Dashboard 52 Jurnal Keunggulan Tentang Kami
Kirim Naskah
Open Access Journal Portal

Portal Jurnal Ilmiah
Goretan Pena

Website ini merupakan portal resmi untuk berbagai jurnal ilmiah yang dikelola dengan platform Open Journal Systems (OJS). Kami berkomitmen menyediakan wadah publikasi akademik yang kredibel, terbuka, dan mudah diakses.

5
Jurnal Aktif
2
Terakreditasi SINTA
6
Indeksasi
OA
Open Access
Scroll

Katalog Paper (Fast Load)

Reset
No Judul & Abstrak Penulis & Afiliasi Jurnal & Edisi Metadata
1521 PROJECT BASED LEARNING SEBAGAI MODEL PEMBELAJARAN TEKS ANEKDOT PADA MAHASISWA UNIVERSITAS ROYAL
Lihat Abstrak

Abstract: Effective learning is very important to implement, especially through a contextual approach that is in line with real life, known as Project Based Learning (PBL). This PBL model can improve students' high-level thinking skills, especially in learning anecdotal texts. Within the Outcome-Based Education (OBE) curriculum framework, Indonesian language learning begins to focus students on producing products in the form of texts at the end of the learning process. As a facilitator in learning, lecturers must have the competence to guide students in producing products. One strategy that can be taken is to accustom students to interact with learning models that require high-level thinking. This study aims to describe the application of learning models based on high-level thinking skills and steps in learning Indonesian, especially in anecdotal text materials. The method used in this study is a descriptive method with a qualitative analysis approach. The explanation of the application of this learning model is done descriptively. Based on the results of the analysis, the application of the Project Based Learning model in Indonesian language learning can be done through several steps, including: (1) problem solving, (2) involving students in designing products that are oriented towards reality, (3) planning long-term activities, (4) lecturers monitoring the problem solving process related to the project, (5) students focus on solving problems that are relevant to the project, and (6) students are required to produce anecdotal texts as learning products, which at the same time accustom them to reaching cognitive level C6, namely creating and evaluating learning experiences. Keywords: project based learning, model, teks anekdot Abstrak: Pembelajaran yang efektif sangat penting diterapkan, terutama melalui pendekatan kontekstual yang selaras dengan kehidupan nyata, yang dikenal sebagai Project Based Learning (PBL) atau pembelajaran berbasis proyek. Model PBL ini dapat meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi mahasiswa, khususnya dalam pembelajaran teks anekdot. Dalam kerangka kurikulum Outcome-Based Education (OBE), pembelajaran Bahasa Indonesia mulai memfokuskan peserta didik untuk menghasilkan produk berupa teks di akhir proses belajar. Sebagai fasilitator dalam pembelajaran, dosen harus memiliki kompetensi untuk membimbing mahasiswa dalam menghasilkan produk. Salah satu strategi yang dapat diambil adalah dengan membiasakan mahasiswa berinteraksi dengan model pembelajaran yang menuntut berpikir tingkat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran yang berbasis pada kemampuan berpikir tingkat tinggi serta langkah-langkah dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya pada materi teks anekdot. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan analisis kualitatif. Penjelasan mengenai penerapan model pembelajaran ini dilakukan dengan cara deskriptif. Berdasarkan hasil analisis, penerapan model Project Based Learning dalam pembelajaran bahasa Indonesia dapat dilakukan melalui beberapa langkah, antara lain: (1) penyelesaian masalah, (2) melibatkan mahasiswa dalam merancang produk yang berorientasi pada realitas, (3) merencanakan aktivitas jangka panjang, (4) dosen memantau proses penyelesaian masalah yang terkait dengan proyek, (5) mahasiswa fokus pada penyelesaian masalah yang relevan dengan proyek, dan (6) mahasiswa diharuskan untuk menghasilkan teks anekdot sebagai produk pembelajaran, yang sekaligus membiasakan mereka mencapai level kognitif C6, yaitu mencipta dan mengevaluasi pengalaman belajar. Kata kunci: project based learning, model, teks anekdot       

Sri Rezki Maulina Azmi (Universitas Royal); Dewi Anggraeni (Universitas Royal) JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH
Vol 8 No 2 (2025)
Hal: 1351-1358
[PDF]
1522 GOOD AND CLEAN GOVERNMENT DALAM SISTEM TATA KELOLA PEMERINTAHAN DI INDONESIA
Lihat Abstrak

Abstract: Good Governance and Clean Government is a collection of functions contained in a series of processes to achieve the goals of an organization, institution or activity (government bureaucracy, companies, environmental management, etc.) that have been previously determined, through the utilization of existing resources including human resources. Management aims to ensure that all available assets and resources can be utilized in such a way that the expected output and outcome can be obtained. The problem is How is the Management Function of Good and Clean Government, How is Good and Clean Government in the Governance System in Indonesia. The purpose of management can be considered achieved or successful if the output and results obtained are in accordance with the 8 indicators of good governance, namely: based on law (rule of law), accountable, transparent, responsive, inclusive & equitable, consensus, participatory, efficient and effective. Good and clean governance is all aspects related to the control and supervision of the power held by the Government in carrying out its functions through formal and informal institutions. To implement the principles of Good Governance and Clean Government, the Government must implement the principles of accountability and efficient resource management. Improving governance is a long-term effort and requires commitment from the government, society, and non-governmental organizations. Keywords: Governance, Government Abstrak: Good Governance and Clean Government merupakan kumpulan fungsi-fungsi yang terdapat di dalam rangkaian proses untuk mencapai tujuan organisasi, institusi atau kegiatan (birokrasi pemerintahan, perusahaan, pengelolaan lingkungan, dan lain-lain) yang sudah ditetapkan sebelumnya, melalui pemanfaatan sumber daya yang ada termasuk sumber daya manusia. Pengelolaan bertujuan agar seluruh aset dan sumber daya yang tersedia dapat didayagunakan sedemikian rupa sehingga dapat diperoleh luaran (output) maupun hasil (outcome) yang diharapkan. Adapun menjadi permasalah yaitu Bagaimana Fungsi Pengelolaan good and clean government, Bagaimana Good and clean government dalam sistem Tata kelola pemerintahan di Indonesia. Tujuan pengelolaan dapat dianggap tercapai atau berhasil apabila luaran maupun hasil yang diperoleh adalah sesuai dengan 8 indikator tatakelola yang baik (good governance), yaitu: berdasarkan hukum (rule of law), akuntabel, transparan, responsif, inklusif & berkeadilan, konsensus, partispatif, efisien dan efektif. Tata pemerintahan yang baik dan bersih (Good Governance and Clean Government) adalah seluruh aspek yang terkait dengan kontrol  dan pengawasan terhadap kekuasaan yang dimiliki  Pemerintah dalam menjalankan fungsinya melalui institusi formal dan informal. Untuk melaksanakan prinsip Good Governance and Clean Government, maka Pemerintah harus  melaksanakan prinsip-prinsip akuntabilitas dan pengelolaan sumber daya secara efisien. Memperbaiki tata kelola pemerintahan adalah upaya jangka panjang dan memerlukan komitmen dari pemerintah, masyarakat, dan lembaga swadaya masyarakat. Kata kunci: Tata Kelola, Pemerintahan

Junaidi Sholat (Universitas Royal); Rahmat Suhargon (Universitas Muhammadiyah Asahan); Arjunawa Arjunawa (Universitas Royal) JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH
Vol 8 No 2 (2025)
Hal: 1345-1350
[PDF]
1523 URGENSI PENDIDIKAN ANTI KORUPSI BAGI GENERASI MUDA DALAM MENCAPAI INDONESIA BEBAS KORUPSI
Lihat Abstrak

Abstract: Abstract: The state has the responsibility for education for its citizens, this responsibility has been regulated in the 1945 Constitution and Law Number 20 of 2003 concerning the National Education System. The word corruption comes from the Latin corruptio or corruptus. Corruptio has various meanings, namely the act of damaging or destroying. Corruptio is also interpreted as rottenness, ugliness, depravity, dishonesty, can be bribed, immoral, deviation from holiness, words or statements that insult or slander. The problems are: The Urgency of Anti-Corruption Education for the Younger Generation in Achieving a Corruption-Free Indonesia. Challenges in Anti-Corruption Education for the Younger Generation. Corruption is part of the type of crime that can affect various interests concerning human rights, state ideology, economy, state finances, national morals, and so on, it is a criminal behavior that is difficult to overcome. This problem greatly hinders national development and is detrimental to state finances. If this problem occurs continuously, it can eliminate the sense of justice and trust in the law and regulations by the community. Anti-corruption education will be implemented at all levels of education starting from the 2012/2013 academic year. The challenge in implementing Anti-Corruption Education in preventing criminal acts is of course in terms of not yet being a mandatory subject of Anti-Corruption Education (PAK) in Higher Education. Another obstacle is the absence of special TOT training actively and integrated for lecturers in Indonesia, who are truly focused on the anti-corruption movement. Keywords: Education, Corruption, Young Generation Abstrak: Negara mempunyai taggung jawab atas Pendidikan bagi warga negaranya, tanggungjawab tersebut sudah diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945 dan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Kata korupsi berasal dari bahasa latin corruptio atau corruptus. Corruptio memiliki arti beragam yakni tindakan merusak atau menghancurkan. Corruptio juga diartikan kebusukan, keburukan, kebejatan, ketidakjujuran, dapat disuap, tidak bermoral, penyimpangan dari kesucian, kata-kata  atau ucapan yang menghina atau memfitnah.  Adapun menjadi permasalah yaitu :  Urgensi Pendidikan Anti Korupsi Bagi Generasi Muda Dalam Mencapai Indonesia Bebas Korupsi.Tantangan dalam Pendidikan Anti Korupsi Bagi Generasi Muda.Tindak pidana korupsi menjadi bagian dari jenis kejahatan yang dapat mempengaruhi berbagai kepentingan yang menyangkut hak asasi, ideologi negara, perekonomian, keuangan negara, moral bangsa, dan sebagainya, hal itu merupakan perilaku jahat yang sulit di tanggulangi. Pendidikan Antikorupsi akan diberlakukan di seluruh jenjang pendidikan mulai tahun ajaran 2012/2013. Tantangan dalam Penerapan Pendidikan Anti Korupsi dalam mencegah Tindak Pidana tentu dalam hal belum menjadi mata kuliah wajib Pendidikan Anti Korupsi (PAK) di Perguruan Tinggi. Kendala lain belum adanya pelatihan khusus TOT secara aktif dan terapdu terhadap dosen di Indonesia, yang benar-benar fokus dalam gerakan antikorupsi. Kata kunci: Pendndikan,Korupsi, Generasi Muda

Julpan Hartono SM Manurung (Universitas Royal); Asnur Disyahputra (Universitas Muhammadiyah Asahan); Ari Dermawan (Universitas Royal); Kharina Chandra Wani Sinaga (Universitas Royal) JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH
Vol 8 No 2 (2025)
Hal: 1339-1344
[PDF]
1524 PERAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DALAM TANGGUNGJAWAB LINGKUNGAN DI INDONESIA
Lihat Abstrak

Abstract: Corporate Social Responsibility (CSR) is currently the most talked about topic in various places, both in formal and informal forums. The UN with its Global Compact is actively involved in discussing and supporting Corporate Social Responsibility (CSR) as an effort to contribute to creating welfare for the world community. More theoretically and systematically, the concept of the corporate social responsibility pyramid developed by Archie B. Carrol provides a logical justification for why a company needs to implement CSR for the surrounding community. CSR is a commitment from a company or the business world to contribute to developing a sustainable economy by paying attention to corporate social responsibility and emphasizing the balance between attention to economic, social and environmental aspects. The formulation of the problem is How is the Role of Corporate Social Responsibility in Environmental Responsibility in Indonesia. What are the obstacles in Corporate Social Responsibility in Environmental Responsibility in Indonesia? CSR is applied as a concept because it is expected to be able to provide an alternative path for new breakthroughs in empowering the poor, but the company has not been able to empower the poor or in other words has not been able to empower the poor. The budget is a factor that influences an activity that cannot be carried out properly as planned in advance. This factor can be influenced by both the company itself and those related to the company's involvement. Keywords: Responsibility; Environment Abstrak: Corporate Social Responsibility (CSR) saat ini menjadi bagian yang paling hangat dibicarakan diberbagai tempat, baik di forum formal maupun informal. PBB dengan Global Compact-nya terlibat aktif membahas dan mendukung Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai upaya turut menciptakan kemaslahatan masyarakat dunia. Secara lebih teoritis dan sistematis, konsep piramida tanggung jawab sosial perusahaan yang dikembangkan Archie B. Carrol memberi justifikasi logis mengapa sebuah perusahaan perlu menerapkan CSR bagi masyarakat di sekitarnya. CSR adalah komitmen perusahaan atau dunia bisnis untuk berkontribusi dalam mengembangkan ekonomi yang berkelanjutan dengan memperhatikan tanggung jawab sosial perusahaan dan menitik beratkan pada keseimbangan antara perhatian terhadap aspek ekonomi, sosial dan lingkungan. Adapun rumusan masalahnya yaitu Bagaimana Peran Corporate Social Responsibility Dalam Tanggung jawab Lingkungan Di Indonesia. Bagaimana kendala dalam Corporate Social Responsibility Dalam Tanggung jawab Lingkungan Di Indonesia CSR diterapkan sebagai suatu konsep karena diharapkan mampu memberikan jalan alternatif terobosan baru dalam pemberdayaan masyarakat miskin, namun perusahaan belum mampu memberikan pemberdayaan masyarakat miskin atau dengan kata lain belum bisa memberdayakan masyarakat miskin. Anggaran merupakan faktor mempengaruhi suatu kegiatan tidak dapat terlaksana dengan semestinya yang telah direncanakan pada sebelumnya. Faktor ini bisa dipengaruhi baik dari perusahaan itu sendiri maupun yang menyangkut keterlibatan perusahaan. Kata kunci: Tanggung jawab; Lingkungan

Hikmat Syahputra Tarigan (Universitas Royal); Abdul Aziz Manurung (Universitas Muhammadiyah Asahan); Danarzi Danarzi (Universitas Royal) JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH
Vol 8 No 2 (2025)
Hal: 1334-1338
[PDF]
1525 URGENSI DPR RI DALAM FUNGSI PENGAWASAN ANGGARAN DI INDONESIA
Lihat Abstrak

Abstract: The role of the DPR (People's Representative Council) is important in building this country. Law No. 8 of 2012 concerning the Election of DPR Members, in which there is an explanation that the seats in it are 560 seats, which means that only 560 people can be in that place. The term of office of each DPR member is 5 years and ends simultaneously where the new DPR member takes his/her oath as a new DPR member with guidance from the Constitutional Court at a plenary session. In a simple sense, supervision can be interpreted as "an activity to assure and guarantee that the work carried out is in accordance with the established plan". For this reason, supervision must measure what has been achieved, assess activities, take corrective actions and adjustments that are considered necessary. In the decision of the Minister of State Apparatus Empowerment Number 19 of 1996, it is stated that supervision is the entire process of the object and/or activity that has been carried out in accordance with applicable provisions. Supervision is often interpreted as or identical to an examination or audit so that supervision means an audit. One of the obstacles in budget supervision by the Indonesian House of Representatives is the lack of Government Transparency. Not all budget data can be easily accessed by the Indonesian House of Representatives, especially related to budget use in various ministries and institutions. Keywords: Supervision, Budget Abstrak: Peran DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) menjadi penting perannya dalam membangun negeri ini.  Undang Undang No. 8 Tahun 2012 tentang Pemilu Anggota DPR, didalamnya terdapat penjelasan bahwa kursi yang ada didalamnya ialah sebanyak 560 bangku yang artinya hanya 560 orang yang dapat berada di tempat tersebut. Untuk masa jabatan dari setiap anggota DPR ialah 5 tahun dan berakhir secara bersamaan dimana anggota DPR yang baru mengucapkan janjinya sebagai anggota DPR yang baru dengan panduan dari Mahkamah Konstitusi pada sidang paripurna. Dalam pengertian yang sederhana pengawasan dapat diartikan sebagai “kegiatan untuk meyakinkan dan menjamin bahwa pekerjaan yang dilakukan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan”. Untuk itu pengawasan harus mengukur apa yang telah dicapai, menilai kegiatan, mengadakan tindakantindakan perbaikan dan penyesuaian yang dianggap perlu. Dalam keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 19 Tahun 1996 disebutkan, pengawasan adalah seluruh proses objek dan atau kegiatan tersebut telah dilaksanakan sesuai dengan ketetapan yang berlaku. Pengawasan sering diartikan sebagai atau identik dengan pemeriksaan atau audit sehingga pengawasan mempunyai arti audit. Salah satu kendala dalam pengawasan anggaran oleh DPR RI antara lain yaitu kurangnya Transparansi Pemerintah, Tidak semua data anggaran dapat diakses dengan mudah oleh DPR RI, terutama terkait dengan penggunaan anggaran di berbagai kementerian dan lembaga. Kata kunci: Pengawasan, Anggaran

Babby Apriandani (Universitas Royal); Sumantri Sumantri (Universitas Royal); Sofian Sofian (Universitas Muhammadiyah Asahan); Ahmad Ray Fadilah Sitompul (Universitas Royal) JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH
Vol 8 No 2 (2025)
Hal: 1327-1333
[PDF]
1526 ANALISIS RATIO DECIDENDI TENTANG PENJATUHAN PIDANA PENCUCIAN UANG DENGAN KEJAHATAN ASAL PENIPUAN (Analisis Putusan Nomor: 365/Pid.Sus/2023/PN Jkt Tim)
Lihat Abstrak

Money laundering is not just an illegal transaction, but a mechanism that allows criminals to disguise the proceeds of crime so that they can be used without suspicion. Therefore, the crime of money laundering is often closely related to predicate crimes, such as corruption, narcotics, fraud, and other crimes that are the source of funds for these illegal practices. The research method uses normative legal research, with the nature of analytical descriptive research, with the approach of legislation approach, concept approach, and case approach. Sources include primary, secondary and tertiary legal materials. The data collection technique is through library research. The data collection tool is document study (documentary research), then analyzed qualitatively. This legal construction has fulfilled the principle of legal certainty because it is formulated clearly and structured in the Money Laundering Law. Law enforcement officers should be more careful in proving the subjective and objective elements of the offense of Article 3 of the TPPU Law, so that criminal liability is not imposed on parties who do not fulfill the elements of actus reus and mens rea in their entirety. The panel of judges in deciding the case does not only adhere to formal interpretation, but also carefully considers the legal facts, as well as substantive justice and proportionality of the defendant's role, so that the decision truly reflects the balance between legal certainty, benefit, and justice.Keyword: Ratio Decidendi, Money Laundering, Crime, Fraud.Abstrak: Pencucian uang bukan sekadar transaksi ilegal, tetapi merupakan mekanisme yang memungkinkan pelaku kejahatan untuk menyamarkan hasil kejahatan agar dapat digunakan tanpa dicurigai. Oleh sebab itu, tindak pidana pencucian uang sering kali berkaitan erat dengan kejahatan asal (predicate crime), seperti korupsi, narkotika, penipuan, dan tindak pidana lainnya yang menjadi sumber dana bagi praktik ilegal tersebut. Metode Penelitian menggunakan penelitian hukum normatif, dengan sifat penelitian deskriptif analitis, dengan pendekatan yaitu pendekatan perundang-undangan, pendekatan konsep, dan pendekatan kasus. Sumber meliputi bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Teknik pengumpulan data adalah dengan studi kepustakaan (library research). Alat pengumpulan data yaitu studi dokumen (documentary research), kemudian dianalisis secara kualitatif. Konstruksi hukum ini telah memenuhi prinsip kepastian hukum karena dirumuskan secara jelas, dan terstruktur dalam Undang-Undang Pencucian Uang. Seharusnya, aparat penegak hukum lebih teliti dalam membuktikan unsur-unsur subjektif dan objektif delik Pasal 3 UU TPPU, agar pertanggungjawaban pidana tidak dijatuhkan kepada pihak yang tidak memenuhi unsur actus reus dan mens rea secara utuh. Majelis hakim dalam memutus perkara tidak hanya berpegang pada penafsiran formil, tetapi juga mempertimbangkan fakta-fakta hukum secara teliti, serta keadilan substantif dan proporsionalitas peran terdakwa, agar putusan benar-benar mencerminkan keseimbangan antara kepastian hukum, kemanfaatan, dan keadilan.Kata kunci: Ratio Decidendi, Pencucian Uang, Kejahatan, Penipuan.

Tamado Donmes (Universitas Sumatera Utara); Sunarmi Sunarmi (Universitas Sumatera Utara); Abdul Aziz Alsa (Universitas Sumatera Utara) JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH
Vol 8 No 3 (2025)
Hal: 4959-4969
[PDF]
1527 PELATIHAN IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA SWASTA DAERAH AIR JOMAN
Lihat Abstrak

Abstract: The implementation of the independent curriculum as an effort to improve the quality of education in Indonesia. This curriculum aims to provide more freedom to schools in designing and implementing the curriculum according to the needs and characteristics of each school. This service is carried out to implement the independent curriculum at SMA Swasta Daerah Air Joman. Data were collected through interviews with principals, teachers and students who have used the independent curriculum. In addition, observations were also conducted to observe the learning process in the classroom. Based on the results of the study, it shows that the implementation of the curriculum in this school faces various challenges. Although there is freedom in designing the curriculum, the school experiences obstacles in developing learning materials that are relevant to local needs. In addition, improving the quality of teachers and support from schools and the government are also important factors in the success of this curriculum. They have a strong commitment to improving the quality of education, collaborating with various parties, and conducting regular monitoring and evaluation of the implementation of the curriculum. This study concludes that the independent curriculum in schools requires a strong commitment, support from various parties, and adaptation to the characteristics of the school and its environment. In addition, increasing teacher capacity must also be considered so that the curriculum can be successful and have a positive impact on education in Indonesia. Keywords: independent curriculum, indonesian language learning  Abstrak: Pelaksanaan kurikulum merdeka sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Kurikulum ini bertujuan untuk memberikan kebebasan lebih kepada sekolah dalam merancang dan mengimplementasikan kurikulum sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing sekolah. Pengabdian ini dilakukan untuk mengimplementasikan kurikulum merdeka di SMA Swasta Daerah Air Joman. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan kepala sekolah, guru dan siswa yang telah menggunakan kurikulum merdeka. Selain itu observasi juga dilakukan untuk mengamati proses pembelajaran di kelas. Berdasarkan hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa implementasi kurikulum di sekolah ini menghadapi berbagai tantangan. Walaupun ada kebebasan dalam merancang kurikulum, tetapi sekolah mengalami kendala dalam mengembangkan materi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan lokal. Selain itu peningkatan kualitas guru dan dukungan dari pihak sekolah dan pemerintah juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan kurikulum ini. Mereka memiliki komitmen yang kuat untuk meningkatkan kualitas pendidikan, berkolaborasi dengan berbagai pihak, dan melakukan pemantauan serta evaluasi secara berkala terhadap pelaksanaan kurikulum. kegiatan ini menyimpulkan bahwa kurikulum merdeka di sekolahmembutuhkan komitmen yang kuat, dukungan dari berbagai pihak, dan adaptasi terhadap karakteristik sekolah dan lingkungannya. Selain itu peningkatan kapasitas guru juga harus di perhatikan agar kurikulum dapat berhasil dan memberikan dampak positif pada pendidikan di Indonesia. Kata kunci: kurikulum merdeka, pembelajaran bahasa indonesia 

Nila Sudarti (Universitas Asahan); Tuti Herawati (Universitas Asahan); Pradita Sugesti (Universitas Asahan) Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat
Vol 5 No 1 (2025)
Hal: 122 - 126
[PDF]
1528 DEVELOPING AN ENGLISH LEARNING APPLICATION BASED ON INFORMATION SYSTEMS TO IMPROVE SPEAKING ABILITY OF LKP BINTANG MULIA STUDENTS
Lihat Abstrak

Abstract: This study aims to develop an English learning application based on information systems to improve the speaking skills of LKP Bintang Mulia students. The app features voice recording, pronunciation practice, speaking exercises, and an essay tool to support structured speaking. This development addresses the limited use of technology and reliance on conventional teaching methods at the institution. Thirty students participated in a pre-test and post-test evaluation covering fluency, pronunciation, vocabulary, and confidence. The average score increased from 62.4 to 78.6, with post-test scores of 79.5 (fluency), 78.0 (pronunciation), 77.8 (vocabulary), and 79.1 (confidence). The gain score was 16.2 and the normalized gain was 0.43, indicating medium effectiveness. A paired t-test showed significant improvement (p < 0.001), and the effect size (Cohen’s d = 2.2) indicated a large impact. Student feedback confirmed the app’s usability and effectiveness. These results show that integrating technology through interactive applications can significantly enhance speaking ability in language learning. Keyword: speaking skills; English learning app; information systems; language technology; LKP Bintang Mulia Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi pembelajaran bahasa Inggris berbasis sistem informasi untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa LKP Bintang Mulia. Aplikasi ini memiliki fitur rekaman suara, latihan pengucapan, latihan berbicara, dan alat bantu esai untuk mendukung berbicara terstruktur. Pengembangan ini mengatasi keterbatasan penggunaan teknologi dan ketergantungan pada metode pengajaran konvensional di lembaga tersebut. Tiga puluh siswa berpartisipasi dalam evaluasi pra-tes dan pasca-tes yang mencakup kelancaran, pengucapan, kosakata, dan kepercayaan diri. Skor rata-rata meningkat dari 62,4 menjadi 78,6, dengan skor pasca-tes 79,5 (kelancaran), 78,0 (pengucapan), 77,8 (kosakata), dan 79,1 (kepercayaan diri). Skor penguatan adalah 16,2 dan penguatan ternormalisasi adalah 0,43, yang menunjukkan efektivitas sedang. Uji-t berpasangan menunjukkan peningkatan yang signifikan (p < 0,001), dan ukuran efek (Cohen's d = 2,2) menunjukkan dampak yang besar. Umpan balik siswa mengonfirmasi kegunaan dan efektivitas aplikasi. Hasil-hasil ini menunjukkan bahwa mengintegrasikan teknologi melalui aplikasi interaktif dapat meningkatkan kemampuan berbicara secara signifikan dalam pembelajaran bahasa. Kata kunci: keterampilan berbicara; aplikasi pembelajaran bahasa Inggris; sistem informasi; teknologi bahasa; LKP Bintang Mulia

Cecep Maulana (Universitas Royal); Hambali Hambali (Universitas Royal) JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH
Vol 8 No 2 (2025)
Hal: 1320-1326
[PDF]
1529 WORKSHOP PEMBUATAN AKSESORIS MANIK – MANIK KEPADA PEGAWAI REZEKY PAYET INDONESIA
Lihat Abstrak

Abstract: The trend of accessory workshops is currently growing and attracting a lot of attention. Through this activity, employees can learn to make unique accessories such as bracelets, necklaces, and earrings from simple materials including beads, ropes, and threads. Workshops are not only a place to learn, but can also be a place to creativity. In addition, by participating in workshops, employees will become more familiar with color combinations, accessory designs, and creative manufacturing techniques. So, workshops can be a learning space for employees to improve their abilities and skills professionally.Keywords: Workshop; accessories; creativity. Abstrak: Tren workshop aksesoris saat ini semakin berkembang dan menarik banyak perhatian. Melalui kegiatan ini, para pegawai dapat belajar membuat aksesoris unik seperti gelang, kalung, anting dari bahan – bahan sederhana yang meliputi manik – manik, tali, dan benang. Workshop tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga dapat menjadi wadah untuk berkreativitas. Selain itu, dengan mengikuti workshop para pegawai akan menjadi lebih paham dengan kombinasi warna, desain aksesoris, dan teknik pembuatan yang kreatif. Jadi, workshop dapat menjadi ruang belajar bagi para pegawai untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan mereka secara profesional.Kata kunci : Workshop; aksesoris; kreativitas.

Irvan Rolyesh Situmorang (Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Eka Prasetya); Wirnawan Wirnawan (Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Eka Prasetya); Stevani Stevani (Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Eka Prasetya); Viony Saphira (Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Eka Prasetya) Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat
Vol 5 No 1 (2025)
Hal: 116 - 121
[PDF]
1530 PENINGKATAN KEMAMPUAN TENAGA PENDIDIK DI RA. AL FARIQ DALAM BIDANG TEKNOLOGI INFORMASI
Lihat Abstrak

Abstract: The rapid development of information technology has brought significant changes in the world of education. The ability of educators to master information technology is an important factor in improving the quality of learning. Information technology not only facilitates access to learning resources, but also enables more innovative and interactive learning methods. However, many educators still face obstacles in utilizing information technology, such as limited skills in using learning software, lack of adequate training, and limited access to technological facilities. This hinders the optimization of the use of technology in the teaching and learning process. Therefore, improving the ability of educators in the field of information technology is a must so that they can adapt to the times and create a more effective and interesting learning experience for students. Through appropriate training and mentoring, educators are expected to be able to integrate information technology into the learning process optimally.               Keywords: Educators, Technology, Information Abstrak: Perkembangan teknologi informasi yang pesat telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan. Kemampuan tenaga pendidik dalam menguasai teknologi informasi menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Teknologi informasi tidak hanya mempermudah akses terhadap sumber belajar, tetapi juga memungkinkan metode pembelajaran yang lebih inovatif dan interaktif. Namun, masih banyak tenaga pendidik yang menghadapi kendala dalam pemanfaatan teknologi informasi, seperti keterbatasan keterampilan dalam menggunakan perangkat lunak pembelajaran, kurangnya pelatihan yang memadai, serta keterbatasan akses terhadap sarana teknologi. Hal ini menghambat optimalisasi penggunaan teknologi dalam proses belajar mengajar. Oleh karena itu, peningkatan kemampuan tenaga pendidik dalam bidang teknologi informasi menjadi suatu keharusan agar mereka dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman dan menciptakan pengalaman belajar yang lebih efektif dan menarik bagi peserta didik. Melalui pelatihan dan pendampingan yang tepat, tenaga pendidik diharapkan mampu mengintegrasikan teknologi informasi dalam proses pembelajaran secara optimal. Kata Kunci: Tenaga Pendidik, Teknologi, Informasi

Masitah Handayani (STMIK Royal Kisaran); Novica Irawati; Mustika Fitri Larasati; Fauriatun Helmiah; Ade Mutiara Sari Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat
Vol 5 No 1 (2025)
Hal: 109 - 115
[PDF]
1531 THE ROLE OF LANGUAGE STYLE AND COMMUNICATION IN BOOSTING SALES THROUGH LIVE STREAMING ON TIKTOK
Lihat Abstrak

Abstract: Language style is a way of speaking/writing that depends on the situation of the person (or people) you are speaking or writing to. Language style refers to the selection of linguistic forms to convey social or artistic effects. In communication, people usually use formal or informal language, depending on the situation they are communicating with others. Language style also tells the listener to accept what is being said, whether it is serious, ironic, funny, or otherwise (Saputri et al., 2022). According to (Joos Theory Author et al., 2023) in (Joos in Chaer and Agustina (1995: 92)) divides variety of language into five styles, they are; frozen style, formal style, consultative style, casual style, and intimate style. This study investigates how the role of language style in TikTok live streaming in selling products on the platform with qualitative methods. Qualitative is used to describe and analyse the phenomena that usually occur in daily activities and does not deal with numbers as a data (Saputri et al., 2022). In collecting data, videos were taken from three tiktok accounts, namely the Elformula Official, Nalalacollection, and FJ.bottle accounts with a duration of 10 minutes each. language style plays a critical role in the success of live-streaming sales on TikTok by fostering effective communication and engaging interaction between sellers and consumers. The casual and intimate language styles dominate this environment, creating a friendly and relatable atmosphere that appeals to TikTok's diverse audience. Sellers use dynamic, easy-to-understand, and personalized language to build trust and establish a connection with their viewers, enhancing customer engagement and loyalty. Keywords: Language style; Semantics; Social Media; Tiktok.

Karisma E. Tarigan (Universitas Katolik Santo Thomas); Agita Br Sembiring (Universitas Katolik Santo Thomas) JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH
Vol 8 No 2 (2025)
Hal: 1306-1312
[PDF]
1532 KAJIAN INTERTEKSTUAL DALAM NOVEL PUTRI TIDUR TUATHINA KARYA MIMOSA Q DAN NOVEL JEDA DAN SPASI KARYA NISA RAHMAH
Lihat Abstrak

Abstract: This research is titled “Intertextual Study in the The Novel Putri Tidur Tuathina by Mimosa Q and the Novel Jeda Dan Spasi Karya Nisa Rahmah”. The formulation of the problem in this research is how is the “Intertextual Study of the Intertextual Study in the Novel Putri Tidur Tuathina by Mimosa Q and the Novel Jeda Dan Spasi by Nisa Rahmah”. And Spaces by Nisa Rahmah? Objective The research objectives in this study are to describe how the Intertextual Study in the Intertextual Studies in the Novel Putri Tidur Tuathina by Mimosa Q and the Novel Jeda Dan Spasi by Nisa Rahmah. And Spaces by Nisa Rahmah. The method in this research uses library research that uses qualitative descriptive techniques. literature research that uses qualitative descriptive techniques. Research approach The research approach uses an objective approach with a comparative literature method. In This research uses several references from the library and texts sourced from the internet which are loaded from various information related to the issues under study related to the issue under study. This research will describe Intertextual Studies in the Novel Putri Tidur Tuathina by Mimosa Q and the Novel Jeda Dan Spasi by Nisa Rahmah. Jeda Dan Spasi by Nisa Rahmah. The similarity of intrinsic elements in the novel Putri Mimosa Q's Putri Tidur Tuathina and Nisa Rahmah's Jeda Dan Spasi, namely characters, time setting, point of view, and language style. As for the differences contained in the novel Putri Tidur Tuathina by Mimosa Q and the novel Jeda Dan Spasi by Nisa Rahmah are the characters, setting, point of view, and language style. Spaces by Nisa Rahmah are theme, plot, setting, and mandate.  Keywords: Intertextual study.  Putri Tidur Tuathina Novel,  Jeda Dan Spasi Novel. Abstrak: Penelitian ini berjudul “Kajian Intertekstual dalam Novel Putri Tidur Tuathina Karya Mimosa Q dan Novel Jeda Dan Spasi Karya Nisa Rahmah”. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah “Kajian Intertekstual dalam Novel Putri Tidur Tuathina Karya Mimosa Q dan Novel Jeda Dan Spasi Karya Nisa Rahmah? Tujuan penelitian dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana Kajian Intertekstual dalam Novel Putri Tidur Tuathina Karya Mimosa Q dan Novel Jeda Dan Spasi Karya Nisa Rahmah. Metode dalam penelitian ini menggunakan penelitian pustaka yang menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan objektif dengan metode sastra bandingan. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan beberapa referensi dari perpustakaan dan naskah yang bersumber dari internet yang dimuat dari berbagai informasi yang berhubungan dengan persoalan yang diteliti. Penelitian ini akan mendeskripsikan Kajian Intertekstual dalam Novel Putri Tidur Tuathina karya Mimosa Q dan Novel Jeda Dan Spasi karya Nisa Rahmah. Persamaan unsur intrinsik dalam Novel Putri Tidur Tuathina Karya Mimosa Q dan Novel Jeda Dan Spasi Karya Nisa Rahmah yaitu tokoh, latar waktu, sudut pandang, dan gaya bahasa. Adapun perbedaan yang terdapat dalam Novel Putri Tidur Tuathina Karya Mimosa Q dan Novel Jeda Dan Spasi Karya Nisa Rahmah adalah tema, alur atau plot, latar tempat, dan amanat.  Kata Kunci: Kajian intertekstual. novel Putri Tidur Tuathina.  novel Jeda Dan Spasi.

Nofiana S (Universitas Jabal Ghafur); Marlina Risma (Universitas Jabal Ghafur) JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH
Vol 8 No 2 (2025)
Hal: 1288-1297
[PDF]
1533 SELF-EFFICACY, LITERASI KEUANGAN, SOSIAL DAN INVESTASI SAHAM ESG
Lihat Abstrak

Abstract: Environmental, Social, and Governance (ESG)-based stock investment is gaining popularity due to its relevance to sustainability. This research aims to analyze the influence of self-efficacy, financial literacy, and social influence on ESG stock investment decisions among English Literature students at Dian Nusantara University. A quantitative approach was employed in this study, involving 171 respondents selected through purposive sampling. Data were collected using a structured questionnaire and analyzed with multiple linear regression. The research results indicate that all three variables, namely self-efficacy, financial literacy, and social influence, have a positive and significant influence on ESG stock investment decisions. Financial literacy is the most dominant factor in influencing investment decisions. These findings emphasize the importance of developing students' financial competence and self-confidence in supporting wiser and more responsible investment decision-making towards sustainability. In conclusion, this research contributes to understanding the factors influencing young generation's investment preferences towards ESG stocks. These results are important for the development of financial education programs and the promotion of sustainable investment among students.  Keywords: Self-Efficacy Financial Literacy Social Influence ESG Stock Investment Student Investment Decisions Abstrak: Investasi saham berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG) semakin diminati karena relevansinya dengan keberlanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh self-efficacy, literasi keuangan, dan pengaruh sosial terhadap keputusan investasi saham ESG di kalangan mahasiswa Sastra Inggris Universitas Dian Nusantara. Pendekatan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini, melibatkan 171 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis dengan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel, yaitu self-efficacy, literasi keuangan, dan pengaruh sosial, memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan investasi saham ESG. Literasi keuangan menjadi faktor paling dominan dalam memengaruhi keputusan investasi. Temuan ini menekankan pentingnya pengembangan kompetensi keuangan dan kepercayaan diri mahasiswa dalam mendukung pengambilan keputusan investasi yang lebih bijaksana dan bertanggung jawab terhadap keberlanjutan. Kesimpulannya, penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami faktor-faktor yang memengaruhi preferensi investasi generasi muda terhadap saham ESG. Hasil ini penting untuk pengembangan program edukasi keuangan dan promosi investasi berkelanjutan di kalangan mahasiswa. Kata Kunci: Self-Efficacy; Financial Literacy; Social Influence; Investasi Saham ESG; Keputusan Investasi Mahasiswa

Lutfi Alhazami (Universitas Dian Nusantara); Irma Rahmawati (Universitas Dian Nusantara) JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH
Vol 8 No 2 (2025)
Hal: 1280-1287
[PDF]
1534 ANALISIS KEEFEKTIFAN IMPLEMENTASI GAME BASED LEARNING BERBASIS WORDWALL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERFIKIR SISWA MATERI SISTEM EKSKRESI MANUSIA DI MAS PP BINA ULAMA
Lihat Abstrak

Abstract: This research is motivated by the need for comprehensive and engaging learning methods for the complex human excretory system material, where conventional approaches are less capable of developing students' higher-order thinking skills. The study aims to analyze the effectiveness of Wordwall-based game-based learning implementation in improving students' thinking abilities on human excretory system material at MAS PP Bina Ulama. The research employed a quantitative approach with a quasi-experimental nonequivalent control group design involving 59 eleventh-grade students divided into an experimental class (n=30) using Wordwall and a control class (n=29) using conventional methods. Results showed that the implementation of Wordwall-based GBL effectively improved students' thinking abilities with an N-gain of 0.76 (high category) compared to the control class at 0.48 (medium category), with significant differences (t=8.925; p<0.05; Cohen's d=1.64). The highest improvement occurred in analytical thinking skills (C4) with an N-gain of 0.83. It is concluded that Wordwall-based GBL effectively enhances students' higher-order thinking skills and is compatible with the characteristics of Islamic boarding school education, thus recommended as an alternative innovative learning strategy to optimize learning within time constraints. Keywords: Game-based learning, Wordwall, higher-order thinking skills, excretory                  system, Islamic boarding school education Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan metode pembelajaran komprehensif dan menarik pada materi sistem ekskresi manusia yang kompleks, di mana pendekatan konvensional kurang mampu mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Tujuan penelitian adalah menganalisis keefektifan implementasi game based learning berbasis Wordwall dalam meningkatkan kemampuan berpikir siswa pada materi sistem ekskresi manusia di MAS PP Bina Ulama. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen nonequivalent control group design melibatkan 59 siswa kelas XI yang dibagi menjadi kelas eksperimen (n=30) menggunakan Wordwall dan kelas kontrol (n=29) menggunakan metode konvensional. Hasil menunjukkan bahwa implementasi GBL berbasis Wordwall efektif meningkatkan kemampuan berpikir siswa dengan N-gain 0,76 (kategori tinggi) dibandingkan kelas kontrol 0,48 (kategori sedang), dengan perbedaan signifikan (t=8,925; p<0,05; Cohen's d=1,64). Peningkatan tertinggi terjadi pada aspek kemampuan menganalisis (C4) dengan N-gain 0,83. Disimpulkan bahwa GBL berbasis Wordwall efektif meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa dan kompatibel dengan karakteristik pendidikan pesantren, sehingga direkomendasikan sebagai alternatif strategi pembelajaran inovatif untuk mengoptimalkan pembelajaran dalam keterbatasan waktu. Kata kunci: Game based learning, Wordwall, kemampuan berpikir tingkat tinggi, sistem ekskresi, pendidikan pesantren

Anggi Wulansari (Universitas Royal) JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH
Vol 8 No 2 (2025)
Hal: 1272-1279
[PDF]
1535 IMPLEMENTASI METODE K-MEANS UNTUK MENGKLASTERISASI JENIS BUAH NAGA DENGAN TEKNIK PENGOLAHAN CITRA
Lihat Abstrak

Abstract: This research aims to implement the K-Means method for clustering red and yellow dragon fruit types using image processing techniques. Image processing is carried out by utilizing features such as color, texture, and shape from dragon fruit images obtained using a digital camera. The captured images are then processed through preprocessing stages such as conversion to a specific color space  and feature extraction to describe the visual characteristics of the dragon fruit. Afterward, the K-Means algorithm is applied to cluster the images based on the similarity of their features. The clustering results show that the K-Means method is effective in distinguishing between red and yellow dragon fruit types, with a satisfactory accuracy rate. This study contributes to the development of an automated classification system for dragon fruit type identification based on images, which can be applied in agriculture, especially in the processing and distribution of products. Keyword: K-Means Method; Red Dragon Fruit Clustering; Yellow Dragon Fruit; Image Processing. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan metode K-Means dalam mengklasterisasi jenis buah naga merah dan buah naga kuning menggunakan teknik pengolahan citra. Pengolahan citra dilakukan dengan memanfaatkan fitur-fitur warna, tekstur, dan bentuk dari citra buah naga yang diperoleh menggunakan kamera digital. Citra yang diambil kemudian diproses melalui tahap pra-pemrosesan seperti konversi ke ruang warna tertentu dan ekstraksi fitur untuk mendeskripsikan karakteristik visual dari buah naga. Setelah itu, algoritma K-Means diterapkan untuk mengelompokkan citra berdasarkan kemiripan fitur yang dimilikinya. Hasil pengklasteran menunjukkan bahwa metode K-Means efektif dalam memisahkan jenis buah naga merah dan kuning, dengan tingkat akurasi yang memadai. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan sistem klasifikasi otomatis untuk identifikasi jenis buah naga berdasarkan citra, yang dapat diterapkan dalam bidang pertanian, terutama dalam proses pengolahan dan distribusi produk. Kata kunci:  Metode K-Means; Pengklasteran buah naga merah; Buah naga kuning; Pengolahan citra.

Muhammad Idris (Universitas Putra Indonesia YPTK Padang); Agung Ramadhanu (Universitas Putra Indonesia YPTK Padang) JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH
Vol 8 No 2 (2025)
Hal: 1266-1271
[PDF]
1536 PELATIHAN LITERASI KEUANGAN: PERENCANAAN KEUANGAN UNTUK SISWA SMA DHARMA BAKTI LUBUK PAKAM
Lihat Abstrak

Abstract: In today's digital era, financial literacy has become a crucial skill for the younger generation, especially high school students, to manage their finances effectively and responsibly. This enables them to handle their finances wisely and avoid harmful financial risks. This article discusses the implementation of a financial literacy training held at SMA Dharma Bakti Lubuk Pakam on March 8, 2025, attended by 59 selected students, the results obtained, and recommendations for sustainable financial literacy development within the school environment. The training focused on two main topics: financial planning and understanding online loans. The training aimed to enhance students' knowledge and skills in managing personal finances as well as recognizing the risks and mechanisms of online loans, which are prevalent among teenagers. The training methods included interactive lectures and individual case studies. Keywords: Financial Literacy; Online Loans; Financial Planning; Financial Education; Digital Finance. Abstrak: Di era digital saat ini, literasi keuangan telah menjadi keterampilan yang sangat penting bagi generasi muda khususnya siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) untuk mengelola keuangan mereka secara efektif dan bertanggung jawab agar mampu mengelola keuangan secara bijak dan terhindar dari risiko finansial yang merugikan. Artikel ini membahas pelaksanaan pelatihan literasi keuangan yang diadakan di SMA Dharma Bakti Lubuk Pakam pada tanggal 08 Maret 2025, yang diikuti oleh 59 siswa terpilih hasil yang diperoleh, serta rekomendasi untuk pengembangan literasi keuangan yang berkelanjutan di lingkungan sekolah. Pelatihan ini menitikberatkan pada dua topik utama, yaitu perencanaan keuangan dan pemahaman pinjaman online. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam mengelola keuangan pribadi serta mengenali risiko dan mekanisme pinjaman online yang marak di kalangan remaja. Metode pelatihan meliputi ceramah interaktif, dan studi kasus individu. Kata Kunci: Literasi Keuangan; Pinjaman Online; Perencanaan Keuangan; Edukasi Keuangan; Keuangan Digital.

Afrizal Afrizal; Albert Herlambang; Sri Rezeki; Hommy Dorthy Ellyany Sinaga; Petrus Loo; Claudie Tiofanny Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat
Vol 5 No 1 (2025)
Hal: 96 - 100
[PDF]
1537 INTEGRASI BAHAN AJAR BERBASIS KEARIFAN LOKAL KABUPATEN ASAHAN DALAM MENGAJAR KETERAMPILAN MEMBACA
Lihat Abstrak

Abstract: This socialization was provided for students as prospective teachers in overcoming students' lack of interest in reading. According to the results of Rapor Pendidikan Indonesia in 2023, especially the main indicator of students' literacy skills, which this year was 49.26%, decreased by 4.59 from 2021 (53.85%) (Ministry of Education, Culture, 2023). It also happenned in Indonesia in 2022 (UNESCO). Indonesia was still ranked 60th out of 70 countries. This shows that the literacy skills of Indonesian students are getting lower (Ramadhan, 2023). Of course, it is not much different in Asahan Regency. Based on the results of monitoring and evaluation of the Integrated School Field Introduction (PLPT) course activities in several schools in Asahan Regency in 2024, students' interest in reading texts was very low, which had an impact on their learning outcomes, especially in understanding reading. One of the causes is the teaching materials that are not interesting. Therefore, the integration of local wisdom into teaching materials needs to be done so that they become more interested and motivated. The integration in question was socialized to students as prospective teachers because the knowledge they gained will be conveyed and applied to their students later (Rosyada et al., 2022). Keywords: integration, reading literacy, reading interest, local wisdom Abstrak: Kegiatan ini bertujuan untuk memberi pembekalan kepada mahasiswa sebagai calon guru dalam mengatasi kurang minatnya siswa untuk membaca. Menurut hasil Rapor Pendidikan Indonesia tahun 2023 terutama indikator utama kemampuan literasi siswa yang tahun ini 49,26% mengalami penurunan 4,59 dari 2021 (53,85%) (Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, 2023). Sama halnya dengan kemampuan literasi siswa Indonesia tahun 2022 (UNESCO). Indonesia masih berada pada peringkat ke-60 dari 70 negara. Ini menunjukan bahwa kemampuan literasi siswa Indonesia semakin rendah (Ramadhan, 2023). Tentu tidak jauh berbeda di Kabupaten Asahan. Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi pada kegiatan mata kuliah Pengenalan Lapangan Persekolahan Terpadu (PLPT) di beberapa sekolah di Kabupaten Asahan tahun 2024, minat siswa untuk membaca teks sangatlah rendah sehingga berdampak terhadap hasil belajar mereka terutama dalam memahami bacaan. Salah satu penyebabnya adalah bahan ajar yang kurang menarik. Oleh karena itu, pengintegrasian kearifan lokal ke dalam bahan ajar perlu dilakukan supaya mereka menjadi lebih tertarik dan termotivasi. Pengintegrasian yang dimaksud disosialisasikan kepada mahasiswa sebagai calon guru karena pengetahuan yang mereka peroleh akan disampaikan dan diterapkan kepada siswa mereka nanti (Rosyada et al., 2022).Kata kunci: integrasi, kearifan lokal, literasi membaca, minat membaca

Lis Supiatman; Yen Aryni; Aisyah Cantika; Ravli Akbar Nasution; Juni Hardiyanti Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat
Vol 5 No 1 (2025)
Hal: 89 - 95
[PDF]
1538 PENGARUH SKEPTISISME PROFESIONAL, INTEGRITAS, AKUNTABILITAS TERHADAP KUALITAS AUDIT DENGAN ETIKA AUDITOR SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI
Lihat Abstrak

Studi ini mengkaji sejauh mana skeptisisme profesional, integritas, dan akuntabilitas memengaruhi kualitas audit, dengan memasukan peran etika auditor sebagai variabel moderasi pada Kantor Akuntan Publik yang beroperasi di wilayah Surakarta dan Semarang. Penelitian ini melibatkan KAP yang terdaftar di direktori IAPI dan OJK berjumlah 34. Metode pengambilan sampel purposive sampling digunakan untuk mengumpulkan hasil seleksi dari 12 KAP dengan jumlah 67 responden. Data dianalisis dengan menggunakan program SPSS 25. Temuan studi ini mengindikasikan bahwa adanya sikap skeptisisme profesional serta tingkat integritas yang tinggi memiliki dampak positif terhadap kualitas audit. Di samping itu, akuntabilitas juga turut memberikan kontribusi yang positif terhadap peningkatan kualitas audit. Etika auditor bertindak sebagai variabel yang memperkuat hubungan antara skeptisisme profesional serta integritas dengan kualitas audit. Namun, peran etika auditor tidak ditemukan dalam memperkuat kaitan antara akuntabilitas dan kualitas audit

nindi dwi jayanti (Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta) JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH
Vol 8 No 3 (2025)
Hal: 5242-5251
[PDF]
1539 KLASTERISASI KESEHATAN DAUN MENGGUNAKAN K-MEANS CLUSTERING DENGAN TEKNIK PENGOLAHAN CITRA
Lihat Abstrak

Abstract: Leaves are an important part of plants that greatly influence the health and quality of the plant. Poor leaf conditions, such as yellow or degraded leaves, can indicate problems in plant growth or health. Manual classification of fresh and yellow leaves can be time-consuming and often inconsistent, necessitating a more efficient automated method. The main goal of this research is to implement an image processing-based automatic classification system to classify fresh and yellow leaves based on visual features such as color, texture, and shape, to improve efficiency and consistency in plant health monitoring. To distinguish brightness and color, images are processed by converting the RGB color space to LAB. Using the K-Means Clustering algorithm, images are grouped into two clusters, each consisting of fresh leaves and yellow leaves. The data used in this research consists of eight images, each comprising four images of fresh leaves and four images of yellow leaves. The research results show that this method successfully classified fresh and yellow leaves with an accuracy rate of 100%, with 8 out of 8 images correctly identified. The K-Means Clustering method has been demonstrated as an effective and accurate method for determining leaf health conditions. Keywords: Fresh Leaves, Yellow Leaves, K-Means Clustering, Image Processing,                 Feature Extraction Abstrak: Daun merupakan bagian penting dari tumbuhan yang sangat mempengaruhi kesehatan dan kualitas tanaman. Kondisi daun yang buruk, seperti daun kuning atau daun yang terdegradasi, dapat menunjukkan adanya masalah dalam pertumbuhan atau kesehatan tanaman. Klasifikasi daun segar dan daun kuning secara manual dapat memakan waktu dan sering kali tidak konsisten, sehingga diperlukan metode otomatis yang lebih efisien. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengimplementasikan sistem klasifikasi otomatis berbasis pengolahan citra dalam mengklasifikasikan daun segar dan daun kuning berdasarkan fitur visual seperti warna, tekstur, dan bentuk, guna meningkatkan efisiensi dan konsistensi dalam proses pemantauan kesehatan tanaman. Untuk membedakan kecerahan dan warna, gambar diproses dengan mengubah ruang warna RGB ke LAB. Dengan menggunakan algoritma K-Means Clustering, gambar dikelompokkan ke dalam dua kelompok, masing-masing terdiri dari daun segar dan daun kuning. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari delapan gambar, masing-masing terdiri dari empat gambar daun segar dan empat gambar daun kuning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ini berhasil mengklasifikasikan daun segar dan daun kuning dengan tingkat akurasi 100%, dengan 8 dari 8 gambar teridentifikasi dengan benar. Metode K-Means Clustering telah ditunjukkan sebagai metode yang efektif dan akurat untuk menentukan kondisi kesehatan daun. Kata kunci:  Daun Segar, Daun Kuning, K-Means Clustering, Pengolahan Citra,  Ektraksi Fitur.

Dede Pratama; Dede Pratama (Universitas Pendidikan Indonesia YPTK); Agung Ramadhanu (Universitas Pendidikan Indonesia YPTK) JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH
Vol 8 No 2 (2025)
Hal: 1162-1169
[PDF]
1540 PENERAPAN MFEP DALAM MEREKOMENDASIKAN PENERIMA PINJAMAN MODAL USAHA KECIL MENENGAH DI BUMDES TANJUNG ASRI
Lihat Abstrak

Abstract: Determining loan recipients for Small and Medium Enterprises (SMEs) at BUMDes Tanjung Asri requires an objective method to ensure that assistance is provided to truly eligible parties. This study applies the Multi-Factor Evaluation Process (MFEP) method to provide more structured recommendations based on relevant criteria. The evaluation process includes factors such as business feasibility, loan repayment ability, business experience, and other financial aspects. Data were collected through interviews and document studies, then analyzed using the MFEP method to rank loan applicants. The results indicate that the implementation of MFEP enhances transparency and accuracy in decision-making compared to conventional methods. With an MFEP-based system, BUMDes Tanjung Asri can allocate funds more effectively, ensuring targeted financial support and promoting sustainable local economic growth. Keywords: MFEP, Recommendation, Business Loan, UKM, BUMDes Abstrak: Penentuan penerima pinjaman modal bagi Usaha Kecil Menengah (UKM) di BUMDes Tanjung Asri memerlukan metode yang objektif agar bantuan dapat diberikan kepada pihak yang benar-benar layak. Penelitian ini menerapkan metode Multi-Factor Evaluation Process (MFEP) untuk memberikan rekomendasi yang lebih terstruktur dan berbasis kriteria yang relevan. Faktor-faktor yang digunakan dalam proses evaluasi meliputi kelayakan usaha, kemampuan pengembalian pinjaman, pengalaman usaha, serta aspek finansial lainnya. Data dikumpulkan melalui wawancara dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan metode MFEP untuk menghasilkan peringkat calon penerima pinjaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan MFEP dapat meningkatkan transparansi dan akurasi dalam pengambilan keputusan dibandingkan metode konvensional. Dengan adanya sistem berbasis MFEP, BUMDes Tanjung Asri dapat mengalokasikan dana secara lebih tepat sasaran, sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan. Kata kunci: MFEP, Rekomendasi, Pinjaman Modal, UKM, BUMDes

Irianto Irianto (Universitas Royal); Muhammad Amin (Universitas Royal); Cecep Maulana (Universitas Royal) JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH
Vol 8 No 2 (2025)
Hal: 1149-1153
[PDF]

Jurnal yang Kami Kelola

Berbagai jurnal ilmiah multidisiplin yang terakreditasi dan terindeks secara nasional maupun internasional.

SINTA 4

Journal of Science and Social Research

Jurnal ilmiah nasional multidisiplin yang mencakup sains, sosial, pendidikan, ekonomi, dan teknologi. Terbit 6 kali setahun (Feb, Apr, Jun, Agu, Okt, Des). Terakreditasi SINTA 4 berdasarkan SK No. 152/E/KPT/2023.

ISSN 2615-4307 (Print) ISSN 2615-3262 (Online)

Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat

Jurnal nasional yang memuat hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat sosial serta teknologi, mencakup bidang komputer, pendidikan, sosial humaniora, dan kesehatan. Terbit 2 kali setahun (April dan Desember).

ISSN 2776-7647

Jurnal Pena Edukasi

Jurnal ilmiah yang memuat dan menyebarluaskan hasil penelitian, kajian mendalam, dan ide-ide inovatif di bidang ilmu pendidikan. Inovasi guru dan dosen dalam pembangunan sektor pendidikan dapat memberikan kontribusi positif bagi institusi pendidikan.

ISSN 2407-0769 (Print) ISSN 2549-4694 (Online)
SINTA 6

Jurnal TEKNISI

Jurnal Teknologi Komputer dan Sistem Informasi yang memuat hasil penelitian di bidang Computer Science, Data Mining, Machine Learning, Deep Learning, Computer Engineering, Information Systems, dan Software Engineering. Terbit 2 kali setahun (Feb dan Agu).

E-ISSN 2775-0965

Jurnal Global Edukasi

Jurnal yang berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dalam bidang pendidikan, menyediakan ruang bagi akademisi untuk mempublikasikan kajian-kajian pendidikan yang relevan dan bermanfaat bagi pengembangan ilmu pendidikan.

ISSN 2597-873X (Print) ISSN 2614-5588 (Online)

Keunggulan Portal Kami

Kami berkomitmen memberikan pengalaman publikasi ilmiah terbaik bagi seluruh peneliti dan akademisi.

Open Access

Semua jurnal kami menerapkan kebijakan akses terbuka, memungkinkan siapa saja untuk membaca, mengunduh, dan membagikan artikel secara gratis.

Peer Review

Setiap naskah melewati proses review sejawat (peer review) yang ketat untuk memastikan kualitas dan orisinalitas publikasi ilmiah.

Terakreditasi

Beberapa jurnal kami telah terakreditasi SINTA oleh Kemdikbud, membuktikan standar kualitas publikasi yang diakui secara nasional.

Terindeks Luas

Jurnal kami terindeks di berbagai basis data nasional dan internasional seperti GARUDA, OneSearch, Scilit, BASE, dan Dimensions.

Proses Cepat

Dengan sistem OJS terintegrasi, proses submit, review, hingga publikasi dilakukan secara digital dan efisien.

Lisensi CC

Seluruh karya dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0, melindungi hak cipta sekaligus mendorong penyebarluasan.

Tertarik Mempublikasikan Riset Anda?

Kirimkan naskah ilmiah Anda ke salah satu jurnal kami dan dapatkan manfaat publikasi open access yang luas.

Terindeks & Diakui Oleh
BRIN GARUDA OneSearch Scilit BASE Dimensions Anjani
Pesan notifikasi