Website ini merupakan portal resmi untuk berbagai jurnal ilmiah yang dikelola dengan platform Open Journal Systems (OJS). Kami berkomitmen menyediakan wadah publikasi akademik yang kredibel, terbuka, dan mudah diakses.
| No | Judul & Abstrak | Penulis & Afiliasi | Jurnal & Edisi | Metadata |
|---|---|---|---|---|
| 1801 |
WORKSHOP PEMBUATAN SUSU BERAS FORTIFIKASI DALAM UPAYA PERINTISAN USAHA DI DESA PEMATANG JOHAR
Lihat AbstrakAbstract: Community service is one of the Tri Dharma of Higher Education which is carried out as a form of contribution from academics, namely lecturers and students, to community development, which can be done through providing training in creative economic practices to improve people's skills which can be used as a basis for becoming MSMEs. The contribution of MSMEs to Indonesia's Gross Domestic Product (GDP) is quite large, therefore it is very important to have creativity and skills that can be used as capital in starting a business. Utilizing the local wisdom of an area into creative products with economic value is very necessary to create new businesses. Fortified Rice Milk is a creative product that can be made using rice as raw material. Pematang Johar Village is one of the villages in the city of Medan that produces rice. This workshop on making fortified rice milk aims to provide training that can improve the skills of housewives in Pematang Johar village as capital in starting a business.Keyword: fortified milk; rice; creative economy, MSMEs Abstrak: Pengabdian kepada masyarakat adalah salah satu dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dilakukan sebagai bentuk kontribusi akademisi yaitu dosen dan mahasiswa untuk pengembangan masyarakat yang bisa dilakukan lewat pemberian pelatihan praktik ekonomi kreatif untuk meningkatkan keterampilan masyarakat yang bisa dijadikan dasar untuk menjadi pelaku UMKM. Kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia cukup besar karena itu penting sekali untuk memiliki kreatifitas dan keterampilan yang dapat dijadikan sebagai modal dalam merintis usaha. Pemanfaatan kearifan lokal suatu daerah menjadi produk kreatif yang bernilai ekonomis sangat diperlukan untuk mewujudkan usaha baru. Susu Beras Fortifikasi merupakan salah satu produk kreatif yang dapat dibuat menggunakan bahan baku beras. Desa Pematang Johar adalah salah satu desa di kota Medan yang menghasilkan beras. Workshop pembuatan susu beras fortifikasi ini bertujuan untuk memberikan pelatihan yang dapat meningkatkan keterampilan ibu rumah tangga di desa Pematang Johar sebagai modal dalam merintis usaha.Kata kunci: susu fortifikasi; beras; ekonomi kreatif, UMKM |
Elisabeth Nainggolan; Desma Erica Maryati; Pesta Gultom; Joni Joni |
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 4 No 2 (2024) |
Hal: 212 - 217 [PDF] |
| 1802 |
SEGMENTASI CITRA PADA CITRA ASLI BUAH JERUK BERDASARKAN NILAI THRESHOLDING
Lihat AbstrakAbstract: This research aims to determine "Image Segmentation of Original Images of Orange Fruit Based on Thresholding Values". Thresholding value image segmentation is an image processing method that separates objects and backgrounds in an image based on differences in brightness levels. Image regions that tend to be dark will be made darker (perfect black with an intensity value of 0), while image regions that tend to be light will be made brighter (perfect white with an intensity value of 1). Therefore, the output of the segmentation process using the thresholding method is a binary image with a pixel intensity value of 0 or 1.The author conducted this research to obtain data by researching and concentrating on writings or sources identified with the problem being studied. Literary research can be obtained by searching for journals, ebooks taken from the internet that plan to find current hypotheses with the problem being studied.Based on the results of determining the thresholding value in determining the binary value, the threshold value is determined as a reference. If the matrix value is smaller than the threshold value then the result is 0 and if the matrix value is greater than the threshold value then the result is 1. Keywords: Thresholding Value, Image Segmentation, Orange Fruit Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “Segmentasi Citra Pada Citra Asli Buah Jeruk Berdasarkan Nilai Thresholdingâ€. Yang mana Segmentasi citra nilai thresholding adalah metode pengolahan citra yang memisahkan objek dan background dalam suatu citra berdasarkan perbedaan tingkat kecerahannya. Region citra yang cenderung gelap akan dibuat semakin gelap (hitam sempurna dengan nilai intensitas sebesar 0), sedangkan region citra yang cenderung terang akan dibuat semakin terang (putih sempurna dengan nilai intensitas sebesar 1). Oleh karena itu, keluaran dari proses segmentasi dengan metode thresholding adalah berupa citra biner dengan nilai intensitas piksel sebesar 0 atau 1.Penelitian ini penulis lakukan untuk memperoleh data dengan meneliti dan berkonsentrasi pada tulisan atau sumber yang diidentifikasi dengan masalah yang diteliti. Penelitian kepustakaan bisa didapat dengan cara mencari jurnal, ebook yang diambil dari internet yang berencana untuk menemukan hipotesis saat ini dengan masalah yang diteliti.Berdasarkan Dari hasil penentuan nilai thresholding dalam menetukan nilai biner, maka sebagai acuannya ditentukan dengan nilai dari threshold nya. Jika nilai matriks lebih kecil dari nilai threshold maka hasilnya bernilai 0 dan jika nilai matriks lebih besar dari nilai threshold maka hasilnya bernilai 1. Kata kunci: Nilai Thresholding, Segmentasi Citra, Buah Jeruk |
Dame Lasmaria Simangunsong (Universitas Asahan); Wanayumini Wanayumini (Universitas Asahan) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8 No 1 (2025) |
Hal: 751-756 [PDF] |
| 1803 |
MEMBANGUN BUDAYA ORGANISASI: INTEGRASI AL-QUR’AN DAN HADIST DALAM PENGELOLAAN PERILAKU ORGANISASI
Lihat AbstrakAbstract: This article discusses the importance of building an Islamic organizational culture through the integration of Qur'anic and hadith values in organizational behavior management. By adopting the principles contained in the Qur'an, organizations can create a more ethical, fair, and productive work environment. This study uses a qualitative approach with a literature review method to analyze the concepts of Islamic organizational culture and its application in the context of modern management. The results show that the application of Qur'anic and hadith values in organizational culture can improve performance, job satisfaction, and employee loyalty. This article also identifies challenges and strategies in integrating Islamic values into organizational management practices. Keyword: Islamic Organizational Culture, Qur'an, Hadith, Organizational Behavior  Abstrak: Artikel ini membahas pentingnya membangun budaya organisasi Islami melalui integrasi nilai-nilai Al-Qur'an dan hadist dalam pengelolaan perilaku organisasi. Dengan mengikuti prinsip-prinsip yang terkandung dalam Al-Qur'an, organisasi dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih etis, adil, dan produktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka untuk menganalisis konsep-konsep budaya organisasi Islami dan penerapannya dalam konteks manajemen modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai Al-Qur'an dan hadist dalam budaya organisasi dapat meningkatkan kinerja, kepuasan kerja, dan loyalitas karyawan. Artikel ini juga mengidentifikasi tantangan dan strategi dalam mengintegrasikan nilai-nilai Islami ke dalam praktik manajemen organisasi. Kata kunci: Budaya Organisasi Islami, Al-Qur’an, Hadist, Perilaku Organisasi |
Shofiyyatun Nabila (Universitas Sains Al-Qur'an); Ali Mutafi (Universitas Sains Al-Qur'an); Muhammad Trihudiyatmanto (Universitas Sains Al-Qur'an); Bahtiar Efendi (Universitas Sains Al-Qur'an) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8 No 1 (2025) |
Hal: 251-259 [PDF] |
| 1804 |
PELATIHAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI DIGITAL MARKETING UNTUK PEMASARAN PRODUK UMKM IBU PKK DESA BANDAR
Lihat AbstrakAbstract: The development of digital technology continues to open up significant opportunities for innovation and efficiency. However, its use must be managed carefully to address challenges such as security, ethics, and access equality. PKK (Family Welfare Empowerment) is a program aimed at improving family welfare, with a focus on empowering women and communities. One sector that has great potential to boost family economies is the MSMEs (Micro, Small, and Medium Enterprises) managed by PKK mothers. However, limited knowledge and skills in utilizing digital technology often become obstacles in developing product marketing. Therefore, the goal of this community service activity is to equip PKK mothers with an understanding of digital platforms, such as social media, marketplaces, and marketing applications. This program also aims to enhance their practical skills in creating engaging promotional content and provide guidance on digital marketing strategies to expand the market reach of MSME products. Keyword: Digital marketing technology, products, UMKM . Abstrak: Perkembangan teknologi digital terus membuka peluang besar untuk inovasi dan efisiensi. Namun, pemanfaatannya harus dikelola dengan hati-hati untuk mengatasi tantangan yang ada, seperti masalah keamanan, etika, dan kesetaraan akses. PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) adalah program yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga, dengan fokus pada pemberdayaan perempuan dan masyarakat. Salah satu sektor yang memiliki potensi besar untuk meningkatkan perekonomian keluarga adalah UMKM yang dikelola oleh ibu-ibu PKK. Namun, keterbatasan pengetahuan dan kemampuan dalam memanfaatkan teknologi digital seringkali menjadi hambatan dalam pengembangan pemasaran produk. Oleh karena itu, tujuan kegiatan PKM ini adalah untuk membekali ibu-ibu PKK dengan pemahaman tentang platform digital, seperti media sosial, marketplace, dan aplikasi pemasaran. Program ini juga bertujuan untuk meningkatkan keterampilan praktis mereka dalam membuat konten promosi yang menarik, serta memberikan panduan mengenai strategi pemasaran digital untuk memperluas jangkauan pasar produk UMKM. Kata kunci: teknologi digital marketing, produk, UMKM. |
Lia Umbari Putri (Amik Polibisnis); Karyawaty Gultom; Hanafi Asnan; Laina Tussifah; Masri Wahyuni; Rolly Yesputra |
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 4 No 2 (2024) |
Hal: 335 - 340 [PDF] |
| 1805 |
SOSIALISASI KEGIATAN KOLAM BUSA (SEKOLAH ALAM BELAJAR SERU LUAR BIASA) UNTUK MENINGKATKAN LITERASI, NUMERASI, DAN DAYA KREATIVITAS SISWA SEKOLAH DASAR
Lihat AbstrakAbstract: This study aims to analyze the effect of the socialization of the foam pool method on increasing the creativity of elementary school students. The research method used is qualitative with a participatory approach that involves students in direct practice activities. Socialization is carried out through the introduction of the foam pool method as a medium for exploration and creation that allows students to develop their imagination and problem solving. The results of the study show that this method significantly increases students' creativity, especially in terms of critical and innovative thinking. Students are not only actively involved in activities, but also show increased ability to complete creative tasks independently. This foam pool method also has a positive impact on students' social skills, such as cooperation and communication. Thus, the foam pool method can be used as an alternative in more creative and interactive learning, especially to support the development of creativity in elementary school environments. Keyword: foam pool, student creativity, interactive learning, elementary school.  Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sosialisasi metode kolam busa terhadap peningkatan kreativitas siswa sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan siswa dalam kegiatan praktik langsung. Sosialisasi dilaksanakan melalui pengenalan metode kolam busa sebagai media eksplorasi dan kreasi yang memungkinkan siswa untuk mengembangkan daya imajinasi dan pemecahan masalah. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa metode ini secara signifikan meningkatkan kreativitas siswa, terutama dalam aspek berpikir kritis dan inovatif. Siswa tidak hanya terlibat aktif dalam kegiatan, tetapi juga menunjukkan peningkatan kemampuan dalam menyelesaikan tugas kreatif secara mandiri. Metode kolam busa ini juga memberikan dampak positif terhadap keterampilan sosial siswa, seperti kerja sama dan komunikasi. Dengan demikian, metode kolam busa dapat dijadikan alternatif dalam pembelajaran yang lebih kreatif dan interaktif, terutama untuk mendukung pengembangan kreativitas di lingkungan sekolah dasar. Kata kunci: kolam busa, kreativitas siswa, pembelajaran interaktif, sekolah dasar |
Eva Mizkat (Universitas Asahan); Tuti Ariani Nasution (Universitas Asahan); Bella Norma Lona (Universitas Asahan); Madinah Al Munawwarah Damanik (Universitas Asahan); Dita Azliana (Universitas Asahan); Gita Sabina Putri Panjaitan (Universitas Asahan) |
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 4 No 2 (2024) |
Hal: 353 - 362 [PDF] |
| 1806 |
PENGEMBANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM KEAMANAN BERBASIS IOT UNTUK PEMANTAUAN MURID TAMAN KANAK - KANAK PERSPEKTIF ONTOLOGI, EPISTEMOLOGI, DAN HEURISTIK
Lihat AbstrakAbstract: The advancement of the Internet of Things (IoT) and Radio Frequency Identification (RFID) technologies offers significant opportunities to enhance security in educational environments, particularly at the kindergarten level. This research aims to develop and implement an IoT-based security system that leverages RFID technology to monitor students in real time. The system is designed to provide quick and accurate information to parents and schools regarding the movement and location of students, especially in emergencies or security threats. This study adopts three philosophical perspectives: ontology, epistemology, and heuristics. The ontological perspective examines the existence of students as digital entities represented by RFID data connected to the IoT network. The epistemological perspective focuses on the reliability and validity of the data in accurately and consistently determining students’ locations, including an analysis of technical limitations such as signal interference and RFID reading errors. The heuristic perspective evaluates the decision-making process during system development, including feedback-based iterations from end users to improve system efficiency and effectiveness. The research findings indicate that the developed system is capable of providing real-time student monitoring with a high degree of accuracy, as well as enhancing parents’ and schools’ confidence in student safety. This philosophical approach provides in-depth insights into the role of technology in education and child safety, as well as how technology can be effectively integrated into modern educational environments. Keywords: IoT, Student Security System, Ontology, Epistemology, Heuristics Abstrak: Perkembangan teknologi Internet of Things (IoT) dan Radio Frequency Identification (RFID) membuka peluang signifikan dalam meningkatkan keamanan di lingkungan pendidikan, khususnya pada tingkat taman kanak-kanak. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menerapkan sistem keamanan berbasis IoT yang memanfaatkan teknologi RFID guna memantau siswa secara real-time. Sistem ini dirancang untuk memberikan informasi yang cepat dan akurat kepada orang tua dan pihak sekolah terkait pergerakan dan lokasi siswa, terutama dalam situasi darurat atau ancaman keamanan. Pendekatan penelitian ini mencakup tiga perspektif filosofis: ontologi, epistemologi, dan heuristik. Perspektif ontologis mengkaji keberadaan siswa sebagai entitas digital yang diwakili oleh data RFID yang terhubung ke jaringan IoT. Perspektif epistemologis berfokus pada keandalan dan validitas data dalam menentukan lokasi siswa secara akurat dan konsisten, termasuk analisis keterbatasan teknis seperti gangguan sinyal dan kesalahan pembacaan RFID. Perspektif heuristik mengevaluasi proses pengambilan keputusan selama pengembangan sistem, termasuk iterasi berbasis umpan balik dari pengguna akhir untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan mampu memberikan pemantauan siswa secara real-time dengan tingkat akurasi tinggi, serta meningkatkan kepercayaan orang tua dan pihak sekolah terhadap keselamatan siswa. Pendekatan filosofis ini memberikan wawasan mendalam tentang peran teknologi dalam pendidikan dan keamanan anak, serta bagaimana teknologi dapat diintegrasikan secara efektif dalam lingkungan pendidikan modern..Kata kunci: IoT, Sistem Keamanan Siswa, Ontologi, Epistemologi, Heuristika. |
Rolly Yesputra (Universitas Sumatera Utara) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8 No 1 (2025) |
Hal: 133-141 [PDF] |
| 1807 |
TINJAUAN ONTOLOGI, EPISTEMOLOGI, DAN AKSIOLOGI DALAM BIDANG ILMU STEGANOGRAFI
Lihat AbstrakAbstract: Steganography is a field of science that studies the technique of hiding information in digital media to protect data from third-party detection ketiga (Atawneh et al., 2013; Michaylov & Sarmah, 2024; Sitompul et al., 2018). This article reviews steganography through three philosophical perspectives: ontology, epistemology, and axiology. Ontologically, steganography explains the existence of hidden information in host media and its interactions. Epistemology plays a role in the process of developing and validating knowledge related to hiding and detection techniques. Meanwhile, axiology highlights the ethical benefits and risks, including the use to protect privacy and the potential for misuse in cybercrime. Steganography, with this comprehensive understanding, plays an important role in data security and information technology.Keywords: Steganography, Ontology, Epistemology, and AxiologyAbstrak: Steganografi adalah bidang ilmu yang mempelajari teknik penyembunyian informasi di dalam media digital untuk melindungi data dari deteksi pihak ketiga (Atawneh et al., 2013; Michaylov & Sarmah, 2024; Sitompul et al., 2018). Artikel ini meninjau steganografi melalui tiga perspektif filosofis: ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Secara ontologis, steganografi menjelaskan keberadaan informasi tersembunyi dalam media host dan interaksinya. Epistemologi berperan dalam proses pengembangan dan validasi pengetahuan terkait teknik penyembunyian dan deteksi. Sementara itu, aksiologi menyoroti manfaat dan risiko etis, termasuk penggunaan untuk melindungi privasi dan potensi penyalahgunaan dalam kejahatan siber. Steganografi, dengan pemahaman komprehensif ini, berperan penting dalam keamanan data dan teknologi informasi.Kata kunci: Steganografi, Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi |
Frainskoy Rio Naibaho (Universitas Sumatera Utara) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8 No 1 (2025) |
Hal: 534-542 [PDF] |
| 1808 |
ANALISIS ONTOLOGIS PERFORMA METODE EUCLIDEAN, MANHATTAN, DAN MINKOWSKI UNTUK IDENTIFIKASI KEMIRIPAN CITRA
Lihat AbstrakAbstract: Information about algorithm performance is one of the reasons for this research. Choosing an algorithm that suits your needs will certainly increase the effectiveness of the computational process. The ontology in this study focuses on finding information about the comparison of the performance of the Euclidean, Manhattan, and Minkowski methods. In the research process, testing was carried out using a dataset consisting of 1,000 images. From the dataset used, there are ten categories, namely African Tribes, Beaches, Buildings, Buses, Dinosaurs, Elephants, Flowers, Horses, Mountains, and Food. Each category consists of 100 images. The study was conducted by comparing the performance of each method to identify image similarities. From the results of the study, information was obtained on the average execution time to perform computations from each method, namely Euclidean 0.55 seconds, Manhattan 0.56 seconds, and Minkowski 0.58 seconds. Then the average memory usage for the computational process of each method, namely Euclidean 2.29 MB, Manhattan 2.28 MB, and Minkowski 2.22 MB. The peak memory usage during the computation process of each method is Euclidean 3.60 MB, Manhattan 3.59 MB, and Minkowski 2.39 MB. Euclidean distance offers the speed of the computation process but requires the highest resources. Minkowski distance offers low resource usage but the computation process becomes slow. Keywords: Euclidean Method, Manhattan, Minkowski, Image Similarity Identification. Abstrak: Informasi mengenai performa algoritma menjadi salah satu alasan dilakukan penelitian ini. Pemilihan algoritma yang sesuai dengan kubutuhan tentu akan meningkatkan efektifitas dalam proses komputasi. Ontologi dalam penelitian ini fokus dalam mencari keberadaan informasi mengenai perbandingan performa metode Metode Euclidean, Manhattan, dan Minkowski. Dalam proses penelitian dilakukan pengujian dengan menggunakan dataset yang terdiri dari 1.000 citra. Dari dataset yang digunakan terdapat sepuluh kategori yaitu Suku Afrika, Pantai, Bangunan, Bus, Dinosaurus, Gajah, Bunga, Kuda, Gunung, dan Makanan. Setiap kategori terdiri dari 100 citra. Penelitian dilakukan dengan membandingkan kinerja masing-masing metode metode untuk melakukan identifikasi kemiripan citra. Dari hasil penelitian didaptkan informasi rata-rata waktu eksekusi untuk melakukan komputasi dari tiap-tiap metode yaitu Euclidean 0.55 detik , Manhattan 0.56 detik, dan Minkowski 0.58 detik. Kemudian rata-rata penggunaan memori untuk proses komputasi dari masing-msing metode yaitu Euclidean 2.29 MB, Manhattan 2.28 MB, dan Minkowski 2.22 MB. Puncak penggunaan memori saat melakukan proses komputasi dari masing-masing metode yaitu Euclidean 3.60 MB, Manhattan 3.59 MB, dan Minkowski 2.39 MB. Eculidean distance menawarkan kecepatan proses komputasi namun membutuhkan resource paling tinggi. minkowski distance menawarkan penggunaan resource yang rendah namun proses komputasi menjadi lambat. Kata kunci: Metode Euclidean, Manhattan, Minkowski, Identifikasi Kemiripan Citra |
Sofyan Pariyasto (Universitas Sumatera Utara) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8 No 1 (2025) |
Hal: 676-684 [PDF] |
| 1809 |
Inovasi Pembelajaran Pecahan Berbasis Metakognisi Untuk Meningkatkan Berpikir Kritis di Sekolah Dasar
Lihat AbstrakThe critical thinking skills of elementary school students in mathematics learning, espe-cially fraction materials, are still a significant challenge. This study aims to identify and explore the application of metacognition-based learning that can improve students' criti-cal thinking skills. Using the Systematic Literature Review (SLR) method of 15 scientific articles, this research examines innovative learning models that integrate metacognition in fraction learning. The research findings show that the implementation of metacognition-based learning significantly improves students' critical thinking skills in several analyzed studies. Problem-Based Learning (PBL), Numbered Head Together (NHT), and STEM-PJBL approaches proved effective in facilitating the development of critical thinking skills. In addition, the use of technology-based interactive media, such as the “Merica†application, also contributed positively to students' understanding of the concept of fractions. The implication of this research is the need for curriculum develop-ment that is more integrated with metacognitive strategies, especially in mathematics learning at the elementary school level. This implication provides practical guidance for teachers and curriculum developers in designing more effective and targeted metacognition based learning. Thus, this research is expected to encourage the development of mathematics learning innovations that are more effective and student centered |
Samsiar Tri Bagus Wicaksono (Program Studi Magister Pendidikan Dasar, Sekolah Pascasarjana, Universitas Negeri Malang, Indonesia); Samsiar Tri Bagus Wicaksono (Universitas Negeri Malang); Radeni Sukma Indra Dewi (Program Studi Magister Pendidikan Dasar, Sekolah Pascasarjana, Universitas Negeri Malang, Indonesia); Ratna Ekawati (Program Studi Magister Pendidikan Dasar, Sekolah Pascasarjana, Universitas Negeri Malang, Indonesia); Jaka Nugraha (Program Studi Sarjana Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pamulang, Tangerang, Indonesia) |
JURNAL PENA EDUKASI Vol 12 No 1 (2025) |
Hal: 21 - 32 [PDF] |
| 1810 |
Analisis Motivasi Belajar Siswa melalui Pembelajaran Berbasis Masalah dengan Pendekatan CRT
Lihat AbstrakAbstract: The study aims to analyze students' motivation for learning through problem-based learning with the culturally relevant teaching (CRT) approach in elementary schools. This study uses a mixed methods approach, integrating quantitative and qualitative methods to understand students' learning motivation better. The quantitative method uses a questionnaire to measure students' motivation levels before and after implementing problem-based learning with the CRT approach. In contrast, the qualitative method is carried out through in-depth interviews and observations to explore students' perceptions of their experiences in problem-based learning that is sensitive to their cultural context. The study results indicate that implementing problem-based learning with the Culturally Relevant Teaching (CRT) approach has succeeded in increasing the learning motivation of fifth-grade students of SDN Sawah Besar 01. This is indicated by an increase in the average learning outcome score from 62 in the pre-test to 78 in the post-test. Overall, the results of this study indicate that problem-based learning with the CRT approach can be an effective alternative to increase students' learning motivation in fifth-grade students of SDN Sawah Besar 01.Keywords: Culturally Relevant Teaching; learning motivation; problem-based learning. Abstrak: Penelitian bertujuan untuk menganalisis motivasi belajar siswa melalui pembelajaran berbasis masalah dengan pendekatan Culturally Relevant Teaching (CRT) di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan gabungan (mixed methods), yang mengintegrasikan metode kuantitatif dan kualitatif untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang motivasi belajar siswa. Metode kuantitatif dilakukan dengan menggunakan angket untuk mengukur tingkat motivasi siswa kelas V A yang berjumlah 27 siswa sebelum dan setelah penerapan pembelajaran berbasis masalah dengan pendekatan CRT, sementara metode kualitatif dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi untuk menggali persepsi siswa tentang pengalaman mereka dalam pembelajaran berbasis masalah yang sensitif terhadap konteks budaya mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran berbasis masalah dengan pendekatan CRT berhasil meningkatkan motivasi belajar siswa kelas V SDN Sawah Besar 01. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan rata-rata skor hasil belajar dari 62 pada pre-test menjadi 78 pada post-test. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis masalah dengan pendekatan CRT dapat menjadi alternatif yang efektif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa di kelas V SDN Sawah Besar 01.Kata kunci: Culturally Relevant Teaching; motivasi belajar; pembelajaran berbasis masalah. |
Nafiatul Isma (Universitas PGRI Semarang); Nafiatul Isma; Mira Azizah (Universitas PGRI Semarang); Ladung Antoko (Universitas PGRI Semarang) |
JURNAL PENA EDUKASI Vol 12 No 1 (2025) |
Hal: 13 - 20 [PDF] |
| 1811 |
PELATIHAN PUBLIC SPEAKING UPAYA MENINGKATKAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA SEI BELURU UNTUK MENCAPAI KUALITAS BERKOMUNIKASI LEBIH BAIK DI ERA 5.0
Lihat AbstrakThe main problem which was faced by Indonesian people, especially in the field of education and globalization, is the low level of quality of human resources. One of the efforts to improve the quality of human resources is to develop an interest in reading like reading habits as well as having polite speech. Public speaking or public speaking skills are very beneficial for children in the process of self-development. However, many children feel less confident, don't master the material, or don't understand how to do it. Children's public speaking skills must be nurtured, trained and developed continuously. These conditions became the basis for implementing the Community Service (PKM) program which was attended by 19 students who joined Sei Beluru Village. The PKM program is packaged in the form of training with the aim of building confidence in speaking in public, understanding the material to be presented, and being able to apply public speaking techniques. The training was held on Thursday 03 October 2024 at the Sei Beluru Village Hall Office. Implementation starts from the initial observation stage, orientation, introduction to material, practice, and ends with evaluation. The results of the training were quite good, it was proven that after delivering the material, the participants had achieved adequate public speaking skills, their self-confidence had increased even though it was still doubtful (nervous) , able to present the material that had been presented well, and were able to apply the public speaking techniques.The Keywords: face to face learning; implementation; procedures; strategy; training |
Susi Masniari Nasution (Universitas Asahan); Bambang Gulyanto (Universitas Asahan); Eka Oktavia Anzani; Ruri Syahmida Sinaga; Cici Vira Puspita; Alda Tiyana Sinaga; Lisa Aulia; Lili Indra Aprilia |
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 4 No 2 (2024) |
Hal: 341 - 346 [PDF] |
| 1812 |
SOSIALISASI PENDAMPINGAN PEMBUATAN SERTIFIKAT HALAL UNTUK UMKM DESA RAWANG PASAR IV
Lihat AbstrakAbstract: The purpose of the service activity is to provide an understanding of the importance of halal certificates for MSME players, assist in the registration and processing of halal certificates, increase consumer confidence in Rawang Pasar IV Village MSME products, and encourage improvements in the quality and competitiveness of local products. Halal certification was chosen as the focus because the increasing demand for halal products provides a great opportunity for MSMEs in Rawang Pasar IV Village to develop a wider market. The promotion of halal certificates is an important step in increasing competitiveness and consumer confidence in MSME products. The methods used in this service include socialization, lectures and questions and answers with the participants as well as assistance in the halal certification application process. Through this service, village MSMEs are equipped with knowledge about halal certification requirements, good production management and effective marketing. Apart from that, assistance is also provided in managing the halal certification process so that MSMEs can meet the set standards. Keyword: halal certificate, msmes, halal standards. Abstrak: Tujuan kegiatan pengabdian adalah untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya sertifikat halal bagi pelaku UMKM, mendampingi proses pendaftaran dan pengurusan sertifikat halal, meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk UMKM Desa Rawang Pasar IV, dan mendorong peningkatan kualitas dan daya saing produk lokal. Sertifikasi halal dipilih sebagai fokus karena permintaan produk halal yang semakin meningkat memberikan peluang besar bagi UMKM Desa Rawang Pasar IV untuk mengembangkan pasar lebih luas. Sosialisasi sertifikat halal merupakan langkah penting dalam meningkatkan daya saing dan kepercayaan konsumen terhadap produk UMKM. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini meliputi sosialisasi, ceramah dan tanya jawab dengan para peserta serta pendampingan dalam proses pengajuan sertifikasi halal. Melalui pengabdian ini, UMKM desa dibekali dengan pengetahuan tentang persyaratan sertifikasi halal, tata kelola produksi yang baik, dan pemasaran yang efektif. Selain itu, pendampingan juga diberikan dalam mengurus proses sertifikasi halal agar UMKM dapat memenuhi standar yang ditetapkan.Kata kunci: sertifikat halal, umkm, standar kehalalan. |
Dewi Astuti (Universitas Asahan); Datulina Ginting (Universitas Asahan); Nova Eliza Silaen (Universitas Asahan); Muhammad Sepristiwanto (Universitas Asahan); Juwita Andri Syafitri (Universitas Asahan); Fikri Ikhsan Drajat (Universitas Asahan); Annisa Wardana Ningsih (Universitas Asahan); Meilia Anjelina (Universitas Asahan); Ninda Septiana (Universitas Asahan) |
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 4 No 2 (2024) |
Hal: 375 - 380 [PDF] |
| 1813 |
SOSIALISASI ORANGTUA SEBAGAI PENDAMPING UTAMA DALAM PENDIDIKAN ANAK DI RUMAH
Lihat AbstrakThis service activity aims to invite parents and children to participate in fostering good relationships at home, both parents as the main pillars in building children's education at home. This service activity uses a descriptive method using a qualitative approach. In this service activity, the data collection techniques used are observation, interviews and documentation. The result of this service is that the community in Sidodadi sub-district has a better understanding of the importance of the role of parents in children's education at home, involvement in children's education at home, can increase children's motivation and learning outcomes so that there is an increase in education in Sidodadi sub-district, such as increasing student achievement, increasing student participation in learning activities and increasing student interest in learning.Keywords: Â Parents, Children's Education, Students |
Heni Subagiharti (Universitas Asahan); Atikah Rahmah Nasution (Universitas Asahan); Nurhaliza Amria Rambe (Universitas Asahan); Tari Antika (Universitas Asahan); Sofia Rahmi (Universitas Asahan); Novi Indriani Marpaung (Universitas Asahan); Silvia Aurel (Universitas Asahan); Nurhalizah Alfath (Universitas Asahan) |
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 4 No 2 (2024) |
Hal: 327 - 334 [PDF] |
| 1814 |
MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK MELALUI PELATIHAN MENULIS KALIGRAFI DI DESA PAHANG
Lihat AbstrakAbstract : This community service aims to explore how calligraphy writing training can increase children's creativity, as well as analyze the factors that contribute to the success of the training. The team in this service is a team of lecturers, as well as KKNT students of the Faculty of Teacher Training and Education, Asahan University. This service was carried out in Pahang Village, Talawi District, Batubara Regency, North Sumatra, involving 19 children aged 7-10 years. The method used in this community service activity is the training method, the team previously carried out the preparation stage and then the training implementation stage, as well as the results found. The results obtained are that the calligraphy writing training in Pahang Village has succeeded in increasing the creativity of the children involved. From the data collected before and after the training, there was a significant increase in the ability to express creative ideas. Keywords: writing training, children's creativity, village service Abstrak: Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana pelatihan menulis kaligrafi dapat meningkatkan kreativitas anak, serta menganalisis faktor-faktor yang berkontribusi terhadap keberhasilan pelatihan. Tim dalam pengabdian ini adalah tim dosen, serta mahasiswa KKNT Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Asahan. Pelayanan ini dilaksanakan di Desa Pahang, Kecamatan Talawi, Kabupaten Batotaka, Sumatera Utara, melibatkan 19 anak usia 7-10 tahun. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah metode pelatihan, tim sebelumnya melakukan tahap persiapan dan kemudian tahap pelaksanaan pelatihan, serta hasil yang ditemukan. Hasil yang diperoleh adalah pelatihan menulis kaligrafi di Desa Pahang berhasil meningkatkan kreativitas anak-anak yang terlibat. Dari data yang dikumpulkan sebelum dan sesudah pelatihan, terjadi peningkatan yang signifikan dalam kemampuan mengekspresikan ide-ide kreatif. Kata Kunci: pelatihan menulis, kreativitas anak, pengabdian desa |
Wan Nurul Atikah Nasution (Universitas Asahan); Eva Margaretha Saragih (Universitas Asahan); Farhan Gunawan (Universitas Asahan); Farhan Gunawan (Universitas Asahan); Kheni Setia (Universitas Asahan); Kheni Setia (Universitas Asahan) |
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 4 No 2 (2024) |
Hal: 369 - 374 [PDF] |
| 1815 |
Analisis Hasil Belajar Peserta Didik melalui Pembelajaran Berbasis Masalah dengan Pendekatan TARL
Lihat AbstrakAbstract: This research aims to identify student characteristics and analyze student learning outcomes through problem-based learning with the TaRL approach. The TaRL approach plays a role in learning by dividing students into groups based on the level of understanding each student has. Using this approach, students will express their learning process more easily, and teachers will achieve the expected learning goals more easily. The research method uses a mixed approach with data collection through open interviews, direct observation, pretest and posttest. The analysis results show that students' abilities vary, especially in science subjects. The TaRL approach allows grouping of students according to level of understanding, so that learning is effective. The results obtained were an increase in learning outcomes after implementing problem-based learning with the TaRL approach. The average class score increased, with 85% of students reaching the KKM. This research concludes that the TaRL approach through problem-based learning effectively improves student learning outcomes, especially for classes with heterogeneous abilities.Keyword: learning outcomes; problem solving; Teaching at the Right Level Abstrak: Penelitian ini bertujuan utuk mengindentifikasi karakteristik peserta didik dan menganalisis hasil belajar peserta didik melalui pembelajaran berbasis masalah dengan pendekatan TaRL. Pendekatan TaRL berperan dalam pembelajaran dengan cara membagi peserta didik ke dalam kelompok berdasarkan tingkat pemahaman yang dimiliki setiap peserta didik. Dengan menggunakan pendekatan ini, peserta didik akan lebih mudah mengekspresikan proses belajarnya dan guru akan lebih mudah mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Metode penelitian menggunakan pendekatan campuran (mix-method) dengan pengumpulan data melalui wawancara terbuka, observasi langsung, pretest, dan posttest. Hasil analisis menunjukkan bahwa kemampuan peserta didik yang beragam khususnya pada mata pelajaran IPAS. Pendekatan TaRL memungkinkan pengelompokan peserta didik sesuai tingkat pemahaman, sehingga pembelajaran menjadi efektif. Hasil yang diperoleh yaitu adanya peningkatan hasil belajar setelah implementasi pembelajaran berbasis masalah dengen pendekatan TaRL. Nilai rata-rata kelas meningkat, sebanyak 85% peserta didik mencapai KKM. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan TaRL melalui pembelajaran berbasis masalah efektif dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik, terutama untuk kelas yang memiliki kemampuan yang heterogen.Kata Kunci: Teaching at the Right Level; pembelajaran berbasis masalah; hasil belajar |
Luthfiani Adiska Novarensa (Universitas PGRI Semarang); Luthfiani Adiska Novarensa (Universitas PGRI Semarang); Aries Tika Damayani (Universitas PGRI Semarang); Donis Sanjaya (Universitas PGRI Semarang) |
JURNAL PENA EDUKASI Vol 12 No 1 (2025) |
Hal: 51 - 59 [PDF] |
| 1816 |
PENGARUH KEPEMIMPINAN, MOTIVASI, INSENTIF, LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI TENAGA KEPENDIDIKAN UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA
Lihat AbstrakAbstract: Management of educational institutions requires human resources who have adequate work quality both in terms of competence and skills, and the measure of the level of qualification of human resources is shown by the resulting performance. Quality human resources can produce optimal performance. This research aims to analyze: 1) Does leadership have a partial effect on the performance of educational staff at Sari Mutiara University Indonesia. 2) Does work motivation partially influence the performance of educational staff at Sari Mutiara University Indonesia. 3) Do incentives partially influence the performance of educational staff at Sari Mutiara University Indonesia. 4) Does the work environment have a partial effect on the performance of educational staff at Sari Mutiara University Indonesia. 5) Do leadership, work motivation, incentives and work environment simultaneously influence the performance of educational staff at Sari Mutiara University Indonesia. The sampling method used was the saturated sampling method or census, where a total of 90 administrative employees at Sari Mutiara University Indonesia were sampled in this research. The research results show that the leadership variable has no effect on the performance of Sari Mutiara Indonesia University education staff, the work motivation variable has a positive and significant effect on the performance of education staff, the incentive and work environment variables have a positive and significant effect on the performance of Sari Mutiara Indonesia University education staff. The variables of leadership, motivation, incentives and work environment together have a significant effect simultaneously on the performance of educational staff at Sari Mutiara Indonesia University, Medan Keywords: Incentives, Leadership, Employee Performance, Work Environment,               Motivation, Leadership Energy. Abstrak: Pengelolaan terhadap lembaga pendidikan membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kualitas kerja yang memadai baik dari kompetensinya maupun keterampilannya, dan ukuran dari tingkat kualifikasi sumber daya manusia ditunjukkan oleh kinerja yang dihasilkan. Sumber daya manusia yang berkualitas dapat menghasilkan kinerja yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: 1) Apakah kepemimpinan berpengaruh secara parsial terhadap kinerja pegawai tenaga kependidikan pada Universitas Sari Mutiara Indonesia. 2) Apakah motivasi kerja secara parsial berpengaruh terhadap kinerja pegawai tenaga kependidikan pada Universitas Sari Mutiara Indonesia. 3) Apakah insentif secara parsial berpengaruh terhadap kinerja pegawai tenaga kependidikan pada Universitas Sari Mutiara Indonesia. 4) Apakah lingkungan kerja berpengaruh secara parsial terhadap kinerja pegawai tenaga kependidikan pada Universitas Sari Mutiara Indonesia. 5) Apakah kepemimpinan, motivasi kerja, insentif dan lingkungan kerja berpengaruh secara simultan terhadap kinerja pegawai tenaga kependidikan Universitas Sari Mutiara Indonesia. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah metode sampling jenuh atau sensus, dimana keseluruhan 90 pegawai administrasi yang ada di Universitas Sari Mutiara Indonesia dijadikan sampel pada penelitian ini. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa variabel kepemimpinan tidak berpengaruh terhadap kinerja pegawai tenaga kependidikan Universitas Sari Mutiara Indonesia, variabel motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai tenaga kependidikan, variabel insentif dan lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja tenaga kependidikan Universitas Sari Mutiara Indonesia. Variabel kepemimpinan, motivasi, insentif, dan lingkungan kerja secara bersama-sama berpengaruh signifikan secara simultan terhadap kinerja pegawai tenaga kependidikan Universitas Sari Mutiara Indonesia Medan. Kata kunci: Insentif, Kepemimpinan, Kinerja Pegawai, Lingkungan Kerja, Motivasi, Tenaga Kepemimpinan. |
Rantio Samosir (Institut Teknologi & Bisnis Asia Malang); Widi Dewi Puspitasari (Institut Teknologi & Bisnis Asia Malang); Murtianingsih Murtianingsih (Institut Teknologi & Bisnis Asia Malang) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8 No 1 (2025) |
Hal: 440-449 [PDF] |
| 1817 |
PELATIHAN PEMBUATAN MEDIA CANVA UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS GURU DI UPTD SDN 016532 PUNGGULAN
Lihat AbstrakAbstract: Canva training is part of the school’s efforts to improve learning through the use of technology. This research analyzes the process of implementing Canva training in schools, from planning to implementation and evaluation. Research shows that Canva training is effective when supported by school involvement, the availability of appropriate facilities and infrastructure, and ongoing professional support. Canva training is also a model for other schools in improving the quality of learning through the use of technology. This PkM activity is carried out using lecture methods, discussions and question and answer sessions, and in the end will be evaluated using Google Forms. The method used aims to achieve maximum activity. Both in terms of obtaining teaching materials, training and the ability of all teachers to immediately understand and put into practice the knowledge they have acquired. Keyword: learning media; canva application;teacher.  Abstrak: Pelatihan Canva merupakan bagian dari upaya sekolah untuk meningkatkan pembelajaran melalui pemanfaatan teknologi. Penelitian ini menganalisis proses pelaksanaan pelatihan Canva di sekolah, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan dan evaluasi. Penelitian menunjukkan bahwa pelatihan Canva efektif bila didukung oleh keterlibatan sekolah, ketersediaan sarana dan prasarana yang sesuai, dan dukungan profesional yang berkelanjutan. Pelatihan Canva juga menjadi model bagi sekolah lain dalam meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pemanfaatan teknologi. Kegiatan PkM ini dilakukan dengan menggunakan metode ceramah, diskusi, dan sesi tanya jawab, dan pada akhirnya akan dievaluasi menggunakan Google Forms. Metode digunakan bertujuan untuk mencapai aktivitas yang maksimal. Baik dari segi perolehan bahan ajar, pelatihan maupun kemampuan seluruh guru untuk langsung memahami dan mempraktekkan ilmu yang diperolehnya. Kata kunci: media pembelajaran; aplikasi canva; guru. |
Rahma Yunita Ansi (Universitas Asahan); Tarida Ilham Manurung (Universitas Asahan); Tri Nur Sefti Fatonah Sitorus (Universitas Asahan); Ade Julia (Universitas Asahan); Amanda Luthfia Zahra (Universitas Asahan); Alsya Dwiva Amri (Universitas Asahan) |
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 4 No 2 (2024) |
Hal: 385 - 391 [PDF] |
| 1818 |
SOSIALISASI PENTINGNYA MELANJUTKAN PENDIDIKAN DAN MOTIVASI BELAJAR SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PUTUS SEKOLAH DI DESA PETATAL
Lihat AbstrakDalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan agar masyarakat khususnya di Desa Petatal paham akan pentingnya melanjutkan pendidikan dan motivasi belajar kepada generasi muda. Peningkatan kesadaran para orang tua dan masyarakat akan pentingnya pendidikan harus terus dipacu sehingga  pencegahan putus sekolah dapat diminimalisir. Pendidikan itu sangat penting untuk menunjang keberhasilan di masa depan. Pengabdian ini dihadiri oleh Siswa Menengah Atas (SMA) dengan tujuan memberikan motivasi bahwa pentingnya melanjutkan pendidikan dan motivasi belajar sebagai upaya pencegahan putus sekolah agar mereka dapat meraih cita-cita yang diinginkan. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pengalaman dan meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi di masyarakat dan dapat membantu Pemerintah Desa Petatal dalam menyelesaikan permasalahan yang ada di Desa Petatal. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini yaitu penyuluhan, ceramah, diskusi, tanya jawab, presentase dan video dokumentasi. Kata kunci: Pendidikan, motivasi belajar, putus sekolah |
Rafika Muspita Sari (Universitas Asahan); Karimaliana Karimaliana (Universitas Asahan) |
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 4 No 2 (2024) |
Hal: 319 - 326 [PDF] |
| 1819 |
OPTIMALISASI DI ERA DIGITAL MELALUI POJOK BACA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN MINAT BACA MASYARAKAT DI DESA URUNG PANE
Lihat AbstrakThe activity of establishing a reading corner as an effort to support people's interest in reading at the Orung Paneh Village House is a form of community service in the context of increasing literacy and the need for advertising among the village community because the Orung Paneh Village House is functioning. do not provide a corner for lessons.The aim of this project is to increase community literacy by supporting a study corner and bringing reading materials closer to the community at the Urung Pane Village Hall. The digital era is a decade in which individuals have come together to use digital technology that has contributed to the development of their own cultural thinking. In the digital decade, many disruptions emerged which occurred at the intersection of social action, including literacy facilities which were able to undergo changes from the time print became digital, but the rapid flow of input and sources of valid input, created a separate response to digital literature, therefore.The part in the diagram supports motor rotation, the desire to read, and the influence of the extension of opinion knowledge through reading facilities. I define my related craft activities as using literacy using print facilities or libraries through the "Reading Corner" which includes various kinds of libraries using reliable input references. , because it is capable of following the ISBN certification, which guarantees the validity of the information contained therein, in order to maintain a registration order that agrees to use the Indonesian reference structure agrees to use EYD, and PEUBI which takes the library as a reference facility that is still concrete.Keyword: Digital Era, literacy, Reading Corner |
Karimaliana Karimaliana (Universitas Asahan); Maya Sari (Universitas Asahan); Yenni Syafitri (Universitas Asahan); Intan Anisa Ginting (Universitas Asahan); Aliya Shafira (Universitas Asahan); Melly Andani Widodo (Universitas Asahan) |
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 4 No 2 (2024) |
Hal: 286 - 296 [PDF] |
| 1820 |
PELATIHAN PENGGUNAAN TEKNOLOGI DIGITAL PADA APLIKASI KVISOFT FLIPBOOK MAKER DI MTS ISLAMIYYAH SEI KAMAH II
Lihat AbstrakCurriculum demands that continue to develop provide challenges for educators to continue updating digital capabilities that really support independent curriculum learning. The use of digital is able to change the paradigm from focusing on printed books towards using digital books with good quality content, attractive, interactive and cost-effective design and appearance. The importance of digital books can make it easier for students to use them anywhere and anytime. One application that can use digital books is Kvisoft Flipbook Maker. However, the phenomenon that occurs in the field is that the majority of students do not know and are not able to design teaching modules using the Kvisoft flipbook maker application. Because the training activities carried out by the community service team aim to improve teachers' abilities in creating and designing teaching modules using the Kvisoft flipbook maker application. The service was carried out at MTS Islamiyyah Sei Kamah II with 30 teachers involved in taking part in training activities. The training went smoothly, the students were very enthusiastic and focused in participating in the training. The average effective training achievement was 88,70%.Keyword: Teaching Module, Kvisoft Flipbook Maker, Digital Learning |
Oktaviana Nirmala Purba (Universitas Asahan); Tuti Herawati (Universitas Asahan); Devi Facharaini Susmita (Universitas Asahan); Lusi Nolita Sari (Universitas Asahan); Nurul Syahriani (Universitas Asahan) |
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 5 No 1 (2025) |
Hal: 62 - 67 [PDF] |
Berbagai jurnal ilmiah multidisiplin yang terakreditasi dan terindeks secara nasional maupun internasional.
Jurnal ilmiah nasional multidisiplin yang mencakup sains, sosial, pendidikan, ekonomi, dan teknologi. Terbit 6 kali setahun (Feb, Apr, Jun, Agu, Okt, Des). Terakreditasi SINTA 4 berdasarkan SK No. 152/E/KPT/2023.
Jurnal nasional yang memuat hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat sosial serta teknologi, mencakup bidang komputer, pendidikan, sosial humaniora, dan kesehatan. Terbit 2 kali setahun (April dan Desember).
Jurnal ilmiah yang memuat dan menyebarluaskan hasil penelitian, kajian mendalam, dan ide-ide inovatif di bidang ilmu pendidikan. Inovasi guru dan dosen dalam pembangunan sektor pendidikan dapat memberikan kontribusi positif bagi institusi pendidikan.
Jurnal Teknologi Komputer dan Sistem Informasi yang memuat hasil penelitian di bidang Computer Science, Data Mining, Machine Learning, Deep Learning, Computer Engineering, Information Systems, dan Software Engineering. Terbit 2 kali setahun (Feb dan Agu).
Jurnal yang berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dalam bidang pendidikan, menyediakan ruang bagi akademisi untuk mempublikasikan kajian-kajian pendidikan yang relevan dan bermanfaat bagi pengembangan ilmu pendidikan.
Kami berkomitmen memberikan pengalaman publikasi ilmiah terbaik bagi seluruh peneliti dan akademisi.
Semua jurnal kami menerapkan kebijakan akses terbuka, memungkinkan siapa saja untuk membaca, mengunduh, dan membagikan artikel secara gratis.
Setiap naskah melewati proses review sejawat (peer review) yang ketat untuk memastikan kualitas dan orisinalitas publikasi ilmiah.
Beberapa jurnal kami telah terakreditasi SINTA oleh Kemdikbud, membuktikan standar kualitas publikasi yang diakui secara nasional.
Jurnal kami terindeks di berbagai basis data nasional dan internasional seperti GARUDA, OneSearch, Scilit, BASE, dan Dimensions.
Dengan sistem OJS terintegrasi, proses submit, review, hingga publikasi dilakukan secara digital dan efisien.
Seluruh karya dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0, melindungi hak cipta sekaligus mendorong penyebarluasan.
Kirimkan naskah ilmiah Anda ke salah satu jurnal kami dan dapatkan manfaat publikasi open access yang luas.