Website ini merupakan portal resmi untuk berbagai jurnal ilmiah yang dikelola dengan platform Open Journal Systems (OJS). Kami berkomitmen menyediakan wadah publikasi akademik yang kredibel, terbuka, dan mudah diakses.
| No | Judul & Abstrak | Penulis & Afiliasi | Jurnal & Edisi | Metadata |
|---|---|---|---|---|
| 781 |
PENINGKATAN LITERASI DIGITAL SISWA MA AL-WASHLIYAH DI ERA TRANSFORMASI TEKNOLOGI
Lihat AbstrakAbstract: The rapid development of technology requires students to possess strong digital literacy skills to support their learning process. This community service activity at MA Al-Washliyah aims to enhance students’ abilities in utilizing technology effectively, critically, and safely. The training involved 28 students and was carried out in three stages. The first stage included a pre-test and an assessment of students’ initial digital skills. The second stage consisted of delivering materials through discussions, lectures, and hands-on practice related to searching for reliable information, using digital tools efficiently, and understanding digital ethics and safety. The final stage was evaluation through a post-test. The results showed a noticeable improvement in students’ ability to understand and use digital information, think more critically, and demonstrate greater awareness of digital safety and online footprints. This program is expected to help students better adapt to the demands of the technological transformation era and support their learning at future educational levels. Keywords: digital literacy; technological transformation; student; Abstrak: Perkembangan teknologi yang begitu cepat menuntut siswa untuk memiliki literasi digital yang baik dalam mendukung proses belajar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di MA Al-Washliyah ini bertujuan meningkatkan kemampuan siswa dalam memanfaatkan teknologi secara tepat, kritis, dan aman. Pelatihan diikuti oleh 28 siswa dan dilaksanakan melalui tiga tahap. Tahap pertama adalah pretest serta identifikasi kemampuan awal siswa. Tahap kedua berisi penyampaian materi melalui diskusi, ceramah, dan praktik langsung terkait cara mencari informasi yang benar, menggunakan perangkat digital secara efektif, serta memahami etika dan keamanan dalam dunia digital. Tahap terakhir adalah evaluasi melalui posttest. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan siswa dalam memahami dan menggunakan informasi digital, berpikir lebih kritis, serta lebih sadar terhadap keamanan dan jejak digital. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu siswa lebih siap menghadapi tantangan di era transformasi teknologi. Keywords: literasi digital, transformasi teknologi; siswa; |
Khairul Abdi Sinuraya (Universitas Royal); Rina Julita (Universitas Dehasen Bengkulu); Rina Julita (Universitas Dehasen Bengkulu); Fitria Priyulida (Universitas Sari Mutiara Indonesia); Fitria Priyulida (Universitas Sari Mutiara Indonesia); Raja Tama Andri Agus (Universitas Royal) |
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 5 No 2 (2025) |
Hal: 901 - 905 [PDF] |
| 782 |
PENERAPAN SISTEM JAM DIGITAL PINTAR BERBASIS INTERNET OF THINGS UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI MANAJEMEN WAKTU DI SMA NEGERI 1 AIR JOMAN
Lihat AbstrakAbstract: SMA Negeri 1 Air Joman faces problems of uncertainty and inconsistency in the school bell schedule due to the use of a manual system. This condition causes irregular learning times and decreases discipline among students and teachers. To address these issues, the implementation of a Smart Digital Clock System based on the Internet of Things (IoT) is proposed through a Community Service Program (PKM). The system is designed to automatically synchronize time via the internet, activate the school bell according to the programmed schedule, and display important information on an integrated LED screen.The program is carried out in four stages: partner needs analysis and survey, system design and development, installation and user training, and finally, evaluation of results. The expected outputs include the installation of one fully functional IoT-based digital clock system, improved technical skills of school staff, and enhanced discipline and punctuality in school activities.Through the implementation of this system, it is expected that an automated, accurate, and efficient school time management system will be realized, while also increasing technological literacy within SMA Negeri 1 Air Joman as a concrete step toward digital transformation in education. Keywords: Internet of Things, smart digital clock, school bell, discipline. Abstrak: SMA Negeri 1 Air Joman menghadapi permasalahan ketidakpastian dan ketidakkonsistenan jadwal bel sekolah akibat sistem manual yang masih digunakan. Kondisi ini menimbulkan ketidakteraturan waktu belajar dan menurunkan kedisiplinan siswa maupun guru. Untuk mengatasi hal tersebut, diusulkan penerapan Sistem Jam Digital Pintar berbasis Internet of Things (IoT) melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Sistem ini dirancang untuk menyinkronkan waktu otomatis melalui jaringan internet, mengaktifkan bel sesuai jadwal yang diprogram, dan menampilkan informasi penting pada layar LED terintegrasi. Kegiatan dilaksanakan melalui empat tahap, yaitu survei dan analisis kebutuhan mitra, perancangan dan pengembangan sistem, instalasi serta pelatihan penggunaan, dan evaluasi hasil. Target luaran meliputi pemasangan satu unit sistem jam digital berbasis IoT yang berfungsi penuh, peningkatan kemampuan teknis staf sekolah, serta peningkatan kedisiplinan dan ketepatan waktu kegiatan sekolah. Melalui penerapan sistem ini, diharapkan tercipta manajemen waktu sekolah yang otomatis, akurat, dan efisien sekaligus meningkatkan literasi teknologi di lingkungan SMA Negeri 1 Air Joman sebagai langkah nyata menuju transformasi digital di dunia pendidikan. Keywords: Internet of Things, Jam Digital Pintar, Bel Sekolah, Kedisiplinan. |
Jhonson Efendi Hutagalung (Universitas Royal); Ari Dermawan (Universitas Royal); Junaidi Sholat (Universitas Royal) |
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 5 No 2 (2025) |
Hal: 896 - 900 [PDF] |
| 783 |
PKM DIGITALISASI SISTEM PRESENSI SISWA MELALUI APLIKASI DI MADRASAH ALIYAH SUNGGAL DESA TANJUNG GUSTA KEC SUNGGAL KAB DELI SERDANG SUMATERA UTARA
Lihat AbstrakAbstract: The Community Service Activity of Digitalizing Student Attendance System through Application was carried out at Sunggal Islamic High School, Tanjung Gusta Village, Sunggal District, Deli Serdang Regency, North Sumatra as an effort to improve the efficiency and accuracy of student attendance recording which was previously still done manually. The web-based digital attendance system developed by the PKM team from Medan State Polytechnic allows teachers and administrative staff to record student attendance quickly, securely, and can be accessed in real-time. The recording process which previously took 7 minutes per class can be cut to 2 minutes per class. The implementation method of the activity includes observing school needs, designing and developing the application, training for teachers and staff, and mentoring during implementation. The results of the activity show that this system not only improves work efficiency but also helps improve the digital literacy of teachers and school staff. Keyword: Digitalization, Attendance, Students, MAS Aliyah Sunggal Abstrak: Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Digitalisasi Sistem Absensi Siswa Melalui Aplikasi dilaksanakan di SMA Islam Sunggal, Desa Tanjung Gusta, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara sebagai upaya untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi pencatatan kehadiran siswa yang sebelumnya masih dilakukan secara manual. Sistem absensi digital berbasis web yang dikembangkan oleh tim PKM dari Politeknik Negeri Medan ini memungkinkan guru dan tenaga administrasi untuk mencatat kehadiran siswa secara cepat, aman, dan dapat diakses secara real-time. Proses pencatatan yang sebelumnya membutuhkan waktu 7 menit per kelas dapat dipangkas menjadi 2 menit per kelas. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi observasi kebutuhan sekolah, perancangan dan pengembangan aplikasi, pelatihan bagi guru dan tenaga kependidikan, serta pendampingan selama pelaksanaan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sistem ini tidak hanya meningkatkan efisiensi kerja tetapi juga membantu meningkatkan literasi digital guru dan tenaga kependidikan sekolah. Kata kunci: Digitalisasi, Absensi, Siswa, MAS Aliyah Sunggal |
Purwa Hasan Putra (Politeknik Negeri Medan); Julham Julham (Politeknik Negeri Medan); Arif Ridho Lubis (Politeknik Negeri Medan); Virdyra Tasril (Politeknik Negeri Medan); Mayang Mughnyanti (Politeknik Negeri Medan); Desilia Selvida (Universitas Sumatera Utara) |
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 5 No 2 (2025) |
Hal: 802 - 807 [PDF] |
| 784 |
PEMBUATAN PESTISIDA NABATI DAUN PEPAYA DI DESA TANJUNG ALAM KECAMATAN SEI DADAP KABUPATEN ASAHAN
Lihat AbstrakAbstract: Agriculture is a key sector supporting food security and the community's economy. One of the obstacles in agricultural activities is pest attacks, which are generally addressed with the use of chemical pesticides. However, excessive use of chemical pesticides can have negative impacts on human health and the environment. Therefore, alternative solutions are needed in the form of safer and more environmentally friendly botanical pesticides. This community service activity was carried out in Tanjung Alam Village through socialization of the manufacture of botanical pesticides from papaya leaves to students of SMP IT Adabiyah. The activity methods included counseling, a question and answer session, and hands-on practice in making botanical pesticides. The results of the activity showed that students understood the dangers of chemical pesticides and learned how to make botanical pesticides from simple ingredients easily found in the surrounding environment. This program is expected to increase environmental awareness, reduce dependence on chemical pesticides, and support the creation of sustainable agriculture in the community. Keywords: papaya leaves, socialization, botanical pesticides, socialization Abstrak: Pertanian merupakan sektor utama yang mendukung ketahanan pangan dan perekonomian masyarakat. Salah satu kendala dalam aktivitas pertanian adalah serangan hama yang umumnya diatasi dengan penggunaan pestisida kimia. Namun, pemakaian pestisida kimia secara berlebihan dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan manusia dan lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan solusi alternatif berupa pestisida nabati yang lebih aman dan ramah lingkungan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Tanjung Alam melalui sosialisasi pembuatan pestisida nabati berbahan dasar daun pepaya kepada siswa SMP IT Adabiyah. Metode kegiatan meliputi penyuluhan, sesi tanya jawab, serta praktik langsung pembuatan pestisida nabati. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa memahami bahaya pestisida kimia dan mengetahui cara pembuatan pestisida nabati dengan bahan sederhana yang mudah ditemukan di sekitar lingkungan. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran lingkungan, mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia, serta mendukung terciptanya pertanian berkelanjutan di masyarakat. Keywords: daun pepaya, sosialisasi, pestisida nabati, sosialisasi |
Turi Handayani (Universitas Asahan); Surya Fajri (Universitas Asahan); Indra Satria (Universitas Asahan); Imam Syahputra (Universitas Asahan); Chika Intan Fadillah (Universitas Asahan) |
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 5 No 2 (2025) |
Hal: 797 - 801 [PDF] |
| 785 |
SOSIALISASI PEMANFAATAN LIMBAH KULIT DAN KEPALA UDANG MENJADI BERNILAI KOMERSIAL GUNA MENINGKATKAN EKONOMI MASYARAKAT DESA GLUGUR MAKMUR
Lihat AbstrakAbstract: This activity aims to empower the Glugur Makmur Village community by utilizing and developing shrimp shell and head waste into commercially valuable stock products. Until now, shrimp waste has been considered worthless and often causes environmental pollution. With this innovation in processing into stock, it is hoped that the community will gain new, productive skills and be able to increase family income. Specific targets to be achieved are increasing community knowledge about the importance of hygienic and environmentally friendly shrimp waste management, training the community in techniques for processing shrimp shells and heads into high-quality powdered and liquid stock, equipping the community with simple business management skills, digital marketing, and branding strategies to ensure product acceptance in the market. Implementation methods include outreach and education on the economic potential of shrimp waste, technical training in product processing and packaging, mentoring in small business management, and the implementation of digital-based marketing strategies. Activities will be conducted in a participatory manner, directly involving the community, so that the skills acquired can be applied independently. Through this program, the people of Glugur Makmur Village are expected to be able to produce commercially valuable shrimp broth products, expand business opportunities, and collectively improve economic well-being. Keywords: Utilization, Business Management, Shrimp Waste Abstrak: Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat Desa Glugur Makmur melalui pemanfaatan dan pengembangan limbah kulit serta kepala udang menjadi produk kaldu bernilai komersial. Selama ini, limbah udang hanya dianggap tidak bernilai dan sering menimbulkan pencemaran lingkungan. Dengan adanya inovasi pengolahan menjadi kaldu, diharapkan masyarakat memperoleh keterampilan baru yang produktif serta mampu meningkatkan pendapatan keluarga. Target khusus yang ingin dicapai adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya pengelolaan limbah udang secara higienis dan ramah lingkungan, melatih masyarakat dalam teknik pengolahan kulit dan kepala udang menjadi kaldu bubuk maupun cair yang berkualitas, membekali masyarakat dengan kemampuan manajemen usaha sederhana, pemasaran digital, serta strategi branding agar produk dapat diterima pasar. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi dan penyuluhan mengenai potensi ekonomi limbah udang, pelatihan teknis pengolahan dan pengemasan produk, pendampingan manajemen usaha kecil, serta penerapan strategi pemasaran berbasis digital. Melalui program ini, masyarakat Desa Glugur Makmur diharapkan mampu menghasilkan produk kaldu udang yang bernilai komersial, memperluas peluang usaha, dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi secara kolektif. Kata Kunci : Pemanfaatan,Manajemen Usaha,Limbah Udang |
Dian Ayu Adriani (Universitas Asahan); Zulfa Khairina Batu Bara (Universitas Asahan); Dicky Apdilah (Universitas Asahan); Fahrul Rizal (Universitas Asahan); Irma Yunita (Universitas Asahan); Mutia Mutia (Universitas Asahan); Nur Indah Febriani (Universitas Asahan) |
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 5 No 2 (2025) |
Hal: 791 - 796 [PDF] |
| 786 |
PENGOLAHAN UBI KAYU MENJADI DONAT UBI SEBAGAI UPAYA PEN-INGKATAN KETERAMPILAN DAN KEWIRAUSAHAAN IBU PKK DI DESA KARANG BARU KABUPATEN BATU-BARA
Lihat AbstrakAbstract: This Community Service Program (PKM) aimed to enhance the skills and knowledge of the residents of Karang Baru Village, Datuk Tanah Datar District, Batu Bara Regency, in processing cassava into high-value donut products. The training was conducted on September 23, 2025, involving 40 participants consisting of PKK members, micro-entrepreneurs, and housewives. The implementation methods included socialization, training, hands-on practice, and group discussions. The results showed an improvement in participants’ abilities in cassava donut production, packaging techniques, and simple marketing strategies through social media. This program also fostered entrepreneurial motivation and awareness of the importance of innovation in utilizing local food resources. It is expected that the residents of Karang Baru Village can continue developing home-based businesses using local potential sustainably. Keywords: cassava donut, cassava, community empowerment, entrepreneurship, training Abstrak: Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan wawasan masyarakat Desa Karang Baru, Kecamatan Datuk Tanah Datar, Kabupaten Batu Bara, dalam mengolah ubi kayu menjadi produk donat yang bernilai jual. Pelatihan dilaksanakan pada tanggal 23 September 2025 dengan melibatkan 40 peserta yang terdiri dari ibu-ibu PKK, pelaku UMKM, dan ibu rumah tangga. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan, praktik langsung, dan diskusi kelompok. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan peserta dalam proses pembuatan donat ubi, teknik pengemasan, serta strategi pemasaran sederhana melalui media sosial. Program ini juga menumbuhkan semangat berwirausaha dan kesadaran pentingnya inovasi dalam pemanfaatan bahan pangan lokal. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Karang Baru mampu mengembangkan usaha rumahan berbasis potensi lokal secara berkelanjutan. Keywords: donat ubi, ubi kayu, pemberdayaan masyarakat, kewirausahaan, pelatihan |
Hamida Sari Siregar (Universitas Asahan); Tengku Syarifah (Universitas Asahan); Muhammad Rinaldi Prawira (Universitas Asahan); Yogi Pratama (Universitas Asahan); Julia Rahmadani (Universitas Asahan); Nanda Sri Wahyuni (Universitas Asahan); Siti Indriani Halim Putri (Universitas Asahan); Della Ananda (Universitas Asahan); Mia Aulia (Universitas Asahan) |
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 5 No 2 (2025) |
Hal: 787 - 790 [PDF] |
| 787 |
SOSIALISASI PENINGKATAN KAPASITAS UMKM DAN EDUKASI KEWIRAUSAHAAN BAGI MASYARAKAT DI DESA PERJUANGAN KECAMATAN SEI BALAI KABUPATEN BATU BARA
Lihat AbstrakAbstract: The socialization of MSME Capacity Building and Entrepreneurship Education in Perjuangan Village is motivated by the large local economic potential demonstrated by the large number of MSMEs in the village. Although the number of MSMEs is quite high, most still face obstacles in aspects of business management, marketing strategies, and the utilization of business opportunities. The selection of this research topic is based on the need to increase the competitiveness of MSMEs, strengthen the community's entrepreneurial knowledge, and encourage the growth of village economic independence. The research method used is an interactive training and workshop approach, designed to provide participants with direct experience through practice, discussion and entrepreneurship simulation. With this method, participants can understand the material more applicably and are able to implement the knowledge gained into their businesses. The results of the study showed a significant increase in participants' knowledge and skills, especially in terms of business management, strategic planning, and product innovation development. Participants also showed a higher motivation to develop MSMEs sustainably. Thus, this study emphasizes the importance of entrepreneurship training and education as a strategic step in strengthening the capacity of MSMEs, as well as a real effort to improve the economic welfare of the community in Perjuangan Village. Keywords: MSMEs, Entrepreneurship, Capacity Building, Training Abstrak: Sosialisasi tentang Peningkatan Kapasitas UMKM dan Edukasi Kewirausahaan di Desa Perjuangan dilatarbelakangi oleh besarnya potensi ekonomi lokal yang ditunjukkan melalui banyaknya pelaku UMKM di desa tersebut. Meskipun jumlah pelaku UMKM cukup tinggi, Sebagian besar masih menghadapi kendala dalam aspek manajemen usaha, strategi pemasaran, serta pemanfaatan peluang bisnis. Pemilihan topik penelitian ini didasarkan pada kebutuhan untuk mmeningkatkan daya saing UMKM, memperkuat pengetahuan kewirausahaan Masyarakat, dan mendorong tumbuhnya kemandirian ekonomi desa. Metode penelitian yang digunakan Adalah pendekatan pelatihan dan workshop interaktif, yang dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada peserta melalui praktik, diskusi dan simulasi kewirausahan. Dengan metode ini, peserta dapat memahami materi secara lebih aplikatif dan mampu mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh ke dalam usaha mereka. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan peserta, khususnya dalam hal penngelolaan usaha, perencanaan strategi, dan pengembangan inovasi produk. Peserta juga memperlihatkan motivasi yang lebih tinggi untuk menngembangkan UMKM secara berkelanjutan. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan pentingnya pelatihan dan edukasi kewirausahaan sebagai Langkah strategis dalam memperkuat kapasitas UMKM, serta sebagai Upaya nyata untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi Masyarakat di Desa Perjuangan. Kata kunci: UMKM, Kewirausahaan, Peningkatan Kapasitas, Pelatihan |
Zulfa Khairani Batu Bara (Universitas Asahan); Firza Reynaldi (Universitas Asahan); Bella Oktavira (Universitas Asahan) |
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 5 No 2 (2025) |
Hal: 780 - 786 [PDF] |
| 788 |
PELATIHAN PEMBUATAN LILIN AROMATERAPI DARI LIMBAH MINYAK JELANTAH SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN IBU-IBU PKK DESA SEMPAJAYA
Lihat AbstrakAbstract: The Community Service Program (KKN) in Sempajaya Village, Berastagi, was established with the aim of empowering women (PKK) by providing specialized training in utilizing used cooking oil to make aromatherapy candles. PKK mothers will learn more about how to process used cooking oil into useful products through this program. Furthermore, the program will create opportunities for potential home businesses in the local area, which will increase family income. The KKN team used a hands-on demonstration method to demonstrate how to make candles, including soaking used cooking oil, mixing dyes, and adding essential oils for scent. Based on the evaluation results, participants' understanding and skills in processing used cooking oil improved dramatically, and they were enthusiastic about launching an aromatherapy candle business as a replacement for conventional commercial businesses in the local area. Other village communities can use this KKN project as an example for community empowerment based on local capacity.         Keywords: Aromatherapy candles, Used cooking oil, Empowerment of PKK mothers, Sempajaya Village  Abstrak: Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Di Desa Sempajaya, Berastagi, dibentuk dengan tujuan memberdayakan ibu-ibu (PKK) dengan memberikan pelatihan khusus pemanfaatan minyak jelantah untuk membuat lilin aromaterapi. Ibu-ibu PKK akan belajar lebih banyak tentang cara mengolah minyak goreng bekas menjadi barang-barang bermanfaat melalui program ini. Selain itu, program ini akan menciptakan peluang bagi usaha rumahan potensial di daerah setempat, yang akan meningkatkan pendapatan keluarga. Tim KKN menggunakan metode demonstrasi langsung untuk menunjukkan cara membuat lilin, termasuk merendam minyak goreng bekas, mencampur pewarna, dan menambahkan minyak esensial untuk aroma. Berdasarkan hasil evaluasi, pemahaman dan keterampilan peserta dalam mengolah minyak goreng bekas meningkat drastis, dan mereka sangat antusias untuk meluncurkan usaha lilin aromaterapi sebagai pengganti usaha komersial konvensional di daerah setempat. Komunitas desa lainnya dapat menggunakan proyek KKN ini sebagai contoh untuk pemberdayaan masyarakat berbasis kapasitas lokal.Kata kunci: Lilin aromaterapi, Minyak Jelantah, Pemberdayaan ibu-ibu PKK, Desa Sempajaya |
M Gibran Alfay (Universitas Islam Negeri Sumatera Utara); Ramadhan Al Ansari (Universitas Islam Negeri Sumatera Utara); Abdul Mulia Hasibuan (Universitas Islam Negeri Sumatera Utara); Padli Ilmi Hasibuan (Universitas Islam Negeri Sumatera Utara); Diah Safithri Armin (Universitas Islam Negeri Sumatera Utara) |
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 5 No 2 (2025) |
Hal: 773 - 779 [PDF] |
| 789 |
MENINGKATKAN MOTIVASI MASYARAKAT DALAM MEMBANGUN KARAKTER ANAK DI MASA DEPAN MELALUI PENDIDIKAN
Lihat AbstrakAbstract: This community service program aims to determine the effectiveness of community service activities in increasing community motivation and understanding of the importance of character education for children in Perhutaan Silau Village. This study uses an outreach and education approach with lectures as the method, and data collection is carried out through observation during activities and interviews with participants to determine their views and changes in motivation. The results show an average increase in community understanding of 29.4%, with a decrease in the view that education is limited to formal schooling from 50% to 14.7%, and an increase in awareness of the importance of character education at home from 29.4% to 73.5%. In addition, ignorance about the role of the environment in shaping children's character decreased from 20.6% to 11.8%. These findings prove that counseling and education are effective in raising public awareness of the importance of the role of family and environment in children's character education. Keywords: community motivation, character education, socialization, family role Abstrak : Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam meningkatkan motivasi dan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya pendidikan karakter anak di Desa Perhutaan Silau. Penelitian ini memakai pendekatan penyuluhan dan edukasi dengan metode ceramah, serta pengumpulan data dilakukan melalui observasi selama kegiatan, wawancara dengan peserta untuk mengetahui pandangan dan perubahan motivasi mereka. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat rata-rata sebesar 29,4%, dengan penurunan pandangan bahwa pendidikan hanya sebatas sekolah formal dari 50% menjadi 14,7%, dan peningkatan kesadaran pentingnya pendidikan karakter di rumah dari 29,4% menjadi 73,5%. Selain itu, ketidaktahuan tentang peran lingkungan terhadap karakter anak menurun dari 20,6% menjadi 11,8%. Temuan ini membuktikan bahwa penyuluhan dan edukasi efektif dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya peran keluarga dan lingkungan dalam pendidikan karakter anak. Kata kunci: motivasi masyarakat, pendidikan karakter, sosialisasi, peran keluarga |
Wan Nurul Atikah Nasution (Universitas Asahan); Datulina Ginting (Universitas Asahan); Dian Anggraini Harahap (Universitas Asahan); Raju Sirait (Universitas Asahan) |
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 5 No 2 (2025) |
Hal: 713 - 720 [PDF] |
| 790 |
PERAN KULIAH KERJA NYATA INTERNASIONAL DALAM MENINGKATKAN PENDIDIKAN AGAMA DAN LITERASI ANAK MIGRAN ICC AL ANSHAR BAHAU MALAYSIA
Lihat AbstrakAbstract: This Community Service Program examines how the implementation of the International Community Service Program (KKN) contributes to improving the religious education and literacy skills of Indonesian migrant children at ICC Al-Anshar Bahau, Negeri Sembilan, Malaysia. This program is implemented through a series of religious activities such as learning to read the Qur'an, introducing basic tajwid, memorizing daily prayers, practicing congregational prayers, and strengthening Islamic Religious Education (PAI) materials that include Aqidah Akhlak, Qur'an Hadith, Fiqh, and Islamic Cultural History. International KKN activities have an important role in providing meaningful non-formal education access for Indonesian migrant children in Malaysia. Keywords: International KKN, migrant children, religious education, literacy, ICC Al-Anshar Bahau. Abstrak: Pengabdian Kepada Masyarakat ini mengkaji bagaimana pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional berkontribusi terhadap peningkatan pendidikan agama dan kemampuan literasi anak-anak migran Indonesia di ICC Al-Anshar Bahau, Negeri Sembilan, Malaysia. Program ini diimplementasikan melalui rangkaian kegiatan keagamaan seperti pembelajaran membaca Al-Qur’an, pengenalan tajwid dasar, hafalan doa harian, praktik salat berjamaah, serta penguatan materi Pendidikan Agama Islam (PAI) yang mencakup Aqidah Akhlak, Qur’an Hadis, Fiqih, dan Sejarah Kebudayaan Islam. kegiatan KKN Internasional memiliki peran penting dalam menyediakan akses pendidikan nonformal yang bermakna bagi anak-anak migran Indonesia di Malaysia. Kata Kunci : KKN Internasional, Anak Migran, Pendidikan Agama, Literasi, ICC Al-Anshar Bahau. |
Syahrizal Syahrizal (Institut Agama Islam Daar Al Uluum Asahan); Surono ZR (Institut Agama Islam Daar Al Uluum Asahan); Sabar Hati Albanjari (Institut Agama Islam Daar Al Uluum Asahan); Rini Handayani (Institut Agama Islam Daar Al Uluum Asahan) |
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 5 No 2 (2025) |
Hal: 707 - 712 [PDF] |
| 791 |
PERAN KUALITAS LAYANAN SARANA DAN PRASARANA PERPUSTAKAAN TERHADAP MINAT BACA SISWA DI SMA IT DAAR AL-ULUUM ASAHAN-KISARAN
Lihat AbstrakAbstract: This Community Service Program (PKM) was carried out to improve the quality of library facilities and services as well as to enhance students’ reading interest at SMA IT Daar Al-Uluum Asahan-Kisaran. The program was motivated by the low reading interest among students, which is influenced by limited book collections, suboptimal library services, and the shift in student habits toward instant digital information sources. The PKM employed a descriptive approach through observation, interviews, and documentation to obtain an accurate picture of the library’s condition. The results show that although the library has adequate basic facilities and responsive staff, student utilization remains low. This is mainly due to outdated book collections and the lack of innovative literacy programs. Through mentoring activities, the PKM team reorganized the library space, strengthened staff competencies, and provided recommendations for literacy program development and gradual collection renewal. The program has increased the school’s awareness of the importance of managing a modern and engaging library integrated into the learning process. Therefore, this PKM is expected to serve as a starting point for improving library services and fostering sustainable reading interest among students. Keywords: School Library, Community Service Program, Reading Interest, Facilities and Infrastructure, Library Services. Abstrak:Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas layanan sarana dan prasarana perpustakaan serta mendorong minat baca siswa di SMA IT Daar Al-Uluum Asahan-Kisaran. Latar belakang kegiatan ini berangkat dari rendahnya minat baca siswa yang dipengaruhi oleh keterbatasan koleksi buku, kurang optimalnya layanan perpustakaan, serta perubahan kebiasaan siswa yang lebih memilih sumber digital. Metode pelaksanaan PKM menggunakan pendekatan deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk menggambarkan kondisi perpustakaan secara nyata. Hasil PKM menunjukkan bahwa meskipun perpustakaan memiliki fasilitas dasar yang cukup memadai dan pelayanan petugas yang baik, pemanfaatan perpustakaan oleh siswa masih rendah. Hal ini disebabkan oleh kurangnya koleksi buku yang relevan dan belum adanya inovasi layanan literasi. Melalui kegiatan pendampingan, tim PKM melakukan penataan ruang, penguatan kompetensi petugas, serta memberikan rekomendasi pengembangan program literasi dan pembaruan koleksi perpustakaan. Kegiatan ini menghasilkan peningkatan pemahaman pihak sekolah mengenai pentingnya pengelolaan perpustakaan yang lebih modern, menarik, dan terintegrasi dengan proses pembelajaran. Dengan demikian, PKM ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan kualitas layanan perpustakaan serta menumbuhkan minat baca siswa secara berkelanjutan. Kata Kunci: Perpustakaan Sekolah, PKM, Minat Baca, Sarana Prasarana, Layanan Perpustakaan |
Aswan Aswan (Institut Agama Islam Daar Al-Uluum Asahan); Siti Nurhidayah (Institut Agama Islam Daar Al-Uluum Asahan); Wei Indah Jawharah (Institut Agama Islam Daar Al-Uluum Asahan); Zaitun Husseina. Nst (Institut Agama Islam Daar Al-Uluum Asahan); Sri Juwita (Institut Agama Islam Daar Al-Uluum Asahan); Afni Wirda (Institut Agama Islam Daar Al-Uluum Asahan); Yeni Lubis (Institut Agama Islam Daar Al-Uluum Asahan) |
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 5 No 2 (2025) |
Hal: 698 - 706 [PDF] |
| 792 |
PEMANFAATAN LIMBAH ORGANIK DAN KOTORAN KAMBING UNTUK PEMBUATAN PUPUK ORAGNIK PADAT DI DESA SEI KAMAH II KABUPATEN ASAHAN
Lihat AbstrakAbstract: The utilization of organic waste and animal manure (kohe), goat manure is one alternative solution in supporting sustainable agriculture and reducing environmental pollution. This community service aims to study the process of making solid organic fertilizer from a combination of household organic waste with goat manure and assess the resulting quality. The method used is aerobic fermentation with the addition of microbial activators to accelerate decomposition. This series of activities is part of one of the activities of the 2025 KKN students of the Faculty of Agriculture, Asahan University. This activity is a socialization and field practice activity together with housewives, and PKK mothers of Sei Kamah II Village. The expected output of the socialization activity regarding the utilization of organic waste and goat manure is a solid organic fertilizer that has a loose texture, blackish brown in color, and is free from strong odors. In addition to producing organic fertilizer products, this activity also has a positive impact in the form of increasing knowledge and skills in the community to process household waste and goat manure into useful products. Keywords: Organic Waste, Goat Manure, Solid Organic Fertilizer, Community Empowermen. Abstrak: Pemanfaatan limbah organik dan kotoran hewan (kohe), kotoran kambing merupakan salah satu alternatif solusi dalam mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi pencemaran lingkungan. Pengabdian ini bertujuan untuk mengkaji proses pembuatan pupuk organik padat dari kombinasi limbah organik rumah tangga dengan kohe kambing serta menilai kualitas yang dihasilkan. Metode yang digunakan adalah fermentasi aerob dengan penambahan aktivator mikroba untuk mempercepat dekomposisi. Rangkain kegiatan ini merupakan, bagian dari salah satu kegiatan mahasiswa KKN 2025 Fakultas Pertanian Universitas Asahan. Kegiatan ini merupakan kegiatan sosialisasi dan praktik lapangan bersama dengan ibu rumah tangga, dan ibu-ibu PKK Desa Sei Kamah II. Luaran yang diharapkan dari kegiatan sosialisasi mengenai pemanfaatan limbah organik dan kotoran kambing berupa pupuk organik padat yang memiliki tekstur gembur, berwarna coklat kehitaman, dan bebas dari bau menyengat. Selain menghasilakan produk pupuk organik, kegitan ini juga memberikan dampak positif berupa peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelolah limbah rumah tangga dan kohe kambing menjadi produk bernilai guna. Kata Kunci: Limbah Organik, Kohe Kambing, Pupuk Organik |
Ade Fipriani Lubis (Universitas Asahan); Tri Arya Ardika (Universitas Asahan); Intan Agi Pramudita (Universitas Asahan); Ayuka Dwi Surya (Universitas Asahan) |
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 5 No 2 (2025) |
Hal: 693 - 697 [PDF] |
| 793 |
IMPLEMENTASI GOOD MOSQUE GOVERNANCE MELALUI PROGRAM BERSIH-BERSIH MASJID DAN PELATIHAN MANAJEMEN BKM
Lihat AbstrakAbstract: This Community Service Program was conducted at Al-Ikhlas Mosque, IDI Complex Medan, focusing on two major activities: a mosque cleaning program and a management capacity-building session for the Mosque Prosperity Board (BKM). The primary objective of this program was to improve the physical cleanliness and comfort of the mosque environment while simultaneously strengthening the managerial capacity of the BKM to ensure that mosque governance is implemented professionally, transparently, and sustainably. The methods employed included field observation, collective cleaning activities, lectures, group discussions, and technical assistance for BKM members. The results indicate that the cleaning activities successfully created a more hygienic, comfortable, and conducive worship environment, while also increasing community participation and awareness. The management training contributed to enhancing the BKM’s knowledge and understanding of organizational structure, role distribution, financial administration, program planning, and facility maintenance based on standard operational procedures. The program also fostered stronger collaboration between the implementing team and the local community, thus supporting the realization of good mosque governance principles. Overall, the program had a positive impact on strengthening the institutional capacity of the mosque and can serve as a replicable model for similar community service initiatives in other mosques with comparable needs. Sustainability of the program is recommended through the development of Standard Operating Procedures (SOPs) for cleanliness and administration, as well as follow-up training sessions for BKM members. Keywords: community service, mosque management, BKM, mosque cleanliness, community empowerment. Abstrak: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan di Masjid Al-Ikhlas Komplek IDI Medan dengan fokus pada dua program utama, yaitu kegiatan bersih-bersih masjid dan pemaparan manajemen Badan Kemakmuran Masjid (BKM). Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas lingkungan fisik masjid sekaligus memperkuat kapasitas manajerial pengurus BKM agar tata kelola masjid dapat berjalan secara profesional, transparan, dan berkelanjutan. Metode pelaksanaan meliputi observasi lapangan, gotong royong kebersihan, ceramah, diskusi interaktif, dan pendampingan teknis kepada pengurus BKM. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelaksanaan bersih-bersih masjid berhasil menciptakan lingkungan ibadah yang lebih bersih, nyaman, dan higienis, serta meningkatkan partisipasi jamaah. Sementara itu, program pemaparan manajemen memberikan peningkatan pengetahuan dan pemahaman pengurus BKM terkait struktur organisasi, pembagian tugas, administrasi keuangan, penyusunan program kerja, dan manajemen kebersihan berbasis standar operasional. Kegiatan ini juga memperkuat kolaborasi antara pihak pelaksana dan masyarakat sehingga mendorong terciptanya tata kelola masjid yang lebih baik sesuai prinsip good mosque governance. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kapasitas kelembagaan masjid dan dapat dijadikan model pengabdian yang dapat direplikasi di masjid lain yang memiliki kebutuhan serupa. Keberlanjutan kegiatan direkomendasikan melalui penyusunan SOP kebersihan dan administrasi serta pelatihan lanjutan bagi pengurus BKM. Kata kunci: pengabdian kepada masyarakat, manajemen masjid, BKM, kebersihan masjid, pemberdayaan masyarakat. |
Fahmi Sulaiman (Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sukma); Henny Pratiwi (Universitas Pembinaan Masyarakat Indonesia); Asri Sanusi (Politeknik LP3I Medan) |
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 5 No 2 (2025) |
Hal: 684 - 692 [PDF] |
| 794 |
PENYULUHAN HUKUM TENTANGPIDANA TERHADAP PELAKU PENGANIAYAAN DENGAN RETARDASI MENTAL
Lihat AbstrakAbstract:Mental retardation is categorized as People with Mental Problems (ODMK) as referred to in Article 1 number 2 of Law Number 18 of 2014 concerning Mental Health, namely people who have physical, mental, social, developmental, and/or quality of life problems who are at risk of experiencing mental disorders. This thesis aims to analyze how criminal liability is applied to perpetrators of criminal acts of abuse who suffer from mental retardation, as well as to re-analyze the basis for the judge's considerations in issuing a verdict against the perpetrator, by referring to Decision Number 817/Pid.B/2024/PN.Kis. This study uses a normative juridical approach method with a descriptive research type. Data were obtained through literature studies by reviewing statutory regulations, legal literature, and court decision documents. The analysis was carried out qualitatively-descriptively against relevant legal norms and concrete case studies. The results of the study indicate that perpetrators of criminal acts of abuse who suffer from mental retardation cannot be fully held criminally responsible if it is proven that their mental condition affects their ability to understand or control their actions as regulated in Article 44 of the Criminal Code. In Case Number 817/Pid.B/2024/PN.Kis, although the defendant was proven to have committed assault according to Article 351 paragraph (1) of the Criminal Code, ideally the medical evidence process related to the defendant's mental condition would be the main basis in the judge's considerations, as well as trial facts to determine the appropriateness of criminal responsibility for the defendant in accordance with the principles of criminal law and protection for people with mental retardation. Keywords: Criminal, Responsibility Abstrak: Retardasi mental dikategorikan sebagai Orang Dengan Masalah Kejiwaan (ODMK) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 angka 2 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa, yaitu orang yang memiliki masalah fisik, mental, sosial, pertumbuhan, dan/atau kualitas hidup yang berisiko mengalami gangguan jiwa. Skripsi ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pertanggungjawaban pidana diterapkan terhadap pelaku tindak pidana penganiayaan yang mengalami retardasi mental, serta menganalisis kembali dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan terhadap pelaku tersebut, dengan merujuk pada Putusan Nomor 817/Pid.B/2024 /PN.Kis. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui studi kepustakaan dengan mengkaji peraturan Perundang-Undangan, literatur hukum, serta dokumen putusan pengadilan. Analisis dilakukan secara kualitatif-deskriptif terhadap norma hukum yang relevan serta studi kasus konkret. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku tindak pidana penganiayaan yang menderita retardasi mental tidak dapat sepenuhnya dimintai pertanggungjawaban pidana apabila terbukti bahwa kondisi kejiwaannya memengaruhi kemampuannya memahami atau mengendalikan perbuatannya sebagaimana diatur dalam Pasal 44 KUHP. Dalam Perkara Nomor 817/Pid.B/ 2024/PN.Kis, meskipun terdakwa terbukti melakukan penganiayaan sesuai Pasal 351 ayat (1) KUHP, idealnya proses pembuktian medis terkait kondisi kejiwaan terdakwa akan menjadi landasan utama dalam pertimbangan hakim. serta fakta persidangan untuk menentukan kelayakan pertanggungjawaban pidana terhadap terdakwa sesuai prinsip-prinsip hukum pidana dan perlindungan terhadap ODMK. Kata Kunci: Pidana, Pertanggungjawaban |
Sofian Sofian (Universitas Muhammadiyah Asahan); Abdul Azis Manurung (Universitas Muhammadiyah Asahan); Ari Dermawan (Universitas Royal) |
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 5 No 2 (2025) |
Hal: 675 - 683 [PDF] |
| 795 |
PENGEMBANGAN LABORATORIUM MIXED REALITY (MR) UNTUK SIMULASI PRAKTIK TEKNIK MESIN BAGI GURU SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK)
Lihat AbstrakAbstract: Limited access to laboratory facilities in vocational education, particularly in the field of mechanical engineering, often becomes a major obstacle in providing safe and industry-relevant practical experiences. Vocational high school (SMK) teachers in Bontang face challenges in delivering effective and efficient practice-based learning. This study aims to develop a Mixed Reality (MR) Laboratory as an innovative solution for simulating mechanical engineering practices. The MR Mixed Lab is designed to provide interactive learning experiences through mixed reality technology, enabling teachers to guide students in understanding machine assembly and disassembly concepts without the risk of equipment damage or injury. In addition, MR implementation can reduce operational practice costs and increase the frequency of training within a more realistic learning environment. The research method employed is Research and Development (R&D) with the ADDIE model, which consists of the stages of Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The development process involves user needs analysis, system design, creation of interactive 3D models, and effectiveness testing involving vocational school teachers. Data are collected through observation, questionnaires, and interviews to evaluate usability, learning effectiveness, and user engagement. The expected outcome is an MR Lab prototype that is relevant, feasible, and beneficial for vocational education. Keywords: Mixed Reality (MR), Practice Simulation, Mechanical Engineering, Digital Laboratory, Teacher Abstrak: Keterbatasan akses laboratorium dalam pendidikan vokasi, khususnya pada bidang teknik mesin, sering menjadi kendala utama dalam memberikan pengalaman praktik yang aman dan relevan dengan kondisi industri. Guru SMK di Bontang menghadapi tantangan dalam menyediakan sarana pembelajaran praktik yang efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Laboratorium Mixed Reality (MR) sebagai solusi inovatif untuk simulasi praktik teknik mesin. MR Mixed Lab dirancang untuk memberikan pengalaman pembelajaran interaktif melalui teknologi realitas campuran, memungkinkan guru membimbing siswa dalam memahami konsep perakitan dan pembongkaran mesin tanpa risiko kerusakan peralatan atau cedera. Selain itu, penggunaan MR dapat menekan biaya operasional praktik serta meningkatkan frekuensi latihan dalam lingkungan belajar yang lebih realistis. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang mencakup tahapan Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Proses pengembangan melibatkan analisis kebutuhan pengguna, desain sistem, pembuatan model 3D interaktif, serta pengujian efektivitas dengan melibatkan guru SMK. Data dikumpulkan melalui observasi, kuesioner, dan wawancara untuk mengevaluasi kemudahan penggunaan, efektivitas pembelajaran, serta tingkat keterlibatan pengguna. Hasil penelitian diharapkan dapat menghadirkan prototipe MR Lab yang relevan, layak, dan bermanfaat bagi pendidikan vokasi Kata kunci: Mixed Reality (MR), Simulasi Praktik, Teknik Mesin, Laboratorium Digital, Guru |
Nur Imansyah (Sekolah Tinggi Teknologi Bontang); Rachmah Agus Putri (Sekolah Tinggi Teknologi Bontang) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8 No 4 (2025) |
Hal: 5599-5607 [PDF] |
| 796 |
DETEKSI DAN KLASIFIKASI MANFAAT MORINGA OLIEVERA UNTUK KESEHATAN MENGGUNAKAN TEKNIK MACHINE LEARNING DAN IMAGE PROCESSING
Lihat AbstrakAbstract: Moringa Olivera (MO) is a plant that offers numerous health benefits. In recent years, the leaves, seeds, and flowers of Moringa have been traditionally used in medicine. The leaves of Moringa Olivera contain various nutrients such as vitamins, minerals, amino acids, beta carotene, antioxidants, and other beneficial compounds. These compounds have the potential to help treat a range of diseases. Therefore, there is limited research available that classifies the specific content of these compounds in Moringa leaves. In this study, the traditional benefits of MO for treating diseases will be classified using Machine Learning (ML) techniques. Before classification, image processing steps such as preprocessing, segmentation, and feature extraction are performed to create an image dataset. As a result, 381 images of Moringa Olivera are categorized into two groups: 167 dry MO images and 214 wet MO images. The dataset is then organized based on the compound content and the diseases that can be treated. The next step involves using the SVM model to classify the images based on the benefit label, with 15 different disease categories. The SVM model achieves a training accuracy of 0.9078947368421053 and a testing accuracy of 0.8026315789473685, which are higher than those achieved by a regression classification model. Keywords: Detection, Classification, Moringa Olievera, Machine Learning, Image Procesing. Abstrak: Moringa Olivera (MO) merupakan tanaman yang memiliki banyak manfaat bagi dunia Kesehatan. Dalam beberapa dekade terakhir daun, biji, dan bunga MO telah banyak dimanfaatkan secara tradisional dalam melakukan pengobatan. Bagian daun MO mengandung Vitamin, Mineral, Asam Amino, Beta Karoten, Antioksidan, dan masih banyak lagi. Kandungan senyawa ini yang dapat dimanfaatkan untuk mengatasi berbagai penyakit. Namun, masih minim penelitian yang dilakukan untuk melakukan klasfikasi kandungan senyawa dari daun kelor. Oleh karena itu, pada penelitian ini akan dilakukan klasifikasi manfaat MO untuk mengobati penyakit secara tradisional menggunakan Teknik Machine Learning (ML). Pada penelitian ini sebelum dilakukan klasifikasi maka akan dilakukan pengolahan citra seperti preprocessing, segmentasi, dan ekstraksi untuk mendapatkan dataset citra. Hasilnya 381 citra MO dapat dibentuk menjadi suatu dataset berdasarkan dua kaegori yaitu 167 MO kering dan 214 MO basah. Dataset yang telah terbentuk kemudian dikumpulkan berdasarkan kandungan senyawa yang dimiliki dan penyakit yang dapat diobati. Tahapan selanjutnya menggunakan model SVM untuk melakukan klasifikasi berdasarkan label manfaat dengan 15 kelas penyakit. Hasilnya akurasi model pelatihan SVM sebesar 0,9078947368421053 dan pengujian sebesar 0,8026315789473685 lebih baik dari model klasifikasi regresi. Kata kunci: Deteksi, Klasifikasi, Moringa Olievera, Machine Learning, Image Procesing. |
Meinahen Budi Bansoma (Universitas Citra Bangsa) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8 No 4 (2025) |
Hal: 5589-5598 [PDF] |
| 797 |
STUDI TENTANG POTENSI MOBILE-ASSISTED LANGUAGE LEARNING DALAM PEMBELAJARAN BAHASA PRANCIS UNTUK MAHASISWA BARU DI UNIMED
Lihat AbstrakAbstract: French language learning for first-year students at Universitas Negeri Medan (UNIMED) still faces several challenges, particularly related to the limitations of conventional teaching methods that lack flexibility and integration with technological developments. Along with the rapid advancement of information and communication technology, Mobile-Assisted Language Learning (MALL) has emerged as an innovative approach with the potential to enhance the quality of foreign language learning. This study aims to examine the potential, benefits, and challenges of using MALL in French language learning for first-year students at UNIMED. A descriptive qualitative approach was employed, involving first-year French language education students and French language lecturers as research participants. Data were collected through in-depth interviews, questionnaires, observations, and document analysis, and analyzed using thematic analysis and descriptive statistics. The findings indicate that the use of MALL increases students’ motivation, confidence, and French language proficiency, particularly in speaking and listening skills, with an average improvement of 15%. However, several challenges were also identified, including limited internet access, the dominance of English as the instructional language in some applications, and insufficient integration between mobile learning and face-to-face instruction. Therefore, more structured integration strategies and lecturer training are required to optimize the implementation of MALL in French language learning at UNIMED.Keywords: Mobile-Assisted Language Learning, MALL, French language learning, educational technology, first-year students.Abstrak: Pembelajaran bahasa Prancis bagi mahasiswa baru di Universitas Negeri Medan (UNIMED) masih menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait keterbatasan metode pembelajaran konvensional yang kurang fleksibel dan kurang terintegrasi dengan perkembangan teknologi. Seiring pesatnya perkembangan teknologi informasi, Mobile-Assisted Language Learning (MALL) hadir sebagai alternatif inovatif yang berpotensi meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa asing. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi, manfaat, dan tantangan penggunaan MALL dalam pembelajaran bahasa Prancis bagi mahasiswa baru di UNIMED. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif dengan subjek mahasiswa baru dan dosen pengajar bahasa Prancis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, kuesioner, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik dan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan MALL mampu meningkatkan motivasi, kepercayaan diri, serta keterampilan berbahasa Prancis mahasiswa, khususnya pada aspek berbicara dan mendengarkan, dengan peningkatan rata-rata kemampuan sebesar 15%. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan sejumlah kendala, seperti keterbatasan akses internet, ketergantungan bahasa Inggris pada aplikasi, serta kurangnya integrasi MALL dengan pembelajaran tatap muka. Oleh karena itu, diperlukan strategi integrasi yang lebih terstruktur serta pelatihan bagi dosen agar pemanfaatan MALL dapat dioptimalkan dalam pembelajaran bahasa Prancis di UNIMED.Kata kunci: Mobile-Assisted Language Learning, MALL, pembelajaran bahasa Prancis, teknologi pembelajaran, mahasiswa baru. |
Hadijah Handayani Sibuea (Universitas Negeri Medan); Riza Harani Bangun (Universitas Negeri Medan) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8 No 3 (2025) |
Hal: 3596-3603 [PDF] |
| 798 |
PENYULUHAN HUKUM TENTANGPERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN MERUPAKAN PERLINDUNGAN HUKUM DAN HAM DI INDONESIA
Lihat AbstrakAbstract : Human Rights begin with the natural dignity and human rights that humans possess that cannot be revoked and are seen as rights that are inherent and rooted in the nature and dignity of humans as creatures of God Almighty that are carried from birth and are absolute. Including current developments related to witnesses and victims is part of Human Rights. The research method used in this article is normative, namely legal research conducted by examining library materials, with a focus on the legislative approach. The formulation of the problem is that the Protection of Witnesses and Victims is Legal Protection and Human Rights in Indonesia. And Human Rights and Human Rights Violations. Article 1 number (1) of Government Regulation Number 2 of 2002 concerning Procedures for Protection of Victims and Witnesses in Serious Human Rights Violations states that: Protection is a form of service that must be carried out by law enforcement officers or security officers to provide a sense of security, both physical and mental, to victims and witnesses, from threats, harassment, terror, and violence from any party, which is given at the stage of investigation, inquiry, prosecution, and or examination in court. Law Number 39 of 1999 concerning Human Rights and Law Number 26 of 2000 concerning Human Rights Courts provide the same understanding of Human Rights. Keywords: Protection, Witnesses, Victims Abstrak : Hak Asasi Manusia dimulai dari martabat alamiah dan hak-hak kemanusiaan yang dimiliki oleh manusia yang tidak dapat dicabut dan dipandang sebagai hak-hak yang melekat dan berakar pada hakikat dan martabat manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang dibawa sejak lahir dan bersifat mutlak. Termasuk perkembangan saat ini terkait saksi dan korban merupakan bagian dari HAM. Metode penelitian artikel ini yang digunakan adalah normatif yaitu penelitian hukum yang dilakukan dengan cara meneliti bahan kepustakaan, dengan fokus pada pendekatan perundang-undangan. Adapun menjadi rumusan masalah yaitu Perlindungan Saksi Dan Korban Merupakan Perlindungan Hukum Dan Ham Di Indonsia. Dan Hak Asasi Manusia dan Pelanggaran Hak Asasi Manusia. Pasal 1 angka (1) Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2002 tentang Tata Cara Perlindungan Terhadap Korban dan Saksi Dalam Pelanggaran Hak Asasi Manusia yang Berat bahwa: Perlindungan adalah suatu bentuk pelayanan yang wajib dilaksanakan oleh aparat penegak hukum atau aparat keamanan untuk memberikan rasa aman baik fisik maupun mental, kepada korban dan saksi, dari ancaman, gangguan, teror, dan kekerasan dari pihak manapun, yang diberikan pada tahap penyelidikan, penyidikan, penuntutan, dan atau pemeriksaan di sidang pengadilan. Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia dan Undang-undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia memberikan pengertian yang sama tentang Hak Asasi Manusia.   Kata Kunci: Perlindungan, Saksi, Korban |
Hikmat Syahputra Tarigan (Universitas Royal); Safrin Ritonga (Universitas Muhammadiyah Asahan); Rahmat Suhargon (Universitas Muhammadiyah Asahan); Danarzi Danarzi (Universitas Royal); Aulia Rahma (Universitas Royal) |
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 5 No 2 (2025) |
Hal: 668 - 674 [PDF] |
| 799 |
PENYULUHAN HUKUM TENTANGPEMAHAMAN NO. 1 TAHUN 1999 TENTANG TATA CARA PENANGANAN SENGKETA PERTANAHAN
Lihat AbstrakAbstract: The mandate of agrarian reform in Indonesia was further strengthened through the Decree of the People's Consultative Assembly (MPR) Number IX/MPR/2001, which regulates agrarian reform and natural resource management. This demonstrates that agrarian reform aims not only for the physical distribution of land but also for strengthening natural resource management to provide maximum benefits to the community. Furthermore, through the Decree of the People's Consultative Assembly (MPR) Number 5/MPR/2003, the UUPA, along with its implementing regulations, aims to ensure legal certainty for land rights throughout the Republic of Indonesia. Legal disputes arise from objections to claims regarding land rights, whether regarding land status, priority, or ownership, with the hope of obtaining administrative resolution in accordance with applicable provisions. Regulation of the Minister of State for Agrarian Affairs/National Land Agency Number 1 of 1999 concerning Procedures for Handling Land Disputes, defines the dispute. Keywords: Agrarian, Dispute Abstrak: Mandat reforma agraria di Indonesia semakin dipertegas melalui Ketetapan MPR RI Nomor IX/MPR/2001 yang mengatur pembaruan agraria dan pengelolaan sumber daya alam. Hal ini menunjukkan bahwa reforma agraria tidak hanya bertujuan untuk distribusi fisik tanah, tetapi juga memperkuat pengelolaan sumber daya alam agar dapat memberikan manfaat maksimal kepada masyarakat. Selain itu, melalui Keputusan MPR RI Nomor 5/MPR/2003. UUPA dengan seperangkat peraturan pelaksanaannya, bertujuan untuk terwujudnya jaminan kepastian hukum terhadap hak-hak atas tanah diseluruh wilayah Republik Indonesia. Munculnya sengketa hukum merupakan berawal dari keberatan dari tuntutan suatu hak atas tanah baik terhadap status tanah, prioritas maupun kepemilikannya dengan suatu harapan mendapatkan penyelesaian administrasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Peraturan Menteri Negara Agraria/Badan Pertanahan Nasional Nomor 1 Tahun 1999 tentang Tata Cara Penanganan Sengketa Pertanahan, yang dimaksud dengan sengketa. Kata Kunci: Agraia, Sengketa |
Junaidi Sholat (Universitas Royal); Julpan Hartono SM Manurung (Universitas Royal); Sumantri Sumantri (Universitas Royal); Karina Putri Maharani (Universitas Royal); Kiki Adha Sirait (Universitas Royal) |
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 5 No 2 (2025) |
Hal: 662 - 667 [PDF] |
| 800 |
TEKNOLOGI DAN MANAJEMEN PENGETAHUAN: INTEGRASI MODEL DAN KERANGKA MANAJEMEN PENGETAHUAN DALAM MENDORONG TRANSFORMASI ORGANISASI
Lihat AbstrakAbstract: This study examines the integration of digital technology and knowledge management as key drivers of organizational transformation in the digital era. The growing need for organizations to adapt to environmental changes requires the use of strategic knowledge and technologies that strengthen learning and innovation processes. This research employs a qualitative mixed-methods approach through case studies of three organizations that have implemented digital-based knowledge management platforms, with data collected through interviews, observations, and digital trace analysis. Thematic analysis was used to explore patterns of technology knowledge management integration in enhancing dynamic capabilities and organizational performance. The findings indicate that the integration of these two components improves cross-unit collaboration, accelerates knowledge access and distribution, and reinforces organizational learning, resulting in more adaptive and innovative work structures. The study confirms the crucial role of digital knowledge management in accelerating organizational transformation while extending dynamic capability theory by emphasizing the synergy between technology and organizational learning. The theoretical and practical implications highlight the importance of utilizing digital technology not merely as an operational tool but as a strategic enabler for creating long-term value and sustaining competitive advantage in increasingly complex business environments. Keywords: digital technology; knowledge management; organizational transformation; dynamic capabilities; innovation. Abstrak: Penelitian ini mengkaji integrasi teknologi digital dan manajemen pengetahuan sebagai pendorong utama transformasi organisasi di era digital. Fenomena meningkatnya kebutuhan organisasi untuk beradaptasi dengan perubahan lingkungan menuntut pemanfaatan pengetahuan strategis dan teknologi yang mampu memperkuat proses pembelajaran serta inovasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif campuran melalui studi kasus pada tiga organisasi yang telah menerapkan platform knowledge management berbasis digital, dengan data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan analisis jejak digital. Analisis tematik digunakan untuk menelaah pola integrasi teknologi dan manajemen pengetahuan dalam meningkatkan kapabilitas dinamis dan kinerja organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi kedua aspek tersebut meningkatkan kolaborasi lintas unit, mempercepat akses dan distribusi pengetahuan, serta memperkuat proses pembelajaran organisasi sehingga menghasilkan struktur kerja yang lebih adaptif dan inovatif. Temuan ini mengonfirmasi peran penting digital knowledge management dalam mempercepat proses transformasi organisasi serta memperluas teori kapabilitas dinamis dengan menekankan sinergi antara teknologi dan pembelajaran organisasi. Implikasi teoretis dan praktis penelitian ini mengarahkan organisasi untuk memanfaatkan teknologi digital bukan hanya sebagai alat operasional, tetapi sebagai enabler strategis dalam menciptakan nilai jangka panjang dan mempertahankan keunggulan kompetitif di tengah dinamika lingkungan bisnis yang semakin kompleks. Kata Kunci: teknologi digital; manajemen pengetahuan; transformasi organisasi; kapabilitas dinamis; inovasi. |
Nurhayati Nurhayati (Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sukma Medan; Universitas Islam Sumatera Utara); Dewi Shinta Wulandari Lubis (Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sukma Medan; Universitas Islam Sumatera Utara); Husni Mubarak (Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sukma Medan; Universitas Islam Sumatera Utara); Wendi Amsuri Nasution (Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sukma Medan; Universitas Islam Sumatera Utara); Dewi Budhiartini Yuli Isnaini (Universitas Islam Sumatera Utara) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 9 No 1 (2026) |
Hal: 465-473 [PDF] |
Berbagai jurnal ilmiah multidisiplin yang terakreditasi dan terindeks secara nasional maupun internasional.
Jurnal ilmiah nasional multidisiplin yang mencakup sains, sosial, pendidikan, ekonomi, dan teknologi. Terbit 6 kali setahun (Feb, Apr, Jun, Agu, Okt, Des). Terakreditasi SINTA 4 berdasarkan SK No. 152/E/KPT/2023.
Jurnal nasional yang memuat hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat sosial serta teknologi, mencakup bidang komputer, pendidikan, sosial humaniora, dan kesehatan. Terbit 2 kali setahun (April dan Desember).
Jurnal ilmiah yang memuat dan menyebarluaskan hasil penelitian, kajian mendalam, dan ide-ide inovatif di bidang ilmu pendidikan. Inovasi guru dan dosen dalam pembangunan sektor pendidikan dapat memberikan kontribusi positif bagi institusi pendidikan.
Jurnal Teknologi Komputer dan Sistem Informasi yang memuat hasil penelitian di bidang Computer Science, Data Mining, Machine Learning, Deep Learning, Computer Engineering, Information Systems, dan Software Engineering. Terbit 2 kali setahun (Feb dan Agu).
Jurnal yang berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dalam bidang pendidikan, menyediakan ruang bagi akademisi untuk mempublikasikan kajian-kajian pendidikan yang relevan dan bermanfaat bagi pengembangan ilmu pendidikan.
Kami berkomitmen memberikan pengalaman publikasi ilmiah terbaik bagi seluruh peneliti dan akademisi.
Semua jurnal kami menerapkan kebijakan akses terbuka, memungkinkan siapa saja untuk membaca, mengunduh, dan membagikan artikel secara gratis.
Setiap naskah melewati proses review sejawat (peer review) yang ketat untuk memastikan kualitas dan orisinalitas publikasi ilmiah.
Beberapa jurnal kami telah terakreditasi SINTA oleh Kemdikbud, membuktikan standar kualitas publikasi yang diakui secara nasional.
Jurnal kami terindeks di berbagai basis data nasional dan internasional seperti GARUDA, OneSearch, Scilit, BASE, dan Dimensions.
Dengan sistem OJS terintegrasi, proses submit, review, hingga publikasi dilakukan secara digital dan efisien.
Seluruh karya dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0, melindungi hak cipta sekaligus mendorong penyebarluasan.
Kirimkan naskah ilmiah Anda ke salah satu jurnal kami dan dapatkan manfaat publikasi open access yang luas.