Dashboard 52 Jurnal Keunggulan Tentang Kami
Kirim Naskah
Open Access Journal Portal

Portal Jurnal Ilmiah
Goretan Pena

Website ini merupakan portal resmi untuk berbagai jurnal ilmiah yang dikelola dengan platform Open Journal Systems (OJS). Kami berkomitmen menyediakan wadah publikasi akademik yang kredibel, terbuka, dan mudah diakses.

5
Jurnal Aktif
2
Terakreditasi SINTA
6
Indeksasi
OA
Open Access
Scroll

Katalog Paper (Fast Load)

Reset
No Judul & Abstrak Penulis & Afiliasi Jurnal & Edisi Metadata
781 PENYULUHAN HUKUM TENTANGPIDANA TERHADAP PELAKU PENGANIAYAAN DENGAN RETARDASI MENTAL
Lihat Abstrak

Abstract:Mental retardation is categorized as People with Mental Problems (ODMK) as referred to in Article 1 number 2 of Law Number 18 of 2014 concerning Mental Health, namely people who have physical, mental, social, developmental, and/or quality of life problems who are at risk of experiencing mental disorders. This thesis aims to analyze how criminal liability is applied to perpetrators of criminal acts of abuse who suffer from mental retardation, as well as to re-analyze the basis for the judge's considerations in issuing a verdict against the perpetrator, by referring to Decision Number 817/Pid.B/2024/PN.Kis. This study uses a normative juridical approach method with a descriptive research type. Data were obtained through literature studies by reviewing statutory regulations, legal literature, and court decision documents. The analysis was carried out qualitatively-descriptively against relevant legal norms and concrete case studies. The results of the study indicate that perpetrators of criminal acts of abuse who suffer from mental retardation cannot be fully held criminally responsible if it is proven that their mental condition affects their ability to understand or control their actions as regulated in Article 44 of the Criminal Code. In Case Number 817/Pid.B/2024/PN.Kis, although the defendant was proven to have committed assault according to Article 351 paragraph (1) of the Criminal Code, ideally the medical evidence process related to the defendant's mental condition would be the main basis in the judge's considerations, as well as trial facts to determine the appropriateness of criminal responsibility for the defendant in accordance with the principles of criminal law and protection for people with mental retardation. Keywords: Criminal, Responsibility  Abstrak: Retardasi mental dikategorikan sebagai Orang Dengan Masalah Kejiwaan (ODMK) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 angka 2 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa, yaitu orang yang memiliki masalah fisik, mental, sosial, pertumbuhan, dan/atau kualitas hidup yang berisiko mengalami gangguan jiwa. Skripsi ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pertanggungjawaban pidana diterapkan terhadap pelaku tindak pidana penganiayaan yang mengalami retardasi mental, serta menganalisis kembali dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan terhadap pelaku tersebut, dengan merujuk pada Putusan Nomor 817/Pid.B/2024  /PN.Kis. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui studi kepustakaan dengan mengkaji peraturan Perundang-Undangan, literatur hukum, serta dokumen putusan pengadilan. Analisis dilakukan secara kualitatif-deskriptif terhadap norma hukum yang relevan serta studi kasus konkret. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku tindak pidana penganiayaan yang menderita retardasi mental tidak dapat sepenuhnya dimintai pertanggungjawaban pidana apabila terbukti bahwa kondisi kejiwaannya memengaruhi kemampuannya memahami atau mengendalikan perbuatannya sebagaimana diatur dalam Pasal 44 KUHP. Dalam Perkara Nomor 817/Pid.B/  2024/PN.Kis, meskipun terdakwa terbukti melakukan penganiayaan sesuai Pasal 351 ayat (1) KUHP, idealnya proses pembuktian medis terkait kondisi kejiwaan terdakwa akan menjadi landasan utama dalam pertimbangan hakim. serta fakta persidangan untuk menentukan kelayakan pertanggungjawaban pidana terhadap terdakwa sesuai prinsip-prinsip hukum pidana dan perlindungan terhadap ODMK. Kata Kunci: Pidana, Pertanggungjawaban

Sofian Sofian (Universitas Muhammadiyah Asahan); Abdul Azis Manurung (Universitas Muhammadiyah Asahan); Ari Dermawan (Universitas Royal) Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat
Vol 5 No 2 (2025)
Hal: 675 - 683
[PDF]
782 PENGEMBANGAN LABORATORIUM MIXED REALITY (MR) UNTUK SIMULASI PRAKTIK TEKNIK MESIN BAGI GURU SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK)
Lihat Abstrak

Abstract: Limited access to laboratory facilities in vocational education, particularly in the field of mechanical engineering, often becomes a major obstacle in providing safe and industry-relevant practical experiences. Vocational high school (SMK) teachers in Bontang face challenges in delivering effective and efficient practice-based learning. This study aims to develop a Mixed Reality (MR) Laboratory as an innovative solution for simulating mechanical engineering practices. The MR Mixed Lab is designed to provide interactive learning experiences through mixed reality technology, enabling teachers to guide students in understanding machine assembly and disassembly concepts without the risk of equipment damage or injury. In addition, MR implementation can reduce operational practice costs and increase the frequency of training within a more realistic learning environment. The research method employed is Research and Development (R&D) with the ADDIE model, which consists of the stages of Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The development process involves user needs analysis, system design, creation of interactive 3D models, and effectiveness testing involving vocational school teachers. Data are collected through observation, questionnaires, and interviews to evaluate usability, learning effectiveness, and user engagement. The expected outcome is an MR Lab prototype that is relevant, feasible, and beneficial for vocational education. Keywords: Mixed Reality (MR), Practice Simulation, Mechanical Engineering, Digital Laboratory, Teacher Abstrak: Keterbatasan akses laboratorium dalam pendidikan vokasi, khususnya pada bidang teknik mesin, sering menjadi kendala utama dalam memberikan pengalaman praktik yang aman dan relevan dengan kondisi industri. Guru SMK di Bontang menghadapi tantangan dalam menyediakan sarana pembelajaran praktik yang efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Laboratorium Mixed Reality (MR) sebagai solusi inovatif untuk simulasi praktik teknik mesin. MR Mixed Lab dirancang untuk memberikan pengalaman pembelajaran interaktif melalui teknologi realitas campuran, memungkinkan guru membimbing siswa dalam memahami konsep perakitan dan pembongkaran mesin tanpa risiko kerusakan peralatan atau cedera. Selain itu, penggunaan MR dapat menekan biaya operasional praktik serta meningkatkan frekuensi latihan dalam lingkungan belajar yang lebih realistis. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang mencakup tahapan Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Proses pengembangan melibatkan analisis kebutuhan pengguna, desain sistem, pembuatan model 3D interaktif, serta pengujian efektivitas dengan melibatkan guru SMK. Data dikumpulkan melalui observasi, kuesioner, dan wawancara untuk mengevaluasi kemudahan penggunaan, efektivitas pembelajaran, serta tingkat keterlibatan pengguna. Hasil penelitian diharapkan dapat menghadirkan prototipe MR Lab yang relevan, layak, dan bermanfaat bagi pendidikan vokasi Kata kunci: Mixed Reality (MR), Simulasi Praktik, Teknik Mesin, Laboratorium Digital, Guru

Nur Imansyah (Sekolah Tinggi Teknologi Bontang); Rachmah Agus Putri (Sekolah Tinggi Teknologi Bontang) JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH
Vol 8 No 4 (2025)
Hal: 5599-5607
[PDF]
783 DETEKSI DAN KLASIFIKASI MANFAAT MORINGA OLIEVERA UNTUK KESEHATAN MENGGUNAKAN TEKNIK MACHINE LEARNING DAN IMAGE PROCESSING
Lihat Abstrak

Abstract: Moringa Olivera (MO) is a plant that offers numerous health benefits. In recent years, the leaves, seeds, and flowers of Moringa have been traditionally used in medicine. The leaves of Moringa Olivera contain various nutrients such as vitamins, minerals, amino acids, beta carotene, antioxidants, and other beneficial compounds. These compounds have the potential to help treat a range of diseases. Therefore, there is limited research available that classifies the specific content of these compounds in Moringa leaves. In this study, the traditional benefits of MO for treating diseases will be classified using Machine Learning (ML) techniques. Before classification, image processing steps such as preprocessing, segmentation, and feature extraction are performed to create an image dataset. As a result, 381 images of Moringa Olivera are categorized into two groups: 167 dry MO images and 214 wet MO images. The dataset is then organized based on the compound content and the diseases that can be treated. The next step involves using the SVM model to classify the images based on the benefit label, with 15 different disease categories. The SVM model achieves a training accuracy of 0.9078947368421053 and a testing accuracy of 0.8026315789473685, which are higher than those achieved by a regression classification model. Keywords: Detection, Classification, Moringa Olievera, Machine Learning, Image Procesing. Abstrak: Moringa Olivera (MO) merupakan tanaman yang memiliki banyak manfaat bagi dunia Kesehatan. Dalam beberapa dekade terakhir daun, biji, dan bunga MO telah banyak dimanfaatkan secara tradisional dalam melakukan pengobatan. Bagian daun MO mengandung Vitamin, Mineral, Asam Amino, Beta Karoten, Antioksidan, dan masih banyak lagi. Kandungan senyawa ini yang dapat dimanfaatkan untuk mengatasi berbagai penyakit. Namun, masih minim penelitian yang dilakukan untuk melakukan klasfikasi kandungan senyawa dari daun kelor. Oleh karena itu, pada penelitian ini akan dilakukan klasifikasi manfaat MO untuk mengobati penyakit secara tradisional menggunakan Teknik Machine Learning (ML). Pada penelitian ini sebelum dilakukan klasifikasi maka akan dilakukan pengolahan citra seperti preprocessing, segmentasi, dan ekstraksi untuk mendapatkan dataset citra. Hasilnya 381 citra MO dapat dibentuk menjadi suatu dataset berdasarkan dua kaegori yaitu 167 MO kering dan 214 MO basah. Dataset yang telah terbentuk kemudian dikumpulkan berdasarkan kandungan senyawa yang dimiliki dan penyakit yang dapat diobati. Tahapan selanjutnya menggunakan model SVM untuk melakukan klasifikasi berdasarkan label manfaat dengan 15 kelas penyakit. Hasilnya akurasi model pelatihan SVM sebesar 0,9078947368421053 dan pengujian sebesar 0,8026315789473685 lebih baik dari model klasifikasi regresi. Kata kunci: Deteksi, Klasifikasi, Moringa Olievera, Machine Learning, Image Procesing.

Meinahen Budi Bansoma (Universitas Citra Bangsa) JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH
Vol 8 No 4 (2025)
Hal: 5589-5598
[PDF]
784 STUDI TENTANG POTENSI MOBILE-ASSISTED LANGUAGE LEARNING DALAM PEMBELAJARAN BAHASA PRANCIS UNTUK MAHASISWA BARU DI UNIMED
Lihat Abstrak

Abstract: French language learning for first-year students at Universitas Negeri Medan (UNIMED) still faces several challenges, particularly related to the limitations of conventional teaching methods that lack flexibility and integration with technological developments. Along with the rapid advancement of information and communication technology, Mobile-Assisted Language Learning (MALL) has emerged as an innovative approach with the potential to enhance the quality of foreign language learning. This study aims to examine the potential, benefits, and challenges of using MALL in French language learning for first-year students at UNIMED. A descriptive qualitative approach was employed, involving first-year French language education students and French language lecturers as research participants. Data were collected through in-depth interviews, questionnaires, observations, and document analysis, and analyzed using thematic analysis and descriptive statistics. The findings indicate that the use of MALL increases students’ motivation, confidence, and French language proficiency, particularly in speaking and listening skills, with an average improvement of 15%. However, several challenges were also identified, including limited internet access, the dominance of English as the instructional language in some applications, and insufficient integration between mobile learning and face-to-face instruction. Therefore, more structured integration strategies and lecturer training are required to optimize the implementation of MALL in French language learning at UNIMED.Keywords: Mobile-Assisted Language Learning, MALL, French language learning, educational technology, first-year students.Abstrak: Pembelajaran bahasa Prancis bagi mahasiswa baru di Universitas Negeri Medan (UNIMED) masih menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait keterbatasan metode pembelajaran konvensional yang kurang fleksibel dan kurang terintegrasi dengan perkembangan teknologi. Seiring pesatnya perkembangan teknologi informasi, Mobile-Assisted Language Learning (MALL) hadir sebagai alternatif inovatif yang berpotensi meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa asing. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi, manfaat, dan tantangan penggunaan MALL dalam pembelajaran bahasa Prancis bagi mahasiswa baru di UNIMED. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif dengan subjek mahasiswa baru dan dosen pengajar bahasa Prancis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, kuesioner, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik dan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan MALL mampu meningkatkan motivasi, kepercayaan diri, serta keterampilan berbahasa Prancis mahasiswa, khususnya pada aspek berbicara dan mendengarkan, dengan peningkatan rata-rata kemampuan sebesar 15%. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan sejumlah kendala, seperti keterbatasan akses internet, ketergantungan bahasa Inggris pada aplikasi, serta kurangnya integrasi MALL dengan pembelajaran tatap muka. Oleh karena itu, diperlukan strategi integrasi yang lebih terstruktur serta pelatihan bagi dosen agar pemanfaatan MALL dapat dioptimalkan dalam pembelajaran bahasa Prancis di UNIMED.Kata kunci: Mobile-Assisted Language Learning, MALL, pembelajaran bahasa Prancis, teknologi pembelajaran, mahasiswa baru.

Hadijah Handayani Sibuea (Universitas Negeri Medan); Riza Harani Bangun (Universitas Negeri Medan) JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH
Vol 8 No 3 (2025)
Hal: 3596-3603
[PDF]
785 PENYULUHAN HUKUM TENTANGPERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN MERUPAKAN PERLINDUNGAN HUKUM DAN HAM DI INDONESIA
Lihat Abstrak

Abstract : Human Rights begin with the natural dignity and human rights that humans possess that cannot be revoked and are seen as rights that are inherent and rooted in the nature and dignity of humans as creatures of God Almighty that are carried from birth and are absolute. Including current developments related to witnesses and victims is part of Human Rights. The research method used in this article is normative, namely legal research conducted by examining library materials, with a focus on the legislative approach. The formulation of the problem is that the Protection of Witnesses and Victims is Legal Protection and Human Rights in Indonesia. And Human Rights and Human Rights Violations. Article 1 number (1) of Government Regulation Number 2 of 2002 concerning Procedures for Protection of Victims and Witnesses in Serious Human Rights Violations states that: Protection is a form of service that must be carried out by law enforcement officers or security officers to provide a sense of security, both physical and mental, to victims and witnesses, from threats, harassment, terror, and violence from any party, which is given at the stage of investigation, inquiry, prosecution, and or examination in court. Law Number 39 of 1999 concerning Human Rights and Law Number 26 of 2000 concerning Human Rights Courts provide the same understanding of Human Rights. Keywords: Protection, Witnesses, Victims Abstrak : Hak Asasi Manusia dimulai dari martabat alamiah dan hak-hak kemanusiaan yang dimiliki oleh manusia yang tidak dapat dicabut dan dipandang sebagai hak-hak yang melekat dan berakar pada hakikat dan martabat manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang dibawa sejak lahir dan bersifat mutlak. Termasuk perkembangan saat ini terkait saksi dan korban merupakan bagian dari HAM. Metode penelitian artikel ini yang digunakan adalah normatif yaitu penelitian hukum yang dilakukan dengan cara meneliti bahan kepustakaan, dengan fokus pada pendekatan perundang-undangan. Adapun menjadi rumusan masalah yaitu Perlindungan Saksi Dan Korban Merupakan Perlindungan Hukum Dan Ham Di Indonsia. Dan Hak Asasi Manusia dan Pelanggaran Hak Asasi Manusia. Pasal 1 angka (1) Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2002 tentang Tata Cara Perlindungan Terhadap Korban dan Saksi Dalam Pelanggaran Hak Asasi Manusia yang Berat bahwa: Perlindungan adalah suatu bentuk pelayanan yang wajib dilaksanakan oleh aparat penegak hukum atau aparat keamanan untuk memberikan rasa aman baik fisik maupun mental, kepada korban dan saksi, dari ancaman, gangguan, teror, dan kekerasan dari pihak manapun, yang diberikan pada tahap penyelidikan, penyidikan, penuntutan, dan atau pemeriksaan di sidang pengadilan. Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia dan Undang-undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia memberikan pengertian yang sama tentang Hak Asasi Manusia.   Kata Kunci: Perlindungan, Saksi, Korban 

Hikmat Syahputra Tarigan (Universitas Royal); Safrin Ritonga (Universitas Muhammadiyah Asahan); Rahmat Suhargon (Universitas Muhammadiyah Asahan); Danarzi Danarzi (Universitas Royal); Aulia Rahma (Universitas Royal) Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat
Vol 5 No 2 (2025)
Hal: 668 - 674
[PDF]
786 PENYULUHAN HUKUM TENTANGPEMAHAMAN NO. 1 TAHUN 1999 TENTANG TATA CARA PENANGANAN SENGKETA PERTANAHAN
Lihat Abstrak

Abstract: The mandate of agrarian reform in Indonesia was further strengthened through the Decree of the People's Consultative Assembly (MPR) Number IX/MPR/2001, which regulates agrarian reform and natural resource management. This demonstrates that agrarian reform aims not only for the physical distribution of land but also for strengthening natural resource management to provide maximum benefits to the community. Furthermore, through the Decree of the People's Consultative Assembly (MPR) Number 5/MPR/2003, the UUPA, along with its implementing regulations, aims to ensure legal certainty for land rights throughout the Republic of Indonesia. Legal disputes arise from objections to claims regarding land rights, whether regarding land status, priority, or ownership, with the hope of obtaining administrative resolution in accordance with applicable provisions. Regulation of the Minister of State for Agrarian Affairs/National Land Agency Number 1 of 1999 concerning Procedures for Handling Land Disputes, defines the dispute. Keywords: Agrarian, Dispute Abstrak: Mandat reforma agraria di Indonesia semakin dipertegas melalui Ketetapan MPR RI Nomor IX/MPR/2001 yang mengatur pembaruan agraria dan pengelolaan sumber daya alam. Hal ini menunjukkan bahwa reforma agraria tidak hanya bertujuan untuk distribusi fisik tanah, tetapi juga memperkuat pengelolaan sumber daya alam agar dapat memberikan manfaat maksimal kepada masyarakat. Selain itu, melalui Keputusan MPR RI Nomor 5/MPR/2003. UUPA dengan seperangkat peraturan pelaksanaannya, bertujuan untuk terwujudnya jaminan kepastian hukum terhadap hak-hak atas tanah diseluruh wilayah Republik Indonesia. Munculnya sengketa hukum merupakan berawal dari keberatan dari tuntutan suatu hak atas tanah baik terhadap status tanah, prioritas maupun kepemilikannya dengan suatu harapan mendapatkan penyelesaian administrasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Peraturan Menteri Negara Agraria/Badan Pertanahan Nasional Nomor 1 Tahun 1999 tentang Tata Cara Penanganan Sengketa Pertanahan, yang dimaksud dengan sengketa. Kata Kunci: Agraia, Sengketa

Junaidi Sholat (Universitas Royal); Julpan Hartono SM Manurung (Universitas Royal); Sumantri Sumantri (Universitas Royal); Karina Putri Maharani (Universitas Royal); Kiki Adha Sirait (Universitas Royal) Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat
Vol 5 No 2 (2025)
Hal: 662 - 667
[PDF]
787 TEKNOLOGI DAN MANAJEMEN PENGETAHUAN: INTEGRASI MODEL DAN KERANGKA MANAJEMEN PENGETAHUAN DALAM MENDORONG TRANSFORMASI ORGANISASI
Lihat Abstrak

Abstract: This study examines the integration of digital technology and knowledge management as key drivers of organizational transformation in the digital era. The growing need for organizations to adapt to environmental changes requires the use of strategic knowledge and technologies that strengthen learning and innovation processes. This research employs a qualitative mixed-methods approach through case studies of three organizations that have implemented digital-based knowledge management platforms, with data collected through interviews, observations, and digital trace analysis. Thematic analysis was used to explore patterns of technology knowledge management integration in enhancing dynamic capabilities and organizational performance. The findings indicate that the integration of these two components improves cross-unit collaboration, accelerates knowledge access and distribution, and reinforces organizational learning, resulting in more adaptive and innovative work structures. The study confirms the crucial role of digital knowledge management in accelerating organizational transformation while extending dynamic capability theory by emphasizing the synergy between technology and organizational learning. The theoretical and practical implications highlight the importance of utilizing digital technology not merely as an operational tool but as a strategic enabler for creating long-term value and sustaining competitive advantage in increasingly complex business environments. Keywords: digital technology; knowledge management; organizational transformation; dynamic capabilities; innovation. Abstrak: Penelitian ini mengkaji integrasi teknologi digital dan manajemen pengetahuan sebagai pendorong utama transformasi organisasi di era digital. Fenomena meningkatnya kebutuhan organisasi untuk beradaptasi dengan perubahan lingkungan menuntut pemanfaatan pengetahuan strategis dan teknologi yang mampu memperkuat proses pembelajaran serta inovasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif campuran melalui studi kasus pada tiga organisasi yang telah menerapkan platform knowledge management berbasis digital, dengan data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan analisis jejak digital. Analisis tematik digunakan untuk menelaah pola integrasi teknologi dan manajemen pengetahuan dalam meningkatkan kapabilitas dinamis dan kinerja organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi kedua aspek tersebut meningkatkan kolaborasi lintas unit, mempercepat akses dan distribusi pengetahuan, serta memperkuat proses pembelajaran organisasi sehingga menghasilkan struktur kerja yang lebih adaptif dan inovatif. Temuan ini mengonfirmasi peran penting digital knowledge management dalam mempercepat proses transformasi organisasi serta memperluas teori kapabilitas dinamis dengan menekankan sinergi antara teknologi dan pembelajaran organisasi. Implikasi teoretis dan praktis penelitian ini mengarahkan organisasi untuk memanfaatkan teknologi digital bukan hanya sebagai alat operasional, tetapi sebagai enabler strategis dalam menciptakan nilai jangka panjang dan mempertahankan keunggulan kompetitif di tengah dinamika lingkungan bisnis yang semakin kompleks. Kata Kunci: teknologi digital; manajemen pengetahuan; transformasi organisasi; kapabilitas dinamis; inovasi.

Nurhayati Nurhayati (Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sukma Medan; Universitas Islam Sumatera Utara); Dewi Shinta Wulandari Lubis (Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sukma Medan; Universitas Islam Sumatera Utara); Husni Mubarak (Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sukma Medan; Universitas Islam Sumatera Utara); Wendi Amsuri Nasution (Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sukma Medan; Universitas Islam Sumatera Utara); Dewi Budhiartini Yuli Isnaini (Universitas Islam Sumatera Utara) JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH
Vol 9 No 1 (2026)
Hal: 465-473
[PDF]
788 PELATIHAN PENGOLAHAN BUNGA TELANG MENJADI MINUMAN KHAS MEKAR MULIO MELALUI BRANDING PRODUK DAN DIGITAL MARKETING
Lihat Abstrak

Abstract: Training and mentoring in processing butterfly pea flowers into a specialty drink in Mekar Mulio Village, Asahan Regency, was conducted as a form of community empowerment based on local potential. This activity aimed to improve the community's skills in processing butterfly pea flowers into a beverage with economic value and to introduce branding and digital marketing strategies as promotional tools. The implementation method consisted of socialization, hands-on training, product development mentoring, and training in the use of digital media for marketing. The results showed that the community was able to produce high-quality butterfly pea flower drinks, with attractive packaging, and a strong brand identity, namely "Telangi." Furthermore, training participants were able to utilize social media platforms such as Facebook dan Shopee to expand their market reach. This activity had a positive impact on increasing community knowledge, skills, and income. The program also opened up opportunities for the establishment of sustainable village micro-enterprises based on local potential. Keywords: Butterfly pea flowers, training, community empowerment, product branding, digital marketing. Abstrak: Pelatihan dan pendampingan pengolahan bunga telang menjadi minuman khas di Desa Mekar Mulio, Kabupaten Batubara, dilakukan sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah bunga telang menjadi produk minuman bernilai ekonomi serta memperkenalkan strategi branding dan digital marketing sebagai sarana promosi. Metode pelaksanaan dilakukan melalui tahapan sosialisasi, pelatihan praktik langsung, pendampingan pembuatan produk, serta pelatihan penggunaan media digital untuk pemasaran. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat mampu menghasilkan produk minuman bunga telang dengan kualitas baik, kemasan menarik, serta identitas merek yang kuat, yaitu “Telangi”. Selain itu, peserta pelatihan mampu memanfaatkan media sosial seperti Facebook, dan Shopee untuk memperluas jangkauan pasar. Kegiatan ini berdampak positif terhadap peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan pendapatan masyarakat. Program ini juga membuka peluang terbentuknya usaha mikro desa berbasis potensi lokal yang berkelanjutan.Kata Kunci: Bunga telang, pelatihan, pemberdayaan masyarakat, branding produk, digital marketing.

Aris Siregar (Universitas Asahan); Herman Herman (Universitas Asahan); Jihan Aprilia (Universitas Asahan); Novita Sari (Universitas Asahan); Hilmiatus Sahla (Universitas Asahan) Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat
Vol 5 No 2 (2025)
Hal: 653 - 661
[PDF]
789 PERAN MAHASISWA KKN INTERNASIONAL DALAM MENINGKATKAN KUALITAS DAN SEMANGAT BELAJAR DI DALAM SANGGAR BELAJAR PAHANG, MALAYSIA
Lihat Abstrak

Abstract: The International Community Service Program (KKN Internasional) of IAIDU Asahan represents a concrete implementation of the Tri Dharma Perguruan Tinggi in the field of community service, designed to provide positive contributions, particularly in the education sector, by utilizing the knowledge and experiences acquired by students during their studies. In the implementation of the International KKN at Learning Center, Pahang, Kuantan, Malaysia, students actively contributed to improving the quality of learning in areas that still face limited access and inadequate educational facilities. Through various programs such as academic tutoring, counseling, and cultural introduction, students sought to make constructive contributions, with the results showing positive impacts in the form of increased learning motivation and broader student awareness of the importance of education. This study employs a qualitative descriptive approach to explore in depth the role of IAIDU Asahan’s International KKN students in enhancing both the quality and motivation of learning at Learning Center, Pahang, aiming to capture the dynamics of interaction, subjective experiences, and the meanings constructed among students, learners, and program managers. The second batch of the International KKN Program, conducted from August 26 to September 19, 2025, began with the preparation of work plans based on field observations, ensuring that each activity addressed actual needs, with a particular focus on improving the quality of learning through teaching and mentoring activities in which students acted as facilitators. The entire program was successfully carried out on time and in accordance with the objectives, thus producing a positive impact on the development of education at Learning Center, Pahang. Overall, the International KKN Program of IAIDU Asahan made a significant contribution to improving the quality of community education, particularly in terms of motivation, enthusiasm, and student learning outcomes, where students functioned not only as facilitators and motivators but also as agents of transformation who introduced a new atmosphere through creative, innovative, and interactive learning methods, effectively fostering both intrinsic and extrinsic motivation, encouraging independent learning, and strengthening mastery of subject matter through the use of diverse learning media. Keywords: International Community Service, IAIDU Asahan, Education Quality, Learning Motivation, Student Engagement, Community Development, Innovative Learning Methods Abstrak: Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional IAIDU Asahan merupakan wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam bidang pengabdian kepada masyarakat yang dirancang untuk memberikan kontribusi positif, khususnya di sektor pendidikan, dengan memanfaatkan ilmu dan pengalaman yang diperoleh mahasiswa selama perkuliahan. Dalam pelaksanaan KKN Internasional di Sanggar Belajar Pahang, Kuantan, Malaysia, mahasiswa berperan aktif dalam meningkatkan mutu pembelajaran pada wilayah yang masih menghadapi keterbatasan akses serta sarana pendidikan yang memadai. Melalui berbagai program seperti bimbingan akademik, penyuluhan, hingga pengenalan budaya, mahasiswa berusaha memberikan kontribusi yang konstruktif, dan hasil kegiatan menunjukkan dampak positif berupa peningkatan motivasi belajar serta berkembangnya wawasan siswa mengenai pentingnya pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk menelaah secara mendalam peran mahasiswa KKN Internasional IAIDU Asahan dalam meningkatkan mutu sekaligus motivasi belajar siswa di Sanggar Belajar Pahang, dengan tujuan menangkap dinamika interaksi, pengalaman subjektif, serta makna yang terbangun antara mahasiswa, siswa, dan pengelola sanggar. Program KKN Internasional Angkatan II IAIDU Asahan yang dilaksanakan pada 26 Agustus hingga 19 September 2025 diawali dengan penyusunan program kerja berdasarkan hasil observasi lapangan sehingga setiap kegiatan dapat dijalankan sesuai kebutuhan, salah satunya berupa peningkatan kualitas pembelajaran melalui aktivitas pengajaran dan pendampingan, dengan mahasiswa berperan sebagai fasilitator. Seluruh rangkaian program berhasil dilaksanakan secara tepat waktu dan sesuai sasaran sehingga memberikan dampak positif bagi perkembangan pendidikan di Sanggar Belajar Pahang. Secara keseluruhan, Program KKN Internasional IAIDU Asahan memberikan kontribusi signifikan dalam peningkatan mutu pendidikan masyarakat terutama dalam aspek motivasi, semangat, dan hasil belajar siswa, di mana mahasiswa tidak hanya berfungsi sebagai fasilitator dan motivator, tetapi juga sebagai agen transformasi yang menghadirkan suasana baru melalui metode pembelajaran kreatif, inovatif, dan interaktif, serta terbukti mampu menumbuhkan motivasi intrinsik maupun ekstrinsik, mendorong kemandirian belajar, dan memperkuat penguasaan materi dengan memanfaatkan media pembelajaran yang variatif. Kata Kunci: Kuliah Kerja Nyata Internasional, IAIDU Asahan, Mutu Pendidikan, Motivasi Belajar, Keterlibatan Mahasiswa, Pengabdian Masyarakat, Metode Pembelajaran Inovatif

Surono Zr (Institut Agama Islam Daar Al-Uluum Asahan); Kenny Agusto Arie Wibowo (Institut Agama Islam Daar Al-Uluum Asahan); Andri Nurwandri (Institut Agama Islam Daar Al-Uluum Asahan); Adnan Buyung Nasution (Institut Agama Islam Daar Al-Uluum Asahan); Muhammad Fitrah Al Fayed Pane (Institut Agama Islam Daar Al-Uluum Asahan); Nurul Alfiansyah Amri (Institut Agama Islam Daar Al-Uluum Asahan) Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat
Vol 5 No 2 (2025)
Hal: 639 - 652
[PDF]
790 PEMBERDAYAAN UMKM DESA PERKEBUNAN SEI BEJANGKAR MELALUI SOSIALISASI BRANDING PRODUK DAN PEMASARAN DIGITAL BERBASIS MANAJEMEN USAHA KREATIF
Lihat Abstrak

Abstract: This community service activity was carried out as part of the implementation of the Tri Dharma of Higher Education, focusing on empowering Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Sei Bejangkar Plantation Village, Sei Balai Subdistrict, Batubara Regency. The primary issue faced by local entrepreneurs was the lack of product branding, poor packaging, and limited understanding of digital marketing strategies. To address these problems, the service team implemented a participatory approach through observation, socialization, training, and direct mentoring. The program aimed to strengthen the creative business management capacity of MSMEs by introducing concepts of brand identity, product design, and the use of digital platforms such as Google Maps Business, WhatsApp Business, Facebook, and Instagram. The activities were carried out for one month with active participation from both local entrepreneurs and village officials. The results of the program showed a significant increase in participants’ understanding of branding and digital marketing, as well as their ability to apply creative management in daily business operations. Several MSMEs successfully created logos, product labels, and online promotional accounts, resulting in broader market reach. In addition, participants demonstrated higher motivation and creativity in developing new product ideas. This activity also strengthened social collaboration between universities, local governments, and communities as an effective model for sustainable rural economic empowerment. The implementation of creative business management combined with digital literacy proved to be a practical and impactful strategy to support local economic independence in the digital era. Keywords: MSMEs, product branding, digital marketing, creative business management, empowerment Abstrak: Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berfokus pada pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Perkebunan Sei Bejangkar, Kecamatan Sei Balai, Kabupaten Batubara. Permasalahan utama yang dihadapi pelaku usaha di wilayah ini adalah belum adanya identitas merek yang kuat, kemasan produk yang kurang menarik, serta keterbatasan pemahaman terhadap strategi pemasaran digital. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, tim pengabdian menerapkan pendekatan partisipatif melalui kegiatan observasi lapangan, sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan langsung kepada pelaku UMKM. Tujuan program ini adalah untuk memperkuat kapasitas manajemen usaha kreatif masyarakat melalui peningkatan kemampuan branding, pengemasan produk, serta pemanfaatan media digital seperti Google Maps Business, WhatsApp Business, Facebook, dan Instagram Business sebagai sarana promosi dan perluasan pasar. Kegiatan yang berlangsung selama satu bulan ini menghasilkan peningkatan signifikan dalam aspek pengetahuan dan keterampilan pelaku usaha. Para peserta mampu memahami konsep branding, membuat desain logo dan label produk, serta mengelola akun bisnis digital untuk memperluas jaringan pemasaran. Selain itu, muncul peningkatan motivasi, kreativitas, dan kesadaran masyarakat untuk mengembangkan potensi ekonomi lokal secara mandiri. Hasil kegiatan ini juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antara universitas, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menciptakan model pemberdayaan ekonomi pedesaan yang berkelanjutan. Penerapan manajemen usaha kreatif berbasis digital terbukti efektif meningkatkan daya saing UMKM dan memperkuat kemandirian ekonomi desa di era transformasi digital. Kata Kunci: UMKM, branding produk, pemasaran digital, manajemen kreatif, pemberdayaan

Hilmiatussahla Hilmiatussahla (Universitas Asahan); Albina Albina (Universitas Asahan); Heni Widiya (Universitas Asahan); Ibnu Atthoillah (Universitas Asahan); Karina Puteri Siregar (Universitas Asahan) Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat
Vol 5 No 2 (2025)
Hal: 632 - 638
[PDF]
791 PELATIHAN MEMBACA CEPAT DAN BERHITUNG MELALUI PROGRAM RUMAH LITERASI NUMERASI DI UPTD SD 010053 DESA SEI KAMAH II
Lihat Abstrak

Abstract:Community service is part of the Tri Dharma of Higher Education, which focuses on community empowerment through education. The low reading and numeracy skills of elementary school students in Sei Kamah II Village formed the basis for implementing a speed reading and numeracy training program through the Numeracy Literacy House. This program is designed to improve students' basic skills while fostering interest in learning through a participatory and collaborative approach. The methods used include repeated reading, a quick math challenge, and evaluation through pre- and post-tests. The results showed significant improvements: all students were able to read, the number of students who stuttered in reading decreased from 16% to 8%, and numeracy skills increased from 64% to 88%. The success of this program underscores the importance of sustainable numeracy literacy practices with the support of teachers and parents. These findings also demonstrate that creative approaches to learning can be an effective solution to basic education challenges, making this model worthy of replication in other schools with similar conditions. Keywords: Numeracy, Literacy, Speed Reading, Numeracy, Community Service  Abstrak:Pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan. Rendahnya kemampuan literasi membaca dan numerasi siswa sekolah dasar di Desa Sei Kamah II menjadi dasar dilaksanakannya program pelatihan membaca cepat dan berhitung melalui Rumah Literasi Numerasi. Program ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan dasar siswa sekaligus menumbuhkan minat belajar dengan pendekatan partisipatif dan kolaboratif. Metode yang digunakan meliputi membaca berulang (repeated reading), permainan berhitung cepat (quick math challenge), serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan: seluruh siswa sudah mampu membaca, jumlah siswa yang membaca terbata-bata berkurang dari 16% menjadi 8%, dan kemampuan berhitung meningkat dari 64% menjadi 88%. Keberhasilan program ini menegaskan pentingnya pembiasaan literasi numerasi yang berkelanjutan dengan dukungan guru dan orang tua. Temuan ini juga menunjukkan bahwa pendekatan kreatif dalam pembelajaran dapat menjadi solusi efektif bagi permasalahan pendidikan dasar, sehingga model ini layak direplikasi di sekolah lain dengan kondisi serupa. Kata kunci: Berhitung, Literasi, Membaca Cepat, Numerasi, Pengabdian Masyarakat

Eva Mizkat (Universitas Asahan); Hanina Hanina (Universitas Asahan); Aldo Arrohim (Universitas Asahan); Haekal Fardeni (Universitas Asahan); Indri Anggraini (Universitas Asahan); Destri Widi Astuti (Universitas Asahan) Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat
Vol 5 No 2 (2025)
Hal: 625 - 631
[PDF]
792 PELATIHAN KERAJINAN KAWAT BULU DAN POT BOTOL BEKAS SEBAGAI EDUKASI LINGKUNGAN DAN PEMBERDAYAAN EKONOMI KREATIF DI BAGI HESSA PERLOMPONGAN
Lihat Abstrak

Abstract: Wire craft and recycled bottle pot training activities were conducted to enhance the skills and environmental awareness of PKK women in Hessa Perlompongan Village. This program is part of the Community Service Program (PKM) by KKNT students of the Faculty of Teacher Training and Education, Asahan University, focusing on women’s empowerment through a recycling-based creative economy. The implementation stages included socialization, hands-on training, mentoring, and evaluation. The results showed a significant improvement in participants’ abilities to transform used materials into valuable products, with an average increase from 20% to over 90% after training. Participants also demonstrated high creativity and enthusiasm in producing crafts with market potential. This program not only fostered entrepreneurial spirit and economic independence but also raised awareness of responsible household waste management. Therefore, the training proved effective as an educational medium for promoting environmental awareness and creative economic empowerment within the community.Keywords: Recycled bottle, environmental education, recycling-based creative economy, pipe cleaner, PKK women empowerment. Abstrak: Kegiatan pelatihan kerajinan kawat bulu dan pot dari botol bekas dilaksanakan untukmeningkatkan keterampilan serta kesadaran lingkungan bagi ibu-ibu PKK Desa Hessa Perlompongan. Program ini merupakan bagian dari kegiatan PKM mahasiswa KKNT FKIP Universitas Asahan yang berfokus pada pemberdayaan Perempuan melalui ekonomi kreatif berbasis daur ulang. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan praktik, pendampingan dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada keterampilan peserta dalam mengolah bahan bekas menjadi produk bernilai guna, dengan peningkatan kemampuan rata-rata dari 20% menjadi di atas 90% setelah pelatihan. Peserta juga menunjukkan kreativitas tinggi serta antusiasme dalam menciptakan karya kerajinan yang memiliki potensi nilai jual. Program ini tidak hanya menumbuhkan semangat kewirausahaan dan kemandirian ekonomi, tetapi juga menanamkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga secara bijak. Dengan demikian, pelatihan ini efektif sebagai sarana edukasi lingkungan dan pemberdayaan ekonomi kreatif bagi masyarakat desa.    Kata Kunci: Botol bekas, edukasi lingkungan, ekonomi kreatif berbasis daur ulang, kawat bulu,  pemberdayaan ibu PKK.

Oktaviana Nirmala Purba (Universitas Asahan); Ansorrudin Ansorrudin (Universitas Asahan); Zahrotun Wardah (Universitas Asahan); Aisyah Dwia Ningsih (Universitas Asahan); Putriyani Putriyani (Universitas Asahan); Santry Alawyah (Universitas Asahan) Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat
Vol 5 No 2 (2025)
Hal: 609 - 616
[PDF]
793 PEMETAAN KONDISI EKSISTING SISTEM TEKNOLOGI INFORMASI RUMAH SAKIT SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN MUTU LAYANAN DI RSIA SAYANG IBU BATUSANGKAR
Lihat Abstrak

Abstract: Information technology is a key enabler for improving hospital service quality through accurate records, faster workflows, and reliable reporting. In small-to-medium hospitals, however, digital transformation is often constrained by undocumented IT assets, limited system integration, and uneven governance and data security practices. This community service program aims to map the existing IT condition of RSIA Sayang Ibu Batusangkar as a baseline for quality improvement planning. The activity employed field surveys, direct observation of infrastructure and applications, structured interviews with management and end users, and a short questionnaire to capture user needs and experience. The mapping produced an asset inventory, an application/SIMRS landscape with data flows, usage levels across service units, and key gaps related to integration, availability, information security, backup, and IT human resources. The results provide actionable technical recommendations and a staged follow-up plan to support continuous improvement of maternal and child healthcare services. Keyword: hospital information system, information technology, system mapping, service quality, MCH Hospital Abstrak: Teknologi informasi menjadi fondasi penting untuk meningkatkan mutu layanan rumah sakit melalui ketepatan pencatatan, kecepatan layanan, dan akurasi pelaporan. Namun pada rumah sakit skala kecil/menengah, digitalisasi sering terkendala oleh sistem yang belum terpetakan, integrasi antarmodul yang terbatas, serta tata kelola dan keamanan data yang belum seragam. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini bertujuan memetakan kondisi eksisting sistem teknologi informasi di RSIA Sayang Ibu Batusangkar sebagai baseline perencanaan peningkatan layanan. Metode yang digunakan meliputi survei lapangan, observasi infrastruktur dan aplikasi, wawancara terstruktur dengan manajemen serta pengguna, dan kuesioner ringkas untuk memotret kebutuhan/pengalaman pengguna. Hasil pemetaan menghasilkan inventaris infrastruktur, peta aplikasi/SIMRS beserta alur data, tingkat pemanfaatan oleh unit layanan, serta identifikasi kesenjangan pada aspek integrasi, ketersediaan layanan, keamanan informasi, backup, dan SDM pengelola. Temuan ini menjadi dasar penyusunan rekomendasi teknis dan rencana tindak lanjut yang terukur guna mendukung peningkatan mutu layanan ibu dan anak. Kata kunci: sistem informasi rumah sakit, teknologi informasi, pemetaan sistem, mutu layanan, RSIA. 

Syukriadi Syukriadi (Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh); Trinovita Zuhara Jingga (Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh); Jamaluddin Jamaluddin (Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh); Indra Laksmana (Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh); Hendra Hendra (Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh); Widya Febrina (Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh); Melissa Triandini (Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh) Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat
Vol 5 No 2 (2025)
Hal: 958 - 962
[PDF]
794 SOSIALISASI DAN IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI TANGGAP DARURAT BENCANA ALAM KOTA MEDAN
Lihat Abstrak

Abstract: The city of Medan is one of the regions in North Sumatra that is vulnerable to natural disasters such as floods, fires, and extreme weather events. Limited access to accurate information, low community preparedness, and the absence of integrated disaster information systems remain major challenges in disaster risk reduction efforts. This community service activity aims to improve community preparedness and response capacity through the socialization and implementation of a web-based Disaster Response Information System for Medan City. The methods used include problem identification, system development, socialization, training, and system implementation involving community representatives and local stakeholders. The results indicate an increase in community understanding of disaster mitigation and emergency response procedures, as well as the utilization of the information system as a medium for early warning, reporting, and coordination. The implementation of the disaster response information system is proven to support faster information dissemination and strengthen community participation in disaster management efforts.            Keywords: disaster mitigation; information system; community service; disaster response; Medan City  Abstrak: Kota Medan merupakan salah satu wilayah di Provinsi Sumatera Utara yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana alam seperti banjir, kebakaran, dan cuaca ekstrem. Keterbatasan akses informasi yang akurat, rendahnya kesiapsiagaan masyarakat, serta belum terintegrasinya sistem informasi kebencanaan menjadi permasalahan utama dalam upaya pengurangan risiko bencana. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kapasitas tanggap bencana masyarakat melalui kegiatan sosialisasi dan implementasi Sistem Informasi Tanggap Bencana berbasis web di Kota Medan. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi masalah, pengembangan sistem, sosialisasi, pelatihan, dan implementasi sistem dengan melibatkan perwakilan masyarakat dan pemangku kepentingan lokal. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat terhadap mitigasi bencana dan prosedur tanggap darurat, serta pemanfaatan sistem informasi sebagai media peringatan dini, pelaporan kejadian, dan koordinasi. Implementasi sistem informasi tanggap bencana terbukti mendukung percepatan penyebaran informasi dan memperkuat partisipasi masyarakat dalam penanggulangan bencana. Kata kunci: mitigasi bencana; sistem informasi; pengabdian masyarakat; tanggap bencana; Kota Medan

Abdul Chaidir Hrp (Universitas Pembangunan Panca Budi); Rian Farta Wijaya (Universitas Pembangunan Panca Budi); Sukrianto Sukrianto (Universitas Pembangunan Panca Budi); Dwika Ardya (Universitas Pembangunan Panca Budi); Ahmad Helmy (Universitas Pembangunan Panca Budi); Siti Mentari (Universitas Pembangunan Panca Budi) Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat
Vol 5 No 2 (2025)
Hal: 596 - 603
[PDF]
795 PELATIHAN PEMBUATAN DIGITAL LOOKBOOK BERBASIS AI BAGI MASYARAKAT DI LKP AZ ZIKRA
Lihat Abstrak

Abstract: The rapid development of artificial intelligence (AI) technology presents both challenges and opportunities for the general public, particularly in the creative economy sector. This community service activity aims to improve the digital literacy and creative competency of the community at LKP Az Zikra through training on creating digital lookbooks using AI-based platforms. The method employed involves direct training with a "learning by doing" approach, encompassing introduction to generative AI, prompt engineering techniques, and practical creation of digital fashion catalogs. The activity focuses on transferring skills in utilizing tools such as AI image generators to produce professional visual assets without high costs. The results indicate a significant increase in participants' ability to operate AI technology for product visualization purposes. Participants successfully produced digital lookbooks that meet industry standards in terms of aesthetics and resolution. This capability proves that AI technology democratization can be effectively achieved through structured non-formal education, providing economic value added for community business promotion Keywords: artificial intelligence; digital lookbook; community empowerment; creative economy; vocational training     Abstrak: Pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi masyarakat umum, khususnya dalam sektor ekonomi kreatif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital dan kompetensi kreatif masyarakat di LKP Az Zikra melalui pelatihan pembuatan digital lookbook berbasis platform AI. Metode yang digunakan adalah pelatihan langsung dengan pendekatan learning by doing yang mencakup pengenalan generative AI, teknik prompt engineering, dan praktik pembuatan katalog mode digital. Fokus utama kegiatan adalah transfer keterampilan penggunaan perangkat lunak penghasil gambar otomatis untuk menghasilkan aset visual profesional tanpa biaya tinggi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan peserta dalam mengoperasikan teknologi AI untuk keperluan visualisasi produk. Peserta berhasil menghasilkan luaran berupa digital lookbook yang memenuhi standar estetika industri dan resolusi gambar. Kemampuan ini membuktikan bahwa demokratisasi teknologi AI dapat dilakukan efektif melalui pendidikan non-formal yang terstruktur serta memberikan nilai tambah ekonomi bagi promosi usaha masyarakat.   Kata kunci: kecerdasan buatan; digital lookbook; pemberdayaan masyarakat; ekonomi kreatif; pelatihan vokasi    

Rudi Hermawan (Universitas Pembangunan Panca Budi); Rian Farta Wijaya (Universitas Pembangunan Panca Budi); Eko Budianto (Universitas Pembangunan Panca Budi); Muhammad Septian (Universitas Pembangunan Panca Budi); Muhammad Hasyim As'ary (Universitas Pembangunan Panca Budi); Andri Ismail Sitepu (Universitas Pembangunan Panca Budi) Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat
Vol 5 No 2 (2025)
Hal: 604 - 608
[PDF]
796 PEMERATAAN PEMBIAYAAN PENDIDIKAN DI SEKOLAH MENENGAH ATAS: TINJAUAN KEBIJAKAN DAN LITERATUR
Lihat Abstrak

Abstract: This study aims to analyze the concept and implementation of equal distribution of education funding in Senior High Schools (SMA) through a library research approach. Equal distribution of education funding is one of the government's strategic efforts to realize justice and equality of access to education for all Indonesians. This research focuses on examining government policies, such as the School Operational Assistance (BOS), the Smart Indonesia Program (PIP), and the Special Allocation Fund (DAK) in the education sector, as well as a review of academic literature discussing the principles of equity and justice in education funding. The results show that the policy of equal distribution of education funding has made a significant contribution to improving access and quality of education at the senior high school level, especially for students from low-income families. However, the implementation of this policy still faces various challenges, such as limited resources, regional disparities, and weak budget oversight and transparency systems. Therefore, strengthened collaboration between the central government, regional governments, and the community is needed to create a more effective, transparent, and equitable education funding system. Keywords: Equity, Education Financing, High School, Education Policy, Literature Study Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep dan implementasi pemerataan pembiayaan pendidikan di Sekolah Menengah Atas (SMA) melalui pendekatan studi pustaka (library research). Pemerataan pembiayaan pendidikan merupakan salah satu upaya strategis pemerintah dalam mewujudkan keadilan dan kesetaraan akses pendidikan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Penelitian ini berfokus pada kajian terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah, seperti Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Program Indonesia Pintar (PIP), dan Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang pendidikan, serta tinjauan terhadap literatur akademik yang membahas prinsip pemerataan dan keadilan dalam pembiayaan pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pemerataan pembiayaan pendidikan telah memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan akses dan kualitas pendidikan di tingkat SMA, terutama bagi peserta didik dari keluarga kurang mampu. Namun demikian, pelaksanaan kebijakan tersebut masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan sumber daya, ketimpangan wilayah, dan lemahnya sistem pengawasan serta transparansi anggaran. Oleh karena itu, dibutuhkan penguatan kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat untuk menciptakan sistem pembiayaan pendidikan yang lebih efektif, transparan, dan berkeadilan. Keywords: Pemerataan, Pembiayaan Pendidikan, Sekolah Menengah Atas, Kebijakan Pendidikan, Studi Pustaka

Irwanto Irwanto; Siti Khodijah; Rezky Pramita; Adelia Adelia; Siti Mia Aldiana; Putri Dwi Ningsih; Yeni Lubis Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat
Vol 5 No 2 (2025)
Hal: 576 - 587
[PDF]
797 INTERNATIONAL KKN DA‘WAH STRATEGIES FOR MIGRANT CHILDREN: FOSTERING RELIGIOUS CHARACTER UNDER THE INDONESIAN CONSULATE GENERAL IN PENANG
Lihat Abstrak

Abstract : This community service activity the da’wah strategies employed by International Community Service Program (KKN Internasional) students in fostering the religious character of migrant children under the supervision of the Indonesian Consulate General (KJRI) in Penang. Migrant children face various challenges related to cultural differences, social environments, and religious practices, which require contextual and effective da’wah approaches. Using a qualitative method through field observations and in-depth interviews, the study finds that the success of da’wah strategies depends on persuasive, educative, and culturally adaptive approaches. The strategies include dialogical methods, interactive lectures, and religious-based character development tailored to the needs of migrant children, supported by collaboration with religious leaders and the local community. These approaches are effective in enhancing religious awareness and shaping positive and morally upright character among migrant children. Keywords: Student Da’wah, Religious Character, Migrant Children       Abstrak : Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini membahas strategi dakwah mahasiswa KKN Internasional dalam menumbuhkan karakter religius anak migran di bawah naungan KJRI Penang. Anak migran menghadapi berbagai tantangan perbedaan budaya, lingkungan sosial, dan praktik keagamaan yang menuntut pendekatan dakwah yang kontekstual. Dengan metode kualitatif melalui observasi dan wawancara mendalam, kegiatan ini menemukan bahwa keberhasilan dakwah ditentukan oleh pendekatan persuasif, edukatif, dan adaptif terhadap budaya lokal. Strategi yang digunakan meliputi dialog, ceramah interaktif, serta pembinaan karakter berbasis nilai-nilai keagamaan yang disesuaikan dengan kebutuhan anak migran, didukung oleh kolaborasi dengan tokoh agama dan masyarakat setempat. Pendekatan ini efektif dalam meningkatkan kesadaran religius serta membentuk karakter positif dan berakhlak mulia pada anak migran. Kata Kunci: Dakwah Mahasiswa, Karakter Religius, Anak Migan  

Ilham Ilham; Surono Zr (Institut Agama Islam Daar Al-Uluum Asahan); Nilasari Siagian (Institut Agama Islam Daar Al-Uluum Asahan); Yogiyan Pratama (Institut Agama Islam Daar Al-Uluum Asahan); Riswan Riswan (Institut Agama Islam Daar Al-Uluum Asahan); Hizass Raihan Saragih (Institut Agama Islam Daar Al-Uluum Asahan); Feri Irwansyah Marpaung (Institut Agama Islam Daar Al-Uluum Asahan) Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat
Vol 5 No 2 (2025)
Hal: 767 - 772
[PDF]
798 MANAJEMEN PEMBIAYAAN PENDIDIKAN DALAM MENINGKATKAN MUTU SEKOLAH MENENGAH ATAS
Lihat Abstrak

Abstract: Financial Management in Education is a crucial aspect in organizing education that aims to improve school quality. This article aims to analyze the role and implementation of financial management in education as an effort to enhance the quality of Senior High Schools (SMA). This study employs a library research method by reviewing various relevant literature such as books, scientific journals, educational policy reports, and government regulations related to school fund management. The analysis is conducted using a descriptive qualitative approach to illustrate the concepts, sources of funding, and the implications of financial management on educational quality.The findings indicate that effective financial management in education includes four main stages: budget planning, financial organizing, implementation, and supervision of educational funds. Well-planned, transparent, efficient, and accountable fund management has been proven to support various programs aimed at improving educational quality, such as providing facilities and infrastructure, enhancing teacher competence, and developing innovative learning activities. Sources of education funding at the Senior High School level include government funds (such as BOS and DAK), community contributions through school committees, and independent income from school business units. Diversification of these funding sources strengthens the school’s financial independence while also expanding public participation in educational administration.From the perspective of Islamic education, financial management must be carried out based on the principles of trustworthiness (amanah), justice, and public benefit (maslahah) to create blessings and social welfare. Thus, financial management functions not only as an administrative instrument but also as a moral and strategic tool in realizing quality, character-based, and competitive education. This article recommends that each school improve its managerial capacity in financial management and build a transparent, accountable, and sustainable supervisory system to ensure the implementation of quality and integrity-based education. Keywords: Educational Finance Management, School Quality, Senior High School, Transparency, Islamic Education. Abstrak: Manajemen pembiayaan pendidikan merupakan aspek yang sangat penting dalam penyelenggaraan pendidikan yang berorientasi pada peningkatan mutu sekolah. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran dan implementasi manajemen pembiayaan pendidikan dalam upaya meningkatkan mutu Sekolah Menengah Atas (SMA). Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan menelaah berbagai literatur relevan, seperti buku, jurnal ilmiah, laporan kebijakan pendidikan, serta peraturan pemerintah yang berkaitan dengan pengelolaan dana sekolah. Analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif untuk menggambarkan konsep, sumber pembiayaan, serta implikasi manajemen keuangan terhadap mutu pendidikan.Hasil kajian menunjukkan bahwa manajemen pembiayaan pendidikan yang efektif mencakup empat tahapan utama, yaitu perencanaan anggaran, pengorganisasian keuangan, pelaksanaan, dan pengawasan dana pendidikan. Pengelolaan dana yang dilakukan secara terencana, transparan, efisien, dan akuntabel terbukti mampu mendukung berbagai program peningkatan mutu pendidikan, seperti penyediaan sarana dan prasarana, peningkatan kompetensi guru, serta pengembangan kegiatan pembelajaran yang inovatif. Sumber pembiayaan pendidikan di SMA meliputi dana pemerintah (seperti BOS dan DAK), sumbangan masyarakat melalui komite sekolah, serta pendapatan mandiri dari unit usaha sekolah. Diversifikasi sumber dana tersebut memperkuat kemandirian finansial sekolah sekaligus memperluas partisipasi publik dalam penyelenggaraan pendidikan.Dalam perspektif pendidikan Islam, pembiayaan pendidikan harus dikelola berdasarkan prinsip amanah, keadilan, dan maslahah agar dapat menciptakan keberkahan serta kemanfaatan sosial. Dengan demikian, manajemen pembiayaan tidak hanya berfungsi sebagai instrumen administratif, tetapi juga sebagai alat moral dan strategis dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu, berkarakter, dan berdaya saing. Artikel ini merekomendasikan agar setiap sekolah meningkatkan kapasitas manajerial dalam pengelolaan keuangan, serta membangun sistem pengawasan yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan, guna menjamin terselenggaranya pendidikan yang berkualitas dan berintegritas. Kata Kunci: Manajemen Pembiayaan Pendidikan, Mutu Sekolah, Sekolah Menengah Atas, Transparansi, Pendidikan Islam.

Frizki Nurul Pasa; Irwanto Irwanto; Sri Juwita; Zaitun Husseina Nasution Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat
Vol 5 No 2 (2025)
Hal: 563 - 575
[PDF]
799 PERAN PELATIHAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL DALAM MENINGKATKAN KERJA SAMA TIM DI BALAI DESA PADANG GENTING
Lihat Abstrak

Abstrak: Peran pelatihan komunikasi interpersonal dalam meningkatkan efektivitas kerja sama tim di berbagai jenis lingkungan organisasi. Komunikasi interpersonal yang baik sangat penting dalam membentuk hubungan kerja yang harmonis dan kolaboratif. Pelatihan yang mencakup keterampilan mendengarkan aktif, empati, serta manajemen konflik dapat memperbaiki dinamika tim dan meningkatkan hasil kerja. Berdasarkan tinjauan literatur, hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan ini mampu mengurangi kesalahpahaman, meningkatkan koordinasi, serta membantu menyelesaikan konflik secara positif. Dengan demikian, pelatihan komunikasi interpersonal memberikan kontribusi besar terhadap pengembangan kerja sama tim yang lebih efektif dan produktif. Kata Kunci: Pelatihan Komunikasi Interpersonal,KerjaSamaTim,Mendengarkan Aktif, Empati, Manajemen Konflik Abstract: Interpersonal communication training plays an important role in making teams work better together in different kinds of organizations. Being able to communicate well with others is key to creating good teamwork and working relationships. Training that teaches people how to listen actively, show understanding, and handle disagreements can make teams work more smoothly and get more done. Studies show that this kind of training helps cut down on confusion, makes it easier for team members to work together, and helps fix problems in a positive way. Because of this, training in interpersonal communication is a big help in making teams more effective and productive. Keywords: Interpersonal Communication Training, Teamwork, Active Listening, Empathy, Conflict Management

Sri Rezki Maulina Azmi (Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Royal); Dewi Anggraeni Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat
Vol 5 No 2 (2025)
Hal: 556 - 562
[PDF]
800 Analysis Development and Design of Local Area Network: Systematic Literature Review
Lihat Abstrak

Abstract: The development of information technology is very important, especially in computer networks. The lack of information related to the development of computer networks, particularly Local Area Networks (LAN), necessitates this research to improve network performance. Therefore, this necessitates analysis and planning of computer networks in offices and companies, which has been done previously. This study aims to evaluate the application of computer networks, particularly the development of LAN in previous studies. The solution to this problem is one of the factors behind this study. Meanwhile, the research method used is Systematic Literature Review (SLR) using journals published in 2022–2025 from Google Scholar. The results of the research obtained are references in the form of advantages, disadvantages, and recommendations for development in the majority of schools. Therefore, this study emphasises the importance of technological development as the basis for internet implementation. Thus, the conclusion is that the use of LAN networks is highly recommended for use in institutions, one of which is educational institutions or schools. Keyword: internet; local area network (LAN); technological development Abstrak: Perkembangan teknologi informasi sangat penting terutama pada jaringan komputer, minimnya informasi terkait perkembangan jaringan komputer khususnya Local Area Network (LAN) membuat diperlukannya penelitian ini untuk meningkatkan performa jaringan. Oleh karena itu hal tersebut melatar belakangi diperlukannya analisis dan perencanaan pada sebuah jaringan komputer pada kantor maupun perusahaan yang telah dilakukan sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan Jaringan Komputer utamanya pada perkembangan LAN pada penelitian sebelumnya. Solusi dari permasalahan tersebut menjadi salah satu factor dilakukannya penelitian ini. Sedangkan, metode penelitian yang digunakan yaitu Systematic Literature Review (SLR) dengan menggunakan jurnal yang terbit pada 2022 – 2025 dari Google Scholar. Hasil penelitian yang didapatkan adalah referensi berupa keunggulan, kelemahan, dan rekomendasi perkembangan pada mayoritas sekolah. Oleh karena itu, penelitian ini menekankan pentingnya perkembangan teknologi sebagai dasar dalam penerapan internet. Maka dari itu kesimpulannya bahwa penggunaan jaringan LAN sangat direkomendasikan untuk digunakan pada instansi salah satunya adalah instansi pendidikan atau sekolah.Kata kunci: internet; local area network (LAN); perkembangan teknologi

Tri Muji Waluyo (Universitas Selamat Sri); Dian Novitaningrum (Universitas Selamat Sri); Yuni Handayani (Universitas Selamat Sri); Taufik Hidayat (Universitas Selamat Sri) JURNAL TEKNISI
Vol 6 No 1 (2026)
Hal: 16-25
[PDF]

Jurnal yang Kami Kelola

Berbagai jurnal ilmiah multidisiplin yang terakreditasi dan terindeks secara nasional maupun internasional.

SINTA 4

Journal of Science and Social Research

Jurnal ilmiah nasional multidisiplin yang mencakup sains, sosial, pendidikan, ekonomi, dan teknologi. Terbit 6 kali setahun (Feb, Apr, Jun, Agu, Okt, Des). Terakreditasi SINTA 4 berdasarkan SK No. 152/E/KPT/2023.

ISSN 2615-4307 (Print) ISSN 2615-3262 (Online)

Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat

Jurnal nasional yang memuat hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat sosial serta teknologi, mencakup bidang komputer, pendidikan, sosial humaniora, dan kesehatan. Terbit 2 kali setahun (April dan Desember).

ISSN 2776-7647

Jurnal Pena Edukasi

Jurnal ilmiah yang memuat dan menyebarluaskan hasil penelitian, kajian mendalam, dan ide-ide inovatif di bidang ilmu pendidikan. Inovasi guru dan dosen dalam pembangunan sektor pendidikan dapat memberikan kontribusi positif bagi institusi pendidikan.

ISSN 2407-0769 (Print) ISSN 2549-4694 (Online)
SINTA 6

Jurnal TEKNISI

Jurnal Teknologi Komputer dan Sistem Informasi yang memuat hasil penelitian di bidang Computer Science, Data Mining, Machine Learning, Deep Learning, Computer Engineering, Information Systems, dan Software Engineering. Terbit 2 kali setahun (Feb dan Agu).

E-ISSN 2775-0965

Jurnal Global Edukasi

Jurnal yang berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dalam bidang pendidikan, menyediakan ruang bagi akademisi untuk mempublikasikan kajian-kajian pendidikan yang relevan dan bermanfaat bagi pengembangan ilmu pendidikan.

ISSN 2597-873X (Print) ISSN 2614-5588 (Online)

Keunggulan Portal Kami

Kami berkomitmen memberikan pengalaman publikasi ilmiah terbaik bagi seluruh peneliti dan akademisi.

Open Access

Semua jurnal kami menerapkan kebijakan akses terbuka, memungkinkan siapa saja untuk membaca, mengunduh, dan membagikan artikel secara gratis.

Peer Review

Setiap naskah melewati proses review sejawat (peer review) yang ketat untuk memastikan kualitas dan orisinalitas publikasi ilmiah.

Terakreditasi

Beberapa jurnal kami telah terakreditasi SINTA oleh Kemdikbud, membuktikan standar kualitas publikasi yang diakui secara nasional.

Terindeks Luas

Jurnal kami terindeks di berbagai basis data nasional dan internasional seperti GARUDA, OneSearch, Scilit, BASE, dan Dimensions.

Proses Cepat

Dengan sistem OJS terintegrasi, proses submit, review, hingga publikasi dilakukan secara digital dan efisien.

Lisensi CC

Seluruh karya dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0, melindungi hak cipta sekaligus mendorong penyebarluasan.

Tertarik Mempublikasikan Riset Anda?

Kirimkan naskah ilmiah Anda ke salah satu jurnal kami dan dapatkan manfaat publikasi open access yang luas.

Terindeks & Diakui Oleh
BRIN GARUDA OneSearch Scilit BASE Dimensions Anjani
Pesan notifikasi