Website ini merupakan portal resmi untuk berbagai jurnal ilmiah yang dikelola dengan platform Open Journal Systems (OJS). Kami berkomitmen menyediakan wadah publikasi akademik yang kredibel, terbuka, dan mudah diakses.
| No | Judul & Abstrak | Penulis & Afiliasi | Jurnal & Edisi | Metadata |
|---|---|---|---|---|
| 721 |
Analysis Of The Convolutional Neural Network Method With Mobilenet Architecture In A Computer Vision-Based Industrial Waste Detection System
Lihat AbstrakAbstract: Industrial waste has had a negative impact on the environment and human health. Industrial waste pollution can occur due to improperly managed waste disposal. Managing industrial waste can be one way to reduce the impact of environmental pollution. Checking industrial waste can be a solution for implementing oversight of waste management, but it will be difficult to implement if done in a large industrial area. Waste classification based on organic and non-organic waste categories. Convolutional Neural Networks (CNNs) and MobileNet can be applied to automatically detect organic and non-organic industrial waste systems. Researchers have conducted a comparative study between the Convolutional Neural Network (CNN) and MobileNet models, which is useful for obtaining the best model. The results of the analysis concluded that MobileNet has better accuracy, precision, and recall compared to the CNN model. The accuracy, precision, and recall generated by MobileNet are 99.5%, 99.4%, and 100%. Therefore, MobileNet is very suitable for implementation in an automatic industrial waste detection system in real-time applications.   Keyword: computer vision;  convolutional neural network (CNN); deep learning; industrial waste; mobilenet.  Abstrak: Limbah industri telah mengakibatkan dampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Pencemaran limbah industri dapat terjadi akibat pembuangan limbah yang tidak terkelola dengan baik. Pengelolaan limbah industri dapat menjadi salah satu cara untuk mengurangi dampak pencemaran lingkungan. Pengecekan limbah industri dapat menjadi solusi untuk menerapkan pengawasan terhadap pengelolaan limbah, namun akan sulit diterapkan jika dilakukan pada area industri yang luas. Klasifikasi limbah berdasarkan kategori limbah organik dan limbah non organik. Convolutional Neural Network (CNN) dan MobileNet dapat diterapkan untuk sistem pendeteksi limbah industri organik dan non organik secara otomatis. Peneliti telah melakukan studi komparatif antara model Convolutional Neural Network (CNN) dan MobileNet yang berguna untuk memperoleh model terbaik. Hasil analisa yang telah dilakukan menyimpulkan bahwasanya MobileNet mempunyai akurasi, precision dan recall yang lebih baik jika dibandingkan dengan model CNN. Akurasi, precision dan recall yang dihasilkan oleh MobileNet sebesar 99,5% 99,4% dan 100%. Oleh karena itu, MobileNet sangat cocok untuk diterapkan pada sistem deteksi limbah industri secara otomatis pada aplikasi real-time.Kata kunci: computer vision; convolutional neural network (CNN); limbah industri; mobilenet; pembelajaran mendalam. |
Tresi Aprilia (Universitas Selamat Sri); Harlinda Rasvi Nabela (Universitas Selamat Sri); Beta Arya Ash Shidik (Universitas Selamat Sri) |
JURNAL TEKNISI Vol 6 No 1 (2026) |
Hal: 26-32 [PDF] |
| 722 |
INTERPRETABLE MACHINE LEARNING DENGAN PENDEKATAN MODEL AGNOSTIK PADA PREDIKSI FUEL CONSUMPTION RATE MINING HAUL TRUCK
Lihat AbstrakAbstract: Machine learning (ML) models are frequently characterized as "black boxes" due to their complexity, which renders them difficult for humans to interpret. Model interpretability is crucial for understanding the underlying drivers of specific predictions. In the context of mining operations, explaining the fuel consumption rate (FCR) patterns of mining haul trucks through predictive modeling is essential; however, engineers often struggle to identify the most significant contributors quickly and easily. Because standard ML models do not disclose the logic behind their decisions, engineers face ambiguity when analyzing conditions and prioritizing necessary repairs. Such prioritization is vital, as maintenance costs, technical difficulty, and downtime directly impact productivity. Consequently, a model-agnostic approach is required to bridge this gap. This research aims to develop a predictive model to analyze FCR behavior and patterns, subsequently interpreting them through model-agnostic techniques. The study utilized Vehicle Health Monitoring System (VHMS) data from August 2024 to February 2025, incorporating outlier and multicollinearity management. The Random Forest Regressor (RFR) was employed as the primary machine learning algorithm. Global interpretations were conducted using Partial Dependence Plots (PDP), Feature Interaction, and Permutation Feature Importance, while local interpretations were performed using Local Interpretable Model-Agnostic Explanations (LIME) and Shapley Values (SHAP). The performance evaluation results demonstrate that the RFR predictive model maintains consistent performance regardless of the data treatment applied. The optimal configuration was the RFR model without normalization or outlier handling, achieving an RMSE of 3.7312, a SMAPE of 4.64%, and an R-squared of 0.7936. Both global and local interpretations identified engine speed, road angle, and boost pressure as the top three factors significantly contributing to FCR. Keywords: Fuel Consumption Rate; Interpretable Machine Learning; Agnostic Model; Random Forest Abstrak: Model machine learning (ML) sering disebut sebagai “Black-Box†karena kerumitannya sehingga sulit diinterpretasikan oleh manusia. Interpretabilitas model menjadi sangat penting untuk memahami penyebab sebuah prediksi tertentu dibuat. Salah satunya dalam memahami perilaku dan menjelaskan pola fuel consumption rate (FCR) dari mining haul truck menggunakan model prediksi. Seorang engineer akan kesulitan untuk menentukan kontributor paling signifikan secara mudah dan cepat. Pada sebuah prediksi, sebuah model ML tidak akan memberi tahu bagaimana sampai pada sebuah keputusan. Hal ini akan menimbulkan kebingungan engineer pada saat akan menganalisa kondisi dan menentukan prioritas perbaikan yang diperlukan. Prioritisasi perbaikan perlu dilakukan karena pertimbangan biaya, tingkat kesulitan, dan downtime yang sangat mempengaruhi produktivitas. Oleh karena itu, pendekatan model agnostik perlu dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan model prediksi untuk memahami perilaku dan pola FCR kemudian menginterpretasikannya dengan model agnostik. Penelitian ini menggunakan data Vehicle Health Monitoring System (VHMS) dari Agustus 2024 hingga Februari 2025 dengan penanganan outlier dan multikolinieritas. Algoritma ML yang digunakan adalah Random Forest Regressor (RFR). Model agnostik yang digunakan untuk interpretasi global adalah Partial Dependence Plot (PDP), Feature Interaction, dan Permutation Feature Importance. Sedangkan interpretasi lokal menggunakan Local Interpretable Model-Agnostic Explanations (LIME) dan Shapley Value (SHAP). Hasil evaluasi performa model menunjukkan bahwa model prediksi RFR memiliki performa yang konsisten bagaimanapun perlakuan data diterapkan. Model prediksi terbaik yang dipilih adalah model RFR Tanpa Normalisasi – Tanpa Penanganan Outlier dengan nilai RMSE 3,7312, SMAPE 4,64%, dan R-Squared 0,7936. Hasil interpretasi global dan lokal menunjukkan bahwa top three faktor yang berkontribusi signifikan terhadap FCR adalah engine speed, road angle, dan boost pressure. Kata Kunci: Fuel Consumption Rate; Interpretable Machine Learning; Model Agnostik; Random Forest |
Domy Guruh Dwi Arbianto (Institut Teknologi Sepuluh Nopember); Jerry Dwi Trijoyo Purnomo (Institut Teknologi Sepuluh Nopember) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 9 No 1 (2026) |
Hal: 1102-1119 [PDF] |
| 723 |
PEMBUATAN SISTEM INFORMASI PENYEWAAN LAPANGAN FUTSAL VALENTINE MENGGUNAKAN METODE EXTREME PROGRAMMING (XP)
Lihat AbstrakAbstract: The rapid development of information technology has encouraged various business sectors, including sports, to optimize their operations through digital-based systems. One example is the futsal field rental business, which requires an efficient information system to manage rental data, booking schedules, and payment transactions in an integrated manner. This study focuses on the development of an information system for Valentine Futsal Field Rental using the Extreme Programming (XP) method. The XP method was chosen because it employs an iterative and flexible approach to software development, allowing the system to be built quickly while maintaining quality and alignment with user requirements. The research stages include planning, design, coding, and testing. In the planning stage, system requirements were analyzed through interviews with the owner and customers of the futsal field rental business. The design stage involved creating interface and database designs using Unified Modeling Language (UML). The system implementation was developed using the PHP programming language with the CodeIgniter framework and MySQL database. System testing was conducted using black box testing to ensure that each feature functions properly according to user needs. The results of the study show that the developed information system effectively facilitates the field booking process, manages customer and rental schedule data automatically, and provides real-time transaction reports. Therefore, the application of the Extreme Programming (XP) method has proven effective in accelerating the development process while improving efficiency and accuracy in managing the Valentine futsal field rental operations. Keyword: Information System, Futsal Field Rental, Extreme Programming (XP), CodeIgniter, MySQL. Abstrak: Perkembangan teknologi informasi yang pesat telah mendorong berbagai sektor usaha, termasuk bidang olahraga, untuk mengoptimalkan proses bisnisnya melalui sistem berbasis digital. Salah satu contohnya adalah usaha penyewaan lapangan futsal yang membutuhkan sistem informasi yang efisien guna mengelola data penyewaan, jadwal pemesanan, serta transaksi pembayaran secara terintegrasi. Penelitian ini berfokus pada pembuatan sistem informasi penyewaan lapangan futsal Valentine menggunakan metode Extreme Programming (XP). Metode XP dipilih karena memiliki pendekatan iteratif dan fleksibel dalam pengembangan perangkat lunak, yang memungkinkan sistem dikembangkan secara cepat dengan tetap mempertahankan kualitas dan kesesuaian terhadap kebutuhan pengguna. Tahapan penelitian meliputi perencanaan (planning), perancangan (design), pengkodean (coding), serta pengujian (testing). Pada tahap perencanaan dilakukan analisis kebutuhan sistem melalui wawancara dengan pemilik dan pengguna jasa penyewaan lapangan. Selanjutnya, tahap perancangan dilakukan dengan membuat rancangan antarmuka dan basis data menggunakan Unified Modeling Language (UML). Implementasi sistem dikembangkan menggunakan bahasa pemrograman PHP dengan framework CodeIgniter dan basis data MySQL. Pengujian sistem dilakukan menggunakan black box testing untuk memastikan setiap fitur berfungsi sesuai dengan kebutuhan pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem informasi yang dibangun mampu mempermudah proses pemesanan lapangan, mengelola data pelanggan dan jadwal penyewaan secara otomatis, serta menyediakan laporan transaksi secara real-time. Dengan demikian, penerapan metode Extreme Programming (XP) terbukti efektif dalam mempercepat proses pengembangan sistem serta meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam pengelolaan data penyewaan lapangan futsal Valentine. Kata kunci: Sistem Informasi, Penyewaan Lapangan Futsal, Extreme Programming (XP), CodeIgniter, MySQL. |
Rizky Daniel Simangunsong (Universitas Pembangunan Panca Budi); Arpan Arpan (Universitas Pembangunan Panca Budi); Barany Fachri (Universitas Pembangunan Panca Budi) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8 No 4 (2025) |
Hal: 5657-5664 [PDF] |
| 724 |
EFEKTIVITAS INOVASI FLASH CARD SEBAGAI MEDIA EDUKASI GIZI UN- TUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN DALAM PEM- ILIHAN JAJANAN SEHAT PADA ANAK SD
Lihat AbstrakAbstract: Unhealthy snacks are a common problem among elementary school students due to their lack of knowledge about food safety. This situation is exacerbated by a lack of attention from parents, educators, and schools to the types of snacks consumed by children. Based on the Final Report of the Monitoring and Verification Results of the National School Snack Food Safety Profile (PJAS) over the past 10 years, 98.9% of school children regularly buy snacks, and only about 1% never buy snacks. Furthermore, data from the Food and Drug Monitoring Agency (BPOM) from 2008–2011 shows that 40–44% of school snacks do not meet food safety requirements. This condition poses a risk of food poisoning and has negative impacts on children's health. Objective: This study aims to develop a flip and learn flashcard-based nutrition education media to increase elementary school students' knowledge about the importance of choosing healthy snacks. It is hoped that this media can reduce the number of food poisoning cases caused by unhealthy snacks. Using a posttest-only control group design, which involved administering a posttest to both the control and experimental groups after the intervention was implemented, this study produced educational media in the form of flashcards that were effective in increasing students' understanding of the importance of choosing healthy snacks. Keyword: Nutrition Education, Educational Media, Flashcards, Healthy Children's Snacks, Elementary School Children Abstrak: Jajanan tidak sehat merupakan salah satu masalah yang sering dialami oleh siswa sekolah dasar (SD) karena masih rendahnya pengetahuan mereka tentang keamanan pangan. Kondisi ini diperparah dengan kurangnya perhatian dari orang tua, pendidik, dan pihak sekolah terhadap jenis jajanan yang dikonsumsi anak-anak. Berdasarkan Laporan Akhir Hasil Monitoring dan Verifikasi Profil Keamanan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) Nasional dalam 10 tahun terakhir, tercatat sebanyak 98,9% anak sekolah terbiasa jajan, dan hanya sekitar 1% yang tidak pernah jajan. Selain itu, data dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tahun 2008–2011 menunjukkan bahwa 40-44% jajanan sekolah belum memenuhi syarat keamanan pangan. Kondisi ini menimbulkan risiko keracunan ma- kanan dan dampak buruk terhadap kesehatan anak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media edukasi gizi berbasis flashcard flip and learn guna meningkatkan pengetahuan siswa sekolah dasar mengenai pentingnya memilih jajanan sehat. Diharapkan media ini dapat menekan angka keracunan makanan akibat jajanan tidak sehat. Menggunakan desain posttest only control group, yaitu memberikan posttest kepada ke- lompok kontrol dan kelompok eksperimen setelah intervensi dilakukan. Penelitian ini menghasilkan media edukasi berupa flashcard yang efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang pentingnya memilih jajanan sehat. Kata kunci: Edukasi Gizi, Media Edukasi, Flashcard, Jajanan Anak Sehat, Anak Sekolah Dasar |
Junica Hizkia Adychya (Universitas Negeri Medan); Aura Salsabilla (Universitas Negeri Medan); Elshaday Simatupang (Universitas Negeri Medan); Hafsah Hairani (Universitas Negeri Medan); Valencia Novelin Sijabat (Universitas Negeri Medan) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 9 No 1 (2026) |
Hal: 731-737 [PDF] |
| 725 |
DEVELOPMENT OF A CHEMISTRY E-MODULE BASED ON EXPERIENTIAL LEARNING ON REACTION-RATE MATERI
Lihat AbstrakAbstract: This research aims to develop chemistry e-modules based on Experiential Learning (EL) model on reaction rate material and test its validity, practicality, and effectiveness. The method used is the ADDIE development model. The research subjects were 30 students of class XI MIPA 2 at SMA Swasta PAB 8 Saentis. The results of the validity of the e-module by material and media experts showed a percentage of content feasibility of 83%, presentation of 84%, EL aspects of 80%, graphics of 81%, and language of 87%, with an average of 83% which is included in the “very feasible†category. Practicality of e-modules from learner responses obtained an average percentage of 82% in the “very practical†category. The effectiveness test through N-Gain shows an increase in learning outcomes from a pretest score of 43.83 to a posttest of 85.17, with an N-Gain score of 73.54% which is classified as “quite effectiveâ€. From the overall results, the EL-based chemistry e-module on reaction rate material is declared valid, practical, and effective enough to be used as teaching material in the chemistry learning process. Keywords: E-Modules, Experiential Learning, Reaction Rate, ADDIE Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-modul kimia berbasis model Experiential Learning (EL) pada materi laju reaksi serta menguji validitas, praktikalitas, dan efektivitasnya. Metode yang digunakan adalah model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek penelitian adalah 30 peserta didik kelas XI MIPA 2 di SMA Swasta PAB 8 Saentis. Hasil validitas e-modul oleh ahli materi dan media menunjukkan persentase kelayakan isi sebesar 83%, penyajian 84%, aspek EL 80%, kegrafikan 81%, dan bahasa 87%, dengan rata-rata 83% yang termasuk kategori "sangat layak". Praktikalitas e-modul dari respon peserta didik memperoleh persentase rata-rata 82% dengan kategori sangat praktis. Uji efektivitas melalui N-Gain menunjukkan peningkatan hasil belajar dari nilai pretest sebesar 43,83 menjadi posttest 85,17, dengan skor N-Gain sebesar 73,54% yang tergolong cukup efektif. Dari keseluruhan hasil, e-modul kimia berbasis EL pada materi laju reaksi dinyatakan valid, praktis, dan cukup efektif sehingga layak digunakan sebagai bahan ajar dalam proses pembelajaran kimia. Kata kunci: E-Modul, Experiential Learning, Laju Reaksi, ADDIE |
Alfina Alfina (Universitas Negeri Medan); Dewi Syafriani (Universitas Negeri Medan) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8 No 3 (2025) |
Hal: 5542-5547 [PDF] |
| 726 |
THE EFFECT OF PROBLEM-BASED LEARNING AND DISCOVERY LEARNING MODELS ON STUDENTS CHRITICAL THINKING SKILLS
Lihat AbstrakAbstract: This study aims to determine the effect of the Problem-Based Learning (PBL) model and the Discovery Learning (DL) model on students' critical thinking skills and to identify which aspects of critical thinking are most developed in the topic of reaction rates. The research employed a quasi-experimental design. The sample consisted of two experimental classes: class XI-1 as the first experimental group and class XI-4 as the second, each comprising 34 students. The research instrument was an essay test consisting of three questions. Hypothesis testing was conducted using an Independent Sample T-Test, which yielded a significance value of 0.001. Since the significance value is less than α (0.05), the alternative hypothesis (Ha) is accepted and the null hypothesis (Ho) is rejected, indicating a significant effect of the PBL and DL models on students' critical thinking skills in the topic of reaction rates. The analysis of critical thinking aspects shows that the ability to elementary clarifications was the most developed. This is evidenced by the n-gain percentage, which reached 94% for students taught using the PBL model and 86% for those taught using the DL model. Keywords: Problem-Based Learning, Discovery Learning, Critical Thinking Skills, Reaction Rate Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning (PBL) model Discovery Learning (DL) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa dan mengetahui aspek berpikir kritis yang paling terkembangkan pada materi laju reaksi. Jenis penelitian ini yaitu quasi experiment. Sampel penelitian terdiri dari XI-1sebagai kelas eksperimen I dan XI-4 sebagai kelas eksperimen II yang masing-masing berjumlah 34 siswa. Instrumen penelitian berupa tes esai sebanyak 3 soal . Uji hipotesis menggunakan uji Independent Sample T-Test dengan hasil penelitian diperoleh harga sig. 0,001. Nilai sig. < α (0,05) sehingga Ha diterima dan Ho ditolak yang artinya terdapat pengaruh yang signifikan kemampuan berpikir kritis siswa yang diberi pembelajaran menggunakan model PBL dan model DL pada materi laju reaksi. Hasil analisis aspek yang diperoleh indikator aspek memberikan penjelasan sederhana adalah aspek kemampuan berpikir kritis yang paling terkembangkan, terlihat dari persentase n-gain 94% untuk yang dijarkan menggunakan model PBL dan 86% untuk yang dijarkan menggunakan model DL. Kata kunci: Problem Based Learning, Discovery Learning, Kemampuan Berpikir Kritis, Laju Reaksi |
Irma Yuliani Nasution (Universitas Negeri Medan); Dewi Syafriani (Universitas Negeri Medan) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8 No 3 (2025) |
Hal: 5535-5541 [PDF] |
| 727 |
OPTIMALISASI KEMAMPUAN PEMBELAJARAN AL-QURAN DAN IQRA MELALUI PENDEKATAN TAHSIN
Lihat AbstrakAbstract: Learning the Qur’an and Iqra’ is a fundamental foundation in developing proper and accurate Qur’anic reading skills in accordance with the rules of tajwid. However, in practice, various challenges are still encountered, such as incorrect pronunciation of makharijul huruf, inaccuracies in vowel length, and a lack of reading fluency among learners. This study aims to optimize Qur’an and Iqra’ learning abilities through the tahsin approach as a strategy to improve the quality of recitation. This research employs a descriptive qualitative method, with data collected through observation, interviews, and documentation. The results indicate that the systematic and continuous implementation of the tahsin approach significantly improves learners’ accuracy in pronouncing hijaiyah letters, understanding of tajwid rules, and self-confidence in reading the Qur’an. Therefore, the tahsin approach is proven to be effective in optimizing both the process and outcomes of Qur’an and Iqra’ learning. Keywords: Qur’an Learning, Iqra’, Tahsin, Tajwid, Islamic Education Abstrak: Pembelajaran Al-Qur’an dan Iqra’ merupakan fondasi utama dalam pembentukan kemampuan baca tulis Al-Qur’an yang baik dan benar sesuai kaidah tajwid. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan berbagai kendala, seperti kesalahan makharijul huruf, panjang-pendek bacaan, serta kurangnya kefasihan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengoptimalkan kemampuan pembelajaran Al-Qur’an dan Iqra’ melalui pendekatan tahsin sebagai strategi peningkatan kualitas bacaan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan tahsin secara sistematis dan berkelanjutan mampu meningkatkan ketepatan pelafalan huruf hijaiyah, pemahaman tajwid, serta kepercayaan diri peserta didik dalam membaca Al-Qur’an. Dengan demikian, pendekatan tahsin terbukti efektif dalam mengoptimalkan proses dan hasil pembelajaran Al-Qur’an dan Iqra’. Kata kunci: Pembelajaran Al-Qur’an, Iqra’, Tahsin, Tajwid, Pendidikan Islam |
Tri Hariyati (Sekolah Tinggi Agama Islam Ibnu Rusyd); Tiara Yunita (Sekolah Tinggi Agama Islam Ibnu Rusyd); Wantika Wantika (Sekolah Tinggi Agama Islam Ibnu Rusyd); Windu Damar Muliana (Sekolah Tinggi Agama Islam Ibnu Rusyd) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 9 No 1 (2026) |
Hal: 372-378 [PDF] |
| 728 |
ANALISIS PSIKOLOGI SASTRA TERHADAP ASPEK KEPRIBADIAN TOKOH PADA NOVEL 7 SAYAP PENDOSA KARYA JIENARA
Lihat AbstrakAbstract: This study is motivated by the importance of novels as a medium for characters to convey messages through writing. Novels are not only a medium for reading but also contain moral messages that authors wish to convey to readers. The main issue in this study is how authors describe psychological aspects of literature as reflected in the development of characters' personalities and what psychological factors influence changes in characters' personalities in Jienara's novel 7 Sayap Pendosa (Seven Wings of Sin). This novel presents the characters' complex inner conflicts due to life experiences, trauma, and social pressure. The approach used in this study is literary psychology with a qualitative descriptive method. The research data consists of narrative quotations and character dialogues in the novel that show aspects of the characters' personalities. Data collection techniques were carried out through reading and note-taking. The results of the study show that the characters' personalities are reflected through psychological aspects such as emotions, motivations, inner conflicts, and defense mechanisms. Factors that influence the characters' personalities include Id, Ego, Superego. The novel 7 Sayap Pendosa not only presents a fictional story, but also the psychology of characters that are realistic and relevant to social life. Keyword: Literary psychology, aspects of character personality, character personality factors, the novel "7 Wings of Sinners." Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya karya sastra novel sebagai media tokoh menyampaikan pesan melalui tulisan. Novel bukan hanya sebagai perantara bacaan tetapi mengandung pesan moral yang ingin disampaikan kepada pembaca. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah bagaimana penulis mendeskripsikan aspek psikologi sastra tercermin dalam perkembangan kepribadian tokoh dan faktor-faktor psikologi apa yang memengaruhi perubahan kepribadian tokoh didalam novel 7 sayap pendosa karya Jienara. Novel ini menyajikan konflik batin tokoh yang kompleks akibat pengalaman hidup, trauma, dan tekanan lingkungan sosial. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah psikologi sastra dengan metode deskriptif kualitatif. Data peneltian berupa kutipan-kutipan naratif dan dialog tokoh dalam novel yang menunjukan aspek kepribadian tokoh. Tehnik penumpulan data dilakukan melalui studi tehnik baca-catat. Hasil penelitian menunjukan bahwa kepribadian tokoh tercermin melalui aspek psikologi seperti emosi, motivasi, konflik batin dan mekanisme pertahanan diri. Faktor yang memengaruhi kepribadian tokoh meliputi faktor Id, Ego, dan Superego. Novel 7 sayap pendosa tidak hanya menghadirkan cerita fiksi, tetapi juga kejiwaan tokoh yang realitas dan relevan dengan kehidupan sosial. Kata kunci: Psikologi Sastra, Aspek Kepribadian Tokoh, Novel 7 Sayap Pendosa |
Elsyie Damayanti (Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno); Fera Zasrianita (Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno); Dina Putri Juni Astuti (Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 9 No 1 (2026) |
Hal: 7-14 [PDF] |
| 729 |
Classification of Obesity Using The Naïve Bayes Method and K-Nearest Neighbor
Lihat AbstrakAbstract: Obesity is a major health problem that significantly impacts quality of life and can trigger various chronic diseases. Early detection of obesity levels is crucial for public health management, but traditional methods such as BMI often have limitations. Solution: This study proposes a data mining-based approach using feature engineering techniques to improve the accuracy of obesity classification. The purpose of this study is to classify obesity levels and compare the performance of Naïve Bayes and K-Nearest Neighbor (KNN) methods. This research method includes preprocessing stages, feature extraction using Principal Component Analysis (PCA) and Linear Discriminant Analysis (LDA), feature selection using CFS and Chi-Square, classification with Naïve Bayes and KNN, and model evaluation using accuracy and confusion matrix on 2,111 data sets from Kaggle. The results of this study show that on the original data without LDA, KNN achieves a higher accuracy (88.41%) than Naïve Bayes (63.82%). However, after using LDA, the accuracy of Naïve Bayes increased sharply to 93.61%, surpassing KNN's 92.19%. The study concluded that KNN was more effective on raw data, while Naïve Bayes was more optimal when combined with LDA-based dimensionality reduction. Keyword:  classification_ naïve_bayes; data mining; k-nearest neighbor; obesity; LDA; PCA.  Abstract: Obesitas merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang berdampak signifikan pada kualitas hidup dan dapat memicu berbagai penyakit kronis. Deteksi dini tingkat obesitas sangat krusial untuk manajemen kesehatan masyarakat, namun metode tradisional seperti BMI seringkali memiliki keterbatasan. Solusi: Penelitian ini mengusulkan pendekatan berbasis penambangan data (data mining) menggunakan teknik rekayasa fitur untuk meningkatkan akurasi klasifikasi tingkat obesitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengklasifikasikan tingkat obesitas dan membandingkan kinerja metode Naïve Bayes dan K-Nearest Neighbor (KNN). Metode penelitian ini mencakup tahap prapemrosesan, ekstraksi fitur menggunakan Principal Component Analysis (PCA) dan Linear Discriminant Analysis (LDA), seleksi fitur menggunakan CFS dan Chi-Square, klasifikasi dengan Naïve Bayes dan KNN, serta evaluasi model menggunakan accuracy dan confusion matrix pada 2.111 data dari Kaggle. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada data asli tanpa LDA, KNN mencapai akurasi lebih tinggi (88,41%) dibandingkan Naïve Bayes (63,82%). Namun, setelah penggunaan LDA, akurasi Naïve Bayes meningkat tajam menjadi 93,61%, melampaui KNN yang mencapai 92,19%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah KNN lebih efektif pada data mentah, sedangkan Naïve Bayes menjadi lebih optimal ketika dikombinasikan dengan reduksi dimensi berbasis LDA. Keywords: klasifikasi naïve bayes; k-nearest neighbor; obesitas; PCA; penambangan data; LDA |
Ilham Asy Ari (Universitas Persada Bunda); Muhammad Amin (Universitas Royal); Andi Saputra (Universitas Persada Bunda); Irianto Irianto (Universitas Royal); Nuriadi Manurung (Universitas Royal) |
JURNAL TEKNISI Vol 6 No 1 (2026) |
Hal: 1-8 [PDF] |
| 730 |
PENDAMPINGAN TEKNIK PEMANGKASAN SISTEM MERCY PADA BUDIDAYA KOPI ROBUSTA KEPADA KELOMPOK TANI MUTIARA JORONG TALAWEH, KENAGARIAN LABUAH GUNUANG, KECAMATAN LAREH SAGO HALABAN, KABUPATEN LIMA PULUH KOTA
Lihat AbstrakAbstract : This community service activity aims to improve the knowledge and skills of robusta coffee farmers in applying the mercy pruning technique. The activity was carried out on September 25, 2025, in Jorong Talaweh Kenagarian Labuah Gunuang, Lareh Sago Halaban District, Lima Puluh Kota Regency, involving 30 members of the Mutiara Farmers Group. The implementation method included socialization, field demonstrations, and direct practical assistance from farmers. The results of the activity showed an increase in farmers' understanding of pruning principles and skills in applying them to robusta coffee plants. It is hoped that this activity can support increased robusta coffee productivity and the sustainability of farming businesses in the region.Keywords: Robusta coffee, mercy pruning, farmer groups Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani kopi robusta dalam menerapkan teknik pemangkasan sistem mercy. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 25 September 2025 di Jorong Talaweh Kenagarian Labuah Gunuang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Lima Puluh Kota, dengan melibatkan 30 orang anggota Kelompok Tani Mutiara. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, demonstrasi lapangan, serta pendampingan praktik langsung oleh petani. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman petani terhadap prinsip-prinsip pemangkasan serta keterampilan dalam mempraktikkannya pada tanaman kopi robusta. Diharapkan kegiatan ini dapat mendukung peningkatan produktivitas kopi robusta dan keberlanjutan usaha tani di wilayah tersebut. Kata kunci: Kopi robusta, pemangkasan mercy, kelompok tani |
Syafrison Syafrison (Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh); Mismawarni Srima Ningsih (Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh); Fardedi Fardedi (Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh); Giska Oktabriana S (Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh); Hary Yanto Jailani (Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh); Mela Rahmah (Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh); M. Kautsar (Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh) |
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 5 No 2 (2025) |
Hal: 953 - 957 [PDF] |
| 731 |
ANALISIS FAKTOR PRODUKSI USAHA TANI PADI SAWAH DI KOTA PADANG
Lihat AbstrakAbstrak : This study aims to analyze the production factors affecting rice farming output in Padang City. The study uses primary data collected from rice farmers through field surveys. Multiple linear regression analysis was employed, with rice production as the dependent variable (Y) and land area (Xâ‚), seed (Xâ‚‚), fertilizer (X₃), labor (Xâ‚„), and farming experience (Xâ‚…) as independent variables. The results show that simultaneously all production factors significantly affect rice output. Partially, fertilizer and labor have a significant effect on rice production, while land area, seed, and farming experience do not have a significant effect. These findings indicate that increasing rice production in Padang City relies more on input intensification, particularly fertilizer management and labor availability, rather than land expansion. Keywords: rice farming, production factors, multiple linear regression, Padang City. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor produksi yang memengaruhi produksi padi sawah di Kota Padang. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dari petani padi sawah melalui survei lapangan. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan variabel dependen berupa produksi padi sawah (Y) dan variabel independen meliputi luas lahan (Xâ‚), benih (Xâ‚‚), pupuk (X₃), tenaga kerja (Xâ‚„), dan pengalaman berusahatani (Xâ‚…). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan seluruh faktor produksi berpengaruh signifikan terhadap produksi padi sawah di Kota Padang. Secara parsial, variabel pupuk dan tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap produksi padi sawah, sedangkan luas lahan, benih, dan pengalaman berusahatani tidak berpengaruh signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan produksi padi sawah di Kota Padang lebih ditentukan oleh upaya intensifikasi input, khususnya melalui pemupukan yang tepat dan ketersediaan tenaga kerja, dibandingkan dengan perluasan lahan. Kata kunci: padi sawah, faktor produksi, regresi linier berganda, Kota Padang |
Dani Hardianti (Universitas Andalas); Dian Hafizah (Universitas Andalas); Hasnah Hasnah (Universitas Andalas) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 9 No 1 (2026) |
Hal: 406-414 [PDF] |
| 732 |
KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP ANAK BERBASIS ELEKTRONIK : ANALISIS HUKUM ATAS GROOMING EKSPLOITASI ONLINE DAN PORNOGRAFI ANAK
Lihat AbstrakAbstract: Electronic-based sexual violence against children is a serious crime that has grown with the rapid advancement of information technology. Practices such as online grooming, online sexual exploitation, and child pornography demonstrate complex crime patterns because they utilize digital media as the primary means. This article aims to analyze the legal regulations in Indonesia regarding electronic-based sexual violence against children and assess the effectiveness of law enforcement. The research method used is normative juridical with a statutory and conceptual approach. The analysis is based on the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia, Law Number 35 of 2014 concerning Child Protection, Law Number 12 of 2022 concerning Criminal Acts of Sexual Violence, and Law Number 1 of 2024 concerning the Second Amendment to the Electronic Information and Transactions Law. However, the main challenges still lie in digital evidence, limited capacity of law enforcement officers, and low digital literacy in the community. Therefore, strengthening technical regulations, increasing cross-border cooperation, and preventive efforts through digital education are needed to provide maximum protection for children as a vulnerable group. Keyword: child sexual abuse; online grooming; online sexual exploitation; child pornography; criminal law. Abstrak: Kekerasan seksual terhadap anak berbasis elektronik merupakan bentuk kejahatan serius yang berkembang seiring pesatnya kemajuan teknologi informasi. Praktik seperti online grooming, eksploitasi seksual daring, dan pornografi anak menunjukkan pola kejahatan yang kompleks karena memanfaatkan media digital sebagai sarana utama. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan hukum di Indonesia terkait kekerasan seksual terhadap anak berbasis elektronik serta menilai efektivitas penegakan hukumnya. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan konseptual. Analisis didasarkan pada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual, serta Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik.Namun, tantangan utama masih terletak pada pembuktian digital, keterbatasan kapasitas aparat penegak hukum, serta rendahnya literasi digital masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan penguatan regulasi teknis, peningkatan kerja sama lintas negara, serta upaya preventif melalui edukasi digital guna memberikan perlindungan maksimal terhadap anak sebagai kelompok rentan. Kata kunci: kekerasan seksual anak; grooming online; eksploitasi seksual daring; pornografi anak; hukum pidana. |
Ahmad Ray Fadillah Sitompul (Universitas Royal); Asri Vivi Yanti Sinurat (Universitas Royal); Muhammad Taufik Ikhsan Siagian (Universitas Royal) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8 No 2 (2025) |
Hal: 3381-3385 [PDF] |
| 733 |
IMPLEMENTASI PERLINDUNGAN HUKUM BAGI ANAK KORBAN KEKERASAN SEKSUAL MELALUI LENSA HAK ANAK DAN PEMULIHAN PSIKOLOGIS
Lihat AbstrakAbstract: This article analyzes the implementation of legal protection for child victims of sexual violence through the perspective of children’s rights and psychological recovery. Referring to the Convention on the Rights of the Child (CRC) and global best practices, the study highlights the challenges faced by the Indonesian legal system and provides recommendations for integrating psychological recovery into legal protection mechanisms. The findings indicate that a holistic approach prioritizing children’s rights can enhance the effectiveness of legal protection. However, obstacles such as social stigma and limited resources remain significant issues in ensuring comprehensive protection and recovery for child victims. Keyword : child sexual violence, children’s rights, psychological recovery, legal protection. Abstrak: Anak merupakan karunia Tuhan yang memiliki keterbatasan fisik, mental, dan sosial, sehingga membutuhkan perlindungan, pengasuhan, dan peran aktif keluarga dalam menjaga serta mendukung tumbuh kembangnya[1]. Berdasarkan ketentuan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014, perlindungan anak dimaknai sebagai serangkaian upaya yang dilakukan untuk menjamin terpenuhinya hak anak agar dapat menjalani kehidupan, pertumbuhan, dan perkembangan secara optimal serta berperan aktif dalam masyarakat sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan[2]. Dalam konteks kekerasan seksual terhadap anak, perlindungan hukum memiliki urgensi tinggi karena perbuatan tersebut tidak hanya melanggar hukum pidana, tetapi juga berdampak serius terhadap kondisi psikologis korban. Oleh karena itu, implementasi perlindungan hukum bagi anak korban kekerasan seksual harus berlandaskan perspektif hak anak dengan menempatkan kepentingan terbaik bagi anak sebagai prinsip utama. Selain penegakan hukum terhadap pelaku, perlindungan tersebut harus diintegrasikan dengan upaya pemulihan psikologis guna memulihkan kondisi mental dan emosional anak, sehingga hak anak sebagai korban dapat terpenuhi secara menyeluruh dan berkeadilan. Kata Kunci : kekerasan seksual anak,hak anak,pemulihan psikologis,hukum perlindungan |
Jesica Lumbanbatu (Universitas Royal); Asri Vivi Yanti Sinurat (Universitas Royal); Babby Apriandani (Universitas Royal); Nurul Sulistiawati (Universitas Royal) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8 No 2 (2025) |
Hal: 3375-3380 [PDF] |
| 734 |
PENANGANAN KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP ANAK DALAM SISTEM PERADILAN PIDANA INDONESIA: ANALISIS KRITIS DAN REKOMENDASI PERLINDUNGAN KORBAN
Lihat AbstrakAbstract: This study aims to determine how sexual violence against children is handled in the Indonesian criminal justice system. Sexual violence against children is a serious crime that requires effective and comprehensive legal protection. The implementation of Law No. 12 of 2022 concerning Criminal Acts of Sexual Violence (UU TPKS) faces significant challenges, including difficulties in identifying and reporting cases, lack of public awareness, and limited resources. The research method used is a normative approach to legislation and literature related to sexual violence against children. The results of the study indicate that the implementation of Law No. 12 of 2022 concerning Criminal Acts of Sexual Violence (UU TPKS) can provide effective legal protection for child victims of sexual violence by increasing public awareness, strengthening the law enforcement system, and providing quality protection services. However, this implementation still faces obstacles such as difficulties in identifying and reporting cases, weaknesses in the TPKS Law, limited resources, and difficulty accessing services. Collaboration between the government, child protection agencies, the police, the judicial system, and the community is needed to overcome these challenges and provide better protection for child victims of sexual violence. Keyword : Child Protection, Sexual Violence of Children, Victim Protection Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penanganan kekerasan seksual terhadap anak dalam sistem peradilan Pidana Indonesia. Kekerasan seksual terhadap anak merupakan kejahatan serius yang memerlukan perlindungan hukum yang efektif dan komprehensif. Implementasi Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) menghadapi tantangan siginifikan, termasuk kesulitan identifikasi dan pelaporan kasus, kurangnya kesadaran masyarakat, dan keterbatasan sumber daya. Metode penelitian yang digunakan ialah normatif terhadap peraturan perundang-undangan dan literatur terkait kekerasan seksual terhadap anak. Hasil penelitian adalah implementasi Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) dapat memberikan perlindungan hukum yang efektif bagi anak sebagai korban kekerasan sesksual melalui peningkatan kesadaran masyarakat, penguatan sistem penegakan hukum dan penyediaan layanan perlindungan berkualitas. Namun, implementasi ini masih mengahdapi rintangan seperti kesulitan identifikasi dan pelaporan kasus, lemahnya UU TPKS, keterbatasan sumber daya dan kesulitan akses layanan. Kerjasama antara pemerintah, lembaga perlindungan anak, kepolisian , sistem peradilan, dan masyarakat diperlukan untuk mengatasi tantangan ini dan memberikan perlindungan yang lebih baik lagi bagi anak-anak korban kekerasan seksual. Kata Kunci : Perlindungan Anak, Kekerasan Seksual Anak, Perlindungan Korban |
Fahrezi Alfatah (Universitas Royal); Asri Vivi Yanti Sinurat (Universitas Royal); Iqbal Ramadhan (Universitas Royal); Iqbal Siregar (Universitas Royal) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8 No 2 (2025) |
Hal: 3364-3373 [PDF] |
| 735 |
RESTORATIVE JUSTICE DAN PERLINDUNGAN TRAUMA KORBAN KEKERASAN SEKSUAL ANAK DI INDONESIA
Lihat AbstrakAbstract: Sexual violence against children constitutes a serious crime that results in multidimensional impacts on victims, including physical, psychological, and social harm. Within the Indonesian criminal justice system, the handling of child sexual violence cases remains predominantly oriented toward a retributive approach that emphasizes the punishment of offenders. Such an approach often fails to fully consider the best interests of the child as a victim, particularly with regard to psychological recovery and the traumatic effects arising from lengthy and confrontational judicial processes. Repeated examinations, the obligation to recount traumatic experiences, and direct or indirect confrontation with perpetrators may exacerbate the victim’s trauma. Restorative justice has emerged as an alternative approach to criminal case resolution by prioritizing victim recovery, offender accountability, and the restoration of social harmony. However, the application of restorative justice in cases of sexual violence against children remains controversial due to the serious nature of the offense and the vulnerable position of child victims. This article aims to analyze the challenges and prospects of implementing restorative justice in the resolution of child sexual violence cases in Indonesia by examining legal protection mechanisms, the principle of the best interests of the child, and the traumatic impacts experienced by victims within the criminal justice process. This study employs a normative juridical research method using statutory and conceptual approaches. The findings indicate that although restorative justice has been accommodated within various legal policies in Indonesia, its implementation in child sexual violence cases continues to face juridical, sociological, and psychological challenges. Nevertheless, restorative justice still holds prospects for limited and selective application, provided that it prioritizes victim protection, ensures strict supervision, and involves professional assistance to safeguard the recovery and well-being of child victims. Keyword: restorative justice, sexual violence against children, legal protection, best interests of the child, psychological trauma. Abstrak: Kekerasan seksual terhadap anak merupakan kejahatan serius yang berdampak luas terhadap kehidupan korban, baik secara fisik, psikologis, maupun sosial. Dalam sistem peradilan pidana Indonesia, penanganan perkara kekerasan seksual terhadap anak masih didominasi oleh pendekatan retributif yang berorientasi pada penghukuman pelaku. Pendekatan tersebut sering kali belum sepenuhnya memperhatikan kepentingan terbaik bagi anak sebagai korban, khususnya terkait pemulihan psikologis dan dampak traumatis yang timbul akibat proses peradilan pidana yang panjang dan konfrontatif. Proses pemeriksaan yang berulang, kewajiban memberikan keterangan di hadapan aparat penegak hukum, serta kemungkinan berhadapan langsung dengan pelaku dapat memperparah trauma yang dialami anak. Restorative justice hadir sebagai pendekatan alternatif dalam penyelesaian perkara pidana dengan menitikberatkan pada pemulihan korban, pertanggungjawaban pelaku, serta pemulihan hubungan sosial. Namun, penerapan restorative justice dalam kasus kekerasan seksual terhadap anak menimbulkan perdebatan karena karakteristik tindak pidana yang serius dan posisi anak sebagai korban yang sangat rentan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis kendala dan prospek penerapan restorative justice dalam penyelesaian kasus kekerasan seksual terhadap anak di Indonesia dengan menelaah aspek perlindungan hukum, prinsip kepentingan terbaik bagi korban, serta dampak traumatis dalam proses peradilan pidana. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun restorative justice telah diakomodasi dalam berbagai kebijakan hukum, penerapannya dalam kasus kekerasan seksual terhadap anak masih menghadapi kendala yuridis, sosiologis, dan psikologis. Namun demikian, restorative justice tetap memiliki prospek untuk diterapkan secara terbatas dan selektif dengan pengawasan ketat serta pendampingan profesional guna menjamin perlindungan maksimal bagi korban. . Kata kunci: restorative justice, kekerasan seksual terhadap anak, perlindungan hukum, kepentingan terbaik bagi korban, trauma psikologis. |
Kiki Adha Sirait (Universitas Royal); Asri Vivi Yanti Sinurat (Universitas Royal); Syahrani Lailati Br Damanik (Universitas Royal) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8 No 2 (2025) |
Hal: 3359-3363 [PDF] |
| 736 |
ANALISIS KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEPTUAL SISWA KELAS III MADRASAH IBTIDAIYAH SWASTA (MIS) SAKSI TANJUNGBALAI DALAM KLASIFIKASI BANGUN DATAR
Lihat AbstrakAbstract: This study aims to describe the conceptual understanding ability of third-grade students at MIS Saksi in classifying two-dimensional shapes (flat shapes). Mathematics at the elementary school level is often considered difficult due to its abstract nature, particularly in geometry. This research employs a descriptive qualitative approach to explore how students recognize, group, and understand the characteristics of flat shapes through real objects. The subjects of the study were 25 third-grade students who are in the concrete operational stage of development. The research instrument consisted of an evaluation test measuring the ability to elaborate on concepts, present examples, and perform independent articulation. The results showed that 40% of students were in the high category, 32% in the medium category, and 28% in the low category. Students in the high category were able to connect concepts with concrete objects around them and explain the properties of flat shapes in their own words. Meanwhile, the main obstacle for students in the low category was difficulty in understanding question instructions and mathematical literacy. Overall, the majority of students (72%) have achieved fair to excellent understanding in the classification of flat shapes. Keywords: Conceptual Understanding, Two-Dimensional Shapes, Geometry, Elementary School, Classification. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemahaman konseptual siswa kelas III MIS Saksi dalam mengklasifikasikan bangun datar. Matematika di tingkat sekolah dasar seringkali dianggap sulit karena sifatnya yang abstrak, terutama pada materi geometri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menggali bagaimana siswa mengenali, mengelompokkan, dan memahami ciri-ciri bangun datar melalui objek nyata. Subjek penelitian terdiri dari 25 siswa kelas III yang berada pada tahap perkembangan operasional konkret. Instrumen penelitian berupa tes evaluasi yang mengukur kemampuan menguraikan konsep, penyajian contoh, dan artikulasi mandiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 40% siswa berada pada kategori tinggi, 32% pada kategori sedang, dan 28% pada kategori rendah. Siswa di kategori tinggi mampu menghubungkan konsep dengan benda konkret di sekitar mereka dan menjelaskan sifat-sifat bangun datar dengan bahasa sendiri. Sementara itu, kendala utama pada siswa kategori rendah adalah kesulitan dalam memahami instruksi soal dan literasi matematis. Secara keseluruhan, mayoritas siswa (72%) telah mencapai pemahaman yang cukup hingga sangat baik dalam klasifikasi bangun datar. Kata kunci: Pemahaman Konseptual, Bangun Datar, Geometri, Sekolah Dasar, Klasifikasi. |
Anim Anim (Universitas Asahan); Aidilla Fitria Sari Siregar (Universitas Asahan); Hera Azhari Bangun (Universitas Asahan); Nurlia Ningsih (Universitas Asahan); Andy Sapta (Universitas Terbuka) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 9 No 1 (2026) |
Hal: 673-678 [PDF] |
| 737 |
OPTIMISASI TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK EFISIENSI LAYANAN: STUDI KASUS PADA SISTEM ANTRIAN RSIA BATUSANGKAR
Lihat AbstrakAbstract: The implementation of information technology in healthcare services has become a strategic necessity for improving service efficiency and quality, particularly in patient queue management systems. RSIA Batusangkar, a medium-scale hospital, has experienced operational challenges related to manual queue management, including prolonged waiting times, service irregularities, and decreased patient satisfaction. This Community Service Program (Pengabdian kepada Masyarakat) aimed to optimize the use of information technology through the implementation of a web-based digital queue system integrated with the hospital’s internal service workflow. A participatory, community-driven approach was employed by involving hospital management, service staff, and patients throughout the stages of needs assessment, system design, implementation, and evaluation. The system was developed using the Agile methodology. Evaluation was conducted through quantitative pre- and post-implementation measurements, complemented by qualitative assessments. The results indicate that the digital queue system reduced the average patient waiting time by 44.4%, increased service throughput by approximately 50%, and improved patient satisfaction levels from moderately satisfied to satisfied–highly satisfied. These findings demonstrate that optimizing information technology through a digital queue system effectively enhances operational efficiency and the overall quality of healthcare services. This program is expected to serve as a practical reference model for digital transformation in regional hospital services. Keyword: digital queue system, information technology, service efficiency, hospital services, community service. Abstrak: Penerapan teknologi informasi dalam layanan kesehatan menjadi kebutuhan strategis untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan, khususnya pada sistem antrian pasien di rumah sakit. RSIA Batusangkar sebagai rumah sakit skala menengah masih menghadapi permasalahan antrian manual yang berdampak pada lamanya waktu tunggu, ketidakteraturan layanan, serta menurunnya kepuasan pasien. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi melalui implementasi sistem antrian digital berbasis web yang terintegrasi dengan alur layanan internal rumah sakit. Metode PkM yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berbasis kebutuhan (community-driven), melibatkan manajemen rumah sakit, petugas layanan, serta pasien. Pengembangan sistem dilakukan menggunakan metodologi Agile, sementara evaluasi dilakukan melalui pengukuran kuantitatif pra dan pasca implementasi serta evaluasi kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sistem antrian digital mampu menurunkan waktu tunggu pasien rata-rata sebesar 44,4%, meningkatkan throughput pelayanan hingga 50%, serta meningkatkan skor kepuasan pasien dari kategori cukup puas menjadi puas–sangat puas. Temuan ini menunjukkan bahwa optimalisasi teknologi informasi melalui sistem antrian digital efektif dalam meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas layanan kesehatan. Program PkM ini diharapkan menjadi model transformasi digital layanan rumah sakit di daerah. Kata kunci: sistem antrian digital, teknologi informasi, efisiensi layanan, rumah sakit, pengabdian kepada masyarakat. |
Agus Nur Khomarudin (Politenik Pertanian Negeri Payakumbuh); Romy Aulia (Politenik Pertanian Negeri Payakumbuh); Rina Novita (Politenik Pertanian Negeri Payakumbuh); Rabby Nazli (Politenik Pertanian Negeri Payakumbuh); Ega Evinda Putri (Politenik Pertanian Negeri Payakumbuh); Amrizal Amrizal (Politenik Pertanian Negeri Payakumbuh); Perdana Putera (Politenik Pertanian Negeri Payakumbuh) |
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 5 No 2 (2025) |
Hal: 945 - 952 [PDF] |
| 738 |
PELATIHAN DASAR PERHITUNGAN JARINGAN KOMPUTER UNTUK SISWA SMK DI LKP PELITA MEDIA
Lihat AbstrakAbstract: Mastery of computer network calculation is a fundamental competency for vocational high school students in meeting the demands of vocational learning and the world of work. However, limited conceptual understanding and practical skills in computer network calculation remain common challenges among the target community. This community service activity aims to enhance the capacity and competence of vocational high school students through basic computer network calculation training conducted at LKP Pelita Media. The methods employed combine community education and practice-based training through conceptual instruction, demonstrations, and case-based network calculation exercises. The main outputs of this activity are training services and applied learning that emphasize understanding computer network terminology and subnetting calculation skills. This activity contributes to the enrichment of community service practices in the field of vocational education by offering a contextual, systematic, and easily replicable learning approach for similar educational and training institutions.           Keywords: network; training; subnetting  Abstrak: Penguasaan perhitungan jaringan komputer merupakan kompetensi dasar yang penting bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam menghadapi kebutuhan pembelajaran vokasi dan dunia kerja. Namun, keterbatasan pemahaman konseptual dan keterampilan aplikatif pada materi perhitungan jaringan komputer masih menjadi permasalahan yang dijumpai pada masyarakat sasaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi siswa SMK melalui pelatihan dasar perhitungan jaringan komputer yang dilaksanakan di LKP Pelita Media. Metode yang digunakan mengkombinasikan pendidikan masyarakat dan pelatihan berbasis praktik melalui penyuluhan konseptual, demonstrasi, serta latihan studi kasus perhitungan jaringan. Luaran utama kegiatan berupa pelatihan dan pembelajaran aplikatif yang menekankan pemahaman peristilahan jaringan komputer dan keterampilan perhitungan subnetting. Kegiatan ini berkontribusi dalam memperkaya praktik pengabdian kepada masyarakat di bidang pendidikan vokasi dengan menghadirkan pendekatan pembelajaran yang kontekstual, sistematis, dan mudah direplikasi pada lembaga pendidikan dan pelatihan sejenis. Kata kunci: jaringan; pelatihan; subnetting |
Guntur Maha Putra (Universitas Royal); Junaidi Junaidi (Universitas Royal); Elly Rahayu (Universitas Royal) |
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 5 No 2 (2025) |
Hal: 940 - 944 [PDF] |
| 739 |
PEMANFAATAN WEB SELF-PACED LEARNING DENGAN MICRO-LEARNING SEBAGAI MEDIA EDUKASI DIGITAL MASYARAKAT
Lihat AbstrakAbstract: Advances in digital technology have presented new challenges in the public education process, particularly regarding the availability and accessibility of learning materials. To address this, the implementation of web-based self-paced learning methods is an effective solution that allows people to learn flexibly and independently. Furthermore, the microlearning approach, which presents material in small, focused units, has been proven to improve user retention and understanding of learning content. This community service program aims to facilitate public access to digital learning through a web platform designed using a microlearning approach. The target audience includes the general public with diverse educational backgrounds, from both productive and non-productive age groups. The main challenges faced are low digital literacy, limited access to easy-to-understand educational content, and limited time for the community to participate in conventional training. The activities were carried out through outreach methods, direct training, and mentoring in the use of microlearning-based digital learning platforms. The results of the activities showed an increase in community understanding and skills in utilizing digital learning technology independently. Furthermore, this activity resulted in a microlearning-based educational platform that can be used sustainably to support community learning.           Keywords: digital literacy, self-paced learning, microlearning, web-based learning  Abstrak: Kemajuan teknologi digital telah menghadirkan tantangan baru dalam proses edukasi masyarakat, terutama terkait ketersediaan dan aksesibilitas materi pembelajaran. Untuk mengatasi hal tersebut, penerapan metode self-paced learning berbasis web menjadi solusi efektif yang memungkinkan masyarakat belajar secara fleksibel dan mandiri. Selain itu, pendekatan microlearning yang menyajikan materi dalam unit kecil dan terfokus terbukti mampu meningkatkan retensi serta pemahaman pengguna terhadap konten pembelajaran. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memfasilitasi masyarakat dalam mengakses pembelajaran digital melalui platform web yang dirancang menggunakan pendekatan microlearning. Sasaran kegiatan ini mencakup masyarakat umum dengan latar belakang pendidikan yang beragam, baik dari kelompok usia produktif maupun non-produktif. Permasalahan utama yang dihadapi adalah rendahnya literasi digital, terbatasnya akses terhadap konten edukatif yang mudah dipahami, serta keterbatasan waktu masyarakat dalam mengikuti pelatihan konvensional. Kegiatan dilaksanakan melalui metode sosialisasi, pelatihan langsung, dan pendampingan penggunaan platform pembelajaran digital berbasis microlearning. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran digital secara mandiri. Selain itu, kegiatan ini menghasilkan platform edukatif berbasis microlearning yang dapat digunakan secara berkelanjutan untuk mendukung pembelajaran masyarakat. Kata kunci: literasi digital, self-paced learning, microlearning, pembelajaran berbasis web |
Edi Kurniawan (Universitas Royal); Afdhal Syafnur (Universitas Royal); Zulkarnain Sirait (Universitas Royal); Willy Alfiandi (Universitas Royal) |
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 5 No 2 (2025) |
Hal: 932 - 939 [PDF] |
| 740 |
PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN MERUPAKAN PERLINDUNGAN HUKUM DAN HAM DI INDONSIA
Lihat AbstrakAbstract: Human Rights begin with the natural dignity and human rights that humans possess that cannot be revoked and are seen as rights that are inherent and rooted in the nature and dignity of humans as creatures of God Almighty that are carried from birth and are absolute. Including current developments related to witnesses and victims is part of Human Rights. The research method used in this article is normative, namely legal research conducted by examining library materials, with a focus on the legislative approach. The formulation of the problem is that the Protection of Witnesses and Victims is Legal Protection and Human Rights in Indonesia. And Human Rights and Human Rights Violations. Article 1 number (1) of Government Regulation Number 2 of 2002 concerning Procedures for Protection of Victims and Witnesses in Serious Human Rights Violations states that: Protection is a form of service that must be carried out by law enforcement officers or security officers to provide a sense of security, both physical and mental, to victims and witnesses, from threats, harassment, terror, and violence from any party, which is given at the stage of investigation, inquiry, prosecution, and or examination in court. Law Number 39 of 1999 concerning Human Rights and Law Number 26 of 2000 concerning Human Rights Courts provide the same understanding of Human Rights. Keywords: Protection, Witnesses, Victims Abstrak: Hak Asasi Manusia dimulai dari martabat alamiah dan hak-hak kemanusiaan yang dimiliki oleh manusia yang tidak dapat dicabut dan dipandang sebagai hak-hak yang melekat dan berakar pada hakikat dan martabat manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang dibawa sejak lahir dan bersifat mutlak. Termasuk perkembangan saat ini terkait saksi dan korban merupakan bagian dari HAM. Metode penelitian artikel ini yang digunakan adalah normatif yaitu penelitian hukum yang dilakukan dengan cara meneliti bahan kepustakaan, dengan fokus pada pendekatan perundang-undangan. Adapun menjadi rumusan masalah yaitu Perlindungan Saksi Dan Korban Merupakan Perlindungan Hukum Dan Ham Di Indonsia. Dan Hak Asasi Manusia dan Pelanggaran Hak Asasi Manusia. Pasal 1 angka (1) Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2002 tentang Tata Cara Perlindungan Terhadap Korban dan Saksi Dalam Pelanggaran Hak Asasi Manusia yang Berat bahwa: Perlindungan adalah suatu bentuk pelayanan yang wajib dilaksanakan oleh aparat penegak hukum atau aparat keamanan untuk memberikan rasa aman baik fisik maupun mental, kepada korban dan saksi, dari ancaman, gangguan, teror, dan kekerasan dari pihak manapun, yang diberikan pada tahap penyelidikan, penyidikan, penuntutan, dan atau pemeriksaan di sidang pengadilan. Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia dan Undang-undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia memberikan pengertian yang sama tentang Hak Asasi Manusia. Kata kunci: Perlindungan, Saksi, Korban |
Safrin Ritonga (Universitas Royal); Hikmat Syahputra Tarigan (Universitas Royal); Rahmat Suhargon (Universitas Muhammadiyyah); Ahmad Ray Fadillah Sitompul (Universitas Royal); Jesica Lumban Batu (Universitas Royal) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8 No 4 (2025) |
Hal: 5651-5656 [PDF] |
Berbagai jurnal ilmiah multidisiplin yang terakreditasi dan terindeks secara nasional maupun internasional.
Jurnal ilmiah nasional multidisiplin yang mencakup sains, sosial, pendidikan, ekonomi, dan teknologi. Terbit 6 kali setahun (Feb, Apr, Jun, Agu, Okt, Des). Terakreditasi SINTA 4 berdasarkan SK No. 152/E/KPT/2023.
Jurnal nasional yang memuat hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat sosial serta teknologi, mencakup bidang komputer, pendidikan, sosial humaniora, dan kesehatan. Terbit 2 kali setahun (April dan Desember).
Jurnal ilmiah yang memuat dan menyebarluaskan hasil penelitian, kajian mendalam, dan ide-ide inovatif di bidang ilmu pendidikan. Inovasi guru dan dosen dalam pembangunan sektor pendidikan dapat memberikan kontribusi positif bagi institusi pendidikan.
Jurnal Teknologi Komputer dan Sistem Informasi yang memuat hasil penelitian di bidang Computer Science, Data Mining, Machine Learning, Deep Learning, Computer Engineering, Information Systems, dan Software Engineering. Terbit 2 kali setahun (Feb dan Agu).
Jurnal yang berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dalam bidang pendidikan, menyediakan ruang bagi akademisi untuk mempublikasikan kajian-kajian pendidikan yang relevan dan bermanfaat bagi pengembangan ilmu pendidikan.
Kami berkomitmen memberikan pengalaman publikasi ilmiah terbaik bagi seluruh peneliti dan akademisi.
Semua jurnal kami menerapkan kebijakan akses terbuka, memungkinkan siapa saja untuk membaca, mengunduh, dan membagikan artikel secara gratis.
Setiap naskah melewati proses review sejawat (peer review) yang ketat untuk memastikan kualitas dan orisinalitas publikasi ilmiah.
Beberapa jurnal kami telah terakreditasi SINTA oleh Kemdikbud, membuktikan standar kualitas publikasi yang diakui secara nasional.
Jurnal kami terindeks di berbagai basis data nasional dan internasional seperti GARUDA, OneSearch, Scilit, BASE, dan Dimensions.
Dengan sistem OJS terintegrasi, proses submit, review, hingga publikasi dilakukan secara digital dan efisien.
Seluruh karya dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0, melindungi hak cipta sekaligus mendorong penyebarluasan.
Kirimkan naskah ilmiah Anda ke salah satu jurnal kami dan dapatkan manfaat publikasi open access yang luas.