-cultural dynamics and addressing the digital skills gap to achieve true organizational sustainability. Keywords: Green HRM, Digital HR, Employee Green Behavior, Organizational Sustainability, Sustainable HR Abstrak: Di tengah meningkatnya tekanan global untuk keberlanjutan korporat, integrasi antara Green Human Resource Management (Green HRM) dan Digital HR telah muncul sebagai sebuah keharusan strategis. Sementara Green HRM bertujuan untuk menyelaraskan praktik sumber daya manusia dengan tujuan lingkungan, Digital HR menawarkan jalur teknologi untuk memperkuat inisiatif ini. Namun, keberhasilan sinergi tersebut sangat bergantung pada pembentukan Employee Green Behavior (EGB), namun masih terdapat kesenjangan penelitian yang signifikan dalam memahami dinamika ini, terutama melalui lensa kualitatif dalam konteks ekonomi berkembang yang bergantung pada sumber daya alam seperti Provinsi Riau, Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara kualitatif proses di mana integrasi Green HRM dan Digital HR membentuk EGB, yang pada akhirnya memengaruhi keberlanjutan organisasi di dalam perusahaan sektor swasta di Riau. Mengadopsi paradigma konstruktivis, penelitian ini menggunakan desain studi kasus jamak kualitatif. Data dikumpulkan dari perusahaan swasta berorientasi keberlanjutan di Riau melalui purposive sampling partisipan dari berbagai tingkatan organisasi. Triangulasi metode pengumpulan data, termasuk wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen, digunakan untuk memastikan kekayaan dan kredibilitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi Green HRM dan Digital HR menciptakan sinergi dinamis yang berfungsi sebagai akselerator efisiensi operasional dan kesadaran lingkungan. Digital HR bertindak sebagai katalisator penting, memperkuat praktik Green HRM dengan meningkatkan kemampuan, motivasi, dan kesempatan (Ability-Motivation-Opportunity - AMO) karyawan untuk terlibat dalam perilaku hijau. Lebih lanjut, EGB muncul sebagai jembatan esensial yang menerjemahkan kebijakan menjadi tindakan nyata, berkembang dari perilaku in-role yang diwajibkan menjadi perilaku extra-role yang sukarela, dengan implementasinya sangat dipengaruhi oleh konteks sosio-kultural lokal Riau. Implikasi dari penelitian ini ada dua. Secara teoretis, penelitian ini menyumbangkan model konseptual terintegrasi yang memperluas teori Resource-Based View (RBV) dan AMO dalam konteks negara berkembang yang kurang diteliti. Secara praktis, penelitian ini menawarkan peta jalan strategis bagi para pemimpin untuk merancang strategi SDM holistik, memanfaatkan alat digital sebagai katalisator budaya hijau sambil menavigasi dinamika sosio-kultural lokal dan mengatasi kesenjangan keterampilan digital untuk mencapai keberlanjutan organisasi yang sejati Kata Kunci: Green HRM, Digital HR, Employee Green Behavior, Organizational Sustainability, Sustainable HR |
Imran Alucok (Universitas Lancang Kuning); Richa Afriana Munthe (Universitas Lancang Kuning); Didik Siswanto (Universitas Lancang Kuning) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 9 No 1 (2026) |
Hal: 584-593 [PDF] |
| 645 |
PENYELESAIAN SENGKETA PENERTIBAN PENGGUNAAN TENAGA LISTRIK PADA PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DI UNIT INDUK DISTRIBUSI RIAU DAN KEPRI
Lihat AbstrakAbstrack: This sociological legal research analyzes the settlement of Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) disputes at PLN Riau and Riau Islands Distribution Unit, which is primarily conducted through non-litigation channels (internal mediation) and litigation as a last resort. The findings indicate that while procedures align with regulations, implementation remains ineffective in achieving justice due to low legal and technical literacy among customers, lack of procedural transparency, and a legal power imbalance between PLN and consumers. To address these obstacles, it is essential to enhance public education, strengthen PLN’s internal accountability, and provide proportional legal protection for customers to ensure a more transparent dispute resolution process oriented toward legal certainty. Keywords: Dispute Resolution, Electricity Use Inspection (P2TL), PT PLN (Persero), Sociological Jurisprudence. Abstrak: Penelitian hukum sosiologis ini menganalisis penyelesaian sengketa Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) pada PLN Unit Induk Distribusi Riau dan Kepri yang dilakukan melalui jalur non-litigasi (mediasi internal) sebagai mekanisme utama dan jalur litigasi sebagai upaya terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun prosedur telah sesuai regulasi, pelaksanaannya belum efektif mencapai keadilan akibat rendahnya literasi hukum pelanggan, kurangnya transparansi prosedur, serta ketidakseimbangan posisi hukum antara PLN dan konsumen. Untuk mengatasi hambatan tersebut, diperlukan peningkatan edukasi masyarakat, penguatan akuntabilitas internal PLN, dan pemberian perlindungan hukum yang proporsional bagi pelanggan guna mewujudkan penyelesaian sengketa yang lebih transparan dan berorientasi pada kepastian hukum. Kata Kunci: Penyelesaian Sengketa, Penertiban, Tenaga Listrik. Hukum Sosiologi. |
Muhammad Husni Armi (Universitas Lancang Kuning); Indra Afrita (Universitas Lancang Kuning); Hasan Basri (Universitas Lancang Kuning) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 9 No 1 (2026) |
Hal: 578-583 [PDF] |
| 646 |
MENELAAH KOMPLEKSITAS KEBIJAKAN DALAM PENGATURAN KONFLIK KEPENTINGAN DAN TINDAK PIDANA KORUPSI: STUDI PERBANDINGAN INDONESIA DAN SINGAPURA
Lihat AbstrakAbstract: This study examines the complexity of policies governing conflicts of interest and corruption between Indonesia and Singapore through a normative juridical approach. The study was conducted by examining the regulatory framework, institutions, and legal implementation in preventing the practice of abuse of public office. The results of the study indicate that the Indonesian regulatory framework, although comprehensive, tends to function as a legislative showcase without transformative power because it is trapped in a political dynamic that is permissive towards corruption. Instruments such as the Corruption Law, PP 53/2010, and the code of ethics for public officials are more symbolic than substantive, thus failing to change bureaucratic behavior that is still shaped by a culture of patronage and clientelism. In contrast, Singapore proves that simple but sharp regulations, such as the Prevention of Corruption Act, when supported by an independent anti-corruption agency (CPIB), indiscriminate law enforcement, and integrity-based bureaucratic incentives, can suppress corruption to a minimum level. However, Singapore's system remains subject to criticism, particularly regarding the risk of legal authoritarianism and vulnerability to cross-border global financial issues. Therefore, this study confirms that the effectiveness of corruption eradication is not determined by the number of regulations, but rather by political consistency, independent institutional design, and the internalization of integrity values within the bureaucratic culture. For Indonesia, an important lesson from Singapore is the urgency of simplifying regulations, strengthening the independence of anti-corruption institutions, and fostering a bureaucratic culture that rejects patronage. Keywords: complexity, nurative, legislative showcase, authoritarianism, internalization, bureaucracy Abstrak: Penelitian ini menelaah kompleksitas kebijakan pengaturan konflik kepentingan dan tindak pidana korupsi antara Indonesia dan Singapura melalui pendekatan yuridis normatif. Kajian dilakukan dengan menelaah kerangka regulasi, kelembagaan, serta implementasi hukum dalam mencegah praktik penyalahgunaan jabatan publik. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa kerangka regulasi Indonesia, meskipun komprehensif, cenderung berfungsi sebagai legislative showcase tanpa daya transformasi karena terjebak dalam dinamika politik yang permisif terhadap korupsi. Instrumen seperti UU Tipikor, PP 53/2010, maupun kode etik pejabat publik lebih bersifat simbolik daripada substantif, sehingga gagal mengubah perilaku birokrasi yang masih dibentuk oleh budaya patronase dan clientelism. Sebaliknya, Singapura membuktikan bahwa regulasi yang sederhana namun tajam, seperti Prevention of Corruption Act. Jika ditopang lembaga antikorupsi independen (CPIB), penegakan hukum tanpa pandang bulu, dan insentif birokrasi berbasis integritas, mampu menekan korupsi hingga level minimal. Meski demikian, sistem Singapura tetap menyisakan kritik, terutama terkait risiko otoritarianisme hukum dan kerentanan terhadap isu keuangan global lintas batas. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa efektivitas pemberantasan korupsi tidak ditentukan oleh banyaknya regulasi, melainkan oleh konsistensi politik, desain kelembagaan yang independen, serta internalisasi nilai integritas dalam budaya birokrasi. Bagi Indonesia, pelajaran penting dari Singapura adalah urgensi menyederhanakan regulasi, memperkuat independensi lembaga antikorupsi, dan menumbuhkan budaya birokrasi yang menolak patronase. Kata kunci: kompleksitas, nuratif, legislatif showcase, otoritarisme, internalisasi, birokrasi |
Rudi Pardede (Universitas Lancang Kuning) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 9 No 1 (2026) |
Hal: 568-577 [PDF] |
| 647 |
EXAMINING JOB DEMANDS, ENGAGEMENT, AND JOB SATISFACTION AMONG HOSPITAL STAFF
Lihat AbstrakAbstract: Quality healthcare can only be achieved through highly motivated and professionally competent workers. Hospitals are dynamic work environments, where healthcare workers face long hours, heavy workloads, and high pressure that can affect their engagement and job satisfaction. This study aims to analyze the effect of job demands (JD) on work engagement (WE) and its impact on job satisfaction (JS) among healthcare workers at Haji Hospital in Makassar, South Sulawesi Province. This study uses a quantitative approach with a cross-sectional design. A total of 244 respondents were selected using random quota sampling. The data were analyzed using Path Analysis with SPSS AMOS 26 software. The results showed that job demand had a significant effect on work engagement (p=0.028) and job satisfaction (p=0.027). However, there was no indirect effect of job demand on job satisfaction through work engagement (p=0.114). These findings indicate that increasing work engagement and job satisfaction among hospital staff is more effective through the direct influence of job demands. Employees tend to be more engaged and satisfied when faced with high job demands. Keywords: Job demand; Work engagement; Job satisfaction; Health services; Hospitals Abstrak: Pelayanan kesehatan yang berkualitas hanya dapat dicapai melalui keberadaan tenaga kerja yang memiliki motivasi tinggi dan kompetensi profesional. Rumah sakit merupakan lingkungan kerja yang dinamis, di mana tenaga kesehatan menghadapi jam kerja panjang, beban kerja berat, dan tekanan tinggi yang dapat memengaruhi keterlibatan serta kepuasan kerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh tuntutan pekerjaan (Job Demand/JD) terhadap keterlibatan kerja (Work Engagement/WE) dan dampaknya terhadap kepuasan kerja (Job Satisfaction/JS) pada tenaga kesehatan di RSUD Haji Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sebanyak 244 responden dipilih melalui metode random quota sampling. Data dianalisis menggunakan Path Analysis dengan perangkat lunak SPSS AMOS 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa job demand berpengaruh signifikan terhadap work engagement (p=0,028) dan kepuasan kerja (p=0,027). Namun, tidak terdapat pengaruh tidak langsung antara job demand terhadap kepuasan kerja melalui work engagement (p=0,114). Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan work engagement dan kepuasan kerja staf Rumah sakit lebih efektif melalui pengaruh langsung dari job demand. Pegawai cenderung lebih terlibat dan puas ketika menghadapi job demand yang tinggi. Kata kunci: Tuntutan Pekerjaan; Keterlibatan Kerja; Kepuasan Kerja; Tenaga Kesehatan; Rumah Sakit |
Ummu Kalsum (Program Studi Administrasi Kesehatan, Universitas Negeri Makassar); Salwah Suardi (Program Studi Administrasi Kesehatan, Universitas Negeri Makassar); Indriani Mentaruk (Program Studi Administrasi Kesehatan, Universitas Negeri Makassar); Andi Nurul Azizah (Program Studi Administrasi Kesehatan, Universitas Negeri Makassar) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 9 No 2 (2026) |
Hal: 1376-1384 [PDF] |
| 648 |
PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP DISIPLIN KERJA PEGAWAI SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KOTA TANJUNGPINANG
Lihat AbstrakAbstract: The aim of this research is to determine the influence of work motivation and organizational culture on the work discipline of the Tanjungpinang City Satpol PP. Researchers used a sample of 116 respondents using a saturated sampling technique. The method used in this research is a quantitative method. The object of this research is the Tanjungpinang City Satpol PP. Data collection was carried out by distributing questionnaires. Where respondents filled out a questionnaire with 17 statements relating to the variables being measured. The results of this research indicate that work motivation and organizational culture influence the work discipline of the Tanjungpinang City Satpol PP. Where work motivation and organizational culture are important elements in an organization/agency, because work motivation can create an organizational culture so that it can improve the work discipline of the Tanjungpinang City Satpol PP. Based on the research results, it was concluded that work motivation and organizational culture had a partial or simultaneous influence on the work discipline of the Tanjungpinang City Satpol PP. Keywords: Work Motivation, Organizational Culture, and Work Discipline. Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh motivasi kerja dan budaya organisasi terhadap disiplin kerja Satpol PP Kota Tanjungpinang. Peneliti menggunakan sampel sebanyak 116 orang responden dengan menggunakan teknik sampel jenuh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Objek penelitian ini adalah Satpol PP Kota Tanjungpinang. Pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner. Dimana responden mengisi kuesioner sebanyak 17 butir pernyataan yang berkaitan dengan variabel yang diukur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi kerja dan budaya organisasi berpengaruh terhadap disiplin kerja Satpol PP Kota Tanjungpinang. Dimana dengan motivasi kerja dan budaya organisasi merupakan unsur penting di dalam sebuah organisasi/instansi, sebab dengan adanya motivasi kerja dapat menciptakan budaya organisasi sehingga dapat meningkatkan disiplin kerja Satpol PP Kota Tanjungpinang. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa motivasi kerja dan budaya organisasi berpengaruh secara parsial maupun simultan terhadap disiplin kerja Satpol PP Kota Tanjungpinang. Kata Kunci: Motivasi Kerja, Budaya Organisasi, Disiplin Kerja. |
Dila Kharisma Aprilia; Armansyah Armansyah; Risnawati Risnawati; Eko Murti Saputra; Herman Herman |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 9 No 1 (2026) |
Hal: 558-567 [PDF] |
| 649 |
LEVERAGING ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) FOR ORGANIZATIONAL COMMUNICATION AND OPERATIONAL PERFORMANCE: THE CASE OF BANK BRI
Lihat AbstrakAbstract: This research aims to determine and analyze the role of AI in the BRI Medan North Sumatra working place. Advances in artificial intelligence (AI) technology have had a significant impact on banking sector operations, including at Bank Rakyat Indonesia (BRI). The implementation of AI at BRI plays a role in improving operational process efficiency, customer service quality, and supporting data-driven decision-making. AI technology is applied in various areas, including customer service through chatbots, creditworthiness analysis and risk management, fraud prevention and detection, and personalized banking products and services. The result indicated that AI's ability to process data quickly and accurately enables BRI to minimize operational errors, optimize costs, and increase customer satisfaction. However, the implementation of AI also faces several challenges, such as data security protection, human resource readiness, and regulatory compliance. Therefore, the use of AI at BRI needs to be accompanied by strengthened governance and improved human resource competency to maximize the benefits of this technology in a sustainable manner. Keywords: Artificial Intelligence, Organizational Communication, Operational Performance, Digital Transformation, Banking Sector . Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis peran AI di lingkungan kerja bank BRI Medan Sumatra Utara. Kemajuan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah memberikan dampak yang signifikan terhadap operasional sektor perbankan, termasuk di Bank Rakyat Indonesia (BRI). Implementasi AI di BRI berperan dalam meningkatkan efisiensi proses operasional, mutu layanan kepada nasabah, serta mendukung pengambilan keputusan yang berbasis analisis data. Teknologi AI diterapkan pada berbagai bidang, antara lain layanan nasabah melalui chatbot, analisis kelayakan kredit dan pengelolaan risiko, pencegahan dan pendeteksian penipuan, serta personalisasi produk dan layanan perbankan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan AI dalam memproses data secara cepat dan akurat memungkinkan BRI untuk meminimalkan kesalahan operasional, mengoptimalkan biaya, dan meningkatkan tingkat kepuasan nasabah. Namun demikian, penerapan AI juga dihadapkan pada sejumlah tantangan, seperti perlindungan keamanan data, kesiapan sumber daya manusia, serta kepatuhan terhadap regulasi. Oleh karena itu, pemanfaatan AI di BRI perlu disertai dengan penguatan tata kelola dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia agar manfaat teknologi ini dapat dimaksimalkan secara berkelanjutan. Kata Kunci: Kecerdasan Buatan, Komunikasi Organisasi, Kinerja Operasional, Transformasi Digital, Sektor Perbankan |
Agnita Yolanda (Universitas Medan Area); Neni Triastuti (Universitas Asahan) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 9 No 1 (2026) |
Hal: 543-549 [PDF] |
| 650 |
IMPLEMENTASI PLATFORM DIGITAL DALAM UPAYA MENINGKATKAN DAYA SAING UMKM LADY SALON
Lihat AbstrakAbstract: Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a crucial role in driving economic growth and employment. However, low digital platform utilization remains a major obstacle to enhancing MSME competitiveness, particularly amidst the rapidly evolving digital economy. This Community Service (PKM) activity aims to optimize the use of digital platforms to enhance the competitiveness of MSMEs, particularly those at Lady Salon. The methods used include digital education and training, mentoring on the use of social media and e-commerce, and evaluating the implementation of digital platforms by MSMEs at Lady Salon. The results of the activity indicate an increase in the knowledge and skills of MSMEs in utilizing digital platforms, an increase in marketing reach, and an improvement in service competitiveness in a broader market. This activity is expected to encourage MSMEs at Lady Salon to adapt to digital transformation sustainably. Keywords: digital platforms, MSMEs, competitiveness, digital economy, Asahan  ABSTRAK : Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja. Namun, rendahnya pemanfaatan platform digital masih menjadi kendala utama dalam meningkatkan daya saing UMKM, terutama di tengah perkembangan ekonomi digital yang semakin pesat. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan platform digital sebagai upaya meningkatkan daya saing UMKM terutama pada Lady Salon. Metode yang digunakan meliputi edukasi dan pelatihan digital, pendampingan penggunaan media sosial dan e-commerce, serta evaluasi penerapan platform digital oleh pelaku UMKM Lady Salon. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan pelaku UMKM dalam memanfaatkan platform digital, peningkatan jangkauan pemasaran, serta perbaikan daya saing pelayanan di pasar yang lebih luas. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong UMKM pada Lady Salon untuk beradaptasi dengan transformasi digital secara berkelanjutan. Kata kunci: Platform Digital, UMKM, Daya Saing, Ekonomi Digital  |
Nurhasanah Nurhasanah (Universitas Royal); Bela Astuti (Universitas Royal); Khairul Abdi Sinuraya (Universitas Royal); Zuriah Br Saragih (Universitas Royal); Rama Ade (Universitas Royal) |
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 5 No 2 (2025) |
Hal: 997 - 1002 [PDF] |
| 651 |
AKIBAT HUKUM TERHADAP PRODUK MAKANAN DAN MINUMAN TIDAK BESERTIFIKAT HALAL DALAM PERSPEKTIF UNDANG-UNDANG NOMOR 33 TAHUN 2014 TENTANG JAMINAN PRODUK HALAL
Lihat AbstrakAbstract: Halal products are a fundamental need for Muslims as a form of adherence to religious teachings. The Indonesian government, through Law Number 33 of 2014 concerning Halal Product Assurance, requires all food and beverage products distributed in Indonesia to be halal certified. However, in practice, many businesses, particularly Micro and Small Enterprises (MSEs), have not complied with this obligation. This study aims to analyze the legal consequences for businesses that lack halal certification and identify the obstacles faced in the process of obtaining such certification. This study uses a normative juridical method with a statutory regulatory approach, supported by interviews as empirical data. The results indicate that businesses that lack halal certification are subject to administrative sanctions as stipulated in Government Regulation Number 42 of 2024, which include written warnings, administrative fines, and product withdrawals. Obstacles identified include low understanding among businesses, lack of government outreach, and limited access to certification facilities. Therefore, strengthening regulatory implementation and increasing legal awareness among businesses is necessary to ensure maximum protection for Muslim consumers. Keywords: Legal Consequences, Halal Certificate, Food and Beverage Products, BPJPH, Law No. 33 of 2014 Abstrak: Produk halal merupakan kebutuhan fundamental bagi umat Islam sebagai bentuk kepatuhan terhadap ajaran agama. Pemerintah Indonesia melalui Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal mewajibkan seluruh produk makanan dan minuman yang beredar di Indonesia untuk bersertifikat halal. Namun, dalam praktiknya, masih banyak pelaku usaha, terutama pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK), yang belum melaksanakan kewajiban tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis akibat hukum yang timbul terhadap pelaku usaha yang tidak memiliki sertifikat halal serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam proses perolehan sertifikat tersebut. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan didukung oleh wawancara sebagai data empiris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku usaha yang tidak memiliki sertifikat halal dapat dikenai sanksi administratif sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2024, yang mencakup peringatan tertulis, denda administratif, dan penarikan produk dari peredaran. Kendala yang ditemukan antara lain rendahnya pemahaman pelaku usaha, kurangnya sosialisasi dari pemerintah, serta keterbatasan akses terhadap fasilitas sertifikasi. Oleh karena itu, diperlukan penguatan implementasi regulasi dan peningkatan kesadaran hukum bagi pelaku usaha agar perlindungan konsumen Muslim dapat terjamin secara maksimal. Kata Kunci: Akibat Hukum, Sertifikat Halal, Produk Makanan dan Minuman, BPJPH, UU No. 33 Tahun 2014 |
Sofian Sofian (Universitas Muhammadiyyah Asahan); Malika Aulia (Universitas Muhammadiyyah Asahan) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 9 No 1 (2026) |
Hal: 1242-1250 [PDF] |
| 652 |
PREDIKSI PENJUALAN SUPERMARKET MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN LONG SHORT-TERM MEMORY (LSTM)
Lihat AbstrakAbstract: Sales forecasting is a crucial aspect of supermarket operations, as it supports inventory management, production planning, and strategic decision-making. Sales data typically exhibit complex patterns such as trends, seasonality, and fluctuations, requiring modeling methods capable of handling nonlinear time-series characteristics. This study employs the Long Short-Term Memory (LSTM) model, an advanced form of Recurrent Neural Network (RNN) designed to capture long-term dependencies and overcome the vanishing gradient problem. The secondary dataset was obtained from the Kaggle platform, consisting of 20 features and a total of 1,000 records. The LSTM model was constructed using 50 neurons in the LSTM layer and a single dense output layer. Training was conducted for 100 epochs using the Adam optimizer and Mean Squared Error (MSE) as the loss function. The training process showed a consistent decrease in loss, reaching approximately 0.0193, while evaluation using Root Mean Squared Error (RMSE) indicated that the model effectively learned historical patterns. Visualization of predictions on the test dataset demonstrated that the model successfully followed sales trends, although it was less responsive to extreme fluctuations. Overall, the LSTM model proved effective for daily sales forecasting and can serve as a valuable tool for operational planning in supermarkets. Keywords: LSTM, Sales Forecasting, Time Series, Deep Learning, RMSE, Supermarket. Abstrak: Peramalan penjualan merupakan aspek penting dalam operasional supermarket karena berperan besar dalam pengelolaan inventaris, perencanaan produksi, serta pengambilan keputusan strategis. Data penjualan umumnya memiliki pola tren, musiman, dan fluktuasi yang kompleks sehingga memerlukan metode pemodelan yang mampu menangani karakteristik deret waktu nonlinear. Penelitian ini menggunakan model Long Short-Term Memory (LSTM), sebuah pengembangan Recurrent Neural Network (RNN) yang efektif dalam menangkap dependensi jangka panjang dan mengatasi masalah vanishing gradient. Data sekunder diperoleh dari platform Kaggle dengan 20 fitur dan total 1.000 record. Model LSTM dibangun menggunakan 50 unit neuron pada lapisan LSTM dan satu lapisan dense sebagai output. Model dilatih selama 100 epoch menggunakan optimizer Adam dan fungsi loss MSE. Hasil pelatihan menunjukkan penurunan loss yang stabil hingga mencapai nilai sekitar 0,0193, sedangkan evaluasi menggunakan Root Mean Squared Error (RMSE) menunjukkan bahwa model mampu mempelajari pola historis dengan baik. Visualisasi prediksi pada data pengujian memperlihatkan bahwa model mampu mengikuti tren pergerakan penjualan meskipun masih kurang responsif terhadap fluktuasi ekstrem. Secara keseluruhan, model LSTM terbukti efektif dalam memprediksi penjualan harian dan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan dalam perencanaan operasional supermarket. Kata kunci: LSTM, Peramalan Penjualan, Deret Waktu, Deep Learning, RMSE, Supermarket. |
Lima Hartimar Rambe (Universitas Potensi Utama); Yuke Manza (Universitas Potensi Utama); Kiki Putri Ani Siregar (Universitas Potensi Utama); Roslina Roslina (Universitas Potensi Utama) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 9 No 1 (2026) |
Hal: 499-505 [PDF] |
| 653 |
IMPLEMENTATION OF THE INTERNET OF THINGS IN CREATING SMART CLASSROOMS
Lihat AbstrakAbstract: The development of digital technology has driven the transformation of educational services through the implementation of data-based learning systems and smart devices. One of the emerging approaches is the use of the Internet of Things (IoT) in building smart classrooms, which are classrooms capable of integrating physical devices, sensors, and information systems to improve learning efficiency and learning environment management. This study aims to analyze the implementation of IoT in the formation of smart classrooms, covering aspects of system design, device integration, and evaluation of its effectiveness in supporting the teaching and learning process. The research method used is a quantitative and experimental approach, by designing an IoT-based smart classroom prototype that integrates temperature, humidity, light intensity, and presence detection sensors, as well as device control such as lights, air conditioning, and projectors through an automatic system and remote control. Data was collected through device performance measurements, network stability tests, and questionnaires distributed to users (teachers and students) to assess the system's ease of use and usefulness. The results showed that the implementation of IoT in classrooms can improve the efficiency of facility management through device automation, facilitate real-time monitoring of classroom conditions, and provide a more comfortable and responsive learning environment. In addition, the developed system demonstrated stable data communication performance with low latency within acceptable operational limits. These findings indicate that the application of IoT in smart classrooms has the potential to contribute significantly to improving the quality of learning and classroom management, particularly in supporting a technology-based education ecosystem. This study recommends further development in the areas of data security, device interoperability, and integration with Learning Management Systems (LMS) to strengthen the sustainable implementation of smart classrooms. Keywords: Internet of Things, Smart Classroom, Classroom Automation, Sensors, Technology Based Education. Abstrak: Perkembangan teknologi digital mendorong transformasi layanan pendidikan melalui penerapan sistem pembelajaran berbasis data dan perangkat cerdas. Salah satu pendekatan yang berkembang adalah pemanfaatan Internet of Things (IoT) dalam membangun smart classroom, yaitu ruang kelas yang mampu mengintegrasikan perangkat fisik, sensor, serta sistem informasi untuk meningkatkan efisiensi pembelajaran dan pengelolaan lingkungan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi IoT dalam pembentukan smart classroom, mencakup aspek desain sistem, integrasi perangkat, serta evaluasi efektivitasnya dalam mendukung proses belajar mengajar. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dan eksperimental, dengan merancang prototipe smart classroom berbasis IoT yang mengintegrasikan sensor suhu, kelembapan, intensitas cahaya, deteksi kehadiran, serta pengendalian perangkat seperti lampu, pendingin ruangan, dan proyektor melalui sistem otomatis maupun kendali jarak jauh. Data dikumpulkan melalui pengukuran kinerja perangkat, uji stabilitas jaringan, serta penyebaran kuesioner kepada pengguna (guru dan siswa) untuk menilai tingkat kemudahan penggunaan dan kebermanfaatan sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi IoT pada ruang kelas mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan fasilitas melalui otomasi perangkat, mempermudah monitoring kondisi kelas secara real-time, serta memberikan dukungan lingkungan belajar yang lebih nyaman dan responsif. Selain itu, sistem yang dikembangkan menunjukkan performa komunikasi data yang stabil dengan tingkat keterlambatan (latency) yang rendah dalam batas operasional yang dapat diterima. Temuan ini mengindikasikan bahwa penerapan IoT dalam smart classroom berpotensi memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas pembelajaran dan manajemen kelas, khususnya dalam mendukung ekosistem pendidikan berbasis teknologi. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan lanjutan pada aspek keamanan data, interoperabilitas perangkat, serta integrasi dengan Learning Management System (LMS) untuk memperkuat implementasi smart classroom secara berkelanjutan. Kata Kunci: Internet Of Things, Smart Classroom, Otomasi Ruang Kelas, Sensor, Pendidikan Berbasis Teknologi. |
Subhan Hafiz Nanda Ginting (Universitas Battuta); Dewi Wahyuni (Universitas Battuta); Nurmala Sridewi (Universitas Battuta); M. Rhifky Wayahdi (Universitas Battuta); Surya Darma (Universitas Potensi Utama) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 9 No 1 (2026) |
Hal: 491-498 [PDF] |
| 654 |
PERBANDINGAN KINERJA ALGORITMA MACHINE LEARNING DALAM MEMPREDIKSI TINGKAT STRES MAHASISWA BERDASARKAN FAKTOR AKADEMIK DAN NON-AKADEMIK
Lihat AbstrakAbstract: Stress among students is a growing phenomenon due to high academic demands, changes in the social environment, and various non-academic pressures faced during their studies. Stress that is not managed properly can have a negative impact on students' mental health, motivation to study, and academic achievement. Therefore, an approach is needed that can identify and predict students' stress levels objectively and based on data. This study aims to analyze and compare the performance of several machine learning algorithms in predicting student stress levels based on academic and non-academic factors. The dataset used in this study is Student Stress Factors, which includes various variables such as Sleep Quality, Academic Achievement, Study Load, Frequency of Headaches, Extracurricular Activities, Level of Social Support, Screen Time, etc. The algorithms applied are Support Vector Machine and Naive Bayes. This research is expected to contribute to the development of a decision support system for early detection of student stress levels, as well as serve as a reference for educational institutions in designing strategies for the prevention and management of mental health issues in higher education environments. Keywords: Machine Learning, Support Vector Machine, Naive Bayes, Stress, Student Abstrak: Stres pada mahasiswa merupakan fenomena yang semakin meningkat seiring dengan tuntutan akademik yang tinggi, perubahan lingkungan sosial, serta berbagai tekanan non-akademik yang dihadapi selama masa studi. Kondisi stres yang tidak dikelola dengan baik dapat berdampak negatif terhadap kesehatan mental, motivasi belajar, serta capaian akademik mahasiswa. Oleh karena itu, diperlukan suatu pendekatan yang mampu mengidentifikasi dan memprediksi tingkat stres mahasiswa secara objektif dan berbasis data. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis serta membandingkan kinerja algoritma machine learning dalam memprediksi tingkat stres mahasiswa berdasarkan faktor akademik dan non-akademik. Dataset yang digunakan pada penelitian ini adalah Student Stress Factors, yang mencakup berbagai variabel seperti Kualitas Tidur, Prestasi Akademik, Beban Studi, Frekuensi Sakit Kepala, Kegiatan Ekstrakurikuler, Tingkat Dukungan Sosial, Jam Waktu Layar, dll. Algoritma yang diterapkan yaitu Support Vector Machine dan Naive Bayes dengan akurasi tertinggi dihasilkan oleh Algoritma SVM dengan akurasi 85% sedangkan NV memiliki akurasi 83%. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan sistem pendukung keputusan untuk deteksi dini tingkat stres mahasiswa, serta menjadi referensi bagi institusi pendidikan dalam merancang strategi pencegahan dan penanganan masalah kesehatan mental di lingkungan perguruan tinggi. Kata kunci: Machine Learning, Support Vector Machine, Naive Bayes, Stres, Mahasiswa |
Ahmad Jihad Al Fayed (Universitas Pembangunan Panca Budi Medan); Surya Darma (Universitas Potensi Utama Medan); Muhammad Hizbul Aqsha (Universitas Pembangunan Panca Budi Medan); Surya Maruli P Pardede (Universitas Pembangunan Panca Budi Medan); Muhammad Amin (Universitas Pembangunan Panca Budi Medan) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 9 No 1 (2026) |
Hal: 483-490 [PDF] |
| 655 |
ANALISIS PENANGANAN DATA TIDAK SEIMBANG TERHADAP KINERJA KLASIFIKASI SENTIMEN MULTIKELAS PADA ULASAN MARKETPLACE TOKOPEDIA
Lihat AbstrakAbstract: The development of digital marketplaces has led to an increasing number of user reviews, which can be used to understand consumer perceptions of products and services. However, sentiment analysis in marketplace reviews faces a major challenge: class imbalance, where positive sentiment often dominates to an extreme. This study aims to analyze the effects of various imbalanced data-handling techniques on the performance of machine-learning-based multiclass sentiment classification in Tokopedia marketplace reviews. The dataset used consists of 56,981 reviews with three sentiment classes, with more than 97% of them being positive. Feature extraction was performed using the TF-IDF method, resulting in 17,765 features. The handling of data imbalance was tested through four scenarios: class weighting, Random Oversampling, SMOTE, and ADASYN, with the Naive Bayes, Logistic Regression, and Random Forest algorithms. The experimental results show that Random Forest with SMOTE achieves the highest accuracy of 0.9749 but has limitations in recognizing minority classes, with a recall of 0.3786. In contrast, Logistic Regression with Random Oversampling provides the most balanced performance with the highest F1-score (macro) value of 0.4992 and recall of 0.5866. Keywords: Analysis, Sentiment, Imbalanced Data, Multi-Class Classification F1-Score Abstrak: Perkembangan marketplace digital menyebabkan meningkatnya jumlah ulasan pengguna yang dapat dimanfaatkan untuk memahami persepsi konsumen terhadap produk dan layanan. Namun, analisis sentimen pada ulasan marketplace menghadapi tantangan utama berupa ketidakseimbangan distribusi kelas, di mana sentimen positif sering kali mendominasi secara ekstrem. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh berbagai teknik penanganan data tidak seimbang terhadap kinerja klasifikasi sentimen multikelas pada ulasan marketplace Tokopedia berbasis machine learning. Dataset yang digunakan terdiri dari 56.981 ulasan dengan tiga kelas sentiment, di mana proporsi sentimen positif mencapai lebih dari 97%. Ekstraksi fitur dilakukan menggunakan metode TF-IDF yang menghasilkan 17.765 fitur. Penanganan ketidakseimbangan data diuji melalui empat skenario, yaitu class weighting, Random Oversampling, SMOTE, dan ADASYN, dengan algoritma Naive Bayes, Logistic Regression, dan Random Forest. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa Random Forest dengan SMOTE menghasilkan akurasi tertinggi sebesar 0,9749, namun memiliki keterbatasan dalam mengenali kelas minoritas dengan nilai recall 0,3786. Sebaliknya, Logistic Regression dengan Random Oversampling memberikan performa paling seimbang dengan nilai F1-score (macro) tertinggi sebesar 0,4992 dan recall 0,5866. Kata kunci: Analisis, Sentimen, Data Tidak Seimbang, Klasifikasi Multi Kelas F1-Score |
Nauval Alfarizi (Universitas Panca Budi); Satria Sinurat (Universitas Panca Budi); Adi Putra (Universitas Panca Budi); Muhammad Amin (Universitas Panca Budi); Prima Lydia (Universitas Panca Budi) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 9 No 1 (2026) |
Hal: 474-482 [PDF] |
| 656 |
SOCIAL SKILL TRAINING DAN TOKEN ECONOMY PADA ANAK PRASEKOLAH DENGAN MASALAH EXTERNALIZING BEHAVIOR
Lihat AbstrakAbstract: Externalizing behavior in preschool children is a common behavioral problem in early childhood education settings and may persist if not addressed at an early stage. This study aimed to examine the effectiveness of Social Skill Training combined with a Token Economy technique in reducing externalizing behavior among preschool children. The study employed a one-group pretest–posttest experimental design. The participants consisted of five preschool children aged six years who exhibited characteristics of externalizing behavior. Behavioral assessment was conducted using the Indonesian version of the Child Behavior Checklist (CBCL), focusing on the aggressive behavior and attention problems domains. The intervention was delivered over eight sessions through modeling, role play, and behavioral reinforcement using a Token Economy system. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test. The results indicated a reduction in externalizing behavior scores among all participants, with a statistically significant difference between pretest and posttest scores (Z = −2.02; p < 0.05). These findings suggest that Social Skill Training combined with a Token Economy is effective in reducing externalizing behavior in preschool children. Keywords: externalizing behavior; social skill training; token economy; preschool children Abstrak: Externalizing behavior pada anak prasekolah merupakan permasalahan perilaku yang sering muncul di lingkungan pendidikan anak usia dini dan berpotensi berlanjut bila tidak ditangani sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas Social Skill Training yang dikombinasi dengan Token Economy dalam menurunkan externalizing behavior pada anak prasekolah. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen one-group prestest-posttest. Jumlah partisipan dalam penelitian ini sebanyak lima orang anak prasekolah berusia 6 tahun, dengan karakteristik esternalizing behavior. Pengukuran dalam penelitian menggunakan instrumen Child Behavior Checklist (CBCL) versi Indonesia yang difokuskan pada domain agressive behavior dan attention problems. Intervensi diberikan selama delapan sesi, melalui kegiatan modelling, role play serta penguatan perilaku menggunakan Token Economy. Data dianalisis dengan uji Wilcoxon Signed ank Test. Hasil analisis menunjukkan adanya penurunan skor externalizing behavior pada ke enam partisipan yang terlihat dari perbebdaan signifikan antar skor pretest dan posttest (z= -2.02; p |
Emma Fauziah Saragih (Universitas Medan Area) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 9 No 1 (2026) |
Hal: 459-464 [PDF] |
| 657 |
INOVASI MODEL PLAY-BASED LEARNING BERBASIS TAUHID UNTUK MENINGKATKAN KECERDASAN SPIRITUAL ANAK USIA DINI DI TPA NURUL ISLAM, TANJUNG AMAN
Lihat AbstrakAbstract: This Community Service Program (Penelitian kepada Masyarakat /PKM) aimed to develop and implement a tauhid-based play-based learning model to enhance the spiritual intelligence of early childhood learners at TPA Nurul Islam Tanjung Aman. The program was initiated in response to the predominance of conventional learning approaches that are less aligned with the developmental characteristics of young children, resulting in low learning motivation and limited engagement in religious learning activities. A qualitative approach was employed using four stages: planning, action, observation, and reflection. The participants consisted of children aged 2–6 years attending learning activities at TPA Nurul Islam. The implementation of the play-based learning model involved various educational play activities, such as hijaiyah letter cards, puzzles, Islamic songs, and creative tasks integrated with tauhid values. The results indicated an increase in children’s enthusiasm, active participation, and learning motivation in recognizing hijaiyah letters and understanding Qur’anic learning materials. Furthermore, the integration of tauhid values within play activities contributed positively to the development of religious attitudes and spiritual awareness from an early age. Therefore, the tauhid-based play-based learning model can be considered an effective, enjoyable, and relevant alternative learning strategy for improving the quality of religious education for early childhood learners in TPA. Keyword: play-based learning, tauhid, spiritual intelligence, early childhood, TPA Abstrak: Program Penelitian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan model play-based learning berbasis tauhid dalam rangka meningkatkan kecerdasan spiritual anak usia dini di TPA Nurul Islam Tanjung Aman. Program ini dilatarbelakangi oleh masih dominannya pendekatan pembelajaran konvensional yang kurang sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia dini, sehingga berdampak pada rendahnya motivasi belajar dan keterlibatan anak dalam kegiatan pembelajaran keagamaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan empat tahapan, yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek kegiatan terdiri atas anak-anak berusia 2–6 tahun yang mengikuti kegiatan pembelajaran di TPA Nurul Islam. Implementasi model play-based learning dilakukan melalui berbagai aktivitas permainan edukatif, seperti kartu huruf hijaiyah, permainan puzzle, lagu-lagu Islami, serta kegiatan kreatif yang diintegrasikan dengan nilai-nilai tauhid. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan antusiasme, partisipasi aktif, dan motivasi belajar anak dalam mengenal huruf hijaiyah serta memahami materi pembelajaran Al-Qur’an. Selain itu, integrasi nilai-nilai tauhid dalam aktivitas bermain memberikan kontribusi positif terhadap pembentukan sikap religius dan kesadaran spiritual anak sejak usia dini. Dengan demikian, model play-based learning berbasis tauhid dapat dijadikan sebagai alternatif strategi pembelajaran yang efektif, menyenangkan, dan relevan dalam meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan bagi anak usia dini di TPA. Kata kunci: play-based learning, tauhid, kecerdasan spiritual, anak usia dini, TPA. |
Dewi Kurniawati; Suparmita Suparmita; Sulis Dian Ningsih; Siti Darojatun Anisak |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 9 No 1 (2026) |
Hal: 519-526 [PDF] |
| 658 |
FAKTOR-FAKTOR PERBEDAAN PERILAKU MEMILIH GENERASI X DAN Z PADA PEMILU 2024 KECAMATAN DATUK BANDAR TIMUR
Lihat AbstrakAbstract: This study aims to analyze the differences in voting behavior between generation X and generation Z in the 2024 elections in the Datuk Bandar Timur district based on sociological factors, psychological factors, and rational factors. This background is based on the phenomenon of differences in voting behavior between Generation X and Generation Z in the 2024 elections. This study uses a descriptive quantitative method through surveys, with a total of 61 respondents as the research sample. The sampling technique used is purposive sampling. This research uses a psychological measurement tool, namely a psychological scale, which is developed based on the factors influencing voting behavior according to Sener (2023). The data analysis method used in this study is descriptive analysis with the mean as the reference value. The research results show that there are differences in voting behavior between Generation X and Generation Z in the Datuk Bandar Timur sub-district during the 2024 election, particularly in terms of rationality, education, and community influence. Keywords: Political Psychology, Voting Behavior, Elections Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan perilaku memilih antara generasi X dan Z pada pemilu 2024 di kecamatan Datuk Bandar Timur berdasarkan variabel faktor sosiologis, faktor psikologis, dan faktor rasional. Latar belakang ini didasarkan pada fenomena perbedaan perilaku memilih generasi X dan generasi Z pada pemilu 2024. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan menggunakan metode survey dan jumlah sampel penelitian digunakan sebanyak 61 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Penelitian ini menggunakan alat ukur psikologi yaitu skala psikologi yang disusun berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku memilih menurut Sener (2023). Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan mean sebagai patokan nilai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan perilaku memilih antara generasi X dan generasi Z di kecamatan Datuk Bandar Timur pada pemilu 2024, terutama pada rasionalitas, pendidikan, dan pengaruh komunitas. Kata Kunci: Psikologi Politik, Perilaku Memilih, Pemilu |
Walyono Walyono (Universitas Medan Area); Puteri Shalwa (Universitas Medan Area) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 9 No 1 (2026) |
Hal: 449-458 [PDF] |
| 659 |
EFEKTIFITAS MEDIA PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN METODE TALAQI PADA ANAK ANAK GEN Z DI TPA WASYIATUL MUSTHOFA
Lihat AbstrakAbstract This community service program aims to determine the effectiveness of learning media using the talaqi method for Generation Z children at TPA Wasyiatul Musthofa. The talaqi method emphasizes direct Qur’anic learning through imitation of the teacher’s recitation, enabling students to improve their pronunciation and tajwid accuracy. The program was conducted through planning, implementation, mentoring, and evaluation stages. Learning media were designed to suit the characteristics of Generation Z, who prefer interactive and communicative learning. The results indicate that the application of the talaqi method supported by appropriate learning media increases students’ learning interest, participation, and accuracy in Qur’an recitation. Students also showed greater enthusiasm during the learning process. Therefore, the use of learning media based on the talaqi method is considered effective in improving the quality of Qur’anic learning for Generation Z children at TPA Wasyiatul Musthofa. Keywords: talaqi method, learning media, Generation Z, TPA Abstrak Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas media pembelajaran menggunakan metode talaqi pada anak-anak Generasi Z di TPA Wasyiatul Musthofa. Metode talaqi menekankan pembelajaran Al-Qur’an secara langsung dengan cara menirukan bacaan guru sehingga membantu peserta didik memahami makhraj dan tajwid dengan benar. Kegiatan PKM dilaksanakan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, pendampingan, dan evaluasi. Media pembelajaran yang digunakan disesuaikan dengan karakteristik Generasi Z yang menyukai pembelajaran interaktif dan komunikatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan metode talaqi yang didukung media pembelajaran yang tepat mampu meningkatkan minat belajar, keaktifan, serta ketepatan bacaan Al-Qur’an anak-anak. Peserta didik menunjukkan antusiasme yang lebih tinggi selama proses pembelajaran berlangsung. Dengan demikian, penggunaan media pembelajaran berbasis metode talaqi dinilai efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Al-Qur’an bagi anak-anak Generasi Z di TPA Wasyiatul Musthofa. Kata kunci: metode talaqi, media pembelajaran, Generasi Z, TPA |
Meilisa Sajdah; Lydia Meliana Sari; M Agung Prabowo; M Yusron Zakya |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 9 No 1 (2026) |
Hal: 512-518 [PDF] |
| 660 |
PENGARUH ETIKA KERJA, STRES KERJA, DAN PENGALAMAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. PERKEBUNAN NUSANTARA IV REGIONAL II KEBUN PADANG MATINGGI KABUPATEN SIMALUNGUN
Lihat AbstrakAbstract: The study aims to determine the influence of Work Ethics, Work Stress and Work Experience simultaneously and partially on the performance of PTPN IV Regional II Kebun Padang Matinggi employees, Simalungun Regency. The type of research is quantitative research and the nature of the research is descriptive research. The respondents of the study were 71 company employees. The conclusions of the results of this study are: (1) Work Ethics have a significant partial effect on the Performance of PTPN IV Regional II Kebun Padang Matinggi Employees, Simalunggun Regency, because the t-count value (5.387) > t-table (1.996) was obtained; (2) Work Stress has a significant partial effect on Employee Performance at PTPN IV Regional II Kebun Padang Matinggi, Simalunggun Regency, because the -t-count value (-2.105) < -t-table (-1.996) was obtained; (3) Work Experience has a significant partial effect on the performance of PTPN IV Regional II Kebun Padang Matinggi Employees, Simalunggun Regency, because the t-count value (6.539) > t-table (1.996) was obtained; (4) Work Ethics, Work Stress and Work Experience have a significant simultaneous effect on Employee Performance of PTPN IV Regional II Kebun Padang Matinggi, Simalunggun Regency, because the F-count value (159.267) is obtained > F-table value (2.74); and (5) Changes in employee performance at PTPN IV Regional II Kebun Padang Matinggi, Simalunggun Regency are 87.2%. determined by Work Ethics, Work Stress and Work Experience, while the remaining 12.8% is caused by other variables/factors not discussed in this study. Keywords: Work Ethics, Work Stress and Work Experience Employee Performance Abstrak: Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh Etika Kerja, Stres Kerja dan Pengalaman Kerja secara simultan dan secara parsial terhadap kinerja karyawan PTPN IV Regional II Kebun Padang Matinggi Kabupaten Simalungun. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dan sifat penelitian yaitu penelitian deskriptif. Responden penelitian adalah karyawan perusahaan berjumlah 71 orang. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah: (1) Etika Kerja berpengaruh signifikan secara parsial terhadap Kinerja Karyawan PTPN IV Regional II Kebun Padang Matinggi Kabupaten Simalunggun, karena diperoleh nilai thitung (5,387) > ttabel (1,996); (2) Stres Kerja berpengaruh signifikan secara parsial terhadap Kinerja Karyawan pada PTPN IV Regional II Kebun Padang Matinggi Kabupaten Simalunggun, karena diperoleh nilai -thitung (-2,105) < -ttabel (-1,996); (3) Pengalaman Kerja berpengaruh signifikan secara parsial terhadap kinerja Karyawan PTPN IV Regional II Kebun Padang Matinggi Kabupaten Simalunggun, karena diperoleh nilai thitung (6,539) > ttabel (1,996); (4) Etika Kerja, Stres Kerja dan Pengalaman Kerja berpengaruh signifikan secara simultan terhadap terhadap Kinerja Karyawan PTPN IV Regional II Kebun Padang Matinggi Kabupaten Simalunggun, karena diperoleh nilai Fhitung (159,267) > nilai Ftabel (2.74); dan (5) Perubahan Kinerja karyawan pada PTPN IV Regional II Kebun Padang Matinggi Kabupaten Simalunggun sebesar 87,2%. ditentukan oleh Etika Kerja, Stres Kerja dan Pengalaman Kerja, sedangkan sisanya yaitu sebesar 12,8% disebabkan oleh variabel/faktor lain yang tidak dibahas pada penelitian ini. Kata Kunci: Etika Kerja, Stres Kerja dan Pengalaman Kerja Kinerja Karyawan |
Neni Triastuti (Universitas Asahan); Nurul Hikmatul Alawiyah Siregar (Universitas Asahan); Melisah Melisah (Universitas Asahan) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 9 No 1 (2026) |
Hal: 439-448 [PDF] |
Berbagai jurnal ilmiah multidisiplin yang terakreditasi dan terindeks secara nasional maupun internasional.
Jurnal ilmiah nasional multidisiplin yang mencakup sains, sosial, pendidikan, ekonomi, dan teknologi. Terbit 6 kali setahun (Feb, Apr, Jun, Agu, Okt, Des). Terakreditasi SINTA 4 berdasarkan SK No. 152/E/KPT/2023.
Jurnal nasional yang memuat hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat sosial serta teknologi, mencakup bidang komputer, pendidikan, sosial humaniora, dan kesehatan. Terbit 2 kali setahun (April dan Desember).
Jurnal ilmiah yang memuat dan menyebarluaskan hasil penelitian, kajian mendalam, dan ide-ide inovatif di bidang ilmu pendidikan. Inovasi guru dan dosen dalam pembangunan sektor pendidikan dapat memberikan kontribusi positif bagi institusi pendidikan.
Jurnal Teknologi Komputer dan Sistem Informasi yang memuat hasil penelitian di bidang Computer Science, Data Mining, Machine Learning, Deep Learning, Computer Engineering, Information Systems, dan Software Engineering. Terbit 2 kali setahun (Feb dan Agu).
Jurnal yang berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dalam bidang pendidikan, menyediakan ruang bagi akademisi untuk mempublikasikan kajian-kajian pendidikan yang relevan dan bermanfaat bagi pengembangan ilmu pendidikan.
Kami berkomitmen memberikan pengalaman publikasi ilmiah terbaik bagi seluruh peneliti dan akademisi.
Semua jurnal kami menerapkan kebijakan akses terbuka, memungkinkan siapa saja untuk membaca, mengunduh, dan membagikan artikel secara gratis.
Setiap naskah melewati proses review sejawat (peer review) yang ketat untuk memastikan kualitas dan orisinalitas publikasi ilmiah.
Beberapa jurnal kami telah terakreditasi SINTA oleh Kemdikbud, membuktikan standar kualitas publikasi yang diakui secara nasional.
Jurnal kami terindeks di berbagai basis data nasional dan internasional seperti GARUDA, OneSearch, Scilit, BASE, dan Dimensions.
Dengan sistem OJS terintegrasi, proses submit, review, hingga publikasi dilakukan secara digital dan efisien.
Seluruh karya dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0, melindungi hak cipta sekaligus mendorong penyebarluasan.
Kirimkan naskah ilmiah Anda ke salah satu jurnal kami dan dapatkan manfaat publikasi open access yang luas.