Website ini merupakan portal resmi untuk berbagai jurnal ilmiah yang dikelola dengan platform Open Journal Systems (OJS). Kami berkomitmen menyediakan wadah publikasi akademik yang kredibel, terbuka, dan mudah diakses.
| No | Judul & Abstrak | Penulis & Afiliasi | Jurnal & Edisi | Metadata |
|---|---|---|---|---|
| 881 |
PEMODELAN DAN SIMULASI DINAMIKA SISTEM SEBAGAI ALAT PREDIKSI POLA BELANJA MAHASISWA MEDAN DALAM KONTEKS REDENOMINASI RUPIAH
Lihat AbstrakAbstract: This study analyzes the potential effects of rupiah redenomination on student spending behavior in Medan City. The objective is to examine whether nominal simplification affects consumption patterns through psychological responses. The study uses a quantitative approach supported by System Dynamics simulation, with survey data used to calibrate income, spending levels, and perception variables. Three scenarios were tested: baseline, redenomination without psychological effects, and redenomination with psychological effects. The results show that redenomination does not significantly change long-term consumption. However, psychological influence may cause a temporary increase in student spending, with a simulated growth of around 2–3% after redenomination. Sensitivity analysis confirms that variations in income and perception do not drastically affect overall outcomes. In conclusion, redenomination alone does not impact consumption unless accompanied by perception-driven behavioral change. These findings underline the importance of public education in policy implementation. Keywords: Redenomination; Consumer Behavior; Simulation; System Dynamic Abstrak: Studi ini menganalisis potensi dampak redenominasi rupiah terhadap perilaku pengeluaran siswa di Kota Medan. Tujuannya adalah untuk menguji apakah penyederhanaan nominal memengaruhi pola konsumsi melalui respons psikologis. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang didukung oleh simulasi Dinamika Sistem, dengan data survei digunakan untuk mengkalibrasi variabel pendapatan, tingkat pengeluaran, dan persepsi. Tiga skenario diuji: dasar, redenominasi tanpa efek psikologis, dan redenominasi dengan efek psikologis. Hasilnya menunjukkan bahwa redenominasi tidak secara signifikan mengubah konsumsi jangka panjang. Namun, pengaruh psikologis dapat menyebabkan peningkatan sementara dalam pengeluaran siswa, dengan pertumbuhan simulasi sekitar 2–3% setelah redenominasi. Analisis sensitivitas mengonfirmasi bahwa variasi dalam pendapatan dan persepsi tidak secara drastis memengaruhi hasil keseluruhan. Kesimpulannya, redenominasi saja tidak berdampak pada konsumsi kecuali jika disertai dengan perubahan perilaku yang didorong oleh persepsi. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya pendidikan publik dalam implementasi kebijakan. Kata kunci: Redenominasi; Perilaku Konsumen; Simulasi; Dinamika Sistem. |
Dzilhulaifa Siregar (Universitas Islam Negeri Sumatera Utara); Fredy Kusuma Ramadhani (Universitas Islam Negeri Sumatera Utara); Arief Dennis (Universitas Islam Negeri Sumatera Utara); Alvin Riza (Universitas Diponegoro); M. Khalil Gibran (Universitas Islam Negeri Sumatera Utara) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8 No 4 (2025) |
Hal: 5221-5226 [PDF] |
| 882 |
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI ANTREAN BERBASIS WEB DENGAN PREDIKSI JUMLAH PASIEN MENGGUNAKAN METODE MONTE CARLO
Lihat AbstrakAbstract: Effective healthcare services require information systems that can enhance orderliness and efficiency in service delivery. At UPTD Puskesmas Batunadua, a web-based queuing system has been developed, equipped with a patient volume prediction feature using the Monte Carlo method. This study aims to further develop the system to assist in resource planning, reduce waiting times, and improve service quality. The Monte Carlo method is applied to perform predictive simulations based on historical patient data, enabling the clinic to anticipate surges in visits. The system is built using PHP programming language and MySQL database, featuring automatic calling, QR Code attendance confirmation, and notifications for late patients. The implementation results show that the system can manage queues more systematically, allow patients to take queue numbers online, and provide patient volume predictions consistent with manual calculations. Although predictions are not entirely accurate, the feature significantly supports decision-making in clinic management. The study concludes that integrating the Monte Carlo method into a web-based queuing system can be an effective solution for optimizing healthcare services at the primary care level. Keyword: healthcare services; monte carlo method; patient prediction; web-based queuing system. Abstrak: Pelayanan kesehatan yang efektif memerlukan dukungan sistem informasi yang mampu meningkatkan keteraturan dan efisiensi proses layanan. Di UPTD Puskesmas Batunadua, telah dikembangkan sistem antrean berbasis web yang dilengkapi fitur prediksi jumlah pasien menggunakan metode Monte Carlo. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem tersebut untuk membantu perencanaan sumber daya, mengurangi waktu tunggu, serta meningkatkan kualitas pelayanan. Metode Monte Carlo digunakan untuk melakukan simulasi prediktif berdasarkan data historis jumlah pasien, sehingga pihak puskesmas dapat mengantisipasi lonjakan kunjungan. Sistem dibangun menggunakan bahasa pemrograman PHP dan basis data MySQL, dengan fitur pemanggilan otomatis, QR Code untuk konfirmasi kehadiran, serta notifikasi bagi pasien yang terlambat. Hasil implementasi menunjukkan sistem mampu mengelola antrean secara lebih teratur, memungkinkan pasien mengambil nomor antrean secara daring, serta memberikan prediksi jumlah pasien yang selaras dengan perhitungan manual. Meskipun hasil prediksi tidak sepenuhnya akurat, fitur ini memberikan manfaat signifikan dalam mendukung pengambilan keputusan manajemen puskesmas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi metode Monte Carlo ke dalam sistem antrean berbasis web dapat menjadi solusi efektif dalam optimalisasi pelayanan kesehatan di tingkat puskesmas. Kata kunci: pelayanan kesehatan; prediksi pasien; puskesmas; metode monte carlo; sistem antrean |
Romia Lubis (STMIK Citra Mandiri); Alfina Tiurmida S (Universitas Prima Indonesia); Muhammad Tafsir (STMIK Citra Mandiri) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8 No 4 (2025) |
Hal: 5088-5094 [PDF] |
| 883 |
SPK PENENTUAN PRIORITAS PENANGANAN STUNTING DI KECAMATAN X MENGGUNAKAN METODE MOORA
Lihat AbstrakAbstract: Stunting mitigation is a critical public health issue demanding structured interventions, yet limited resources necessitate an objective determination of priority locations. This research aims to design a Decision Support System (DSS) to determine the priority order for stunting intervention across 11 sub-districts (kelurahan) in Kecamatan X. The Multi-Objective Optimization by Ratio Analysis (MOORA) method was employed, chosen for its stable capability in processing both Benefit and Cost criteria. The criteria evaluated include Stunting Prevalence Rate (Cost), Number of Toddlers (Benefit), and Posyandu Accessibility (Cost), as well as the Percentage of Proper Sanitation and Maternal Education (Benefit). The MOORA calculation yielded an optimization value for each sub-district. Based on the simulation results, [Sub-district 10] and [Sub-district 11] secured the highest ranks, indicating that these two areas are the most optimal and urgent for prioritization. This DSS provides quantitative recommendations that can assist policymakers in allocating budgets efficiently and precisely to accelerate stunting reduction in Kecamatan X. Keyword: Decision Support System (DSS), Stunting, Intervention Prioritization, MOORA Method (Multi-Objective Optimization by Ratio Analysis), Multi-Criteria Decision Making (MCDM). Abstrak: Penanganan stunting merupakan isu kesehatan masyarakat yang memerlukan intervensi terstruktur, namun keterbatasan sumber daya menuntut adanya penentuan prioritas lokasi yang objektif. Penelitian ini bertujuan merancang Sistem Pendukung Keputusan (SPK) untuk menentukan urutan prioritas intervensi penanganan stunting pada 11 kelurahan di Kecamatan X. Metode yang digunakan adalah Multi-Objective Optimization by Ratio Analysis (MOORA), dipilih karena kemampuannya memproses kriteria Benefit dan Cost secara stabil. Kriteria yang dievaluasi meliputi Angka Prevalensi Stunting (Cost), Jumlah Balita (Benefit), dan Aksesibilitas Posyandu (Cost), serta Persentase Sanitasi Layak dan Pendidikan Ibu (Benefit). Hasil perhitungan MOORA menghasilkan nilai optimasi untuk setiap kelurahan. Berdasarkan simulasi hasil, [Kelurahan 10] dan [Kelurahan 11] menduduki peringkat tertinggi, yang mengindikasikan bahwa kedua wilayah tersebut paling optimal dan mendesak untuk diprioritaskan. SPK ini memberikan rekomendasi kuantitatif yang dapat membantu pengambil kebijakan dalam mengalokasikan anggaran secara efisien dan tepat sasaran dalam upaya percepatan penurunan angka stunting di Kecamatan X. Kata kunci: Sistem Pendukung Keputusan (SPK), Stunting, Prioritas Penanganan, Metode MOORA, Multi-Criteria Decision Making (MCDM). |
Lidya Rizki Ananda (STMIK Dharmapala Riau); Romi Wijaya (UPI YPTK Padang); Julianto Simatupang (STMIK Dharmapala Riau); Muhammad Ikhlas (UPI YPTK Padang); Rio Bayu Sentosa (STMIK Jayanusa) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8 No 4 (2025) |
Hal: 5227-5232 [PDF] |
| 884 |
KONTRIBUSI KEPEMIMPINAN SAD SASANA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA GURU SD DI KABUPATEN BULELENG
Lihat AbstrakAbtract: This study examines Sad Sasana leadership and elementary school teachers' job motivation in Buleleng Regency. Teachers are vital to education, yet low-quality teaching, educational frameworks, and pedagogical practices continue to hinder them. Teachers are crucial to knowledge acquisition and educational progress. Student performance is highly tied to teacher quality. Thus, teachers must have competences matched with national education standards to perform their duties with excellence, resulting in knowledgeable and skilled students. These findings illuminate numerous key characteristics that affect primary teacher performance. In Buleleng Regency, Sad Sasana leadership (X1) directly affects elementary school teachers (Y). The influence of Sad Sasana leadership on teacher performance was 0.806, or 80.6%. Work motivation (X2) significantly affects elementary school teachers' (Y) performance in Buleleng Regency. Work motivation affected teacher performance by 0.583, or 58.3% of the variance. Keywords: Sad Sasana Leadership, Work Motivation, Teacher Performance, Elementary School Abstrak: Studi ini meneliti kepemimpinan Sad Sasana dan motivasi kerja guru sekolah dasar di Kabupaten Buleleng. Guru sangat penting bagi pendidikan, namun pengajaran berkualitas rendah, kerangka kerja pendidikan, dan praktik pedagogis terus menghambat mereka. Guru sangat penting untuk perolehan pengetahuan dan kemajuan pendidikan. Kinerja siswa sangat terkait dengan kualitas guru. Dengan demikian, guru harus memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar pendidikan nasional untuk melaksanakan tugasnya dengan sangat baik, sehingga menghasilkan siswa yang berpengetahuan dan terampil. Temuan ini menjelaskan berbagai karakteristik kunci yang memengaruhi kinerja guru sekolah dasar. Di Kabupaten Buleleng, kepemimpinan Sad Sasana (X1) secara langsung memengaruhi guru sekolah dasar (Y). Pengaruh kepemimpinan Sad Sasana terhadap kinerja guru adalah 0,806, atau 80,6%. Motivasi kerja (X2) secara signifikan memengaruhi kinerja guru sekolah dasar (Y) di Kabupaten Buleleng. Motivasi kerja memengaruhi kinerja guru sebesar 0,583, atau 58,3% dari varians. Kata Kunci: Kepemimpinan Sad Sasana, Motivasi Kerja, Kinerja Guru, Sekolah Dasar |
Putu Yulia Angga Dewi (Institut Negeri Mpu Kuturan Singaraja); Kadek Hengki Primayana (Institut Negeri Mpu Kuturan Singaraja) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8 No 4 (2025) |
Hal: 5057-5065 [PDF] |
| 885 |
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL SISWA DI SEKOLAH DASAR KELAS V DI SD NEGERI 1 SUDAJI
Lihat AbstrakAbstract: This study aims to develop multimedia learning in the form of multimedia-based textbooks. The results of the study can be concluded that the research resulted in the development of multimedia learning in the form of e-modules with a contextual approach for grade V of the Science subject in the very valid and valid categories. In detail, the results of the material/content expert test obtained a value of 1.00 or 100%. This indicates a very valid category. For product validation testing by language experts, the results were 0.91 or 91%. This indicates that it is in the very valid category, and for product validation testing by experts on aspects of multicultural values, the results were 0.84 or 84%. This indicates that it is in the valid category. Based on the calculations, the results of product validation by student respondents were obtained, namely adjusted to the linkert scale table 5 in the range of 97.36% with the Very Practical category. Meanwhile, the results of product validation by respondents (teachers) were 0.968 adjusted to the linkert scale table 5 in the range of 96.8% with the very practical category. Keyword: multimedia, contextual, elementary school, textbook Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan multimedia pembelajaran dalam bentuk buku ajar berbasis multimedia. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penelitian menghasilkan pengembangan multimedia pembelajaran dalam bentul e-modul dengan pendekatan kontekstual untuk kelas V mata Pelajaran IPAS ada pada kategori sangat valid dan valid. Secara rinci hasil dari pengujian ahli materi/isi mendapatkan nilai 1,00 atau 100%. Hal ini menunjukkan kategori sangat valid. Untuk pengujian validasi produk oleh ahli Bahasa mendapatkan hasil 0,91 atau 91%. Hal ini menunjukkan ada pada kategori sangat valid, dan untuk pengujian validasi produk oleh ahli aspek nilai-nilai multicultural mendapatkan nilai sebesar 0,84 atau 84%. Hal ini menunjukkan bahwa ada pada kategori valid. Berdasarkan perhituangan maka dapat diperoleh hasil validasi produk oleh responden siswa yaitu sebesar disesuaikan dengan tabel skala linkert 5 berada pada rentangan 97,36% dengan kategori Sangat Praktis. Sedangkan untuk hasil validasi produk oleh responden (guru) yaitu sebesar 0,968 disesuaikan dengan tabel skala linkert 5 berada pada rentangan 96,8% dengan kategori sangat praktis. Kata kunci: multimedia, kontekstual, sekolah dasar, buku ajar |
Gusti Ngurah Arya Yudaparmita (Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja); Komang Surya Adnyana (Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja); Kadek Hengki Primayana (Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8 No 4 (2025) |
Hal: 5049-5056 [PDF] |
| 886 |
PENGARUH PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI, KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN SERTIFIKASI GURU TERHADAP KINERJA GURU DI SEKOLAH TARSISIUS VIRETA TANGERANG BANTEN
Lihat AbstrakAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan teknologi informasi, kepemimpinan kepala sekolah, dan sertifikasi guru terhadap kinerja guru. Fokus diarahkan pada guru-guru bersertifikasi di SD dan SMP Tarsisius Vireta Tangerang Banten. Studi ini memiliki kebaruan pada gabungan ketiga variabel yang jarang diteliti secara simultan, serta objek penelitian spesifik pada satu yayasan pendidikan dengan sistem kepemimpinan dan teknologi yang seragam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan penyebaran kuesioner kepada 39 guru bersertifikasi. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda untuk menguji pengaruh parsial dan simultan antar variabel. Hasil menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah dan sertifikasi guru berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru, sementara penggunaan teknologi informasi tidak berpengaruh signifikan. Secara simultan, ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru. Keterbatasan dan Implikasi – Penelitian ini terbatas pada satu sekolah dalam naungan satu yayasan, sehingga generalisasi hasil perlu dikaji lebih lanjut. Hasil studi ini dapat menjadi acuan kebijakan peningkatan kualitas tenaga pendidik berbasis manajemen pendidikan. Kata kunci: Teknologi Informasi, Kepemimpinan Kepala Sekolah, Sertifikasi Guru, Kinerja Guru |
Yosepha Tanti Winarni (Program Pascasarjana, Institut Teknologi Dan Bisnis Asia, Program Studi Magister Manajemen); Tin Agustina Karnawati (Program Pascasarjana, Institut Teknologi Dan Bisnis Asia, Program Studi Magister Manajemen); Teguh Widodo (Program Pascasarjana, Institut Teknologi Dan Bisnis Asia, Program Studi Magister Manajemen) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8 No 4 (2025) |
Hal: 5034-5041 [PDF] |
| 887 |
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA OPERASI HITUNG PECAHAN SISWA KELAS V-A UPTD SDN 014685 SIUMBUT BARU
Lihat AbstrakAbstract: This study aims to analyze the mathematical problem-solving ability of fifth-grade students at uptd sdn 014685 siumbut baru in solving fraction operation problems. The research subjects consisted of 16 students who were present during the activity. The instrument used consisted of three story-problem items that included various fraction operations (addition, subtraction, multiplication, and division). The results showed that most students experienced difficulties in determining the appropriate operation to use and in simplifying fractions. students also faced challenges in identifying important information in the story problems. Based on the analysis using polya’s problem-solving steps, the main difficulties occurred in the stages of understanding the problem and planning the solution. These findings indicate that students’ abilities in solving fraction operations are still categorized as low. this study recommends the use of visual media and contextual exercises to improve students’ understanding of fraction operation concepts. Keywords: Problem-Solving Ability, Fraction Operations, Elementary School Students Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas V-A UPTD SDN 014685 Siumbut Baru dalam menyelesaikan soal operasi hitung pecahan. Subjek penelitian terdiri atas 16 siswa yang hadir pada saat pelaksanaan kegiatan. Instrumen yang digunakan berupa tiga soal cerita yang mencakup operasi pecahan (penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa mengalami kesulitan dalam menentukan operasi hitung yang tepat untuk menyderhanakan pecahan. Siswa juga mengalami hambatan dalam mengidentifikasi informasi penting pada soal cerita. Berdasarkan analisis menggunakan langkah pemecahan masalah menurut (Polya), kesulitan utama terjadi pada tahap memahami masalah dan merencanakan penyelesaian. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam melakukan operasi hitung pecahan masih tergolong rendah. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan media visual serta latihan kontekstual untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep operasi pecahan. Kata Kunci: Kemampuan Pemecahan Masalah, Operasi Hitung Pecahan, Siswa Sekolah Dasar |
Anim Anim (Universitas Asahan); Fildzah Rizkiah Damanik (Universitas Asahan); Amanda Chantika Sari Br Purba (Universitas Asahan); Yovi Dwi Ramadhani (Universitas Asahan) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8 No 4 (2025) |
Hal: 5665-5671 [PDF] |
| 888 |
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS PESERTA DIDIK DALAM MENYELESAIKAN SOAL OPERASI BILANGAN BULAT KELAS VI MIS ISLAMIYAH SEI SILAU TIMUR
Lihat AbstrakAbstract: Essentially, students, especially those in elementary school, must possess strong mathematical problem-solving skills. Mathematical problem-solving skills are essential because they positively impact their lives, such as managing diverse challenges. The purpose of this study was to analyze elementary school students' mathematical problem-solving abilities using a qualitative descriptive research method. However, this study employed a case study approach. Written tests were used to collect data. The subjects were 21 sixth-grade students at MIs Islamiyah Sei Silau Timur. The results of the study indicated that 7 students, or 33%, had low understanding, 5 students, or 54%, had moderate understanding, and 9 students, or 93%, had high understanding. Based on these results, students with low ability have not been able to solve integer operation problems well, so they need direction in solving the problems. Keywords: Problem-solving, Students Abstrak: Pada dasarnya peserta didik terutama ketika berada di tingkatan sekolah dasar, harus memiliki kemampuan pemecahan masalah matematis dengan baik. Kemampuan pemecahan masalah matematis sangat dibutuhkan karena memberikan dampak positif bagi kehidupan mereka seperti mengelola permasalahan yang berbeda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan peserta didik sekolah dasar dalam memecahkan masalah matematis dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Tetapi dalam penelitian ini pendekatan yang digunakan merupakan studi kasus. Tes tertulis kami gunakan untuk mengumpulkan data. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas VI Mis Islamiyah Sei Silau Timur dengan jumlah 21 peserta didik. Hasil penelitian perolehan pemecahan masalah matematis yaitu 33% atau 7 peserta didik termasuk kedalam kategori dengan tingkat pemahaman yang rendah , 24% atau 5 peserta didik dengan tingkat pemahaman sedang, serta 43% atau 9 peserta didik dengan tingkat pemahaman tinggi. Berdasarkan hasil ini maka peserta didik dengan kemampuan rendah belum mampu menyelesaikan soal operasi bilangan bulat dengan baik, sehingga memerlukan arahan dalam penyelesaian soal. Kata Kunci: Pemecahan Masalah, Peserta didik |
Diana Diana (Universitas Asahan); Suci Amalia (Universitas Asahan); Zulfiqri Panjaitan (Universitas Asahan); Anim Anim (Universitas Asahan) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8 No 4 (2025) |
Hal: 5672-5677 [PDF] |
| 889 |
STRATEGI MARKETING DAN PEMBUATAN KONTEN MEDIA SOSIAL UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN DI POKDAKAN TANI MAKMUR
Lihat AbstrakAbstract: The Makmur POKDAKAN Farmers Group is a business community that focuses on freshwater fish cultivation, especially catfish. So far, the sale of catfish has been the main source of income for most members of the farmer group. The sales method used is also still conventional, which can result in suboptimal income for members of the Makmur Farmers Group. So they are aware of the need for marketing strategies and the use of social media in developing their business. However, the problem faced by partners is that they have minimal information regarding marketing strategies and are confused about starting to create content, edit videos and manage social media to generate income. For this reason, this community service activity is important to be carried out for partners so that the PkM Team can share knowledge related to modern marketing strategies with digital technology and creative video making techniques to have a wide audience reach. The service method carried out by the PkM Team is in the form of training to partner members in marketing strategies through YouTube social media. The results of this service activity are that partner members can implement content creation practices and digital marketing strategies, this activity was also welcomed and given a positive response from members of the prosperous Pokdakan farmer group and they hope that this service activity will be carried out again in the future.     Keywords: catfish_cultivation; prosperous_farmer_groups; content_creation; income; marketing_strategy.  Abstrak: Kelompok Tani Makmur POKDAKAN merupakan komunitas pelaku usaha yang berfokus pada budidaya ikan air tawar khususnya ikan lele selama ini hasil penjualan ikan lele menjadi sumber utama pendapatan dari sebagian besar anggota kelompok tani metode penjualan yang digunakan juga masih bersifat konvensional dimana hal ini dapat berakibat pada tidak optimalnya pendapatan yang diperoleh anggota kelompok Tani Makmur, sehingga mereka sadar kan perlunya strategi marketing dan penggunaan media sosial dalam mengembangkan usaha mereka. Akan tetapi permasalahan yang dihadapi oleh mitra yakni mereka minim informasi terkait strategi marketing dan kebingungan dalam memulai membuat konten, editing video dan pengelolaan sosial media agar menghasilkan pendapatan. Untuk itu kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini penting untuk dilakukan kepada mitra agar Tim PkM dapat sharing ilmu terkait strategi marketing modern dengan teknologi digital dan teknik kreatif pembuatan video hingga memiliki jangkauan audience yang luas. Metode pengabdian yang dilakukan oleh Tim PkM ini berupa pelatihan kepada anggota mitra dalam strategi marketing melalui media sosial youtube. Hasil dari kegiatan pengabdian ini yakni anggota mitra dapat mengimplementasikan praktik pembuatan konten dan strategi digital marketing, kegiatan ini juga disambut baik dan diberikan respon positif dari anggota kelompok tani makmur pokdakan dan mereka berharap kegiatan pengabdian ini dilaksanakan kembali untuk kedepannya. Kata kunci: budidaya_ikan_lele; kelompok_tani_makmur; pembuatan_konten; pendapatan; strategi_marketing |
Feby Wulandari Sembiring; Muhammad Irfan Sarif (Universitas Pembangunan Panca Budi); Arip Muhridan (Universitas Pembangunan Panca Budi); Irfan Abadi Saragih (Universitas Pembangunan Panca Budi); Mhd Ihsan Abidi (Universitas Pembangunan Panca Budi) |
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 5 No 2 (2025) |
Hal: 617 - 624 [PDF] |
| 890 |
ANALISIS KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA DALAM MENYELESAIKAN OPERASI HITUNG PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BERSUSUN PADA PESERTA DIDIK KELAS II SD NEGERI 010110 AMBALUTU
Lihat AbstrakThe purpose of this study is to examine the cognitive abilities of students in learning addition and subtraction operations with carrying and borrowing in Grade II at SD Negeri 010110 Ambalutu. This research used a descriptive qualitative method. Data were collected through tests on students’ abilities in performing addition and subtraction operations. The subjects of this study were Grade II students of SD Negeri 010110 Ambalutu, while the object of the research was the teaching and learning of addition and subtraction with carrying and borrowing. The population of this study consisted of 26 students. The collected data were analyzed using data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results show that students’ mastery of addition and subtraction operations with carrying and borrowing is uneven. Many students are not careful when counting objects in pictures. Some students do not pay sufficient attention to the images, resulting in counts that are either less or more than the actual number. Several students also make mistakes in writing the forms of addition or subtraction with carrying and borrowing. In addition, some students forget to write the carry-over number when the sum of the units exceeds 10. Overall, students’ cognitive abilities in solving addition and subtraction with carrying and borrowing are in the fair category. The most common mistakes occur in questions that combine numbers and pictures, as students are not yet able to transform visual information into mathematical symbols. Therefore, the use of concrete media, routine practice, and a step-by-step approach is needed to help students improve their ability to perform structured arithmetic operations. |
Ananda Revalina; Nita Kurnia Sari; Anim Anim; Juliyani Safika Dewi; Mufti Annisah Khairani |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8 No 4 (2025) |
Hal: 5552-5556 [PDF] |
| 891 |
PEMANFAATAN MATERIAL BIOMASSA DAN LIMBAH INDUSTRI SEBAGAI ADSORBEN RAMAH LINGKUNGAN UNTUK PENURUNAN KADAR ION CD(II) DAN ZN(II) DALAM LIMBAH CAIR
Lihat AbstrakAbstract: This study aims to evaluate the effectiveness of utilizing biomass and industrial waste materials as environmentally friendly adsorbents in reducing the levels of heavy metal ions Cd(II) and Zn(II) in industrial wastewater. The research sample was a synthetic waste solution with a metal concentration of 10–100 ppm as a model population. The sampling technique used was purposive sampling on four types of adsorbents, namely SCOBY, EDTA-activated teak wood powder, modified fly ash, and iron-magnesium waste. Data were collected through laboratory experiments with metal content measurements using Atomic Absorption Spectroscopy (AAS). Data analysis included Langmuir and Freundlich isotherm methods, as well as pseudo-first and second-order adsorption kinetics models to understand the adsorption mechanism. The results showed that ironmagnesium waste was able to reduce Cd(II) and Zn(II) levels by more than 99%, followed by fly ash and SCOBY biomass with significant efficiency. This study demonstrates the great potential of sustainable adsorbent materials that support the principles of a circular economy and more environmentally friendly waste management solutions. It is recommended to develop industrial scale applications to support the Sustainable Development Goals in the field of providing clean water and proper sanitation.Keyword: Environmentally Friendly Adsorbent, Biomass, Industrial Waste, Heavy Metal Ions, Cd(II), Zn(II) Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pemanfaatan material biomassa dan limbah industri sebagai adsorben ramah lingkungan dalam menurunkan kadar ion logam berat Cd(II) dan Zn(II) dalam limbah cair industri. Sampel penelitian berupa larutan limbah sintetik dengan konsentrasi logam 10–100 ppm sebagai populasi model. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling pada empat jenis adsorben, yaitu SCOBY, serbuk kayu jati teraktivasi EDTA, fly ash termodifikasi, dan limbah besi-magnesium. Data dikumpulkan melalui eksperimen laboratorium dengan pengukuran kadar logam menggunakan Atomic Absorption Spectroscopy (AAS). Analisis data meliputi metode isoterm Langmuir dan Freundlich, serta model kinetika adsorpsi pseudo-orde satu dan dua untuk memahami mekanisme penyerapan. Hasil menunjukkan bahwa limbah besi-magnesium mampu menurunkan kadar Cd(II) dan Zn(II) hingga lebih dari 99%, diikuti oleh fly ash dan biomassa SCOBY dengan efisiensi yang signifikan. Penelitian ini menunjukkan potensi besar material adsorben berkelanjutan yang mendukung prinsip ekonomi sirkular dan solusi pengelolaan limbah yang lebih ramah lingkungan. Disarankan pengembangan skala aplikasi industri guna mendukung tujuan Sustainable Development Goals pada bidang penyediaan air bersih dan sanitasi layak.Kata kunci: Adsorben Ramah Lingkungan, Biomassa, Limbah Industri, Ion Logam Berat, Cd(II), Zn(II) |
Iis Siti Jahro; Aulya Nurfaza Br. Tarigan; Elsa Elperida Pandiangan; Regina Tesalonika Silaban; Theresya Yolanda Kembaren; Vanessa Putri Rizky Simanullang |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8 No 4 (2025) |
Hal: 5027-5033 [PDF] |
| 892 |
OPTIMIZING SOCIAL RESOURCE ALLOCATION THROUGH FUZZY SUGENO INFERENCE NETWORKS FOR DISABILITY PRIORITIZATION IN PUBLIC ASSISTANCE PROGRAMS
Lihat AbstrakAbstract: Resource scarcity in social assistance programs necessitates systematic prioritization mechanisms that integrate multidimensional vulnerability indicators while maintaining transparency and reproducibility. This research proposes a computational framework leveraging Fuzzy Sugeno inference systems to optimize allocation decisions for vulnerable populations, specifically persons with disabilities. The approach transforms qualitative expert assessments and socioeconomic indicators into quantifiable priority scores through four-stage fuzzy processing: fuzzification of crisp input values into membership degrees, activation of 27 IF-THEN inference rules, computation of weighted ?-predicates via minimum operator, and defuzzification via Sugeno's weighted average method producing normalized output [0,1]. Implementation utilized PHP-MySQL architecture with JavaScript-based visualizations to develop a web-accessible prototype capable of processing multifactorial household profiles. Validation across 10 representative cases demonstrates superior consistency relative to conventional manual assessment approaches. The system eliminates subjective bias through deterministic rule-based inference while maintaining semantic alignment with domain expertise. Results indicate the framework generates transparent, auditable, and scalable solutions for social policy implementation, addressing persistent challenges in allocating limited public resources to maximally deserving beneficiaries. The methodology contributes novel applications of computational intelligence to public administration and extends Sugeno fuzzy logic paradigms beyond traditional forecasting domains toward decision support systems.Keyword: fuzzy sugeno; resource allocation; vulnerability assessment; disability prioritization; social policy Abstrak: Kelangkaan sumber daya dalam program bantuan sosial menuntut mekanisme prioritisasi sistematis yang mengintegrasikan indikator kerentanan multidimensi sambil mempertahankan transparansi dan reproducibilitas. Penelitian ini mengusulkan kerangka komputasi yang memanfaatkan sistem inferensi Fuzzy Sugeno untuk mengoptimalkan keputusan alokasi bagi populasi rentan, khususnya penyandang disabilitas. Pendekatan mentransformasi penilaian ahli kualitatif dan indikator sosial-ekonomi menjadi skor prioritas terkuantifikasi melalui pemrosesan fuzzy empat tahap: fuzzifikasi nilai input crisp menjadi derajat keanggotaan, aktivasi 27 aturan inferensi IF-THEN, komputasi ?-predikat tertimbang via operasi minimum, dan defuzzifikasi via metode rata-rata tertimbang Sugeno menghasilkan output ternormalisasi [0,1]. Implementasi memanfaatkan arsitektur PHP-MySQL dengan visualisasi berbasis JavaScript untuk mengembangkan prototipe web-accessible mampu memproses profil rumah tangga multifaktorial. Validasi lintas 10 kasus representatif menunjukkan konsistensi superior relatif terhadap pendekatan penilaian manual konvensional. Sistem mengeliminasi bias subjektif melalui inferensi berbasis aturan deterministik sambil mempertahankan keselarasan semantik dengan expertise domain. Hasil mengindikasikan kerangka kerja menghasilkan solusi transparan, dapat diaudit, dan scalable untuk implementasi kebijakan sosial, mengatasi tantangan persisten alokasi sumber daya publik terbatas kepada beneficiary paling layak. Metodologi berkontribusi aplikasi novel soft computing terhadap administrasi publik dan memperluas paradigma logika fuzzy Sugeno melampaui domain forecasting tradisional menuju sistem pendukung keputusan.Kata kunci: fuzzy sugeno; alokasi sumber daya; penilaian kerentanan; prioritisasi disabilitas; kebijakan sosial |
Mas Sofyan; Khairul Saleh |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8 No 4 (2025) |
Hal: 5020-5026 [PDF] |
| 893 |
PENGARUH KOMBINASI PUPUK ORGANIK KOTORAN AYAM DAN EKOENZIM TERHADAP PERTUMBUHAN SERTA HASIL TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.)
Lihat AbstrakAbstract: This study aimed to evaluate the effects of chicken manure organic fertilizer and eco-enzyme on the growth and yield of shallot (Allium ascalonicum L.). The research was conducted at Jalan Tani Asli No. 03, Dusun I, Desa Tanjung Gusta, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, North Sumatra. The experiment used a factorial Randomized Complete Block Design (RCBD) with 2 factors, 2 blocks, and 32 treatment combinations. The first factor was chicken manure organic fertilizer (A) with four levels: A0 = 100% topsoil, A1 = 75% topsoil + 25% chicken manure, A2 = 50% topsoil + 50% chicken manure, and A3 = 25% topsoil + 75% chicken manure. The second factor was eco-enzyme (E) with four levels: E0 = 0 ml/300 ml water/plant, E1 = 10 ml/300 ml, E2 = 20 ml/300 ml, and E3 = 30 ml/300 ml. Observed parameters included plant height, number of tillers, fresh bulb weight per plot, dry bulb weight per plot, and bulb diameter per sample. The results showed that chicken manure significantly affected all measured parameters, while the application of eco-enzyme and the interaction between both factors did not have a significant effect.Keywords: : Chicken Manure Organic Fertilizer, Ecoenzymes, Shallots. Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh pupuk organik kotoran ayam dan ekoenzim terhadap pertumbuhan serta hasil tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.). Penelitian dilaksanakan di Jalan Tani Asli No. 03, Dusun I, Desa Tanjung Gusta, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor, 2 blok, dan 32 kombinasi perlakuan. Faktor pertama adalah pupuk organik kotoran ayam (A) dengan empat taraf: A0 = 100% topsoil, A1 = 75% topsoil + 25% kotoran ayam, A2 = 50% topsoil + 50% kotoran ayam, dan A3 = 25% topsoil + 75% kotoran ayam. Faktor kedua adalah ekoenzim (E) dengan empat taraf: E0 = 0 ml/300 ml air/tanaman, E1 = 10 ml/300 ml, E2 = 20 ml/300 ml, dan E3 = 30 ml/300 ml. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah anakan, bobot umbi basah per plot, bobot umbi kering per plot, dan diameter umbi per sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk kotoran ayam berpengaruh sangat nyata pada seluruh parameter, sedangkan pemberian ekoenzim maupun interaksi keduanya tidak memberikan pengaruh signifikan.Kata kunci: Bawang Merah, Ekoenzim, Pupuk Organik Kotoran Ayam. |
Maimunah Siregar |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8 No 4 (2025) |
Hal: 5013-5019 [PDF] |
| 894 |
ANALISIS KESULITAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PADA MATERI PECAHAN DI SDN 010085 KISARAN
Lihat AbstrakTujuan dan sasaran dari penelitian ini yaitu untuk mengevaluasi kemampuan siswa khususnya siswa kelas V di SDN 010085 Kota Kisaran tepatnya pada pemecahan masalah mengenai pecahan, terutama pada operasi hitung matematika kabatakur (kali, bagi, tambah kurang) pada materi pecahan. Pemecahan masalah matematika harus dimiliki oleh peserta didik pada pembelajaran matematika yang sangat berguna juga untuk kedepannya, maka dari itu peneliti melakukan penelitian atau evaluasi mengenai ini. Cara pemecahan masalah menurut Polya, yang mengevaluasi keterampilan pemecahan masalah siswa, diterapkan dalam metode penelitian kualitatif deskriptif ini. Metode ini memiliki 4 langkah yakni: memahami masalah, merumuskan solusi atau hasil, melakukan rencana, dan menganalisis hasilnya. Pengambilan sampel secara purposif digunakan untuk memilih subjek penelitian. Dari 12 siswa kelas V SDN 010085 Kota Kisaran, yang telah melakukan tes soal mengenai pemecahan masalah terdapat siswa yang mempunyai kemampuan pemecahan masalah pada kelompok “Tinggi” sebanyak 41,7%, kemudian siswa yang mempunyai kemampuan pemecahan masalah pada kelompok “Sedang” sebanyak 16,7%, dan siswa yang mempunyai kemampuan pemecahan masalah pada kelompok “Rendah” sebanyak 41,7%. |
Fiqih Andrian Nasution (Universitas Asahan, Program Studi Pendidikan Matematika); Juwita Juwita (Universitas Asahan, Program Studi Pendidikan Matematika); Luri Nursucita (Universitas Asahan, Program Studi Pendidikan Matematika); Anim Anim (Universitas Asahan, Program Studi Pendidikan Matematika) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8 No 4 (2025) |
Hal: 5557–5564 [PDF] |
| 895 |
ANALISIS SENTIMEN TERHADAP ULASAN PENGGUNA APLIKASI RUMAH PENDIDIKAN DI PLAYSTORE MENGGUNAKAN ALGORITMA NAIVE BAYES
Lihat AbstrakAbstract: The development of digital technology has led to the emergence of various educational applications that play an important role in supporting the teaching and learning process. One of the most widely used applications is Rumah Pendidikan, which provides a variety of online learning features. However, user perceptions and experiences of this application vary greatly, requiring a systematic analysis to determine public sentiment towards the application. This study aims to apply the Naive Bayes Classifier algorithm in analyzing user sentiment reviews of the Rumah Pendidikan application on the Google Playstore platform. The data, consisting of 284 reviews, was classified into three sentiment categories, namely positive, negative, and neutral. The analysis process included data cleaning, tokenization, stopword removal, and TF-IDF vectorization before classification. The results show that the Naive Bayes algorithm is capable of classifying sentiment with an accuracy of 78.95%, a precision value of 72%, a recall of 67%, and an F1-score of 70%. These findings indicate that the Naive Bayes approach is effective in identifying user sentiment towards the Rumah Pendidikan application. The findings of this analysis can be used by developers as a basis for consideration in improving the quality of the application and user satisfaction in the future.Keyword: Sentiment Analysis, Naive Bayes, Rumah Pendidikan Application, Google Play Store Abstrak: Perkembangan teknologi digital telah mendorong munculnya berbagai aplikasi pendidikan yang berperan penting dalam mendukung proses belajar-mengajar. Salah satu aplikasi yang banyak digunakan adalah Rumah Pendidikan, yang menyediakan beragam fitur pembelajaran daring. Meskipun demikian, persepsi dan pengalaman pengguna terhadap aplikasi ini sangat beragam, sehingga diperlukan analisis yang sistematis untuk mengetahui sentimen masyarakat terhadap aplikasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan algoritma Naive Bayes Classifier dalam menganalisis sentimen ulasan pengguna terhadap aplikasi Rumah Pendidikan pada platform Google Playstore. Data yang terdiri atas 284 ulasan diklasifikasikan ke dalam tiga kategori sentimen, yaitu positif, negatif, dan netral. Proses analisis meliputi tahap data cleaning, tokenization, stopword removal, serta TF-IDF vectorization sebelum dilakukan klasifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma Naive Bayes mampu mengklasifikasikan sentimen dengan akurasi sebesar 78.95%, nilai precision sebesar 72%, recall sebesar 67%, dan F1-score sebesar 70%. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan Naive Bayes mampu bekerja secara efektif dalam mengidentifikasi sentimen pengguna terhadap aplikasi Rumah Pendidikan. Temuan analisis tersebut dapat dimanfaatkan oleh pengembang sebagai dasar pertimbangan dalam meningkatkan kualitas aplikasi dan tingkat kepuasan pengguna di masa mendatang.Kata kunci: Analisis Sentimen, Naive Bayes, Rumah Pendidikan, Playstore |
Abdul Razaq (Universitas Pembangunan Panca Budi); Rahmat Hidayat (Universitas Pembangunan Panca Budi); Ryan Fahreza Pasaribu (Universitas Pembangunan Panca Budi); Zulham Sitorus (Universitas Pembangunan Panca Budi) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8 No 4 (2025) |
Hal: 5106-5012 [PDF] |
| 896 |
ANALISIS KESULITAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA PADA MATERI PERBANDINGAN SD SWASTA ALWASHLIYAH 80 KISARAN
Lihat AbstrakAbstract: This study aims to describe students' mathematical communication skills in solving comparison problems. A total of 32 sixth-grade students at AlWashliyah 80 Kisaran Private Elementary School were the subjects of this study. Data were collected by giving three essay questions focusing on comparison material. The results of the analysis showed that only a small percentage of students, namely 18.75%, had high mathematical communication skills. Another 25% were in the moderate category, while the majority of students, 56.25%, were classified as having low communication skills. Students in the high category were able to meet all the expected indicators, while students in the moderate category were only able to master two indicators. Students in the low category were generally only able to achieve one indicator. These findings confirm that mathematical communication skills play an important role in helping students understand problems and solve math questions more effectively. Keywords: Analysis; ability; mathematical communication; comparison. Abstrak: Penelitian ini bertujuan menggambarkan kemampuan komunikasi matematis siswa dalam menyelesaikan soal perbandingan. Sebanyak 32 siswa kelas VI di SD Swasta AlWashliyah 80 Kisaran menjadi subjek dalam penelitian ini. Data dikumpulkan melalui pemberian tiga soal uraian yang berfokus pada materi perbandingan. Hasil analisis menunjukkan bahwa hanya sebagian kecil siswa, yakni 18,75%, yang memiliki kemampuan komunikasi matematis pada kategori tinggi. Sebanyak 25% lainnya berada pada kategori sedang, sedangkan mayoritas siswa, yaitu 56,25%, tergolong memiliki kemampuan komunikasi yang rendah. Siswa yang termasuk kategori tinggi mampu memenuhi seluruh indikator yang diharapkan, sementara siswa yang berada pada kategori sedang hanya dapat menguasai dua indikator. Adapun siswa dengan kategori rendah umumnya hanya mampu mencapai satu indikator saja. Temuan ini menegaskan bahwa kemampuan komunikasi matematis memegang peran penting dalam membantu siswa memahami persoalan dan menyelesaikan soal matematika secara lebih efektif. Kata kunci: Analisis; kemampuan; komunikasi matematis; perbandingan. |
Anim Anim (Universitas Asahan); Nur Winda Dewi; Nur Winda Dewi (Universitas Asahan); Suci Ramayanti (Universitas Asahan); Maisahara Dalimunthe (Universitas Asahan) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8 No 4 (2025) |
Hal: 5080-5087 [PDF] |
| 897 |
ANALISIS KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA KELAS V MIT AL-BAROKAH PADA MATERI PERBANDINGAN
Lihat AbstrakAbstract: This research is aimed at exploring broadly how fifth grade students at MIT AL BAROKAH Tanjung Balai build conceptual understanding related to comparative material through a qualitative approach that utilizes information collection from conceptual understanding tests and unstructured interviews which are then processed through the stages of data summarization, presentation of findings and final interpretation referring to the thoughts of Miles and Huberman. The results of data processing show that the majority of the 12 fifth grade students at MIT AL BAROKAH show tendencies as described below: (1) The level of mastery of mathematical concepts in the comparison material shows that there are 4 students in the high category, then 2 students are in the medium category and 6 students are in the low category based on the results of mapping their abilities; (2) The level of mathematical concept comprehension ability with detailed indicators of restating a concept related to understanding the relationship between mathematical topics, indicators providing examples and non-examples of mathematical concepts related to applying mathematical concepts to other scientific disciplines, and indicators applying related concepts in everyday life. Keyword: conceptual understanding; comparison; basic education. Abstrak: Penelitian ini diarahkan untuk mengungkap secara mendalam kemampuan pemahaman konsep para siswa kelas V di MIT AL BAROKAH Tanjung Balai mengenai materi perbandingan melalui pendekatan kualitatif yang menghimpun data dari tes pemahaman konsep dan wawancara bebas yang selanjutnya diproses dengan langkah peringkasan penyajian serta simpulan akhir mengikuti gagasan Miles dan Huberman. Temuan proses analisis memperlihatkan bahwa mayoritas dari 12 peserta didik kelas V MIT AL BAROKAH menampakkan kecenderungan sebagaimana dijelaskan berikut: (1) Tingkatan pemahaman konsep matematika dalam materi perbandingan memperlihatkan bahwa ada 4 peserta didik pada tingkatan tinggi kemudian 2 peserta didik pada tingkatan sedang serta 6 peserta didik pada tingkatan rendah setelah dilakukan pemetaan kemampuan; (2) Tingkatan pemahaman konsep matematika meliputi uraian indikator tentang kemampuan menyatakan kembali gagasan matematika yang berhubungan dengan pengenalan relasi antar topik matematika kemudian indikator yang menunjukkan kecakapan memberikan contoh maupun bukan contoh dari konsep matematika yang terkait dengan penerapan konsep dalam berbagai cabang ilmu serta indikator kemampuan mengaplikasikan konsep tersebut dalam kegiatan hidup sehari hari. Kata kunci: pemahaman konsep; perbandingan; pendidikan dasar. |
Anim Anim (Universitas Asahan); Chaliza Shabina Pulungan (Universitas Asahan); Nurhikmah Lubis (Universitas Asahan); Gina Yuningsih (Universitas Asahan) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8 No 4 (2025) |
Hal: 5074-5079 [PDF] |
| 898 |
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI DI SMP KEMALA BHAYANGKARI MAKASSAR
Lihat AbstrakAbstrak: This study aims to develop a cooperative learning model of the Jigsaw type based on the HIKMAH syntax, tailored to the characteristics of Physical Education learning at the junior high school level. The background of the research stems from the issue of low student participation and engagement in Physical Education classes, which are still predominantly teacher-centered. This research employs a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE development model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation).The product developed includes a model guidebook, lesson plans (RPP), student activity sheets (LAS), and assessment instruments. The model integrates the stages of the Jigsaw type into the HIKMAH syntax (Connect–Identify–Group–Deliberate–Apply–Reflect). Validation by content experts, cooperative learning experts, and educational evaluation experts concluded that the product is suitable for use with minor revisions. A limited trial was conducted on 8th-grade students of SMP Kemala Bhayangkari Makassar.The results showed that the developed model increased student active participation, improved group collaboration, and enhanced learning outcomes. The average student score improved from 68 (pretest) to 83 (posttest), with more than 80% of students actively engaged. Therefore, the cooperative learning model of the Jigsaw type based on HIKMAH syntax is effective for use in junior high school Physical Education. Keywords: development, learning model, cooperative, Jigsaw, Physical Education, HIKMAH Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw berbasis sintaks HIKMAH yang sesuai dengan karakteristik pembelajaran Pendidikan Jasmani di SMP. Latar belakang penelitian ini berangkat dari permasalahan rendahnya partisipasi aktif dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran PJOK, yang masih didominasi oleh pendekatan teacher-centered. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan mengadaptasi model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Produk yang dikembangkan meliputi buku panduan model pembelajaran, RPP, lembar aktivitas siswa (LAS), dan instrumen evaluasi. Model ini mengintegrasikan tahapan Jigsaw ke dalam sintaks HIKMAH (Hubungkan–Identifikasi–Kelompokkan–Musyawarahkan–Aplikasikan–Hasilkan refleksi). Validasi dilakukan oleh ahli materi, ahli pembelajaran kooperatif, dan ahli evaluasi pendidikan, menunjukkan bahwa produk dinyatakan layak digunakan dengan revisi minor. Uji coba terbatas dilakukan pada siswa kelas VIII SMP Kemala Bhayangkari Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model yang dikembangkan mampu meningkatkan partisipasi aktif siswa, memperkuat kerja sama dalam kelompok, dan meningkatkan hasil belajar. Rata-rata nilai siswa meningkat dari 68 (pretest) menjadi 83 (posttest), dengan lebih dari 80% siswa menunjukkan keterlibatan aktif. Dengan demikian, model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw berbasis HIKMAH efektif digunakan dalam pembelajaran PJOK tingkat SMP.Kata kunci: pengembangan, model pembelajaran, kooperatif, Jigsaw, Pendidikan Jasmani, HIKMAH |
Nurhikmah Nurhikmah (Universitas Megarezky); Tri Angriawan (3Universitas Negeri Makassar); Nurliati Syamsuddin (Universitas Negeri Makassar) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8 No 4 (2025) |
Hal: 5099-5105 [PDF] |
| 899 |
IMPLEMENTASI PERATURAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR 1 TAHUN 2024 TENTANG PEDOMAN MENGADILI PERKARA PIDANA BERDASARKAN KEADILAN RESTORATIF
Lihat AbstrakAbstract: Restorative justice is a new approach to the criminal justice system that prioritizes the principle of restoration over retribution. Unlike conventional approaches that focus on punishing the perpetrator, restorative justice emphasizes dialogue, reparation, and the creation of consensus between the perpetrator, victim, and community. This approach is considered more humane and capable of providing equitable solutions for all parties. Supreme Court Regulation of the Republic of Indonesia Number 1 of 2024 was issued in response to the need for official guidelines for judges in applying restorative justice principles. The introduction of this Supreme Court Regulation represents a strategic step in encouraging a paradigm shift in criminal law that focuses not only on the perpetrator but also considers the rights and interests of victims. The Tanjungbalai District Court is one of the courts that has begun implementing this Supreme Court Regulation. However, implementation in the field has not always been smooth. Various obstacles arise from regulations, lack of understanding of officials, limited resources, and resistance from the legal community itself. Therefore, an in-depth study is needed to determine the extent to which this Supreme Court Regulation is being implemented and the obstacles faced by the Tanjungbalai District Court. Keyword: Restorative Justice; Criminal Cases; Courts Abstrak: Keadilan restoratif merupakan pendekatan baru dalam sistem peradilan pidana yang mengedepankan prinsip pemulihan (restorasi) dibanding pembalasan (retribusi). Berbeda dari pendekatan konvensional yang berorientasi pada pemberian hukuman terhadap pelaku, keadilan restoratif lebih menekankan pada proses dialog, pemulihan kerugian, dan penciptaan kesepakatan antara pelaku, korban, dan masyarakat. Pendekatan ini dianggap lebih humanis dan mampu memberikan solusi yang berkeadilan bagi semua pihak. Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2024 lahir sebagai respon terhadap kebutuhan akan pedoman resmi bagi hakim dalam menerapkan prinsip keadilan restoratif. Kehadiran Peraturan Mahkamah Agung ini menjadi langkah strategis dalam mendorong transformasi paradigma hukum pidana yang tidak hanya berfokus pada pelaku, melainkan juga memperhatikan hak-hak dan kepentingan korban. Pengadilan Negeri Tanjungbalai menjadi salah satu pengadilan yang telah mulai mengimplementasikan Peraturan Mahkamah Agung ini. Namun demikian, penerapan di lapangan tidak selalu berjalan lancar. Terdapat berbagai hambatan baik dari segi regulasi, pemahaman aparat, keterbatasan sarana, hingga resistensi dari masyarakat hukum itu sendiri. Oleh karena itu, diperlukan kajian mendalam mengenai sejauh mana Peraturan Mahkamah Agung ini diterapkan dan bagaimana kendala yang dihadapi oleh Pengadilan Negeri Tanjungbalai. Kata kunci: Keadilan Restoratif; Perkara Pidana; Pengadilan. |
Suriani Suriani (Universitas Asahan); Mhd. Azhari Efendi (Universitas Asahan) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8 No 4 (2025) |
Hal: 5090-5098 [PDF] |
| 900 |
ANALISIS KESULITAN BELAJAR SISWA KELAS III SD DALAM MEMAHAMI KONSEP PERKALIAN DI SDN 010106 SEI SILAU BARAT
Lihat AbstrakAbstract: This research aims to analyze the difficulties experienced by third-grade students in understanding the concept of multiplication at SDN 010106 Sei Silau Barat. The study involved 19 students as research subjects and employed a descriptive qualitative method with data collected through written tests. The tests were designed to identify the types of difficulties students faced in learning the basic concept of multiplication, such as errors in memorizing multiplication facts, inability to associate multiplication with repeated addition, and mistakes in applying the concept to word problems. The findings revealed that most students still struggled to connect the concept of multiplication with the concrete meaning of repeated processes. This indicates that students have not yet developed a strong conceptual understanding of multiplication and tend to rely on rote memorization instead of meaningful comprehension. Furthermore, it was found that the main causes of these difficulties were insufficient conceptual understanding, learning habits focused on memorization, and the limited use of contextual learning media that could help visualize the concept. Therefore, it is suggested that teachers implement more concrete and contextual teaching approaches, such as using real-life examples, manipulatives, and visual aids, to help students grasp the meaning of multiplication deeply and meaningfully, fostering better understanding and long-term retention of mathematical concepts. Keyword: difficulties; students;multiplication;understanding;contextual. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan yang dialami siswa kelas III dalam memahami konsep perkalian di SDN 010106 Sei Silau Barat. Subjek penelitian berjumlah 19 orang siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui tes tertulis. Tes tersebut dirancang untuk mengidentifikasi jenis kesulitan yang dihadapi siswa dalam memahami konsep dasar perkalian, seperti kesalahan dalam menghafal fakta perkalian, ketidakmampuan mengaitkan perkalian dengan penjumlahan berulang, serta kesalahan dalam penerapan konsep pada soal cerita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa masih mengalami kesulitan dalam menghubungkan konsep perkalian dengan makna konkret dari proses berulang. Selain itu, ditemukan bahwa faktor utama penyebab kesulitan tersebut adalah kurangnya pemahaman konseptual, kebiasaan belajar yang mengandalkan hafalan, serta keterbatasan penggunaan media pembelajaran yang kontekstual. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan agar guru menggunakan pendekatan pembelajaran yang lebih konkret dan kontekstual untuk membantu siswa memahami konsep perkalian secara mendalam. Temuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pengembangan strategi pembelajaran matematika yang lebih efektif dan relevan dengan kebutuhan siswa sekolah dasar. Kata Kunci: kesulitan; perkalian; siswa; pemahaman; kontekstual. |
Anim Anim (Universitas Asahan); Dinda Ariyani (Universitas Asahan); Ruri Ayu Ningsih (Universitas Asahan); Ruri Emalia (Universitas Asahan) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8 No 4 (2025) |
Hal: 5066-5073 [PDF] |
Berbagai jurnal ilmiah multidisiplin yang terakreditasi dan terindeks secara nasional maupun internasional.
Jurnal ilmiah nasional multidisiplin yang mencakup sains, sosial, pendidikan, ekonomi, dan teknologi. Terbit 6 kali setahun (Feb, Apr, Jun, Agu, Okt, Des). Terakreditasi SINTA 4 berdasarkan SK No. 152/E/KPT/2023.
Jurnal nasional yang memuat hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat sosial serta teknologi, mencakup bidang komputer, pendidikan, sosial humaniora, dan kesehatan. Terbit 2 kali setahun (April dan Desember).
Jurnal ilmiah yang memuat dan menyebarluaskan hasil penelitian, kajian mendalam, dan ide-ide inovatif di bidang ilmu pendidikan. Inovasi guru dan dosen dalam pembangunan sektor pendidikan dapat memberikan kontribusi positif bagi institusi pendidikan.
Jurnal Teknologi Komputer dan Sistem Informasi yang memuat hasil penelitian di bidang Computer Science, Data Mining, Machine Learning, Deep Learning, Computer Engineering, Information Systems, dan Software Engineering. Terbit 2 kali setahun (Feb dan Agu).
Jurnal yang berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dalam bidang pendidikan, menyediakan ruang bagi akademisi untuk mempublikasikan kajian-kajian pendidikan yang relevan dan bermanfaat bagi pengembangan ilmu pendidikan.
Kami berkomitmen memberikan pengalaman publikasi ilmiah terbaik bagi seluruh peneliti dan akademisi.
Semua jurnal kami menerapkan kebijakan akses terbuka, memungkinkan siapa saja untuk membaca, mengunduh, dan membagikan artikel secara gratis.
Setiap naskah melewati proses review sejawat (peer review) yang ketat untuk memastikan kualitas dan orisinalitas publikasi ilmiah.
Beberapa jurnal kami telah terakreditasi SINTA oleh Kemdikbud, membuktikan standar kualitas publikasi yang diakui secara nasional.
Jurnal kami terindeks di berbagai basis data nasional dan internasional seperti GARUDA, OneSearch, Scilit, BASE, dan Dimensions.
Dengan sistem OJS terintegrasi, proses submit, review, hingga publikasi dilakukan secara digital dan efisien.
Seluruh karya dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0, melindungi hak cipta sekaligus mendorong penyebarluasan.
Kirimkan naskah ilmiah Anda ke salah satu jurnal kami dan dapatkan manfaat publikasi open access yang luas.